Jual Milagros disini
Loading...

Kesenjangan Di Tempat Kerja


Saya tertarik sekali dengan tulisan mas Romi dalam INSIGHT di halaman 19 Pontianak Post pada hari kemarin (Selasa, 19/2). Tulisannya yang berisi dan berjudul "Mengatasi kesenjangan Komunikasi di Tempat kerja". Menurut saya isi tulisan mas Romi bagus sekali, dan saya tergelitik untuk memberikan tanggapan atas tulisan beliau.

Saya setuju semua yang dipaparkan dalam tulisan beliau, dan memang kita tidak dapat memungkiri hal semacam itu terjadi dimana saja di tempat kerja. Dimana ada orang lain di sekitar kita, di sanalah ada berbagai macam karakter manusia yang unik dan berbeda satu sama lainnya. Perbedaan karakter yang tidak sama satu sama lainnya kerap menciptakan friksi antara satu departemen dengan departemen lain sering sejalan dengan konflik individu yang mewarnai diantara keduanya.

Namun profesionalitas tetaplah dijunjung tinggi karena cakupan bahasan kita di sini adalah lingkungan kerja. Disinilah batasan yang perlu kita perhatikan. Namun itu semua tidak ada artinya jika sudah menyangkut ETIKA. Pesan yang mau saya sampaikan adalah "Jangan Pernah Abaikan Etiket". Etiket yang mana?. Tentunya etiket yang umum di tempat kerja kita. Sejak jaman dulu sampai sekarang, saat jaman semakin penuh keterbukaan dan vulgar, 'etiket' tetap diperlukan dalam pergaulan dimanapun. Etiket tetap dibutuhkan untuk menjaga sikap dan perilaku anda dari hal-hal yang 'tidak pantas'. Karena etiket pada dasarnya adalah tata cara yang mengatur kepantasan dalam bergaul agar semua pihak merasa nyaman.

Mungkin kalau anda mendengar kata 'etiket', ingatan anda akan melayang pada tata cara bersantap di meja makan. Padahal etiket mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari cara menelepon seseorang, cara bertamu, cara menjamu relasi bisnis, mengendarai mobil di jalan raya, memperkenalkan seseorang pada orang lain, sampai etiket menolak tamu.

Orang yang tidak mempedulikan etiket, biasanya menganggap etiket merupakan suatu atribut yang merepotkan hidup. Makanya orang yang tidak tahu 'etika' umumnya bertingkah seenaknya, tidak tahu sopan santun, dan bicara semaunya. Misalnya saja berjalan di tangga dengan sengaja dengan menjejakkan kakinya terlalu keras seperti jalannya GAJAH. Bum..bum..bum. Walau sudah disampaikan kepadanya bahwa sikapnya itu tidak mencerminkan etiket, tetap saja dilakukan. Seolah seperti menantang. Kemana orang itu menyimpan akal sehatnya?.

Mereka yang tidak mengenal etika merasa tidak perlu menghargai keberadaan orang lain dan menjalani hidup ini berdasarkan peraturan yang dibuatnya sendiri. Jadi tak heran, mereka yang tidak tahu etika kerap disebut orang yang 'tak beradab'. Mereka yang tidak tahu etika tidak akan disukai dalam pergaulan, kecuali dalam pergaulan yang menganut aliran yang sama. Dalam pergaulan di kantor, etiket mutlak diperlukan. Karena tentu saja lingkup pergaulan di kantor berbeda dengan pergaulan anda di masyarakat atau di rumah. Di kantor terdiri dari banyak peraturan dan birokrasi yang mengatur perilaku dan sikap anda di kantor.

Seakrab dan sedekat apapun hubungan anda dengan rekan-rekan di kantor, andapun tetap harus mengenal etiket. Misalnya anda tetap harus memanggil embel-embel 'mas' atau 'mbak' kepada rekan kerja yang lebih tua. Sebutan 'Bu' atau 'Pak' juga wajib anda ucapkan kalau memanggil bos atau atasan anda, kecuali jika bos anda tidak keberatan hanya dipanggil namanya. Minta ijin terlebih dulu ketika masuk ke ruangan teman kerja anda juga termasuk dalam etiket bergaul.

Begitu juga dalam berpakaian. Tentu cara berbusana pada jamuan bisnis berbeda dengan cara busana ke tempat liburan seperti ke pantai. Jadi kesimpulannya etiket adalah pengetahuan yang mengatur pantas atau tidaknya anda dalam segala aspek yang berkaitan dengan hubungan antar manusia. Dan makin tinggi kedudukan atau posisi seseorang makin tinggi pula tuntutan untuk menjunjung etiket.

Karena semakin tinggi posisi seseorang semakin luas pula lingkup pergaulannya. Sehingga mengharuskan ia mengetahui dan memahami etiket lebih dalam, sebagai modal pergaulannya. Orang dengan kedudukan, posisi dan jabatan yang tinggi, pergaulannya tidak terbatas pada keluarga, teman, dan masyarakat semata, tetapi biasanya sudah kepada urusan yang berbau bisnis. Nah dengan etiket yang baik, konon bisa memperlancar urusan bisnis ini. Karena di antaranya etiket juga mengatur tata cara pertemuan bisnis, jamuan bisnis, dan tata cara melobi seseorang dan menjalin hubungan dengan klien.

Pendek kata, dengan etiket, anda lebih mudah menyesuaikan diri dalam segala 'cuaca'. Dengan pengetahuan etiket yang memadai, anda akan merasa lebih nyaman berada dalam pergaulan di manapun dan dengan siapapun. Dengan demikian, anda tidak akan salah sikap, tidak salah tingkah dan mudah menyesuaikan diri, baik dalam hubungan pertemanan biasa maupun dalam hubungan dan transaksi bisnis.

Makanya kalau anda ingin menjadi orang yang disegani di kantor dan dimana- mana, jangan mengabaikan etiket. Tapi kalau anda bertahan tanpa etiket, siap-siap aja nggak punya temen dan dikucilkan dari pergaulan. Kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Ingat itu.

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog