Jual Milagros disini
Loading...

Bonus Oh Bonus. Bagian Pertama dari 2 tulisan


Pernah dengar acara Uang kaget yang pernah ditayangkan di sebuah telivisi swasta di Indonesia?. Sejenis realita Show yang pernah ditayangkan selama beberapa tahun itu mendapat perhatian dan respon yang positif dari masyarakat. Realita show yang dikemas apik dan dikomandani oleh Helmy Yahya (Saudara Kandung Tantowi Yahwa yang mengasuh acara Who Wants To Be a Millionare-Red). Sebuah tayangan realiti yang menggambarkan seseorag dengan baju ala sirkus yang memberikan uang tunai sebesar Rp.10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah) kepada orang tidak mampu dan harus habis dibelanjakan dalam waktu kurang dari 1 jam atau 30 menit.

Mungkin tidak terlintas sedikitpun dalam benak orang miskin yang biasa memegang uang paling banyak 1500 rupiah dan bahkan untuk makan sehari hari saja masih kurang, tiba tiba harus menjadi "jutawan" memegang segepok uang tunai Sepuluh Juta Rupiah. Terbelalak matanya melihat jumlah uang yang mungkin terbesar dalam sejarah hidup orang miskin itu. Berbagai keinginan dan keperluan orang itu langsung dia wujudkan hari itu juga. Berpacu dengan waktu yang diberikan kepadanya untuk dapat menghabiskan uang 10 juta rupiah itu hanya dalam tempo kurang dari 30 menit. Mendebarkan, mengasyikkan bagi yang melihatnya. Suatu rezeki nomplok bagi yang mendapatkanya. Anda mau seperti itu? Mau donk. Saya aja mau. Apalagi anda. Hanya orang tolol saja yang tidak mau mendapat uang gratis seperti itu

Tema tulisan saya dari dua tulisan ini saya tulis dalam rangka menyambut datangya sang BONUS buat kita semua. Bukan maksud untuk memprovokasi sang Bos untuk segera mencairkan bonus buat semua karyawan. Oh bukan sama sekali bukan. Kalaw pun dianggap sebagai provokasi ya anggaplah sebagai efek domino saja. Karena saya suka menulis, jadi saya menulis saja apa yang terlintas di benak ini. Jangan salahkan kreatifitas yang ada di kepala saya. Tulisan ini hanya sisi setitik dari berbagai manfaat yang bisa kita semua manfaatkan dari lembaran lembaran rupiah sang BONUS untuk berbagai kebaikan para keluarga karyawan. Kita semua tahu bahwa BONUS semacam "dana dadakan" yang tidak boleh dihabiskan begitu saja. Ini adalah momen yang banyak ditunggu tunggu para keluarga karyawan akan keluarnya sang BONUS. Menunggu terbukanya hati sang bos untuk segera mencairkan sang BONUS mengingat manfaatnya yang amat dahsyat buat para karyawan beserta keluarganya.

Bahan Gunjingan
BONUS hanyalah suatu bentuk lain dari Uang. Uang memang hanya lembaran lembaran rupiah mulai dari pecahan kecil hingga pecahan dengan angka nominal yang besar. Bentuk uang bisa dalam bentuk pemberian tahunan seperti Tunjangan Hari Raya (THR) yang wajib diberikan perusahaan dan merupakan hak para karyawan. BONUS dalam pandangan saya pribadi bukanlah suatu HAK karyawan. Seperti yang sudah saya sebut dalam beberapa tulisan saya sebelumnya, BONUS adalah hak preogartif sang BOS yang bersifat absolut yang tidak dapat digugat dan tidak diadakan surat menyurat. hehehehe. BOS di sini yang berkuasa memutuskan apakah dikeluarkan atau Tidak adalah hak yang ada padanya.

walaupun sebagian kalangan menilai pemberian BONUS masih dirasakan kurang adil. Besaran kisaran BONUS tiap karyawan berbeda antara satu dengan lainnya. Kriteria sesungguhnya dan penilaian yang telah dilakukan untuk menjatuhkan nilai nominal bonus seorang karyawan akan berbeda standarnya dengan penilaian terhadap karyawan lainnya.
Memang kenyataannya memang banyak terjadi perbedaan. Seseorang yang sudah bekerja 10 tahun di bidang A misalnya bisa saja menerima BONUS nya jauh lebih kecil nominalnya dari seseorang yang bekerja baru 3 tahun pada posisi yang sama.

Perbedaan ini sering menimbulkan tanda tanya dari sebagian karyawan. Saya menilai perbedaan angka angka adalah hal yang wajar, karena pola penilaian pemberian bonus karyawan tidak pernah dipublikasikan. Tekesan diam diam dan hal yang wajar berbagai suara miring akhirnya keluar merebak di sana sini. Berbagai tudingan manipulasi, KKN, serta berbagai persepsi negatif menyeruak di sana sini. Jangan salahkan karyawan jika soal pemberian BONUS yang berbeda beda ini menimbulkan bahan gunjingan makan siang. Gosip gitu looooooooooooh.

Ini yang saya tidak mengerti sikap dan respon teman temans. Sudah syukur dikeluarin BONUSnya eh malah jadi bahan gunjingan. Udah syukur keluar, eh masih juga jadi bahan obrolan sana sini. Apa tidak bersyukur apa?. Masih mendingan udah keluar , daripada bengong bengong aja karena sang BONUS nda keluar. Bisa gigit jari sambil berkipas tahlil tau rasa. Ya sudah lah kalaw sudah keluar BONUSnya, berapa pun angka yang muncul dilayar ATM kalian sudah merupakan berkah dan rezeki kita semua. Bersyukurlah karena ada saudara saudara kita yang tidak mendapat BONUS sejak jaman kuda gigit dunkin donats.

Bagaimana manfaat sang Bonus, ikuti tulisan mendatang Insya Allah Ok.

To be continued.........

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog