Jual Milagros disini
Loading...

Mafia Konperensi

Tag : Mako - Asep Haryono | Mafia Konperensi - Powered by Blogger

Dear Blog

Hari ini hari ahad atau Minggu tanggal 5 Desember 2010 M atau kalaw diliat dari penanggalan Arab alias Hijriah adalah 28 Dzulhijah 1431 Hijriah. Nah hari ini saya mau menulis yang ringan saja soal Laskar Mako. Loh kok Laskar Mako seh? Ya memang judul tulisan saya kali ini berjudul dan berisi tentang mafia Konperensi yang kemudian lebih kondang disebut dengan istilah laskar Mako. Bukan maksud untuk menyaingi Laskar Pelangi yang udah kondang itu. Oh sama sekali tidak. Kebetulan aja ada kesamaan pada kata "laskar" yang berkonotasi adalah "pejuang". Namun taukah kalian apa itu Laskar Mako? hahaha penasaran ya. Tenang tenang kali ini saya akan cuba jelaskan kepada para pembaca setia blog saya apa itu laskar MAKO.

Apa itu Mafia Konperensi?
Apa merupakan spesies baru dari jaringan mafia interansional yang sudah dahulu ada di dunia? Oh sama sekali tidak. Mafia yang satu ini adalah mafia imut imut dan baik hati, tidak sombong dan suka menabung Hehehhee..

Secara sederhana "laskar MAKO" adalah suatu sebutan atau istilah yang muncul dari para alumni YES (Youth Engagement Summit) 16-17 Nopember 2000 di Kuala Lumpur (Malaysia). Istilah ini menyeruak diantara para alumni YES dengan menyebut para alumni yang super alay itu dengan sebutan Laskar MAKO. Mako adalah singkatan dari Mafia Konperensi. Terdengar mengada ngada memang. Nah Laskar MAKO atau Laskar Mafia Konperensi adalah mereka yang berjuang sampai titik formulir application penghabisan untuk bisa ke Luar Negeri secara gratisan.

Banyak dari para alumni YES2009 Kuala Lumpur yang sukses mampus ke Luar Negeri secara Free alias gratis yang merupakan visi dan misi para Mako di mana saja berada. Sebut saja ADS yang sudah berkeliling ke Toronto, belum lagi Setiawaty Nuralamy yang sudah sukses dan baru saja pulang dari negeri Tirai Bambu, China. Belum lagi si ganteng keren Andez (Andreas Nathius) yang sudah kemana mana di negara Asia Tenggara yang kini masih di Jepang. Mau donk ke Jepangnya nih hehehehehe

Begitu pula dengan Angga Dwi Martha yang baru saja pulang dari program, SUSI (Study in The US State Institute) selama 5 (lima) minggu di Amerika. Masih berderet deret lagi nama nama para mako yang sukses ke berbagai negara di manca negara dengan modal muka tebal , nda tau malau dan pede. Gimana cara bisa ke Luar Negeri dengan modal dengkul itulah visi umum para Mako

Kalaw Perlu Semua GRATIS
Gratis apa saja. Kalaw perlu Gratis biaya keberangkatan ke TKP di Luar Negeri ya pesawat Pulang Pergi ditanggung sama panitia pengundang atau panitia penyelenggara. Tidak masalah pesawat aja aja. Mau KLM, Qantas, apa aja. Nah gratis yang lain yang diharapkan tentu saja Accommodation (akomodasi-red) ya termasuk penginapan Hotel, atau rumah kosan di luar negeri dengan fasiltas standar tidak apa yang penting semuanya ditanggung sama panitia penyelenggara. Apa masih ada Gratis lain yang diharapkan oleh para aktifis MAKO? Oh tentu saja buanyak hahaha.

Belum lagi untuk urusan kampung tengah alias perut. Wah untuk urusan yang satu ini para MAKO masih bisa menyesuaikan diri. Bagi yang menganut agama Islam (seperti saya tentunya-red) tentu sedapat mungkin menyantap hidangan atau makanan di negara tujuan sesuai dengan syariat dan ketentuan dalam Islam. Begitu pula dengan penganut agama lainnya dari para mako sesuai dengan ketentuan yang berlaku di dalam agama yang diyakininya. Nah untuk urusan makan, para mako masih bisa menyesuaikan. Sedangkan untuk urusan biaya perjalanan lain juga masih bisa diperjuangkan oleh para mako sendiri. Ya iyalah, misalnya para mako mau jajan pizza atau beli sopenir kan harus pake duit sendiri hehehhee. Nah untuk urusan kecil kecil gini saya yakin para Mako bisa bayar hehehe.

Tapi tidak semua para mako ini bener bener muka tembok muka tebel dan nda tau malu maunya gratisan terus. Ada memang beberapa case atau kasus tertentu para mako juga berkorban dengan merogoh koceknya sendiri yang tidak sedikit. Sepertii alumni YES 2009 Anggun Pratama yang berangkat ke Luar Negeri tapi dia juga mengeluarkan biaya sendiri yang tidak sedikit. Berapa jumlahnya saya kurang tau yang jelas NOL nya ada ENAM hehehee. Dan ini juga berlaku saat saya ikut IYC 2009. International Youth Conference yang berlangsung di Hotel Marbela Banten. Nah semuanya memang ditanggung oleh Panitia Penyelenggara kecuali transportasi dari tempat saya tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat menuju Banten harus menyediakan biaya perjalanan (baca : pesawat) sendiri.

Namun seperti yang menjadi VISI para alumni YES2009, para mako di mana saja berada. Sedapat mungkin bisa dapat berkeliling dunia ke mana saja dengan gratis dari A sampai Z kalaw perlu. Dengan modal keberanian dan didukung oleh nasib baik dan rasa percaya diri (PD-red) yang amat tinggi, para mako selalu berjuang setiap saat membuka mata membuka telinga lebar lebar jika ada info info ke Luar Negeri Gratisan dan mensharenya kepada sesama alumni Youth Engangement Summit 2009 di mana saja berada. Tahun 2011 segera kita masuki, dan seperti kata Mr Raymon Sembiring, kita semua harus kembali bersiap diri melihat peluang untuk bisa ke Luar Negeri tentunya dengan gratis.

Ya Iyalah Mako gitu loooohhhhhh

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog