Jual Milagros disini
Loading...

Adakah Teman Sejati itu?


Dear Blog,

Tema tulisan blog ku hari ini memang agak lazim dan sudah "pasaran" diberbagai forum, milis dan juga tulisan di berbagai media. Teman. Ya satu kata itu memang sederhana namun mempunyai makna yang mendalam. Pengalaman memperoleh teman dan mendapatkan pertemanan adalah hal yang bisa saja berbeda beda antara satu orang dengan orang yang lain. Perbedaan pengalaman itu bisa jadi pengalaman yang baik, dan berkesan. Namun tidak sedikit pengalaman menyedihkan, tidak menyenangkan sampai pada pengalaman yang menyakitkan bisa terjadi pada setiap orang. Apa yang anda rasakan saat memperoleh seorang teman Baru? Bagaimana anda harus bersikap agar pertemanan yang sudah anda bangun dan bina itu tidak rusak karena sesuatu hal?. Mari kita kita coba paparkan sedikit suka duka pertemanan yang kita rasakan selama ini.

Banyak faktor "x" dan juga faktor lain yang bisa menyebabkan pertemanan anda bisa renggang karena kesalahpahaman dan perbedaan visi dan cara pandang anda masing masing terhadap pola pertemanan yang ingin kalian bangun. Perbedaan visi dan cara pandang ditambah dengan gaya hidup seseorang bisa menentukan perbedaan dalam memperlakukan seorang teman. Satu hal yang pasti adalah kita tidak dapat membuat setiap orang menjadi sahabat atau teman buat kita. Sebagaimana kita juga belum tentu diterima oleh orang lain sebagai teman. Namun demikian ada batas batas manusiawi dan keadilan yang bisa membedakan antara anda dengan teman anda. Pantaskah dia menjadi teman anda sesuai dengan kriteria anda sendiri? Juga dengan pertanyaan lain: Pantaskah anda menjadi sahabatnya sesuai dengan kriteria yang ada padanya?.

Coba kita lihat beberapa contoh "faktor X" yang bisa menyebabkan anda tidak bisa di"terima" oleh seseorang untuk menjadi temannya dan juga sebaliknya dia tidak bisa "diterima" menjadi teman anda. Beberapa faktor "ajaib" itu antara lain :

  1. Uang (Money)
    Khusus untuk alasan yang satu ini memang lazim dan umum terjadi di dunia pertemanan antara sesama kita. Urusan Uang, duit, fulus, money, atau arta (bahasa Jawa-red). Urusan ini memang sangat sensitif dan sangat peka karena menyerempet ke dimensi pertemanan yang lain dalam lingkaran persahabatan yang akan kita bangun. Kekurangan finansial sering menjadi salah satu pemicu keretakan pertemanan antara kalian. Contoh mudahnya adalah saat anda meminjam uang kepada teman anda, dan anda tidak dapat mengembalikan uang itu pada waktunya kepadanya. Atau anda sengaja atau tidak sengaja menghindar dari kewajiban membayar kembali uang anda kepadanya. Hal hal "diam diam" seperti inilah akhirnya menimbulkan "jarak" bagi anda yang berpotensi timbulnya keregangan diantara kalian.

    Namun sebenarnya urusan uang ini bisa saja diatasi oleh kalian berdua. Jika ada "deal" atau ada "kesepakatan" bagi kalian berdua yang tidak mempermasalahkan "kapan" hutang anda kepadanya, atau hutang dia kepada anda tidak menjadi masalah. Waktu pelunasan hutang yang bisa direstrukturasi bagi kalian berdua yang sudah sepakat satu sama lainnya bisa jadi akan menjadi solusi bagi persahabatan kalian. Persahabatan dan pertemanan kalian tetap tidak ada masalah dan hepi hepi saja karena anda tidak mempermasalahkan urusan materi. Namun pola pertemanan seperti ini memang jarang terjadi. Tidak banyak orang yang mengalami hal seperti ini. Berbahagialah anda jika punya teman yang punya tenggang rasa yang tinggi. Hutang memang harus dibayarkan, namun kalian berdua tidak mempermasalahkannya kapan (hutang itu) dibayar.

  2. Urusan Cinta (Asmara - Love)
    Saya sebenarnya agak senyum senyum juga untuk alasan yang satu ini. Urusan cinta. Urusan asmara. Sepertinya rekan rekan blogger sudah bisa menebak ke arah mana bahasan nomor 2 ini, urusan Cinta. Mungkin rekan rekan pembaca blog saya akan mudah menerka karena urusan cinta atau asmara inilah anda akan merasa cemburu (Jealous-red) ya khan? Hehehe. Ya ya saya rasa wajar saja. Bayangkanlah jika seseorang yang anda sukai dan cintai itu ternyata pindah kelain hati dan sudah punya gebetan lain?. Tentu anda merasa jeles alias cemburu bukan? Wajar saja tentu saja. Anda akan menjaga jarak kepada si dia karena si dia sudah punya gebetan yang baru misalnya. Saya sendiri tidak menganjurkan anda untuk berpacaran, karena dalam agama Islam yang saya anut memang tidak mengenal kata "pacar" atau "Pacaran".

    Namun kadang juga orang bisa putus asa karena cinta. Lebih "seyem" lagi kalaw untuk urusan asmara alias cinta ini bisa membuat orang menjadi patah semangat hidupnya atau bahkan akan mengakhiri hidupnya. Ih seyem bangeds ya. Jangan sampai begitu ya. Percayalah, seperti kata banyak orang, dunia ini tidak selebar daun kelor. Jika anda ditolak oleh si dia, Insya Allah masih banyak lagi calon pengganti yang lain. Perluaslah wawasan dan pergaulan anda sehingga anda akan banyak mendapatkan suasana baru dan kemungkinan mendapatkan seseorang yang sesuai dengan hati anda akan menjadi lebih besar daripada anda mengurung seorang diri di dalam kamar. Bukalah hati anda untuk menerima cinta dari orang lain, dan Insya Allah anda akan dimudahkan untuk mendapatkan kekasih baru yang sesuai dengan pilihan hati anda.

  3. Idealisme
    Ini memang salah satu faktor anda "dijauhi" oleh teman anda. Ini bisa dimaklumi sebenarnya. Misalnya saja anda pintar, dan paham hukum dan anda mempertahankan idealisme anda karena sistim di tempat kerja anda misalnya memang tidak sesuai dengan tatanan dan kaidah hukum yang berlaku. Lalu anda berjuang dan berusaha memperbaikinya sesuai dengan idealisme yang anda yakini kebenarannya. Persoalannya di sini adalah JIKA anda berada di sistim lingkungan kerja dengan manajemen yang amburadul dan teman teman anda sudah banyak mendapat fasilitas dari bos di kantor, maka anda hanyalah sebutir debu yang tiada artinya.

    Percuma saja anda mempertahankan idealisme anda jika lingkungan kerja aja sudah lebih pro kepada kantor yang sudah memanjakan mereka dengan fasilitas fasilitas. Hutang Jasa kepada seseorang yang kelewat tinggi menyebabkan mereka "takut" ditarik kembali fasiltias yang sudah mereka terima dari bos, sehingga rekan rekan anda menjadi "buta" akan kebenaran. Anda jangan menyalahkan BOS yang pilih kasih atau bos anda menganut sistim "Like and dislike" karena itu adalah hak sang bos. Anda mau jadi jahat atau mau jadi baik adalah pilihan. Jadi sikap idealisme anda di kantor dianggap "membahayakan" posisi rekan anda jika bergaul atau "berdekatan" dengan anda. Mereka berinisiatif "Cari Aman" dengan tidak menjadikan anda menjadi temannya. Ini bisa dimaklumi.

    Jadi anda tidak perlu risau atau kuatir karena "dijauhi" oleh rekan rekan kantor anda dari kelompok semprul seperti ini. Malah seharusnya anda kasihan kepada mereka yang sebenarnya dari hati mereka yang terdalam ingin berteman kepada anda. Namun faktor egois dan ketakutan kehilangan rezeki jika berteman dengan anda yang idealis lah yang menjadikan anda di"jauhi" oleh rekan kerja anda . Anda harus memaklumi mereka. Jadilah diri anda sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan anda. Anda tidak perlu takut terhadap "keengganan" mereka untuk menjadikan anda sebagai sahabatnya.

Nah demikian dari contoh 3 (tiga) faktor di atas masih banyak faktor lainnya di dalam peta pertemanan anda di dunia persilatan yang malang melintang saat ini. Hehehe. Yaya apa yang saya paparkan di atas hanyalah contoh saja. Ada beberapa faktor lain yang bisa menjadi hal atau sesuatu yang berpotensi merenggangkan hubungan pertemanan kalian dengan rekan anda. Ingatlah selalu bahwa kita tidak selalu bisa membuat orang lain SUKA terhadap kita, sebagaimana kita juga tidak bisa menjadikan setiap orang menjadi sahabat atau teman bagi diri kita sendiri. Jadi tidak ada yang namanya teman sejati dan juga tidak ada yang namanya musuh sejati. Kadang jika kita terlalu sayang kepada teman mungkin suatu saat dia akan menjadi musuh terbesar anda. Juga anda jangan terlalu membenci seorang musuh, karena bisa jadi mereka akan berubah dan menjadi sahabat baik anda.

Berteman atau mendapatkan teman baru adalah hal yang indah. dalam hidup Kata orang mendapatkan 1000 teman terlalu sedikit, dan mendapatkan 1 orang musuh sudah terlalu banyak. Mungkin ungkapan itu benar mungkin juga tidak. Tidak ada kewajiban bagi anda untuk mendapatkan teman sebanyak banyaknya. Teman sedikit namun berkualitas jauh lebih baik bagi kalian berdua untuk dibina, dipupuk dan dikembangkan menjadi jalinan persahabatan dan persaudaraan selama lamanya

Sebagai penutup saya kutipkan kata kata bijak dari Erynn Miller "Bersahabat dekat dengan seseorang itu membutuhkan banyak pengertian, waktu dan rasa percaya. Dengan semakin dekatnya masa hidupku yang tidak pasti, teman-temanku adalah hartaku yang paling berharga". Nah selamat berburu teman yang baik dan berkualitas ya


No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog