Jual Milagros disini
Loading...

Bos Janji Jepang

Tag : Opini - Asep Haryono | Bos Janji Jepang - Powered by Blogger

Dear Blog,

Dimana mana tentu kita senang bila berdekatan dengan pimpinan ataupun bos kita. Biasanya para karyawan akan sangat bangga dan ingin sekali berdekatan dengan sang idola di perusahannya. Iyalah. Bak Selebriti. Sosok seorang bos tentulah akan menjadi panutan bagi para bawahannya. Bos yang baik hati, pemurah baik murah hati maupun murah berbagi rezeki dan care memang selalu menjadi dambaan dimana mana. Para karyawan akan merasa bangga akan bosnya dengan selalu menyebut namanya setiap hari setiap malam bahkan sepanjang karir hidupnya. Wah kok jadi gitu ya?. jawabannya tentu saja bisa atau tidak tergantung setiap individu. Namun adakah bos yang seperti itu dijaman yang sudah sangat mendewakan uang dan kekayaan sebagai tuhannya?

Namun kenyataannya sekarang banyak yang bertolak belakang dari tipikal Bos impian yang selama ini kita idam idamkan. Ya idaman para bawahan atau para karyawan yang menjadi bawahannya. Namun demikian bukan berarti semua bos sama ya, tentu saja perangai, attitude, dan behavior tiap bos suatu perusahaan akan berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya di mana mana. Yang manakah bos yang menjadi panutan anda, atau yang manakah 'rezeki' anda saat ini?. Apakah anda mendapatkan bos yang sesuai dengan hati nurani anda? Ataukah anda menerima saja apapun perlakuan bos terhadap anda, disuka atau tidak anda akan menerimanya dengan ikhlas atau terpaksa ikhlas.

Terpaksa Ikhlas? Nah ini pertanyaan yang menggelitik pena saya untuk menuliskannya diblog sederhana ini. Apakah anda akan melaporkan kepada aparat keamanan hanya karena BONUS anda ditahan atau belum dikeluarkan sang Bos? Anda sadar anda butuh uang untuk membeli susu anak anda, atau saat ini anda sedang butuh uang untuk berobat ke dokter dan anda tidak punya pekerjaan lain selain sekarang ini?. Nah dari posisi anda yang sedang terjepit sekarang ini jalan satu satunya mungkin berhutang atau kasbon kepada perusahaan bukan?. Tentu saja bisa terjadi, karena saya sendiri "jagoan" kasbon setiap bulan di kantor. Sudah kondang nama saya untuk urusan kasbon kasbon. Mengapa itu bisa terjadi?

Ini mungkin bisa dimaklumi. Karena selain kasbon tentu masih banyak cara lain agar anda (para karyawan bergaji rendah kaya saya-red) bisa menyiasati keuangan keluarga agar tidak tekor setiap bulan atau GAJI hanya numpang lewat saja. Tetapi bagaimana dengan BOS yang suka menipu karyawannya?. Lah kok menipu? Apa bisa menipu? Menipu yang bagaimana? Ya jawbannya bisa saja menipu. Kawan kerja saya (satu kantor-red) juga mengalami kasus mirip modus "penipuan" yang diduga dilakukan oleh bos.

Sebut saja dodol nama sang karyawan itu. Dia mendapat undangan untuk menghadiri suatu meeting di Jakarta, dan sang bos sudah meng ACC kegiatan itu. Sebagai konsekuensinya tentulah 2 tiket Pesawat Pulang Pergi diperolehnya dan harapannya tentu dengan biaya perusahaan. Yang namanya undangan memang diongkosi sepenuhnya dari sang Pengundang namun dalam konteks teman saya ini, si DODOL, dia sudha dijanjikan bahwa 2 tiket pesawat Pulang Pergi sudah di ACC oleh sang Bos. Saya kurang mengerti di ACC itu bagaimana maksudnya, dan untuk ini saya belum mendapat keterangan rinci dari sang Karyawan bernama dodol itu.

Setelah kegiatan selesai dari meeting di Jakarta, sang Karyawan bernama DODOL itu kembali bekerja seperti biasanya. Hatinya berbunga bunga karena akan mendapat reimburse atau penggantian dari kantor atas biaya yang sudah dikeluarkannya selama di Jakarta. Namun berharap enak enak hanya pahit yang diterima oleh sang karyawan bernama DODOL itu. Dua buah tiket Pesawat Pulang pergi yang sudah dijanjikan oleh sang BOS untuk dibebankan kepada perusahaan karena sudah mendapat acc oleh BOS, kini berbalik 180 derajat.

Harga 2 tiket Pesawat PP Jkt-Pontianak itu diwajibkan dan diharuskan ditanggung oleh sang Karyawan dan harus menggantinya dengan uang tunai, atau potong gaji untuk mengganti dua tiket pesawatnya itu. Sang karyawan sudah melakukan kroscek dan konfirmasi kebagian keuangan, namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya dia harus rela dan terpaksa rela gajinya dipotong. Apakaha ini disebut bisa disebut dengan penipuan? Silahkan anda sendiri yang menilainya. Soale kalaw saya yang bilang urusannya bisa berabe bisa bisa saya kena Undang Undang pencemaran nama baik. Hheheehehehehehe. Syeyem kedengarannya ya. Saya lebih cenderung dengan menyebutnya sebagai bos "Janji Jepang". Atau perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog