Jual Milagros disini
Loading...

Selamat Datang di Negeri Penjilat


Dear Blog,

Kalaw membaca judul posting saya kali ini "Selamat datang di negeri Penjilat" memang sudah terbayang dalam benak bloggers semua. Siapa sih yang dimaksud dengan "penjilat" itu. Ada yang bilang itu (penjilat-red) masih dalam koridor sebuah negara yang carut marut karena skandal korupsi. Tetapi ada juga yang bilang hanya terjadi di sebuah negeri yang memang rata rata "penduduknya" punya hobi atau kegemaran menjilat. Nah pertanyaan sederhana akan muncul "Siapa yang menjadi Penjilat?" dan "apa yang dijilat?" nah kedua pertanyaan ini akan dicari jawabannya.

Memang susah kalaw sebuah negeri penuh dengan para penjilat yang suka menjilat jilat atasannya hanya untuk cari selamat, cari keuntungannya sendiri, serta cari kesempatan untuk menumpuk harta sebanyak banyaknya, tidak perduli orang lain, masa bodoh dengan peraturan perundangan yang berlaku, dan memberangus hak dan kebebasan berpendapat jika perlu. Kita sebut apakah orang yang berperilaku seperti ini?. Kalaw disebut teroris juga tidak mungkin karena memang tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional (national security-red).

Apa sih syarat untuk bisa menjadi penjilat?. Saya sendiri bingung untuk menjawabnya hahaha. Aneh kan bertanya sendiri, tapi nda bisa jawab sendiri. Kira kira sih untuk bisa menjadi "penjilat karir" tentu ada tahapannya. Yang paling umum adalah syarat untuk bisa cepat kaya, cepat makmur dan cepat hidup mapan dengan cara menjilat pimpinannya. Memang nyaris tidak beda dengan Kerbau dicucuk hidung sih, tapi penjilat yang satu ini selalu menuruti apapun yang diinginkan sang atasan. Apa pun diberikannya, bahkan kalaw perlu nyawa sekalipun. Hahha lucu apa tolol?

Kalaw dibilang bodoh ya nda juga karena kebanyakan lulusan S1 alias sarjana. Namun sikap dan perilakunya yang menjilat atasan memang lebih tepat disebut 'pengkhianat' kemanusiaan daripada teroris hehehe. Mengapa dikaitkan dengan rasa kemanusiaan, ya karena sang penjilat sudah tidak hati, perasaan dan tidak dapat menggunakan otaknya dengan benar selain menuruti hawa nafsu serakah dan tamak harta sang pimpinan, para penjilat ini semuanya kompak dan bersatu padu membela sang atasan yang sudah banyak memberikan hadiah hadiah baginya.

Menyedihkan memang disaat umur sudah tidak muda lagi. Di saat banyak orang yang lebih memperdalam agamanya, dan mendekatkan diri kepada sang Pencipta, ALLAH SWT, para penjilat ini masih sibuk 'hunting' harta dan memperkaya diri. Soalah tidak perduli 'apa kata dunia'. Ya mereka memang tidak perduli dengan kebenaran, karena mereka para penjilat karir yang baru berangkat dewasa. Masih miskin pengalaman dari para senior sekelas Gayus Tambunan yng nilep uang Pajak lebih dari 24 milyar itu. Mereka para penjilat kelas teri yang berlagak seperti eksekutif sekelas Eddie Tansil yang masih buron itu.

Penjilat kelas teri memang banyak yang betingkah. Tidak tau malu


No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog