Jual Milagros disini
Loading...

Hidup Dikejar Hutang


Hidup Di Kejar Hutang?.
Itulah tema tulisan blog pada hari ini. Hmm. Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah berhutang atau memberi hutang dari atau kepada orang lain?. Ya tentu pasti ada orang yang selama hidupnya tidak pernah berhutang dari orang lain. Juga tentu sudah pasti ada orang yang selama hidupnya tidak pernah memberi hutang kepada orang lain. Ada juga orang yang tidak pernah memberi pinjaman kepada orang lain, tetapi dia jagoan dalam meminta pinjaman atau berhutang dari orang lain. Hehehee. Yah namanya juga hidup, tentu kadang pinjam meminjam adalah bagian lain dari hidup kita yang kadang harus kita lalui tanpa kita sadari.

Begitupula dengan diri ini. Terlepas dari jumlah gaji yang kuterima setiap bulannya memang tidak akan pernah cukup jika dipikir pikir. Namun pole berhutang seperti tidak pernah lepas dan selalu mengurung diri ini hingga sampai saat sekarang ini. Kalaw dulu giat sekali memberi pinjaman kepada orang lain sampai sampai diri ini bosa menagih nagih orang itu karena selalu menghindar dan kadang membuat jengkel hati ini. Kini bisa bisa hal itu berbalik 180 derajat dari kebiasaan memberi hutang kepada orang menjadi pribadi jagoan ngutang dari orang lain hehehehhee. Kok bisa ya.

Ya tentu bisa saja. Mengapa tidak. Tentu para pembaca blog setia saya akan bertanya kepada ku. Apa tidak bisa mengelola keuangan sendiri, apa tidak cukup jumlah (gaji) yang diterima setiap bulan hingga selalu saja melakukan aksi meminjam atau berhutang dari orang lain?. Tentu akan saya jawab memang ini seperti kebiasaan jadinya. Aku sendiri juga berusaha agar "lepas" dari jeratan hutang sana sini yang terus saja membebani otak kiri dan otak kanan ku. Kadang kejarang orang yang memberi pinjaman kepadaku sering membuat ku tidak dapat tidur dengan nyenyak, dan kadang tidak dapat keluar rumah dengan leluasa.

Kenapa tidak dapat keluar rumah dengan leluasa? Ya karena takut dikejar atau ditagih orang yang merasa punya " deposit" dari kita dan sudah jatuh tempo pembayaran yang dijanjikan tapi kita tidak dapat atau tidak mampu memenuhi akad yang sudah disepakati bersama. Dan inilah momen momen yang sangat "menakutkan" dan membuat nyali "ciut" berhadapa dengan orang yang sudah ber"jasa" memberi hutang kepada diri kita. Lalu apa yang harus aku lakukan jika mereka yang berhak menagih utangnya dari kita dan sudah jatuh tempo dan kita tidak dapat memenuhinya.

Sebab bisa saja berbagai macam terjadi. Alasan bisa saja dibuat atau memang harus beralasan jika saat ini aku belum bisa memenuhi pinjaman orang atas diriku. Lidah ini terasa kelu, kaku dan tidak dapat berkata apa apa atas semua tindakan yang berakibat pada tidak mampunya diri ku membayar pinjaman itu. Kemana lagi harus kulakukan agar dapat melunasi pinjaman yang sudah aku nikmati dari orang lain?. Apakah harus gali lobang tutup lobang lagi untuk melunasi pinjaman pinjaman itu. Tutup sudah satu pintu hutang, namun pintu hutang lain terbuka lagi. Tutup satu lobang hutang , namun lobang hutang yang lain terbuka lagi. Dan begitulah irama kehidupan ku yang terjadi sekarang ini.

Ya Allah Yang Maha Mendengar, Tolonglah hamba MU ini.
Lepaskanlah aku dari jeratan hutang ini.
Amin Ya Robbal Alamin........

1 comment:

  1. Kang Asep masih bisa bersyukur lebih tenang, coba kalau akang ada diposisi saya, pekerjaan tidak ada, buat makan apa yang dimakan, hutang semakin bertumpang-tindih, kebutuhan anak sekolah, susu buat sibungsu, sering kang saya ingin lepas dari dunia ini.cari kerja usia 40 tahun kang susah( rata2 seminggu kirim 4 lamaran kerja hasilnya blm ada satupun yg jelas uang keluar u/ biaya lamaran), kadang yg saya rasakan keluarga, saudara, teman tidak bisa menolong(bukan tidak mau menolong).
    satu persatu titipan Allah pada pd lepas, akang hanya otak kiri dan kanan, saya sekujur tubuh kejang...putus asa.

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog