Jual Milagros disini
Loading...

Fight For Indonesia, GARUDA

Dear Blog

Ada yang beda sedikit dalam postingan blog kesayangan saya hari ini. Ini bukan mau narsis narsisan. Tapi sebagai bentuk dukungan saya terhadap timnas Garuda Merah Putih. Ya temans semua bisa melihat dengan jelas betapa bangganya saya mengenakan Kaos Timnas dengan lambang Garuda Indonesia di dada ku (baca : dikaosku juga boleh). Bahkan hari ini saya ngantor pun tidak mengenakan seragam kantor, tetapi memakai T-Shirt merah putih. Ya memang bangga bangeds saya dengan Garuda Indonesia yang malam ini akan berlaga hidup mati melawan timnas "Harimau Malaya" Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.


Dalam hitungan beberapa jam lagi akan terjadi pertarungan yang juga akan bakalan seru antara tim nasional Merah Putih Garuda VS si "Harimau Malaya" Timnas Malaysia yang dijadualkan akan dilangsungkan sore nanti sekitar pukul 18.30 WIB Waktu Indonesia yang Insya Allah akan dilaksanakan di gedung Gelora Bung Karno (GBK).

Supporter Indonesia yang diperkirakan berjumlah lebih 80.000 (delapan puluh ribu) orang dipekirakan akan memerahkan stadion GBK Jakarta itu guna mendukung timnas Indonesia membalas kekalahan di leg pertama yang berlangsung di Stadion Bukti Jalil Malaysia 26 Desember 2010 lalu. Seperti yang sudah kita ketahui bersama saat itu tim Garuda Indonesia dicukur telak 0-3 tanpa balas dan perjuangan untuk merebut kembali kemenangan malam ini bukanlah hal mudah, namun bukan hal yang tidak mungkin. Bola itu Bundar. Segalanya bisa saja terjadi

Dukungan moril dari seluruh rakyat Indonesia kini tertumpah ruah ke stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta yang konon berkapasitas lebih dari 100.000 orang itu. Banyaknya fans suporter tim merah putih di stadion GBK nanti semoga tidak menjadi bumerang bagi tim Indonesia karena merasa "terbebani" oleh dukungan yang kelewat besar itu. Dan semoga saja perkiraan saya salah dan keliru. Harapan terlalu tinggi dan rasa ekspetasi yang besar dari rakyat Indonesia terhadap tim kesebelasan nasional Indonesia diharapkan bukan malah menjadi beban moral dari para pemain timnas Indonesia dalam laga final leg putaran terakhir melawan "harimau malaya" Malaysia di stadion Bukit Jalil malam nanti.

Hadirnya Presiden SBY di putaran semifinal kemarin saat timnas Indonesia melawan timnas "mabuhay" Philipphina bisa menjadi pemicu semangat timnas Indonesia saat itu namun tidak tertutup kemungkinan malah menjadi "beban" bagi timnas Indonesia untuk memaksakan diri bermain super di segala lini di laga final leg kedua malam nanti.

Insiden Laser Hijau
Seperti yang sudah kita saksikan bersama sama bahwa timnas Indonesiam terutama kiper Markus dibidik sinar laser berwarna hijau yang konon diduga keras berasal dari Suporter kesebelasan timnas Malaysia. Benarkah itu berasal dari Suporter timnas Malaysia?. Dari mana kita tau kalaw sinar warna hijau yang bisa merusak retina mata jika ditembak dari jarak dekat itu berasal dari laser beam (pointer) milik Suporter Malaysia. Wajah kita dengan Wajah orang Malaysia tidak jauh berbeda sampai kita tau aksen dan logat mereka dalam berbicara. Jadi tidak jelas sebenarnya, dan apakah ada bukti otentik bahwa sinar laser warna hijau itu berasal dari Suporter Malaysia?

Saya bukannya mendukung Suporter Malaysia, tetapi marilah kita membuka diri terhadap masukan dan koreksi dari semua pihak jika itu memang sebuah kebenaran. Kalaw kita mau jujur sebenarnya, sinar laser warna Hijau , Teror laser, sebenarnya tidak hanya terjadi di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Namun pada Piala AFF 2010 ini, sinar berwarna hijau itu justru sudah muncul saat Indonesia menjamu Malaysia di babak penyisihan Grup A. Saya sendiri sudah melihat rekamannya. Saya melihat memang benar ada seberkas sinar laser warna Hijau juga wajah kiper tim Malaysia, Mohd Sharbinee Allawee Bin Ramli usai Irfan Bachdim mencetak gol terakhir bagi Indonesia. Dalam duel ini Semifinal ini, Indonesia menang dengan skor 5-1.

Nah bagaimana menurut kalian kalaw kejadiannya sudah begini?. Apakah ada sanksi jika ada suporter yang tidak sportif seperti yang sudah ditunjukkan secara masih oleh Suporter Malaysia saat menjamu timnas Indonesia di Stadion Bukit Jalil Malaysia 26 Desember 2010 lalu?. Seperti yang diberitakan oleh VIVAnews bahwa Hukuman terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyusul kejadian sinar laser pada final pertama Piala AFF 2010 akan ditentukan oleh Federasi Sepak Bola Asia (AFC). Hukuman bukan ditentukan FIFA, karena AFF tidak terdaftar di struktur FIFA. Otoritas tertinggi turnamen ini adalah AFC, jadi hukuman akan ditentukan oleh AFC. Vivanews menyebutkan bahwa hukuman baru akan diberikan setelah ada laporan dari AFF dan match commisioner. Itupun setelah turnamen berlangsung," ujar Dhines.

Menang Kalah adalah Biasa
Yang namanya sebuah pertandingan olah raga MENANG ataupun KALAH adalah hal yang biasa saja. Jika anda kalah dalam sebuah pertandingan olah raga, berarti teman anda atau lawan anda yang menang. dan begitupula sebaliknya. Jika teman anda atau lawan anda KALAH dalam sebuah pertandingan , maka sudah pasti ANDA lah yang menang. Tidak ada itu KALAH bersama atau Menang Bersama. Yang namanya pertandingan antara dua pihak, maka salah satu pihak harus menang, dan salah satu pihak harus kalah. Itu sudah konsekuensi matematika logis : Ada yang Menang dan Ada yang kalah. Lalu apa masalahnya jika kalah? Lalu apa masalahnya jika Menang?.

Lihatlah publik Indonesia. Jika tim nasional di cabang olah raga apa saja (tidak harus selalu sepakbola dan bulutangkis -red) yang begitu meroket prestasinya hingga ke ranah Internasional, bertubi tubi pujian, sanjungan dan segala macamnya tertuju kepada mereka. Tetapi jika tim itu kalah atau mempunyai prestasi "jeblok" , berbagai cacian, makian, dan cercaan melayang kepada tim tersebut. Himbauan mundur dari jabatan sebagai ketua tim atau apalah akan menyertainya secara otomatis. Itukah yang namanya sportifits olah raga? Dimana letak kebesaran bangsa Indonesia jika timnasnya kalah dari lawannya? Akankah publik di tanah air bisa "menerima" kekalahan timnasnya dari lawannya?

Saat timnas Malaysia si "Harimau Malaya" itu berhasil kita bantai 4-0 saat di laga semifinal ajang kejuaran piala AFF , timnas Malaysia sadar dan bisa menerima kekalahan itu. Nah begitupula dengan timnas Indonesia. Jika timnas kita kalah dari timnas Malaysia malam ini maka sebagai konsekuensi logisnya kita semua juga harus sadar dan harus bisa menerima kekalahan. Itu sportif namanya, dan sportifitas dalam olah raga harus dijunjung tinggi

Mari kita dukung timnas Indonesia yang dalam beberapa jam lagi akah melawan timnas Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Berjuanglah GARUDA Ku.
Doa seluruh bangsa Indonesai menyertai mu

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog