Jual Milagros disini
Loading...

V for Vendetta

Tag : Resensi - Asep Haryono | V for Vendetta - Powered by Blogger

Dear Blog

Malam ini kutonton salah satu film yang sudah berulang kali saya liat. Film yang berjudul V for Vendetta. Film ini diputar di salah satu televisi swasta di Indonesia, dan saya menemukan beberapa catatan mengenai fim yang merupakan film bergaya perjuangan dan penentangan terhada pemerintah.

Dalam Wikipedia disebutkan bahwa film ini merupakan saduran dari komik yang sudah beredar luas dan berjudul sama. Film yang ditulis oleh Alan Moore dan diilustrasikan dengan baik sekali oleh David Lloyd. Film ini diset di sebuah tempat di London (INggris) yang terkenal dengan Big Bennya itu. Setingan kota London di era taun 1980 dan juga 1980 sangat kentara di sini. Film yang menceritakan romantika revolusioner di jaman yang serba korupsi merajela dalam sebuah pemerintahan yang dikatoris. Sang pelaku sellau mengenakan jubah hitam bertopeng dan selalu menyebut dirinya sendiri dengan sebutan "V".

Film yang diproduksi Warner Bross ini mengisahkan seorang yang menyebut dirinya "V" merupakan buah dari pemerintahan yang diktaor dan totalite. Pemerintahan yang korup menjadikan negeri London menjadi takut untuk menentang apalagi melawan pemerintahan yang berlaku saat itu. Jika ada warga London yang menentang, maka Penjara dan siksaan berat sudah menanti mereka.

Film yang sarat dengan perlawanan fisik terhadap pemerintahan yang diktator diwujudkan oleh orang berjubah hitam dan bertopeng "guy Fawkers" ini selalu meluncurkan kampany kampanye kepada masyarakat kota London untuk bersama sama menentang pemerintahan yang korup pada tanggal 5 November. Aksi balas dendam dalam film ini sangat terasa ditampilkan secara sangat vulgar. Dalam perkembangan selanjutnya film ini dirilis kembali pada tahun 2006.

Akankah di Indonesia ada orang yang meniru langkah mr V ini dalam nenegakkan kebenaran? Cara cara perlawanan secara fisik mungkin tidak dapat diterapkan di negeri ini, namun sampai kapankah rakyat akan menerima perlakuan tidak adil dari pemerintahannya sendiri. Apa apa mahal, pengangguran, korupsi , narkoba serta sederet kasus lainnya di Indonesia sepertinya tidak tuntas untuk diselesaikan. Akankah ada ada pengadilan masyarakat untuk pemerintahan semacam itu sekarang ini?.

Itu sebuah pertanyaan. Pertanyaan yang menatikan jawaban



No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog