Jual Milagros disini
Loading...

Saya tidak lagi "Berperang"


Dear Blog,

Kemarin dalam suatu kesempatan saya sudah menuliskan ide dari diri sendiri dan dari lubuk hati yang terdalam bahwa saya tidak akan lagi melakukan serangan kritikan tajam dan kontrol sosial buat kantor. Hal ini saya lakukan bukan semata mata karena ikutan tren Koalisi seperti yang pernah disindir oleh salah seorang rekan FB saya. O tidak sama sekali. Dari dulu juga saya sudah dikenal sebagai "pejuang facebook" atau Single Fighter berperang sendiri. Memang ada dukungan tapi banyak yang sebatas dukungan doa maupun dukungan moral saja tidak lebih.

Susah memang kalaw berjuan sendiri tanpa ada dukungan real dalam bentuk aksi aksi damai seperti menyuarakan hak di jejaring facebook ini misalnya. Isu BONUs yang sering saya lontarkan juga tidak banyak membuahkan dukungan dari rekan rekan seperjuangan. Mereka (Memang tidak semua sih-red) banyak yang "diam" dan "bungkam" tidak mau mendukung karena sudah terlanjur menikmati gratifikasi atau berbagai hadiah dari kantor. Mulai dari karir yang cemerlang, jalan jalan ke China (juga negara lain seperti Singapore- red), serta akses diperjalankan atau dikirim jalan jalan ke berbagai tempat di Indonesia. Akses laporan kegiatan yang mudah dimuat hanya karena status redaktur terhormat, serta banyak kemudahan lainnya yang tidak akan pernah di dapat oleh karyawan kelas 'rendahan' seperti saya

Sebenarnya dalam hati mereka pasti menyetujui bahwa hak karyawan memang sebaiknya di dukung. Namun rekan rekan yang sudah menikmati gratifikasi dan faslitias "mewah" dari Kantor itu menjadi BISU dan DIAM seperti yang sudah saya duga sebelumnya. Apa mereka mau fasilitas yang sudah mereka terima itu diambil kembali? Ohohoho tentu saja mereka tidak mau. Apalagi para petinggi di jajaran kantor sudah menerima BONUS yang jumlahnya sangat mencengangkan untuk ukuran karyawan kontrak abadi seperti saya. Jumlah yang sangat cukup untuk berangkat Umroh atau Uang Muka (DP) rumah tipe 36 sekarang ini. Luar biasa diskriminasi yang ada di sini. Sungguh suatu rezim yang berakar sangat kuat, bagaikan tembok yang tidak mungkin bisa diruntuhkan.

Apa iya tidak bisa diruntuhkan?. Saya tidak berada dalam posisi untuk menjawab pertanyaan ini. Sungguh saya tidak bisa berbuat banyak untuk merubah keadaan di sini karena selain saya tidak mempunyai wewenang dan jabatan, posisi menyandang status sebagai KKA (Karyawan Kontrak Abadi-red) sungguh sangat tidak menguntungkan. Posisi saya tidak aman. Tidak safe. Saya pikir saya sebaiknya tidak memposisikan diri sebagai "oposan" di rezim ini. Bukan berarti saya luntur semangat idealis, atau takut. O tidak sama sekali. Saya tidak takut. Seperti yang sudah saya tulis dalam facebook kemarin (17/2/2010) bahwa saya hanya menyingkir (fade away-red) dari permainan ini. I am not stupid. I know the game.

Alasan lain saya mengambil posisi menyingkir (fade away-red) ini adalah karena kalian adalah teman teman ku sendiri. Saya tidak mau memerangi teman sendiri di sini. Kalian hanya "korban" dari sistim yang diciptakan dan dikondisikan sedemikian rupa oleh seseorang yang punya uang banyak, pengaruh dan kekuasaan. Saya tidak mau kalaw "peluru" yang saya tembakkan mengenai kalian yang sebenarnya bukan target saya. Saya tidak mau kehilangan teman teman hanya karena saya berjuang membela kaum lemah pekerja (cieeeeeeee lebay-Red). Heheheh tentu saya juga tidak mau "babak belur" karena berjuang sendiri bukan. Orang bijak tentu akan memperhitungkan resiko yang mungkin akan diterima dari tindakan yang akan diambilnya.

Kini saya sudah tidak lagi mengangkat 'senjata' untuk "berperang". Tapi saya juga tidak akan berkoalisi dengan siapa pun. Jangan katakan saya sudah tidak lagi Idealis. Jangan bilang saya takut. Jangan sebut saya sudah tidak lagi memperjuangkan hak hak kita semua. Saya hanya fade away (menyingkir-red).

Kita lihat saja nanti

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog