Jual Milagros disini
Loading...

Jangan Remehkan Bahasa Inggris


Dear Blog,

Kini sudah menjadi tren orang lagi senang belajar Bahasa Inggris. Mulai dari tingkat anak anak hingga kepada tingkat Mahasiswa dan orang kantoran. Semuanya pada booming belajar Bahasa Inggris. Suatu gejala yang bagus dan baik sekali. Namun tidak sedikit diantara kita yang mencibir dan menganggap remeh orang yang sedang giat mempelajari Bahasa Inggris. Mulai dari keraguan para pakar pendidikan akan pemakaian bahasa Pengantar Bahasa Inggris di Sekolah, pemakaian bahasa Inggris di sekolah Rintisan Bertaraf Internasional, sampai kepada pada anggapan sebelah mata terhadap menjamurnya kursus kursus Bahasa Inggris yang banyak disetiap sudut kota Pontianak bak jamur di musim hujan.

Namun karena sering dianggap sebelah mata dan anggapan remeh dari orang itulah, banyak dari kita yang malah meremehkan banyaknya kejanggalan dan kesalahan tata bahasa (Gramatika) Bahasa Inggris dalam penggunaan sehari hari. "Jangankan anda, anak SD saja sekarang banyak yang mahir Berbahasa Ingrgis" kata sebuah artikel yang saya baca dari sebuah koran nasional. Nah jangankan kita orang dewasa yang lagi gandrung Bahasa Inggris, anak anak tingkat Sekolah Dasar aja banyak yang mahir berbahasa Inggris. Lalu ada lagi komentar lain, "Ngapain sih belajar bahasa Inggris jaman sekarang? Hari gene belajar Bahasa Inggris, udah pasaran tauuuuu" Demikian katanya. Lalu banyak orang yang menyarankan belajar bahasa Asing lain saja daripada belajar Bahasa Inggris yang sudah kadung sudah mencapa titik jenuh di pasaran kerja seperti sekarang ini. Benarkah demikian?

Orang terjatuh biasanya karena batu yang kecil. Jarang sekali orang terjatuh karena batu yang besar. Hal hal kecil dan remeh dari Bahasa Inggris saja sudah banyak yang tidak perduli lagi. Mau salah kek sebodo amat. Lagipula salah kecil kecil ini, tidak salah besar besar kata orang. Santai ajalah cuma salah gramatika aja, yang penting kan mereka tau maksud kita kata orang. Nah dari sinilah akhirnya timbul pembenaran (justifikasi) kalaw penulisan dan pemakaian bahasa Inggris boleh salah salah tata bahasanya yang penting mereka mengerti apa yang kita maksudkan. Banyak contoj contoh di masyarakat bahwa hal hal remeh dan kecil seperti tata bahasa Inggris saja banyak yang diabaikan oleh masyarakat yang dengan mudahnya bisa kita temui dalam kejadian sehari hari.

Misalnya ada koran di Pontianak terkenal di Kalimantan Barat yang sering menuliskan kata "Pontianak Colorfull" dalam sebuah artikelnya. Yang dimaksud oleh penulis atau redakturnya tentu adalah "Pontianak Penuh Warna" dalam artian bahasa Indonesianya. Pemakaian kata "Colorfull" yang oleh penulis/redaktur dimaksudkan adalah "Penuh Warna" tentu benar adanya. Benar namun kurang tepat. Dalam tata Bahasa (gramatika), kata "Colorfull" dengan penggunaan dobel huruf L adalah kurang tepat. Suffix "ful" (dengan huruf L satu buah-red) yang ditambahkan kepada kata Benda untuk menghasilkan kata sifat. Jadi kata dasarnya adalah "color" + mendapat Suffix "ful" menjadi "Pontianak Colorful" adalah tepat dan sesuai dengan kaidah tata bahasa Inggris. Contoh lainnya adalah "joyful, cheerful , painful, careful" dan masi h banyak lainnya.

Suffix "ful" diartikan sesuatu yang mempunyai makna sepenuhnya diisi oleh sifat sesuatu, atau penuh dengan sesuatu. Kata "Pontianak Colorful" artinya adalah "Kota Pontianak yang penuh dengan warna warni". Jadi dalam kaidah tata bahasa Inggris (Grammar) pemakaian suffix "ful" ditambahkan kepada kata benda untuk menghasilkan kata sifat.


Jadi kata pemakaian kata "Pontianak Colorfull" yang berarti "Kota Pontianak penuh Warna Warni" akan lebih tepat dan bermakna jelas jika menggunakan pilihan kata "Pontianak Colourful" (Huruf L nya satu).

Para Pembaca Blog saya di mana saja berada.
Bahkan banyak plang plang papan informasi yang ada di bandara Internasional Soekarno Hatta juga banyak yang kacow balaw susunan tata bahasanya. Padhal kita semua tau sama tempe bahwa Bandara SOETTA adalah bandara Internasional yang dikunjungi oleh ratuan bahkan ribuan turis asing dari seluruh dunia tumplek ruah di situ. Petunjuk bandara, termasuk penempatan papan informasi dan plang info di bandara SOETTA merupakan bagian dari kebutuhan pengguna jasa di Bandara untuk mengetahui secara persis informasi apa yang kiranya diperlukan. Jadi jika penulisan susunan ejaan dan penggunaan Bahasa Inggris dalam papan info di SOETTA itu kacow susunan bahasa Inggrisnya, bukan tidak mungkin malah membuat para wisatawan manca negara menjadi kebingungan.

Coba saja amati pemakaian ejaann berbahasa Inggris yang kacau misalnya terlihat di papan penunjuk penyewaan mobil, tur dan travel di bandara yang terletak di Cengkareng, Tangerang, Banten itu. Dalam papan tertulis, "Comport, Easy, Cheapers, Safety". Padahal yang dimaksudkan tentunya adalah 'Comfort' (nyaman), 'Cheaper' (lebih murah), dan 'Safe' (aman). Dan tidak hanya itu juga dalam papan itu tertulis 'Droop and Pick Up' padahal seharusnya 'Drop and Pick Up' karena mengacu pada makna menurunkan dan menaikkan.

Contoh lain adalah plang tertulis "SERVICE AVILIABLE". Padahal penulisan bahasa Inggris yang sesuai dengan tata krama dan tata bahasa adalah "Service Available". Nah kacow sekali bukan?. Dan masih banyak lagi kesalahan kesalan kecil dan remeh yang selalu diabaikan dan tidak mendapat perhatian dari kita semua sebagai pengguna dan pemakai bahasa Inggris. Remeh dan sederhana kesalahannya bukan? Tapi berdampak serius terhadap martabat bangsa. Apa kata turis nanti, kalaw orang Indonesia banyak tidak paham menggunakan bahasa Inggris. Nah kalaw turis sampai bilang gitu yang malu kan kita semua bukan?

Saya saja sebagai orang Indonesia merasa malu dan prihatin dengan penggunaan Bahasa Inggris yang salah dan tidak sesuai dengan grammar (tata bahasa) dan ejaan yang benar. Saya memang bangga dengan Bahasa Indonesia, dan bahasa Indonesia adalah bahasa utama saya yang saya gunakan sehari hari. Namun konteks yang saya tulis dalam blog ini adalah bahasa Internasional yang umum digunakan dalam menyambut kedatangan turis asing di Indonesia.

Jika kita kedatangan Turis Jepang misalnya, dan kita kurang paham bahasa Jepang, maka kita akan menggunakan bahasa Internasional lainnya yang juga bisa digunakan. Memang banyak turis asing yang paham bahasa Indonesia, namun juga tidak sedikit dari turis Asing yang datang ke Indonesia tidak mengerti sama sekali bahasa Indonesia. Nah Bahasa Inggris bisa digunakan untuk menyambut mereka. Bukankah Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa Internasional yang banyak digunakan dan "pasaran" dewasa ini?

Kesalahan penulisan bahasa Inggris di bandara internasional sekelas SOETTA sebenarnya cukup memalukan bangsa Indonesia. Karena Bandara SOETTA adalah etalase suatu Negara. Nah kesan pertama yang didapat oleh para turis saat mendarat di Indonesia salah satunya adalah melalui Bandara Soekarno Hatta. Di masa yang akan datang sebaiknya penulisan kata kata dan papan info di SOETTA jangan diserahkan kepada karyawan biasa dalam pengerjaannya. Jika harus dikerjakan oleh karyawan biasa, harus sudah mendapat revisi dan pengawasan dari mereka yang paham dan mengerti Bahasa Inggris. Agar kejadian yang memalukan ini bisa sedikit demi sedikit dikurangi kesalahannya di masa yang akan datang.

Nah dengan contoh contoh di atas, masihkah anda meremehkan Bahasa Inggris?.

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog