Jual Milagros disini
Loading...

Karyawan Kontrak : Karyawan Yang Tidak Jelas Hak dan Kewajibannya





Dear Blogger

Saya termasuk "vokal" dan bersuara "paling keras" dalam menyoroti ketidakadilan yang terjadi baik yang tidak sengaja maupun yang sengaja dikondisikan atau diciptakan disekitar saya. Memang siapa yang menciptakan, ya siapalagi kalaw bukan Bos. Hey hey Sep hati hati menulis blog loh, nanti bisa jadi kaw di PRITA Kan. Hati hati jangan menulis sembaringan di blog. Kata temen rekan blogger ku bilang pada ku. Memang kenapa saya harus takut?. Toh saya tidak menyebut nama dan lembaga atau instansi. Kantor kan bisa dari mana aja, dan BOS juga bisa BOS siapa saja. Bos Pulsa, Bos Sayur, Bos Minyak. Begitu banyak ikan di laut kenapa pula ada orang tersinggung.

Mungkin karena attitude itulah karir saya mandeg atau memang dimandegkan. hahahhaa. Its ok tidak ada masalah dnegan itu. Tapi memang siapa sih yang tidak ingin karirnya cemerlang. Semua orang pasti begitu dan berharap karirnya akan cemerlang. Siapa pun anda pasti anda menginginkan karir anda cemerlang. Begitu pula dengan saya di sini. Namun kadang harapan indah tidak sesuai dengan keyakinan. Begitupula dengan "kontrak karir" saya. Hahaha. Ini istilah saya aja yang menyebut status Karyawan saya yang "kontrak sejati" alias kontrak terus tanpa ada kejelasan kapan diangkat menjadi pegawai tetap.



Anda saat ini berstatus karyawan kontrak? Jika jawabannya adalah "Iya" berarti ada bernasib sama dengan saya,. Apa saja sebenarnya hak-hak karyawan kontrak itu sendiri? Apakah jenis pekerjaan anda merupakan pekerjaan yang memiliki syarat-syarat untuk dikontrak atau tidak?

Fenomena karyawan kontrak di Indonesia sendiri memang sudah berlangsung cukup lama, baik dilakukan oleh perusahaan lokal atau asing. Swasta atau milik pemerintah. Sebagai bagian dari sistem ekonomi kapitalis dunia maka fenomena tenaga kerja kontrak atau dikenal dengan istilah oursourcing ini kian banyak dipilih sebagai alternative mendapatkan tenaga kerja yang murah, cepat, dan beresiko lebih rendah. Mengapa demikian? Seseorang yang dikontrak biasanya beban kerjanya hampir sama atau bahkan lebih berat dari pada pegawai tetap, namun dari segi gaji atau fasilitas lainnya tentu saja sangat berbeda.

Bayangkan saja berapa keuntungan perusahaan dari segi produktifitas misalnya, termasuk tidak adanya ketentuan pesangon yang jelas apabila perusahaan tidak lagi menggunakan jasa si tenaga kerja kontrak. Banyak perusahaan outsource (penyedia tenaga kontrak ) yang melihat peluang ini. Sehingga perusahaan yang membutuhkan pegawai kontrak tinggal memesan sesuai kualifikasi yang diinginkan. Namun persoalan yang ditimbulkan akibat sistem kontrak ini seakan tak berkesudahan. Mulai dari PHK sepihak, tidak adanya pesangon yang memadai, dan terlebih lagi tidak adanya perlindungan hukum bagi karyawan kontrak yang akan menuntut haknya di pengadilan.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa karyawan yang mempunyai status sebagai karyawan kontrak mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi, karena didorong oleh adanya keinginan untuk dapat diperpanjang kontrak kerjanya oleh perusahaan. Aturan main yang berlaku bagi karyawan yang berstatus sebagai karyawan kontrak adalah bahwa kontrak akan diperpanjang apabila karyawan mempunyai prestasi kerja yang tinggi. Sebaliknya apabila karyawan tidak mempunyai prestasi kerja yang tinggi, kontrak tidak akan diperpanjang.

Keadaan yang dialami karyawan kontrak berbeda dengan keadaan yang dialami karyawan tetap. Bagi karyawan tetap sudah tidak ada lagi ketakutan tidak akan diperpanjang kontrak kerjanya, karena statusnya sudah menjadi karyawan tetap. Hal ini sesuai dengan definisi karyawan tetap yaitu karyawan yang sudah mengalami pengangkatan sebagai karyawan perusahaan dan kepadanya diberikan kepastian akan keberlangsungan masa kerjanya.

Di lain pihak definisi karyawan kontrak adalah karyawan yang diperbantukan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rutin perusahaan, dan tidak ada jaminan kelangsungan masa kerjanya. Dalam hal ini kelangsungan masa kerja karyawan kontrak ditentukan oleh prestasi kerjanya. Apabila prestasi kerjanya baik, akan diperpanjang kontrak kerjanya. Dampak psikis dari ketentuan yang menyatakan masa kerja karyawan kontrak tergantung pada prestasi kerjanya adalah karyawan kontrak menjadi mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi. Hal ini dikarenakan karyawan menginginkan untuk dapat terus bekerja dan mendapatkan pegnhasilan dari pekerjaannya. Penghasilan tersebut dipergunakan karyawan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Di lain pihak, dampak psikis dari kepastian masa kerjanya sebagai karyawan tetap, membuat motivasi berprestasi karyawan tetap menjadi lebih rendah dibandingkan karyawan kontrak. Hal ini dikarenakan tanpa adanya prestasi yang tinggi pun masa kerja karyawan tetap sudah dijamin akan tetap berlangsung.

Sampai kapankah saya menyandang status sebagai Karyawan Kontrak? Kalaw udah diangkat jadi Karyawan tetap dari dulu maka kehidupan saya tidak morat marit seperti sekarang ini. Bagi saya SK Karyawan tetap diibaratkan sebagai "Kail" untuk mnenangkap ikan. Jadi berilah saya kail untuk menangkap "ikan" sendiri. Mau bangun rumah aja susahnya bukan maen cari pinjaman dari Bank. Karena Bank mensyaratkan SK Karyawan tetap. Sedangkan SK Karyawan Tetap saya aja tidak jelas. Kapan diangkatnya saya ini?. Apa se umur hidup saya menyandang status sebagai Karyawan Kontrak Terus?. Apa memang khusus untuk posisi dan jabatan saya di kantor apa ditakdirkan menjadi Karyawan Kontrak?. Kalaw pertanyaan yang terakhir adalah "iya" berarti sudah final alias titik, dan saya tidak akan mempermasalahkan lagi.

Yang menjadi pertanyaan mendasar dalam diri saya adalah "ada apa dengan bos?". Apakah "like dan dislike" benar benar ada?. Biarlah anda semua yang menilainya.




No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog