Jual Milagros disini
Loading...

Maen HP di Kendaraan, Awas Kena Tilang


Catatan Asep Haryono

Siapa sih yang tidak kenal dengan alat komunikasi yang lagi booming saat ini, dan bahkan anak SD pun banyak yang sudah memilikinya?.   Salah satu jawaban yang mungkin tepat adalah adalah Telepon Genggam atau lebih keren dikenal dengan sebutan Telepon Seluler (ponsel).   Nyaris semua orang memiliki benda mungil nan keren ini

Nah untuk urusan ber "halo halo" lewat komunikasi ponsel sudah marak di mana mana, Baik di desa maupun di perkotaan. Hampir setiap orang di seluruh pelosok negeri ini memiliki perangkat telepon genggam itu. Saya sendiri termasuk pemilik handphone yang agak terlambat alias agak jadul. Kenapa jadul, karena saya punya HP baru sekitar tahun 2001 lalu dengan merek Nokia 3310. HP Umat kata orang hahahahaa.

Saya juga bingun kenapa disebut dengan "HP Umat" ya. Sampai sekarang pun saya belum memperoleh jawaban yang memuaskan dari orang orang kenapa sampai memberikan julukan sebagai "HP Umat".  Apakah sahabat ada yang tau jawabannya. Mengapa ada sebutan seperti itu?

Sejenak saya tersenyum senyum saja mendengarnya. Namun kira kira sih karena harganya murah sekarang dan banyak dimiliki orang banyak yang mungkin menjadikan HP ini menjadi milik banyak orang. Jangan tanya soal merek HP ke saya ya, saya sih sendiri hantam kromo aja soal HP. Asal bisa Menerima dan Mengirim SMS dan panggilan telepon sudah lebih dari cukup buat saya. Entah buat penggemar HP lainnya di seluruh persada nusantara


Hindari menggunakan HP saat berkendaraan.  Patuhi lalu lintas dan keselamatan anda dan pengguna lain di jalan raya.  Foto dari Internet
Hindari menggunakan HP saat berkendaraan.  Patuhi lalu lintas dan keselamatan anda dan pengguna lain di jalan raya.  Foto dari  Motogokil


Nah isu yang mau saya angkat dalam blog kesayangan saya kali ini adalah adanya  sanksi tegas kepada siapa saja yang melakukan panggilan dan atau menerima panggilan telepon saat berkendaraan baik kendaraan roda dua (motor-red) dan maupun berkendaraan dengan roda lebih dari dua.

Mobil adalah termasuk kendaraan rodanya lebih dari dua khan hehehe. Nah nah siapkah masyarakat Indonesia menerima peraturan  seperti ini? Mengingat banyaknya pemakai dan penggemar HP yang sekarang sudah trendi di kalangan masyarakat, sosialisasi pemakaian HP pun sudah mulai digencarkan oleh Kepolisian di seluruh Indonesia, dan sudah kemana mana.


Kebiasaan Yang Membahayakan
Dari pihak kepolisian sendiri menganggap bahwa kebiasaan menerima telepon, ber sms maupun membuat panggilan telepon saat berkendaraan bisa membahayakan keselematan diri sang pengendara maupun pengendara lainnya di jalan raya. Dan aktifitas seperti itu,  dianggap membahayakanpengguna kendaraan lainnya bisa berpotensi mengganggu kelancaran berlalu lintas.

Apakah memang sampai segitukah kekuatiran melihat fenomena orang bertelepon HP di jalan raya sambil berkendaraan ? Mungkin bisa jadi kekuatiran itu ada alsannya, dan memang masuk akal. Saya sendiri sudah sering melihat prilaku orang naek motor sambil mengirim SMS atau menerima telepon sambil berkendaraan. Memang terasa mengganggu karena sang pengendara itu pasti akan mengurangi kecepetannya, dan sudah pasti mengganggu kendaraan yang ada dibelakangnya.

Bahkan tidak jarang aksi pengendara bertelepon HP di jalan raya pun tidak luput menjadi ancaman dan mengundang tindak kejahatan pada diri sang pengendara itu. Ini juga pernah dialami oleh rekan saya sebut saja bunga (bukan nama sebenarnya-red). Dia adalah seorang wartawati sebuah koran yang ada di Pontianak.

Dia menceritakan kalaw dirinya pernah menjadi sasaran pelaku kejahatan yang merampas HP miliknya saat dia sedang menerima panggilan dari sahabatnya via HP. Saat dia melintas di bundaran UNTAN (Universitas Tanjungpura-red) , HP miliknya berbunyi nyaring.


"Benar kok. Waktu itu saya sedang melaju di atas motor saya mau ke arah Kota Baru melewati bunderan Untan, tiba tiba HP saya bunyi, lalu saya berhenti sebentar di dalam bundaran UNTAN dengan Arboretum yang agak sepi itu, namun tidak lama setelah memberhentikan motor dan menerima telepon, saya pun menjawab telepon via HP saya, tidak lama kemudian saya didatangi 2 orang naek motor juga, dan merampas HP milik saya" kata kawan saya itu.

Nah nah bener kan?. Menerima panggilan telepon HP apalagi berhenti di tempat yang sepi dari keramaian amat berpotensi mengundang tindak kejahatan. Hal hal seperti ini memang sebaiknya menjadi perhatian buat kita semua .


Belum lagi saat saya sering melihat orang mengirim SMS sambil naek motor. Bukankah aksi itu bisa berbahaya bagi keselamatan dirinya, ataupun membahayakan bagi pendengara lain?. Jelas sangat berbahaya donk. Kalaw anda mengetikan SMS sambil berkendaraan nanti fokus pandangan mata anda tidak di jalan, dan anda bisa bertabrakan dengan kendaraan yang ada di depannya.  Nah mengundang bahaya kan?

Kalaw fokus pandangan anda lebih kepada ponsel anda, dan anda tidak berkonsentrasi penuh dalam berkendaraan sangat berpeluang terjadinya kecelakaan yang bisa menimbulkan korban jiwa. Nah tentu hal ini tidak mau anda alami bukan. Nah jika anda tidak mau mengalami musibah kecelakaan di jalan raya, orang lain pun tidak akan mau menjadi korban karena ketidakdisiplinan anda berkendaraan di Jalan. Jadi jauhilah HP saat kamu sedang menggunakan kendaraaan. Remember this.


Ancaman Hukuman
Nah sekarang kita coba liat ancaman yang mungkin akan diberlakukan buat kamu jika melanggar ketentuan larangan ber HP sambil berkendaraan ini. Menurut Kombes Royke Lumowa, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengatakan bahwa sosialisasi larangan berkendaraan sambik ber-HP sudah diberlakukan sanksi  sebagai implementasi penerapan Undang Undang Lalu Lintas yang sudah ada.

Royke juga menjelaskan Undang Undang yang dimaksud di sini adalah UU nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Nah di dalam pasal 283 (jo) Pasal 106 ayat 1 disebutkan bahwa pengendara yang berkomunikasi lewat ponsel terancam hukuman penjara maksimal selama 3 (tiga) bulan atau denda sebesar Rp.750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).  Mohon saya dikoreksi jika salah.  Terima kasih


Menurut Kombes Royke sebagaimana dikutip oleh harian Media Indonesia (Edisi Jumat 3 Desember 2010) mengatkaan bahwa Undang Undang tersebut sebenarnya sudah ada sejak dua tahun yang lalu, namun baru diterapkan pada tahun ini.  Nah jika mengacu pada pasal di atas, maka Polisi mempunyai hak untuk memberlakukan sanksi tilang secara langsung kepada siapapun pengendara yang melanggar larangan berhp saat berkendaraan. 

Jadi tidak lagi sebatas menghimbau seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, namun sudah pada prinsip law enforcement (penegakan hukuman-red). Namun Kombes Royke mengakui sejauh ini pihaknya belum memiliki juklak (petunjuk pelaksanaan) maupun Juknis (petunjuk teknis) dari Undang Undang yang diterapkan tersebut.


Solusi Berkomunikasi
Namun demikian tidak ada undang undang yang memberikan jaminan sepenuhnya akan ditaati oleh masyarakat. Pelanggaran atas penerapan Undang Undang ini pasti akan menimbulkan polemik di masyarakat mengingat komunikasi memang suatu kebutuhan yang tidak dapat ditawar dari masyarakat.

Kombes Royke juga memberikan salah satu alternatif jika pengendara kendaraan roda dua maupun tiga mengalami kondisi yang mendesak dan diharuskan menerima dan atau melakukan panggilan melalui HP miliknya sebaiknya menggunakan alat bantu handsfree. Penggunaan alat bantu tersebut , menurut kombes Royke , masih bisa ditolerir dan pengendara kendaraan masih dibolehkan mempergunakan HP saat berkendaraan.

Nah dengan adanya solusi jitu dari pihak kepolisian ini smoga bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain selama berkendaraan di jalan raya.


Ingatlah selalu agar kita semua selalu berhati hati dalam berkendaaraan di Jalan Raya. Patuhilah aturan rambu rambu lalu lintas yang ada di jalan raya, batasilah kecepatan di Jalan raya sesuai dengan ketentuan, dan lengkapi diri anda dengan STNK dan SIM agar anda merasa nyaman dan tenang dalam berkendaraan. Ingatlah selalu keluarga anda menanti di rumah, dan berharap anda sampai di rumah dengan Selamat. (Asep Haryono)

3 comments:

  1. Saya setuju kalau tindakan seperti ini di tilang selain membahayakan diri sendiri juga pengendara lain.

    ReplyDelete
  2. Saya jga sejutu, emang harus di tindak lebih tegas lagi pengendara yang suka mainin HP

    ReplyDelete
  3. Mereka sering mengabaikan keselamatan saat berkendara..

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog