Jual Milagros disini
Loading...

Tradisi Lebaran

Tag : Lebaran - Asep Haryono | Tradisi Lebaran - Powered by Blogger

Dear Blog

Yang namanya Lebaran atau Hari Raya IeduL Fitri menjadi hari yang amat dinanti nanti oleh semua Umat Islam di planet bumi ini. Suatu hari kemenangan dari kita kita semua yang menjalankan ibadah Saum (Puasa-red) selama 1 bulan penuh yakni di bulan Ramadhan yang beberapa hari lagi akan kita selesaikan Insya Allah. Berbagai persiapan mungkin sudah mulai terasa kesibukkannya di tiap rumah tangga di seluruh Dunia dan juga di seluruh Indonesia pada Khususnya. Terlebih lagi di Kota Pontianak tercinta, berbagai persiapan ada yang sudah dilakukan jauh jauh hari sebelumnya. Ada sibuk menghabiskan THR (Tunjangan Hari Raya-red), ada yang sudah jauh jauh hari mempersiapkan panganan buat disajikan di hari Lebaran, serta aktiftas belanja dan shopping ibu ibu di Mall bahkan di pasar pasar tradisional sekalipun

Berkirim Kartu Lebaran Online
Berkirim dan bersilaturahmi dengan orang tua, kerabat, sanak keluarga, dan saudara di tempat yang jauh jaraknya kini sudah bukan menjadi masalah lagi. Kita bisa menggunakan teknologi informasi melalui media internet untuk memudahkan kita bersilaturahmi dan berlebaran dengan orang tua, keluarga, sanak dan kerabat serta handai tolan di tempat yang jauh. Kita bisa menggunakan fasilitas mengirim kartu lebaran online yang banyak tersedia di internret, misalnya saja yang cukup terkenal adalah 123Greeting card dan lain sebagainya. Untuk kartu ucapan versi Indonesia juga banyak tersedia di Internet. Tinggal search dan cari di google juga sudah tersedia ratusan alamat silahkan untuk dipilih

Apa sih manfaatnya kita berkirim kartu lebaran online di internet?
Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika berkirim kartu ucapan (tidak hanya lebaran aja kok-red) melalui media maya Internet. Tapi karena sekarang momen lebaran, jadi kita pake kartu lebaran online saja. Nah manfaatnya banyak loh diantaranya :
  1. Waktu
    Dengan lebaran via kartu kita bisa banyak menghemat waktu. Dengan hanya bermodalkan 5 ribu rupiah aja kita bisa pergi ke warung warung internet yang banyak tersedia di kota Pontianak. Wah banyak loh cyber cafe atau Warnet di Pontianak yang aksesnya cepat. Nah dengan ke warnet, kita bisa mengakses internet untuk mengirim kartu lebaran untuk dikirim kepada orang tua, saudara, kerabat dan handai tolan di tempat jauh. Waktu yang dipake juga sangat cepat. Tinggal ketik alamat greeting cardnya di Internet 123Greeting card dan pilih kartu yang sesuai dengan pilihan mu. KEtik alamat pengirim dan alamat yang dituju. Lalu isi komentarnya, preview lalu KIRIM. Cepet deh, dan sudah pasti sampei donk. Nah mudah kan

  2. Bisa Kirim Sekaligus
    Dengan mengirim kartu lebaran di dunia maya, kita bisa mengirim kartu lebaran langsung ke beberapa orang sekaligus. Asal mereka sudah punya email, maka kartu lebaran maya ini bisa langsung dikirimkan sekaligus dengan satu kali kirim dengan model dan isi kartu yang sama model dan bentuknya.

    Namun jika kamu kreatif dan punya waktu banyak, setiap alamat email temen yang akan kamu kirim kartu lebaran onlinenya itu bisa dibuat berbeda bentuk, model dan isi kalimat di kartu lebaran onlinenya untuk satu alamat kirim dengan alamat yang lain. Setiap orang yang akan kamu kirimkan kartu lebaran onlinenya bisa berbeda beda satu sama lainnya. Nah bisa kamu buat tuh keren deh

  3. Stay Lebaran Connected via Handphone
    Nah sekarang sudah banyak tersedia Handphone handphone yang memiliki fitur jejaring pertemanan semacam fb, twitter, yahoo messenger, selain browsing internet, musik dan juga kamera digital yang sudah integrated satu paket di dalam handphone itu. Nah berbagai merek dan harga dari hp hp yang punya segudang fasilitas itu juga dengan WIFInya sudah banyak tersedia dan dengan harga yang terjangkau. Khusus bagi para blackberryan (Sebutan bagi para pemakai BB versi istilahku sendiri hehehe -red) tentu fitur yang ditawarkan jauh lebih lengkap

    Bahkan jika kamu mudik di kampung halaman pun, tentu masih ingin berlebaran dengan teman teman di tempat jauh juga bukan. Nah apalagi jika kampung halaman mu tidak tersedia warnet, atau tidak ada fasilitas internet sama sekali seperti di dusun, kampung atau desa. Nah hp hp dengan fasilitas multimedia dan internet inilah akan terasa sekali manfaatnya. Nah tinggal kirim saja kartu kartu lebaran, SMS lebaran, atau MMS lebaran via hp mu sendiri saat berlebaran di kampung halaman

Lebaran Serba Baru?
Ini menjadi tren setiap kali menjelang Lebaran di Indonesia. Berlebaran harus dengan baju dan sepatu baru. Hmmm. Sudah klasik ya. Apa iya semuanya harus berlebaran dengan semua atribut yang serba baru?. Pertanyaan yang sederhana ini ternyata tidak sesederhana aku menjawabnya. Ada banyak dimensi yang menjadi parameter untuk menjawab pertanyaan sederhana itu. Tradisi lebaran dengan baju baru dan pulang mudik ternyata memiliki nilai dimensi ibadah dan dimensi sosial yang layak untuk dipertahankan. Mengapa demikian? Karena kedua dimensi itu bernilai dan bermakna bagi kita semua.

Tradisi mudik misalnya, palagi jika mudik mengunjungi orang tua di kampung halaman dan bertemu dengan sanak keluarga adalah dimensi ibadah dan kepatuhan kita kepada orang tua. Saudara dan kerabat yang kita datangi di hari lebaran adalah pintu silaturahmi yang harus kita tetap pertahankan. Aku sendiri saja belum memiliki kesempatan untuk bisa bermudik ria dengan kedua orang tua di Bekasi karena banyak hal. Karena selain dana yang masih belum memadai, waktu yang ada juga sangat singkat. Tidak elok juga kita harus berhutang sana sini hanya untuk bisa mudik di kampung halaman. Pulang mudik , hadangan utang akan datang yang harus diselesaikan pembayarannya. Tidak elok kalaw mudik juga harus berhutang.

Berlebaran di kampung halaman adalah mulia dan baik. Mengunjungi orang tua adalah baik dan mulia. Namun kita harus melihat keadaan yang ada sekarang ini. Haruskah kita mudik dengan memaksakan diri ke kampung halaman walaupun tidak punya dana sama sekali?. Bukankah mudik ke kampung Halaman bisa dilakukan dengan cara lain tanpa kehilangan makna ibadah kepada orang tua sendiri. Aku sendiri tidak menganjurkan para blogger untuk tidak mudik dan tidak sowan kepada orang tua. Oh tidak sama sekali. Kita sudah punya banyak fasiltias IT dan teknologi seperti telepon dan SMS bukan. Nah kita bisa gunakan itu untuk silaturahmi, dan juga kita bisa berlebaran dengan tetangga dekat di sekitar kita.

Juga dengan tradisi Baju baru dan Sepatu Baru. Yah boleh boleh saja kita selalu memakai baju baru dan sepatu baru di hari mulia Idul Ftiri yang datang setahun sekali itu. Memanfaatkan dana THR untuk melengkapi kebahagiaan di hari Lebaran dengan baju Baru adalah bagus dan sah sah saja, toh anda beli kan dengan uang anda sendiri. Ya tentu terserah dan hak anda untuk membeli baju dan sepatu baru di Hari Lebaran. Namun bukan keharusan bagi kita untuk membuat semua busana dan atribut lebaran kita di hari mulia itu serba baru. Sepatu lama dan baju yang lama asal warnanya tidak pudar, tidak sobek, atau tidak kusam, pun masih dianggap layak untuk dipakai di hari lebaran.

Kembali Fitri bukan akhir perjuangan
Dan ini yang menjadi titik tolak di hari Lebaran ini. Sudah 30 hari lamanya kita bertempur habis habisan dengan sang Hawa Nafsu. Nafsu hubungan intim, nafsu amarah, nafsu makan banyak, nafsu mengintip dan serta berbagai nafsu liar duniawi ini. Bukan hal mudah untuk mengendalikan hawa nafsu ini. Di hari nan suci ini, semua dari kita menjadi bersih lahir dan batin dan bagaikan selembar kertas putih tanpa noda. Menjadi fitri adalah titik tolak perjuangan besar untuk mempertahankan prestasi yang sudah terukir dengan baik itu. Berusaha untuk berjuang dengan gigih untuk menjaga diri dari setiap godaan adalah perang besar kita semua selesai lebaran.

Berperang dengan hawa nafsu misalnya. Contoh paling gampang adalah memerangi hawa nafsu lahirian seperti nafsu marah, dan nafsu mempergunjingkan kejelekan orang lain. Perkara ini keliatan sepele saja yakni bicarakan kejelekan dan kekurangan orang lain. Apalagi membicarakan keburukan dan kesalahan orang lain, kadang kita tidak terasa melakukan itu dengan tanpa sadar sudah menoreh jati diri sebagai orang yang suka bergunjing. Ini adalah salah kebiasaan buruk yang ada pada diriku juga yang sampai sekarang aku masih susah untuk menghilangkannya. Aku akui itu dan aku berusaha untuk memperbaikinya hingga kini. Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah berbuat salah. Tradisi membicarakan kejelekan orang lain akan segera aku akhiri.

Berbuat salah itu manusiawi. Tetapi mempertahankan kesalahan adalah SETAN.
AKu bukan SETAN

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog