Sukseskan Asian Games 2018


Please sit and relax as you navigate this website

www.simplyasep.com  Membaca salah satu berita yang diterbitkan oleh salah satu portal berita terkenal di Indonesia,  DETIK COM tertanggal 18 Juli 2018 dengan title berita yang berisi dan berjudul "Tina Toon Nyaleg DPRD DKI Lewat PDIP" itu langsung mengingatkan saya pernah bertemu dengan Tina Toon beberap tahun yang lalu

Baca juga Pernah Jumpa Dengan Tina Toon

Fenomen Artis menyalonkan diri sebagai legislatif sudah bukan hal yang baru. Baru. Beberapa artis Indonesia baik dari kalangan penyanyi, seniman, bahkan pemain film juga sudah banyak yang terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota legislatif dan aktif diparlemen.   Saya tidak mempermasalahkan sama sekali dengan (fenomena) artis nyaleg ini. Hak setiap warga negara tentunya untuk dipilih dan dipilih.

Saya sendiri pernah satu kali berjumpa dengan Tina Toon pada tanggal 31 JULI 2014 yang lalu.   Saya tentu masih ingat jam dan waktunya saat itu karena saya sudah menuliskannhya di dalam blog kesayangan saya ini.  Secara pribadi saya mendukung Tina Toon yang kini yang sudah sukses dalam karir keartisannya untuk melangkah jauh ke depan dengan mencalonkan diri sebagai calon Legislatif DPRD DKI lewat PDIP.


 Berita TINA Nyaleg. Gambar dari DETIK COM
Penulis bersama Tina Toon dalam acara Jumpa Fans saat dia dan rombongan berkunjung ke Pontianak Post 3rd Floor, 31 Juli 2004 : 13.30 WIB    Foto Bearing
Penulis bersama Tina Toon dalam acara Jumpa Fans saat dia dan rombongan berkunjung ke Pontianak Post 3rd Floor, 31 Juli 2004 : 13.30 WIB    Foto Bearing


PDIP memang banyak menghasilkan tokoh tokoh bangsa yang mempuni dan memiliki kualitas, integritas dan kapabilitas yang tidak dapat diragukan lagi kemampuannya. Dalam suatu wawancara Tina dengan DETIK COM disebutkan bahwa Tina tertarik dengan PDIP karena banyak membawa kemajuan bagi DKI Jakarta dengan mempersembahkan tokoh yang merakyat seperti pada saat PDIP mengusung nama Basuki Tjahaya Purnama (AHOK) beberapa waktu yang lalu. (Asep Haryono)
The International Ecotourism Society (TIES) and International Council for Monuments and Sites Scientific Committee for Interpretation and Presentation (ICIP) are looking forward to seeing you in Florence, Italy in October! It is the first time our two organizations have collaborated on such an important and timely topic and we look forward to provocative and engaging conversations, ideas, and solutions.

ESTC18 CONFERENCE LOGISTICS
The following provides basic conference information needed to help you plan your trip to Florence.

To take full advantage of the whole conference which starts at 8:30 am Tuesday October 23rd and runs until 8 pm on Thursday October 25th, we recommend you plan to arrive in Florence no later than Monday October 22nd and depart no earlier than Friday October 26th.

Presenters, please register and submit your proposed presentations as soon as possible.


ESTC18 Florence, Italy Registration Open. Register today to secure your spot at ESTC18 in Florence!


Flying into Florence’s Amerigo Vespucci Airport (FLR)

The Florence Airport is connected to some of Europe's major airports such as Amsterdam, Barcelona, Brussels, Bucharest, Frankfurt, Geneva, London Gatwick, Madrid, Munich, Paris Charles de Gaulle and Vienna. There are also flights to and from the following Italian cities: Bologna, Cagliari, Catania, Milan Malpensa, Olbia, Palermo, Rome Fiumicino, Turin and Verona.

Almost all major airlines service Florence either directly or through codeshare. In searching for flights, consider also flying into Pisa, Tuscany’s other major airport. That may produce more flight options and a lower ticket costs from some departure cities/countries. Regular buses connect Pisa to the center of Florence.

Florence’s airport is located 4km’s from downtown and can be reached in about 15 minutes by taxi, and in about 20 minutes with the Busitalia SITA Nord "Vola in Bus" bus shuttle operating between the airport and the central railway station of Santa Maria Novella. The cost is 6 euros and it departs every 30 minutes between 5:30 am and 8:30 pm then every hour until 11:45 pm. Taxi’s are also available.

Accommodation

The conference will be held in the Palazzo Coppini in the heart of Florence. Several hotels can be found nearby along with many other options for accommodation - from apartments to B&B’s and hostels.

No specific accommodation has been identified by the conference organizers and attendees are expected to book accommodation according to their own needs. A wide variety of hotels and prices are available around the Santa Maria Novella Train Station and the landmark Santa Maria del Fiore Cathedral, both of which are very close to the meeting facilities.

You are also encouraged to support conference organizing partner Life Beyond Tourism by using the reservation portal www.vivafirenze.it Choose from over 200 accommodation facilities (the hotel fares are the same as in other international reservation portals) by location, category, etc. Booking your stay with Vivafirenze.it results in a financial contribution from Vivafirenze to support a crowd funding campaign for 4 special restoration projects in Florence (click here for details).
Florence in October

October in Italy is a beautiful time of year. Daily temperatures range from a low of 14C overnight to between 19C and 24C as a high temperature. However, the weather and temperatures can be quite changeable at this time of year - anything from from sunshine to rain. We recommend you pack layers to be ready for any type of weather and strongly encourage you to pack a raincoat or umbrella as well.

ESTC18 Florence, Italy Registration Open

Registration is now open for ESTC18 in Florence, Italy. After years of rapid growth, ESTC will be limited this year in order to create a better experience for our registrants. Unlike previous years, we will not go over this limit!

The ESTC ICIP 2018 conference will explore the links between tangible and intangible cultural heritage, natural heritage, and sustainable development through the lenses of interpretation and sustainable tourism. Presentations and conversations will draw on both the guiding frameworks of the UN Agenda 2030/ Sustainable Development Goals (SDGs), the ‘Nature/Culture Journey’, and the ICOMOS Charter on the Interpretation and Presentation of Cultural Heritage Sites

Past registrants have described ESTC as "life changing" and "not to be missed". Join us to network, enjoy Florence, and exchange ideas that will become global sustainable tourism policy.

Register today to secure your spot at ESTC18 in Florence!
Kubu Raya.  Bagi yang suka dengan wahana permainan ekstrim yang menguji adrenalin, maka cobalah sensasi merasakan wahana Roller Coaster.  Saya sendiri memang sering melihat wahana permainan yang menegangkan ini dari televisi, namun pada hari itu akhirnya saya sendiri mencoba wahana ekstrim Roller Coaster ini di Transmart Carrefour Kubu Raya tanggal 8 Juli 2018 sekitar jam 19.10 wib yang lalu.

Bagaimana rasanya?  Wow super sekali. Saya sendiri sebenarnya termasuk kelompok orang yang kurang begitu suka a.ka penakut dengan ketinggian (Height). Namun entah kenapa hari itu saya penasaran juga seperti apa rasanya merasakan wahana permaianan Roller Coaster itu.  Saya ajak kedua anak saya yang juga sama sama belum pernah merasakan wahana permainan ini, Jadi deh kita bertiga mencobanya malam itu.

Nah biar tidak pada penasaran, saya tampilkan foto foto yang berhasil direkam saat saya dan anak anak berkunjung ke 
Transmart Carrefour Kubu Raya tanggal 8 Juli 2018 sekitar jam 19.10 wib yang lalu itu seperti di bawah ini.   Foto fotonya diambil dengan menggunakan Handphone Galaxy Grand Prime dengan kilat dan tanpa lampu kilat.  

SIAP : Ini kedua anak saya, Abbie (10) dan Tazkia (7) saat akan go dengan Roller Coasternya yang sudah siap "berangkat" Berfoto dahulu.  Tampak di sebelah kanan adalah wahananya tampak hanya bangku bagian belakangnya saja. Foto Asep Haryono
SIAP : Ini kedua anak saya, Abbie (10) dan Tazkia (7) saat akan go dengan Roller Coasternya yang sudah siap "berangkat" Berfoto dahulu.  Tampak di sebelah kanan adalah wahananya tampak hanya bangku bagian belakangnya saja. Foto Asep Haryono


TRANSMART KUBU RAYA : Inilah Transmart Carrefour Kubu Raya yang diresmikan pada tanggal 13 Februari 2017 yang lalu. Wahana Roller Coaster ada di lantai 2 atau 3nya. Foto Asep Haryono
TRANSMART KUBU RAYA : Inilah Transmart Carrefour Kubu Raya yang diresmikan pada tanggal 13 Februari 2017 yang lalu. Wahana Roller Coaster ada di lantai 2 atau 3nya. Foto Asep Haryono

GODZILLA PARK : Ada wahana Dinosaurus juga loh. Suasananya cozy dan anak anak banyak yang suka atau takut dengan wahana ini, Godzila Park yang membuka  menutup mulutnya secara otomatis. Foto Asep Haryono
GODZILLA PARK : Ada wahana Dinosaurus juga loh. Suasananya cozy dan anak anak banyak yang suka atau takut dengan wahana ini, Godzila Park yang membuka  menutup mulutnya secara otomatis. Foto Asep Haryono

BUS TRAM : Rasakan sensasi seperti naik bis di kota London dalam Transmart Carrefour Kubu Raya ini.  Foto Asep Haryono
BUS TRAM : Rasakan sensasi seperti naik bis di kota London dalam Transmart Carrefour Kubu Raya ini.  Foto Asep Haryono



Menggunakan Wahana Roller Coaster
Pertama sekali adalah kamu kamu harus datang dahulu ke 
Transmart Carrefour Kubu Raya di Jalan Ahmad Yani II Supadio. Silahkan naik ke lantai 2 atau 3. Saya tidak ingat lagi persisnya. Nah jika sudah sampai di lantai tersebut,  kamu kamu akan takjub seperti melihat "kota" dalam ukuran mini.

Berbagai wahana permainan tampak jelas terlihat mata di sekitar kamu, di kiri dan dikanannya.  Ada berbagai macam wahana permainan yang sangat keren dan bagus untuk anak anak dan juga yang bukan anak anak (Orang Dewasa) seperti wahana permainan komidi putar atau apalah ada bahasa asingnya. Nanti kalau saya nulis lagi saya cantumkan namanya ya. Ada taman Godzilla, dan juga replika bangunan wisata dunia seperti Eiffel dan lain sebagainya.

Anda lapar? Mau cemilan? Wow jangan kuatir. Di wahana wahana ini ada banyak outlet snack atau makanan ringan yang keren, gaul dan modern seperti sosis bakar, pizza aneka rasa (Sapi dan Ayam), berbagai minuman dingin dan juga makanan ringan lainnya. Harganya pun bervariasi.  Misalnya satu potong Pizza bisa Rp.12.000K, 
minuman dingin Air Tahu Rp.6.000,- dan banyak lagi lainnhya.

Siklahkan Dilihat Video Pendeknya


Kedua, anda bisa langsung menuju loket pembelian karcis masuk wahana Roller Coaster. Bentuknya seperti kartu kredit berbahan plastik. Harga masuk atau ticket untuk wahana permainan Roller Coaster ini Rp.35.000,- per orang baik orang Dewasa dan atau anak anak. Saya dan kedua anak saya jadi totalnya ada 3 orang maka Rp.35.000 x 3 sama dengan Rp.105.000,-. Bonus 10K untuk satu wahana permainan di bawahnya.








Ketiga, silahkan naik ke Stasiun keberangkatan Roller Coaster dengan menaiki anak tangga yang sudah disediakan. Konon tiap kali angkut 1 kloter Roller Coaster berjumlah 15 orang. Padahal saat saya mencobanya saat itu tidak sampai 15 orang sih. Nah saat ada petugas datang, tunjukkan kartu atau tiket yang sudah anda bayar itu dan juga struck atau nota print outnya untuk divalidasi oleh petugas Roller Coaster.

Keempat, pastikan anda duduk di tempat yang sudah disediakan. Roller Coaster itu sudah mirip dengan kereta api hanya saja tidak ada dinding dan atapnya. Saat saya duduk di bagian belakang ternyata saya dipimdahkan ke bagian depan entah apa alasaannya. Ada dalam video yang saya sertakan dalam artikel ini. Untuk alasan keamanan, tas pinggang atau tas bawaan lain di badan anda agar dilepaskan, dan dititipkan pada petugas, Semua aktifitas di stasiun Roller Coaster ini terekam CCTV 

Kelima, untuk tarif 35K per orang ini, kamu kamu hanya dapat merasakan putaran sebanyak 2 kali, atau sebanyak dua kali putaran dengan rute yang relatif pendek , ini kata sahabat sahabat saya yang sudah mencoba Roller Coaster di Dunia Fantasai (DUFAN) Jakarta yang jaraknya jauh lebih jauh dan lebih panjang.

Bagaimana rasanya? Wow. Bagi saya yang baru pertama kali sih deg degan juga. Orang Pontianak bilang "begegar" rasanya. Mungkin karena bawaan saya yang penakut akan ketinggian kali ya. Kalau dibilang takut ya juga sih, wajar saja. Manusia juga ada takutnya, termasuk saya. Kalau mau jujur sih wahana Roller Coaster ini memang sangat menguji adrenalin, menegangkan, dan benar benar sangat menegangkan. Bagaimana dnegan kamu semuanya? Sudah pernah mencoba Roller Coaster ini? Bagaimana rasanya untuk yang pertama kali seperti saya. Share donk. (Asep Haryono)
Kubu Raya. Sudah beberapa hari ini daerah Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya dilandai kemarau panjang. Hujan sudah belum turun juga sejak beberapa hari yang lalu.  Kota Pontianak dan sekitarnya termasuk wilayah tempat tinggal saya di Kabupaten Kubu Raya panas "bedengkang" (Bahasa Melayu Pontianak yang artinya kira kira panas kering kerontang).

Kabut asap yang datang ini sangat menyesakkan nafas.  Dinas kesehatan Kabupaten Kubu Raya dan Pontianak juga sudah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah di waktu malam hari jika tidak ada keperluan yang mendesak atau dirasa penting. Himbauan untuk mengenakan masker pun sudah digencarkan.  Bahaya penyakit pun sudah mengintai.

Berbagai macam penyakit yang biasa menjangkiti jika keadaan kemarau panjang seperti yang melanda kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak dan sekitarnya ini juga berbagai macam, mulai dari Disentri, penyakit saluran pernafasan (ISPA), sakit perut, hingga demam berdarah (DBD).  Saluran pembuangan air tidak lancar karena kering kerontang. Bahaya seperti ini sudah harus diantisipasi oleh kita bersama


KABUT : Asap kabut pekat tertanggap kamera pada tanggal 17 Juli 2018 hari Selasa sekitar pukul 06.10 WIB pagi.  Asap kabut ini akan sirna saat matahari mulai naik. Foto Asep Haryono
KABUT : Asap kabut pekat tertanggap kamera pada tanggal 17 Juli 2018 hari Selasa sekitar pukul 06.10 WIB pagi.  Asap kabut ini akan sirna saat matahari mulai naik. Foto Asep Haryono



Apa yang menyebabkan sampai timbulnya kabus asap sepert ini, dan ini terjadi nyaris hampir setiap tahun dan menjadi "langganan" bagi Kalimantan Barat. Pemerintah Indonesia juga sering dibuat pusing dengan hadirnya kabut Asap ini karena bisa mengancam udara di negara tetangga kita , seperti Malaysia dan Sigapura.   Ada banyak sebab. Salah satunya adalah kegiatan masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakarnya dengan api (land-clearing).

Kebakaran hutan (Forest Fire) juga dituding menjadi salah satu penyebab dari timbulnya kabut asap yang sangat mengganggu kesehatan masyarakat. Anak anak yang berangkat ke sekolah di waktu pagi menjadi sasaran empuk dampak kabut asap pekat seperti ini. 

Air bersih menjadi sangat langka. Orang pun bahkan harus sampai merogoh kocek untuk bisa mendapatkan air bersih dengan cara membeli air bersih.  Air memang sangat penting untuk kehidupan manusia dan makhluk lainnya di muka bumi.







Titik panas api atau Hotspot pun terdeteksi melalui saluran satelit.  Seluruh warga masyarakat setempat, dibantu dengan aparat TNI, Polisi, dan Unit Pemadam Kebakaran (DAMKAR) bahu membahu berusaha memadamkian api yang terus menjalar di daerah daerah tertentu di seluruh Kalimantan Barat. Tanah Kalbar yang gambut kadang menyulitkan.  Tenang di luar tanah, namun bara api masih menyala nyala di dalam tanah.

Dalam keadaan kemarau panjang seperti ini, para orang tua harus memberikan contoh yang baik kepada anak anaknya terutama perilaku hidup sehat setiap hari mulai dari hal yang sederhana saja seperti mencuci tangan sebelum makan, menggosok gigi secara teratur sebelum tidur, membuang sampah pada tempatnya, minum air putih dengan takaran yang cukup dan masih banyak lagi lainnya.
(Asep Haryono)
www.simplyasep.com  As we all knew that the final result of the final match on FIFA WORLD 2018 last 16th of July clearly showed that France defeated Croation 4 - 2 in Moscow stadium.  i have watched the final match between France and Croatia at my wide screen TV belongs to my kind neighborhood.

France won the Fifa World Cup in 1998, and now they have been successfully reached the Fifa World 2018 trophy again this year.  During the last minutes, Croatia players are amazing based on the stats recorded that the possessions of the ball were in the hands of Croatia Players. 


CHAMPION : France as champion on the Fifa World Cup 2018 win over Croatia on the final match. Photo Aimee Lewis (CNN)
CHAMPION : France as champion on the Fifa World Cup 2018 win over Croatia on the final match. Photo Aimee Lewis (CNN)


Its me. I watched final match of Fifa World Cup 2018 France versus Croatian on a wide screen TV of my neighborhood.
Its me. I watched final match of Fifa World Cup 2018 France versus Croatian on a wide screen TV of my neighborhood.


Since the game begins, many people here in Indonesia would like to know if the Croatia can really prove their best of luck from their "enemy", France ,  to become a champion. unfortunately failed in some soccer technique.  Croatia's journey to the final of Fifa World Cup 2018 was not very easy. They struggle very hard to reach the final match and met France.

This final match is also a unique and special day for every one in the world. There are three presidents attended the final match : they are The President of Rusia, Mr Vladimir Putin, The President of Croatia,Kolinda Grabar-Kitarović, and also The President of FIFA Gianni Infantino together hand in hand.
|
During the game, especially at the first break, ivan Peristic's awesome long range strike gave France win over Croatian 2 - 1.  The final result is clear , France defeated Croatia 4 - 2 and lead France became the champion of the FIFA FIFA WORLD CUP FINAL 2018.
 (Asep Haryono)

www.simplyasep.com  As usually and almost happens every year, very bad weather, bad smokes, fogs, and dirty air covered some areas in West Kalimantan, Indonesia.  There are so many activities done here can be very dangerous for the safety of the forest all across West Kalimantan such as mining , watering , land conversion, deforestation and many others.

Let's talk about some of those activities :  logging, land conversion and land-clearing which considered as one of the greatest threats to West Kalimantan or internationally recognized as "borneo" in general which can be included other countries Kuching, Sabah, Sarawak , Malaysia. 

The threats can be targeted in particular in the field of timber plantations and oil palm. ume time. Fire Forest. The usage of chainsaws and caterpillar tractor used by the people will make bad impact and the result of the forest worst. 

Smoke and Haze captured this morning at the back of my home (17/7). Photo Asep Haryono/www.simplyasep.com
Smoke and Haze captured this morning at the back of my home (17/7). Photo Asep Haryono/www.simplyasep.com


Land Clearing in Kalimantan
I took a picture behind my house this morning, and I saw fogs and dirty air covered all areas in the back yard of my house, and this happens almost all time of the year covered some areas of West Kalimantan.  As the consequenses, the dirty air covered the sky in Malaysia too.  We often receive complaints from the government of Malaysia and Singapore for that.

The threats can be harmed by the growth of those oil palm production areas owned by Indonesia and Malaysia as well which predicted covered more than 90 per cent of the world's total oil palm.  The government of local in all areas of Indonesia have decided to prevent land clearing and forest fire committed by local people by law enforcement and education.

Why land clearing?  West Kalimantan's natural forest should be preserved with all costs.  Local people and farmers did not know the negative impact of what they have done to the forest by firing the forest just to open up wide areas to live in or for another reasons.  In the hear of Borneo, for example, firing forest by fire would seriously affect the local areas of water shelters and local biodiversity which can result erosion, flooding and increase the risk of fire as well. 

Human health can be harmed and threaten as well.  Just try to imagine if the weather become so bad because of fire forest and haze produced by those actions of land-clearing would impact on human health which can be costs in long-term medical treatments and give negative impact also on tourism in the whole areas. 

Try not to open up forest all across Kalimantan by burning them out or usuing fire to open the areas. Do not cut trees anywhere. The law enforcement will be activated for those violence the rule stated by the government of the Republic Of Indonesia. 

Sometime one areas can be handled for this land-clearing, the other areas did the same thing.  We need participations from all people to stop land-clearing and prevent forest fire.  Hotspots and forest fire in Kalimantan as still very dangerous stuff which should be prevented right away before it is too late. 
(From various resources) 
www.simplyasep.com SUASANA hari pertama tahun ajaran pendidikan 2018/2019 di Taman Kanak-Kanak (TK) Angkasa Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, berjalan meriah. 68 peserta didik baru di TK Angkasa, langsung mendapatkan apresiasi dan motivasi dari Danlanud Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Minggit Tribowo, S.IP.

Apresiasi dan motivasi tersebut diberikan oleh Danlanud Supadio, pada upacara penerimaan peserta didik baru, yang sekaligus menandai orientasi sekolah selama seminggu. Selama orientasi, peserta didik akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah, kelas, guru dan sesama murid.

Pada upacara penerimaan tersebut, Danlanud menyematkan tanda peserta didik, sekaligus pemasangan topi kepada dua perwakilan peserta. Ia pun sempat bercanda kepada para peserta didik agar bisa belajar dan bermain dengan baik di TK Angkasa.







"Harus rajin belajar, patuh terhadap guru, sayangi teman, dan selalu menjadi anak-anak yang baik. Semoga dengan demikian, anak-anak bisa jadi generasi penerus yang unggulan," kata Danlanud.

Usai menyalami para peserta didik baru TK Angkasa, Danlanud Supadio yang didampingi oleh Kepala Dinas Personel (Kadispers), Kolonel Pnb Sidik Setiyono, kemudian Komandan Satuan POM AU (Dansatpomau), Letkol POM Harry M Ambon, serta Kepala Penerangan (Kapen), Letkol Sus Filfadri, sempat meninjau keadaan ruang kelas.

Menurutnya, TK Angkasa Lanud Supadio semakin maju dan berkembang. TK yang berada di bawah binaan Yayasan Ardhya Garini (Yasarani) Cabang Lanud Supadio, tidak hanya menerima peserta didik dari kalangan keluarga anggoat Lanud Supadio, namun juga anak-anak dari kelangan masyarakat sipil di sekitar Lanud.

"Kami bersyukur, kebaradaan TK Angkasa bermanfaat bagi masyarakat luas. Semua lapisan masyarakat bisa belajar di TK tersebut," tuturnya.

TK Angkasa Lanud Supadio juga bergelimang prestasi. Tidak hanya di tingkat Kabupaten Kubu Raya (KKR) saja, namun hingga ke tingkat nasional di lingkungan TNI AU. Terbaru, TK Angkasa Lanud Supadio terpilih mewakili TK-TK yang ada di Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) 1, untuk Lomba Sekolah Sehat.

"Pendidikan usia dini memang jadi perhatian pertama dan utama Lanud Supadio. Diharapkan dengan baiknya pendidikan untuk usia dini, maka akan lahir generasi penerus yang baik, unggul, dan cinta tanah air," pungkasnya.. (Sumber Kapala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio)
www.simplyasep.com  On the last November 2009, I was among of those about 500 lucky youth from South East Asia attending Youth Forum called Youth Engagement Sumit - South East Asia For Change (SEACHANGE) held at Putrajaya Convention Centre, Kuala Lumpur, Malaysia.

I did not have much time at that time to travel around the city of Kuala Lumpur, the capital city of Malaysia.  I am so happy to write down again some of unforgettable experiences during that 2-day visit to Kuala Lumpur last November 2009. I wa supposed to do discussing and sharing ideas and knowledge during the conference.

I have had very little time to explore Kuala Lumpur.  I was so lucky, however I was busy at the moment during the youth conference, I have finally been able to visit Twin Towers in KLCC, the heart of Kuala Lumpur. Unfortunately I did not have the opportunity to go to the top of the Petronas Twin Towers. Some videos I have recorded during the visit which I wlll be pleased to tell you later on


I was standing in a corner of the areas around Petronas Twin Towers in Kuala Lumpur last 17th of November 2009.
I was standing in a corner of the areas around Petronas Twin Towers in Kuala Lumpur last 17th of November 2009.
I was in the top of the Building called Putra Jaya Convention Centre in the heart of Kuala Lumpur during my visit to Malaysia last November 2009.  Its very beautiful city, vibran and amazing
I was in the top of the Building called Putra Jaya Convention Centre in the heart of Kuala Lumpur during my visit to Malaysia last November 2009.  Its very beautiful city, vibran and amazing



What else I have left behind during my last 2-day visit to Kuala Lumpur last November 2009?

  • AirAsia flight.  I still remember that I did not fly with Air Asia.  Every one in the world knows about the most affordable and outstanding air transportation in the world, Air Asia with very generous and amazing man behind the successful the Air Asia, Datuk Tony Fernandes.  The Air Asia led the way for low-cost travels in the Southeast Asia, and Malaysia's where it all started.
  • Never use local Taxi in Kuala Lumpur. Unlike in Indonesia, we have two format on the payment of the services from the Taxis : online Taxis and conventional ones. Those are online system used Application and paid the service as they are printed in the system of the application of the Taxis. While local ones use Meter usage on the dashboard inside the Taxi vehicle, and the cab drivers can switch them on. How about in Kuala Lumpur. I really have no idea.  Someday I would like to feel it, and use the local Taxi someday 
  • Drinking Milos.  Do you know MILO?  Milo is one of the most famous brand of family healthy chocholate drinks consumed all people in the world, and Malaysia was very famous of its enormous MILOs factories in the world, some people said like that.  I just knew it. I have tasted the MILOS made in Malaysia, and the taste was good, but the chocholate taste was a little bit to bitter than in Indonesia.  The price of a sachet of medium MILOS around 20 RM or equal to 65.000 Indonesia rurpiahs.
  • Having Ramadhan in Kuala Lumpur.  We all knew that Malaysia is one of the most famous countries in the world with huge holders of Islamic faiths and the hold the Islamic beliefs and traditions very strong with the famous characters of the country with easy access to Halal-compliant cuisines all over the country. During Ramadhan, most people all across Malaysia is fasting, and Moslems are not allowed to eat Pork.


What else I have left behind during my last 2-day visit to Kuala Lumpur last November 2009?  As the consequences, visitors who love porks, or non moslem holders are not allowed to eat them all in front of the public during the fasting month of Ramadhan, but the restaurants runs by non moslems are open as usuall. You don't have to worry about it. Just come to Malaysia. Enjoy the night life of Kuala Lumpur.(Asep Haryono)
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog