Jual Milagros disini
Loading...


Catatan Asep Haryono

Malam itu Aylan Kurdi, bocah usia 3 tahun Syria, mungkin sedang tertidur lelap dan bermimpi bermain di taman yang indah bersama boneka kesayangannya itu tiba tiba dibangunkan oleh sang ayah, Abdullah Kurdi. Bocah yang saat itu berusia 3 tahun itu mungkin belum sempat mengucek ngucek kedua matanya yang masih mengantuk. Begitu pula dengan sang Kakak dan ibunya.  Mereka bertiga harus bangun diajak sang ayah untuk bersiap berlari menuju pantai.   

Malam itu, ada kapal yang akan membawa mereka untuk keluar dari Syria menuju  Pulau Kos, Yunani melalui Laut Aegea.  Ditengah malam buta, itu mereka ber-empat harus lari menuju pantai. Mereka harus segera keluar dari Kobane (perbaasan Suriah dan Turki) yang sedang dilanda konflik peperangan.  

Tidak ada bekal makanan yang bisa dibawa, tidak ada baju tebal menepis dinginnya malam ditengah laut nantinya, tidak ada uang sama sekali yang bisa dibawa.   Hanya berbekal baju yang melekat di tangan, Aylan, Galib sang kakak , ibunya Rehana dan sang Ayah Abdullah harus berdesakkan dengan pengungsi lainnya untuk naik di kapal kecil yang segera berlayar menuju Yunani.  Malam yang dingin menusuk seolah tidak dirasakan mereka.  Lari lari lari begitu kata mereka. 

Laut yang semula tenang, tiba tiba bergejolak.  Malam yang dingin luar biasa ditengah laut dan ombak yang membesar, menghantam kapal kecil yang ditumpangi keluarga Kurdi dan puluhan pengungsi lainnya yang turut menjadi penumpang di kapal tersebut.   


Kapal pun oleng dan akhirnya terbalik. Seluruh penumpang kapal kecil itu tumpah ke laut.  Sang Ayah Abdullah Kurdi berenang di kegelapan malam, ditengah dinginnya laut dan angin yang menusuk tulang belulang, mencari kedua anaknya dan istrinya.

Sang Ayah Abdullah Kurdi berenang hingga 3 jam mencari di sekitar kapal yang  terbalik dan akhirnya berhasil menemukan anak tertuanya Galib namun terlambat. Sang putra tertua yang dicintainya hilang ditelan ombak yang ganas, dan tenggelam. 

Tak patah semangat sang Ayah Abdullah Kurdi mencari anaknya yang satu lagi Aylan Kurdi, namun kembali terlambat.  Sang anak yang kedua juga lenyap disapu ombak.  Dia terus berjuang hidup mati berenang mencari istrinya, Rehana, namun kembali harus menerima kenyataan, sang istri tercinta juga sudah meninggal dan mengambang di lautan bebas

Sang Ayah Abdullah Kurdi tinggal berjuang menyelamatkan dirinya yang tertinggal  Dia berenang berjam jam hingga akhirnya berhasil mencapai bibir pantai dan diselamatkan oleh polisi perairan turki.  Sang Bocah Aylan Kurdi ternyata berhasil ditemukan oleh polisi air Turki terdampar di pantai Bodrum, Turki, Rabu dini hari, 2 September 2015 dalam keadaan tidak bernyawa


Bocah Aylan Kurdi ditemukan para penyelamat dalam keadaan tertelungkup dengan wajah menghadap ke pasir menoleh ke samping.  Kaos merah dan celana panjang warna  biru dengan sepatu yang masih mengikat di kedua kakinya. Foto jenazah Aylan saat ditemukan dijepret oleh wartawan Turki  Nil├╝fer Demir dipublikasikan oleh sebuah kantor berita Turki dan langsung mendunia.

Kini tinggalah sang Ayah Abdullah Kurdi yang hanya bisa meratapi kepergian dua buah hati dan istri tercintanya.  Dunia marah dan mengutuk kebiadapan perang yang menyebabkan bencana yang menimpa keluarga Kurdi ini.  Tujuan semula sang Ayah Abdullah kurdi membawa keluarganya ke Kanada memang berhasil.  Namun bukan untuk menetap melainkan harus mengubur kedua anak tercinta dan  seorang istri belahan hatinya.

Tidurlah dengan nyenyak anakku sayang
Tidurlah dengan lelap malaikat kecil ku
Bermainlah di syurga bersama para malaikat
Aylan Kurdi, sleep well


Foto ilustrasi seniman dunia yang bersimpati dengan kisah Aylan Kurdi, bocah 3 tahun yang  tewas tenggelam saat mengungsi.  Foto dari Internet


catatan :  Atas pertimbangan etika dan hak cipta, penulis tidak memuat gambar ASELI bocah Aylan Kurdi yang ditemukan meninggal di pantai,  Foto yang ditampilkan adalah gambar ilustrasi dari seorang artis yang menggambarkan duka dan simpati yang mendalam kepada bocah malang tersebut.  Gambar dari internet


Sumber Referensi :
  1. Image - https://shawglobalnews.files.wordpress.com/2015/09/aylan-kurdi-cartoon.jpg?quality=70&strip=all&w=720&h=480&crop=1   
  2. Lima fakta Aylan Kurdi, anak yang membuat dunia menangis - http://www.rappler.com/indonesia/104911-5-fakta-aylan-kurdi-imigran-suriah
  3. 'Maafkan Kami, Aylan - http://global.liputan6.com/read/2309196/maafkan-kami-aylan
  4. Ini Kalimat Terakhir Aylan Kurdi, Balita Suriah, Sebelum Tewas - https://m.tempo.co/read/news/2015/09/06/115698233/ini-kalimat-terakhir-aylan-kurdi-balita-suriah-sebelum-tewas 
  5. AYLAN KURDI, KISAH BALITA YANG BERHASIL UBAH PANDANGAN DUNIA - http://www.kapanlagi.com/foto/berita-foto/internasional/39649-20150906-008-rita.html 
  6. Death of Alan Kurdi- https://en.wikipedia.org/wiki/Death_of_Alan_Kurdi 
  7. Aylan Kurdi’s story: How a small Syrian child came to be washed up on a beach in Turkey - http://www.independent.co.uk/news/world/europe/aylan-kurdi-s-story-how-a-small-syrian-child-came-to-be-washed-up-on-a-beach-in-turkey-10484588.html

Be a volunter for Hillary.  Photo courtesy www.willhillarywin.com

We all know that Donald Trump wakes up every morning, unlocks his smartphone, and scrolls through Twitter.

So when there’s a headline with his name in it, we know he sees it. In fact, he usually tweets about it. Because Donald J. Trump is a guy who reads his own press clippings.

All of which means that, in about a week, he's going to see a news story that describes how the two campaigns did in terms of fundraising for the month of August.

So I’d love to think of this moment as an opportunity -- our personal invitation to dictate how Trump begins his day. I’d kind of love to know that he’s waking up on the wrong side of the bed, reading all about how our team just beat his at fundraising. He may even tweet about it in frustration. Want to help make that happen?   
Just donate $1.


Thank you (seriously),

Christina

Christina Reynolds
Deputy Communications Director
Hillary for America
Add your name to be a volunteer.  Photo courtesy www.hercampus.com


In the most difficult moments of the past eight years, you’ve carried me.

Through two tough campaigns, through battles for health care, Supreme Court appointments, and so much more, you’ve never wavered. You believed we could change this country for the better, so you picked up the phone, hit the streets, and used the internet in amazing new ways to make change happen. You are the best organizers on the planet, and I’m so proud of all the change you’ve made possible.

When I talk about the audacity of hope, I’m talking about you. And today, I’m asking you to step up and carry Hillary across the finish line of this race and into the White House.

The campaign's set a goal of getting 50,000 people to sign up to volunteer -- just today! Will you add your name to say you’ll be one of them?

As my presidency draws to a close, I’m looking ahead to all the work we have to do in the years to come. We have to expand the Affordable Care Act so all Americans are finally covered. We need to raise wages for the middle class and make college a reality for all kids. 


We need to expand rights for people of all genders, faiths, races, backgrounds, and those who identify as LGBT so we can finally say that this is a nation where we are truly equal -- not just in how we’re born, but in how we live.

Hillary is the only person I trust to continue this mission, and you’re the team I trust to make sure she wins the job. I’m looking forward to doing my part to help her win this election. Today, I’m asking you to join me -- to reject cynicism, reject fear, to summon what’s best in us; to elect Hillary Clinton as the next President of the United States, and show the world we still believe in the promise of this great nation.

Add your name right now to say you’ll volunteer and be part of it -- we’re counting on you    Sign up to volunteer now

Hillary For America 2016.  Photo courtesy hillaryspeeches.com

Friend...

Hillary needs you now more than ever -- chip in $1 and be one of the more than 2 million grassroots donors standing with her. Hillary's ready to win -- if you're ready, too, chip in to get your free sticker.  Donate to Hillary for America now.

We can't say this enough -- Donald Trump isn’t just an abnormal candidate. He isn't even just a demagogue. He’s a threat to our democracy.

Everything he proposes -- everything he says -- is more than just antithetical to our values as Americans. He is fundamentally at odds with American democracy. A candidate who says he will be your voice and that he can do everything alone is not running to be your president. He’s running because he wants to rule.

So when our children, and our children’s children, study this election in their American history classes, I want to be able to say that I did everything I could to stop Trump from winning this election, and to help Hillary make history. That I loved my country so much that no matter what the polls or the pundits said, I was going to do everything in my power to save my country from a dark, dangerous fate.

That’s what I’m asking you to do here, day in, day out. Without your support, we could lose this election. It’s as simple as that.

I don’t want to know what Trump’s America would be like. Chip in now to get your free sticker, and let's make sure we never have to see it 



Thanks,

Robby

Robby Mook
Campaign Manager
Hillary for America .   

Catatan Asep Haryono

Tanggal 17 Agustus 2016 adalah hari jadi kemerdekaan Republik Indonesia tercinta yang ke 71 (tujuh puluh satu) tahun.  Ada beberapa hal yang menarik yang tengah menjadi sorotan publik di Indonesia yang juga menarik perhatian saya untuk saya coba diskusikan di sini : semuanya menyambung rasa cinta kepada tanah air, rasa nasionalisme dan kebanggaan kita sebagai anak bangsa. Isu nasionalisme dan kebangsaan Indonesia masih hangat hangatnya diulas di berbagai media mainstream di Indonesia dan masih menjadi isu hangat saat ini.

Pertama, kecintaan kepada bangsa Indonesia dengan pembangunan ekonominya yang terus berkembang menjadi salah satu magnet terkuat bergabungnya para simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan diri tunduk setia kepada pemerintah yang sah Republik Indonesia. Ini sebuah kabar menggembirakan anak bangsa yang "hilang" sudah kembali bergabung dan menyatakan setia kepada NKRI

Kedua, Mike lewis, artis atau Selebriti yang sering membintangi film layar lebar ini sudah ada rencana untuk pindah kewarganegaraan dari Kanada menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) walaupun waktunya masih belum dapat dia pastikan.

Ketiga
Masih ingat Maribeth Pasqua? Pelantun tembang Denpasar Moon yang kondang di era tahun 1993 itu memang berasal dari The Philliphines. 

Penyanyi cantik bersuara merdu kelahiran Bayombong, Filipina, 14 Januari 1972 itu memang sudah lama dikenal jatuh cinta kepada Indonesia. Puluhan tahun dia berjuang untuk bisa menjadi WNI namun belum juga terwujud. ""Aku ingin sampai mati di Indonesia," katanya.  Pemenang ajang Voice Of Asia 1991 itu seperti tidak kenal lelah untuk bisa menjadi Warga Negara Indonesia.Di sisi lain orang orang harus berjuang terlebih dahulu untuk bisa menjadi warga Negara Indonesia. 

Tidak hanya artis dan warga sipi saja yang begitu cinta dengan Indonesia dan bangga menyandang status sebagai WNI (Warga Negara Indonesia), negarawan besar Prof.DR Bacharuddin Jusuf Habibie dan Mantan Danjen Kopassus Letjen (Purn) Prabowo Subianto juga pernah ditawari menjadi warga negara Asing namun kedua tokoh penting itu memilih untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Habbbie yang jenius pembuat pesawat terbang pertama di Indonesia pernah ditawari menjadi warga negara kehormatan Jerman, namun beliau menolak dan tetap memilih menjadi warga negara Indonesia.  Mantan Danjen Kopassus Jendral Prabowo Subianto juga menolak menjadi warga negara Yordania, dan tetap menuruti kata hatinya menjadi warga negara Indonesia (WNI).



MERAH PUTIH :  Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 71tahun, betapa bangganya saya sebagai warga negara Indonesia. Ada bendera merah putih berkibar di depan rumahku.  Foto Asep Haryono
MERAH PUTIH :  Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 71tahun, betapa bangganya saya sebagai warga negara Indonesia. Ada bendera merah putih berkibar di depan rumahku.  Foto Asep Haryono


Dwi Kewarganeraan
Di sisi lain terbetik kabar mengejutkan Presiden Jokowi memberhentikan (dengan hormat) Archandra Tahar dari jabatan Menteri ESDM. Hanya 20 hari saja beliau menjabat sebagai menteri ESDM Republik Indonesia. Menjadikannya sebagai menteri tersingkat dalam sejarah pemerintahan di Indonesia. Beliau memiliki Dual Nationality (dua kewarganegaraan) Indonesia dan Amerika Serikat.


Dalam amandemen Undang Undang negara adidaya Amerika Serikat Section 349 of the INA (8 U.S.C. 1481), warga negara Amerika Serikat akan kehilangan status kewarganegaraan jika menerima jabatan dan atau sebagai pegawai dengan pemerintah negara asing setelah berusia 18 tahun dan menjadi warga negara di pemerintahan asing tersebut. 

Dalam amanat  Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 Pasal 23 - Peraturan Pemerintah R.I Nomor 2 Tahun 2007 Pasal 31 jelas menyebutkan bahwa warga negara Indonesia dengan sendirinya kehilangan kewarganegaraannya karena Mempunyai paspor dari negara asing  dan bekerja di negara tersebut lebih dari 5 tahun yang bukan karena tugas dari negara asalnya.  Dengan demikian Archandra Tahar terancam tidak punya negara (stateless).


Mengabdi Untuk Indonesia
Fenomena ini sangat menarik.
Kesimpulan apa yang bisa kita tarik dari fenomena ini?.   Kini menjadi warga negara Indonesia (WNI) menjadi sebuah prestise dan kebanggaan tersendiri. 

Di saat orang lain berjuang keras untuk bisa menjadi warga negara Indonesia (WNI) di sisi lain ada warga negara Indonesia yang menganggap tanah airnya sebagai "pelengkap" dan lebih senang mengabdi sebagai warga negara asing (WNA).  Tak mau kehilangan status WNI nya namun tidak mau "melepas" status warga negara asing (WNA) nya.  

Tidak ada larangan untuk bekerja mencari nafkah di negara lain yang lebih makmur dan kaya raya dari Indonesia , dan bahkan warga negara Indonesia (WNI) sendiri juga boleh boleh saja bekerja di negara lain namun status warga negara Indonesia (WNI) harus tetap dipertahankan karena kita bangga menjadi warga negara Indonesia.    

Bagaimana cara membuktikan bahwa anda warga negara Indonesia (WNI)? secara teknis cukup dengan melampirkan bukti kewarganegaraan yang sah seperti Kartu Tanda Pendudu (KTP) dan atau Paspor RI.  Pemegang paspor Republik Indonesia menunjukkan bahwa anda adalah warga negara Indonesia (WNI) sudah sah secara hukum.  Namun demikian penerapannya tidak perlu sekaku seperti itu.  Perlu dilihat konteksnya di lapangan.

Kasus pencoretan Gloria Natapradja Hamel (wakli dari Jawa Barat) yang dicoret dari tim Paskibra Nasional karena dianggap memiliki paspor Negara Perancis masih perlu didiskusikan kembali penerapan UU itu di lapangan.
Gloria dilahirkan dari seorang ibu orang Indonesia.  Dan ini sesuai dengan amanat dalam UU Nomor 12 tahun 2006  pasal 4 huruf (d), "Warga Negara Indonesia adalah anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu Warga Negara Indonesia". Perlakuannya harus dibedakan dengan kasus menteri ESDM yang sudah dicopot itu : Archandra Tahar.  

Di hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71 (tujuh puluh satu) Tahun ini marilah kita semua membangun bangsa Indonesia agar maju dan berkembang serta bermartabat di dunia Internasional.   Anda yang sudah sah secara hukum menjadi warga negara Indonesia (WNI) tetaplah bersyukur dan  patur berbangga menjadi warga negara Indonesia.  Ini Indonesia ku.  Mana Indonesia mu?.  (Asep Haryono)




Referensi
  1. Saat Warga Eks OPM Menyatakan Diri Sebagai Warga Republik Indonesia - http://news.detik.com/berita/3277126/saat-warga-eks-opm-menyatakan-diri-sebagai-warga-republik-indonesia?_ga=1.218159385.1435306304.1471274473
  2. Menkumham Yasonna Laoly: Menteri ESDM Archandra punya paspor AS - http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160814_indonesia_yasonna_archandra
  3. Presiden berhentikan Archandra Tahar dari jabatan Menteri ESDM - http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160815_indonesia_presiden_berhentikan_esdm 
  4. Advice about Possible Loss of U.S. Nationality and Dual Nationality - https://travel.state.gov/content/travel/en/legal-considerations/us-citizenship-laws-policies/citizenship-and-dual-nationality.html
  5. Loss of Citizenship and Dual Nationality - http://www.americanlaw.com/dualcit.html
  6. Perjalanan Arcandra, Menteri 20 hari - http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160816141112-23-151742/perjalanan-arcandra-menteri-20-hari/
  7. Tata Cara Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia - http://jakarta.go.id/v2/news/2010/08/Tata-Cara-Kehilangan-Kewarganegaraan-Republik-Indonesia#.V7PEtxJzqUI
  8. Presiden Jokowi diminta sikapi kewarganegaraan Menteri ESDM - http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160814_indonesia_archandra_jokowi
  9. Maribeth dan Penantian Gagal 22 Tahun Menjadi WNI - http://www.kompasiana.com/khun/maribeth-dan-penantian-gagal-22-tahun-menjadi-wni_553018686ea83431258b45be
  10. Maribeth: Aku Ingin Sampai Mati di Indonesia - http://tabloidnova.com/Selebriti/Berita-Aktual/Maribeth-Aku-Ingin-Sampai-Mati-Di-Indonesia
  11. Gloria Kirim Surat ke Presiden Jokowi, Darah dan Nafas Saya untuk Indonesia Tercinta - http://bangka.tribunnews.com/2016/08/16/gloria-kirim-surat-ke-presiden-jokowi-darah-dan-nafas-saya-untuk-indonesia-tercinta?page=2
  12. Dari Kanada, Mike Lewis Ingin Pindah Jadi WNI - http://hot.detik.com/celeb/d-3278494/mike-lewis-ingin-pindah-jadi-warga-negara-indonesia?_ga=1.219813145.1435306304.1471274473 
  13. Cerita Habibie ditawari WN Jerman dan Prabowo tolak WN Yordania - http://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-habibie-ditawari-wn-jerman-dan-prabowo-tolak-wn-yordania.html

Hillary For America 2016   Photo courtesy hillaryunleashed.wordpress.com
 
Hillary needs you now more than ever -- chip in $1 and be one of the more than 2 million grassroots donors standing with her: Donate to Hillary for America now

I’ve been blown away by the response to our emails this week. This team has stepped up, and because of you, we’re tracking closer to our fundraising goals again.

But we’re not quite there. And frankly, I'm not going to be comfortable until we aren’t just meeting those goals -- we’re beating them. Can you chip in (and yes, get a free sticker!) right now?

I hate losing. I always have.

But I've never worked on a campaign before where the prospect of defeat left me feeling quite like this.

You lose a typical race, and it's disappointing. But it's something you have to accept in a democracy. Sometimes, the other side gets a chance to govern.

A Trump presidency wouldn't be like that.

If we take him at his word and just believe that he's going to do the things he says, we run the risk of a devastating recession, frayed relationships with allies around the world, deep divisions across our country -- and a whole series of enemies emboldened to challenge our standing in the world.

If there’s even a twenty -- honestly, if there’s even a ten percent chance of that happening -- well then, I’ve got more work to do. We have to raise so much money and register so many voters that this guy doesn’t even have a shot.

So yeah, we need you right now. Will you chip in to make sure we don’t risk everything come November?


Thanks,

Robby

Robby Mook
Campaign Manager
Hillary for America

Hillary For America Starts With You

After an election filled with unexpected twists and turns, we’re finally closing in on one of my favorite parts of any campaign: Get Out the Vote. Get Out the Vote, or GOTV, is when we finally get to flex our organizing muscle. 

Make sure of Hillary will be  the next president. Photo courtesy www.willhillarywin.co
We’ve been training organizers, opening field offices, and growing our volunteer teams for more than a year, and now we get to see if we’re ready to turn out voters and win this election once and for all. We need your help to do that.

On Saturday, folks are getting together in San Antonio to help register voters, recruit more volunteers, and get the word out about what’s really at stake on Election Day -- can you join us Saturday for a few hours?

We know we have the best team out there. Trump can release as many TV ads and hold as many stadium rallies as he wants, but we’re going to be on the ground in communities talking to voters about real issues, the stakes of this election, and why Hillary is the only choice for president.

As we head into the final stretch of this campaign, every day and every door knocked makes a difference -- you can be part of that in San Antonio.

RSVP to join us for a few hours on Saturday:
Thanks,

Michelle

Michelle Kleppe
National Organizing Director
Hillary for America

Catatan Asep Haryono

Saya sudah membuat review Indomie Real Meat dan Bakmi Mewah : Rasa Yang Seanggun Penampilan, maka kali ini adalah varian lain dari Indomie yakni Indomie Real Meat Mi Instan Goreng Rendang (Beefrendang). Saya membeli 1 pack Indomie Real Meat Mi Instan Goreng Rendang ini dari Alfamart kemarin (14/8) dengan harga sekitar Rp.8.000,- per 1 pack.

1 pack Indomie Real Meat Mi Instan Goreng Rendang (Beefrendang) ini diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Bekasi - Indonesia.  Sudah mendapat pengakuan kehalalan dari Majeis Ulama Indonesia (MUI).  dan sudah mendapatkan sertifikasi MUI dari BPOM RI dan LPPOM nomor : 0009000030079.  Berat bersih 110 gram

Lebih Banyak Kacang Merah
Seperti biasa sebelum saya memasak Mi Instan Goreng Indomie rasa rendang ini, saya "membedah" isinya. Ada apa di dalam sekotak
Indomie Real Meat Mi Instan Goreng Rendang (Beefrendang) ini.  Setelah saya buka dengan hati hari makanya keluarlah isinya antara lain :
  • 1 kemasan mi kering sebagai bahan dasarnya berupa mi.
  • 1 kemasan Rendang yang sudah matang siap santap

Salah satu fokus perhatian saya terletak pada kemasan sachet yang berisi potongan berukuran kecil daging rendang yang sudah masak siap makan. Ketika saya buka kemasan daging rendng yang sudah matang itu dan saya mendapati daging rendang tersebut  dalam bentuk potongan potonhan "kecil" daging rendang bercampur dengan butiran kacang merah.  Saya tidak paham mengapa ada butiiran butiran kacang merahnya  


Saya icip memang benar daging rendang namun bumbu nya "kurang greget" ya. Konten daging rendangnya sedikit , yang dominan adalah butiran butiran kacang merahnya itu tadi. 

Cita rasanya memang seperti ada sensasi rasa rendang Balado dengan ciri khas minyaknya yang kental. Saya sempat membayangkan nikmatnya rendang seperti di restoran padang namun itu tidak saya dapatkan dalam 1 pack Indomi Real Mate Rasa rendang ini.

Penggunaan Gluten
Saya membaca kandungan yang ada dalam kemasan inti berupa Mi adalah adanya kandungan zat Gluten.  Apa itu gluten?.  Beberapa orang langsung merasakan dampak tertentu dalam tubuhnya ketika mengkonsumsi makanan yang mengandung Gluten.  Ketika bahan utama mi berupa tepung terigu itu berpadu dengan air maka akan membentuk protein yang bernama Gluten. Memang secara umum Gluten adalah protein.

Bahan makanan bagi manusia yang mengandung unsur Gluten misalnya dalam roti atau adonan roti.  Beberapa b ahanmakanan berbahan dasar gandum lainnya yang kita kenal dipasaran adalah wafel , pasta juga kue kue.  Namun dari semua bahan dasar gandum tadi yang paling banyak mengandung Gluten adalah roti.

Gluten kerap ditemui dalam adonan membuat roti.  Zat yang merupakan gabungan protein Gliadin dan Glutenin ini bersifat mengikat air dan membentuk adonan roti menjadi elastis dan lembut.  Jika anda menggigit roti terasa lembut dan elastis itulah hasil dari kandungan Gluten di dalamnya.


Beberapa makanan lain yang diduga kuat banyak mengandung zat Gluten antara lain Biji Bijian, Bumbu bumbu ,  daging olahan, biskuit dan permen permen. Gluten tetap digunakan dalam proses pembuatan mie.   Pada umumnya produk Mie yang beredar di pasaran adalah produk yang dibuat dari Tepung Terigu. Bagi penderita alergi, sebaiknya menghindari mengkonsumsi bahan makana yang megandung Gluten yang tinggi.

Tidak ada Bumbu (Flavour)

Tidak ada flavour atau bumbu penyedap.  Pada umumnya standar "kelengkapan" Mi Instan adalah saus sambal, minyak goreng atau kecap, bumbu utama, daun bawang seledri (jika ada).  

Saya bongkar di dalam kemasan Real Mate Rasa Rendang ini untuk mencari saus sambal atau kecap ternyata sudah include dan menyatu dengan Kemasan Daging Rendang nya. 
 
Nyaris sama dengan Bakmi Mewah, Indomie Real Mate rasa rendang (beefrendang) ini adalah jenis Mi Goreng.  Jadi penyajiannya disarankan tidak disertai kuah dan atau disajikan kering.  Ditiriskan terlebih dahulu agar airnya turunbaru kemudian semua bumbu ditaburi di atas mi dan diaduk aduk hingga rata. (Asep Haryono)

Sumber Referensi :
  1. Makanan yang mengandung tinggi gluten - http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/makanan-yang-mengandung-tinggi-gluten.html
  2. Yuk Kenalan dengan Gluten - http://www.femina.co.id/article/yuk-kenalan-dengan-gluten-
  3. Bahaya Gluten Pada Makanan - http://www.scientistcake.com/healthy-news/item/255-bahaya-gluten-pada-makanan.html
  4. Siapa perlu Bebas Gluten ? - http://www.femina.co.id/article/siapa-perlu-bebas-gluten-


UNGU : Dengan balutan kemasan kotak yang dominan warna Ungu menjadikan Mi Instan Rasa Rendang (beefrendang) ini eklusif. Foto Asep Haryono
UNGU : Dengan balutan kemasan kotak yang dominan warna Ungu menjadikan Mi Instan Rasa Rendang (beefrendang) ini eklusif. Foto Asep Haryono

DUA :  Ada dua isinya yakni 1 kemasan berisi mi instan itu sendiri dan 1 kemasan sachet rendang yang sudah matang siap santap. Foto Asep Haryono
DUA :  Ada dua isinya yakni 1 kemasan berisi mi instan itu sendiri dan 1 kemasan sachet rendang yang sudah matang siap santap. Foto Asep Haryono

SIAP SANTAP : Tuangkan 1 sachet rendang yang sudah matang sebagai "lauk" untuk mi goreng rasa rendang (beefrendang) ini. 1 porsi cukup untuk 1 orang. Foto Asep Haryono
SIAP SANTAP : Tuangkan 1 sachet rendang yang sudah matang sebagai "lauk" untuk mi goreng rasa rendang (beefrendang) ini. 1 porsi cukup untuk 1 orang. Foto Asep Haryono

Catatan Asep Haryono

Hinggar binggar prestasi atlet Angkat Besi Indonesia yang menoreh prestasi "emas" dengan memperoleh dua medali Perak pada Olimpiade 2016 di Brazil yakni dari lifter Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan.  Kedua lifter yang sudah mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas Olimpiade 2016 ini sudah tiba dengan selamat di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta hari Minggu 14 Agustus 2016 yang lalu

Sesuai dengan janji Pemerintah Indonesia, melalui Koni, dan Mempera, memberikan apresiasi dan penghargaan yang luar biasa bagi setiap peraih medali Olimpiade.

Untuk peraih medali emas pada Olimpiade 2016 diberikan bonus 5 Milyar rupiah , Perak mendapat 2 Milyar rupiah, dan 1 Milyar rupiah untuk medali perunggu.  Itu belum termasuk guyuran hadiah lainnya dari sponsor.  Anggaran untuk bonus melimpah bagi para atlet peraih medali Olimpiade 2016 ini sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

Pundi pundi para atlet peraih medali Olimpiade 2016 ini masih ditambah lagi dengan dana pensiun berupa tunjangan hari tua sekitar 15 - 20 juta rupiah perbulannya seumur hidup.  Bisa dipastikan para atlet berprestasi itu pulang dari Brazil langsung kaya raya.  Konon bonus para atlet peraih medali Olimpiade 2016 Indonesia ini terbesar di dunia nomor 2 setelah Singapura. Bahkan Amerika Serikat pun masih kalah dari Indonesia.  

GAYA : Ini apa? Duit sodara sodara.  Ini bukan uang saya. Saya cuma gaya aja sama gepokan uang milik rekan kerja saya.  Foto Kessusanto Liusvia.
ILUSTRASI : Ini apa? Duit sodara sodara.  Ini bukan uang saya. Saya cuma gaya aja sama gepokan uang milik rekan kerja saya.  Maaf ini cuma ilustrasi saja. Tidak ada kaitannya sama artikel.  Foto Kessusanto Liusvia.
Jaminan Hari Tua
Sungguh bahagia sekali atlet berprestasi kita era sekarang ini.  Sungguh miris dengan nasib para atlet berprestasi Indonesia yang meraih medali emas pada even Internasional era tahun 70 - 80 an.  Masih ingat nama Johnny Van Aert ?  Prestasi luar biasa ditorehkan oleh pembalap Sepeda asal
Provinsi Kalimantan Barat ini. Johnny berhasil merebut medali emas SEA Games X tahun 1979 di Jakarta nasibnya merana. 

Ingat nama mantan petinju kidal ambon manise
Ellyas Pical?  Saya masih ingat saat Ellyas Pical mengkandaskan petinju Korea Ju-do Chun.  Begitu di elu elukan seluruh bangsa Indonesia dan dunia.  Ellyas Pical saat itu berhasil merebut gelar juara IBF Kelas Bantam Yunior atau kelas super terbang  nasibnya pernah tidak lebih baik dari Johnny Van Aert.  Pernah menjadi satpam dan office boy di sebuah instansi.

Dukungan Dana Dari Negara
Itu adalah contoh saja.  Saya rasa masih banyak lagi para mantan atlet kita yang berhasil mengibarkan merah putih di berbagai pentas olah raga dunia yang (mungkin) luput dari perhatian pemerintah Republik Indonesia.   Kesejahteraan materi memang bisa habis.  Berapa pun besarnya hadiah materi jika tidak diimbangi dengan manajemen pengelolaan keuangan yang baik atau gaya hidup tidak rapih bisa habis begitu saja. 


Negara dalam hal ini tetap dibutuhkan dukungannya tidak saja untuk para atlet nasional yang sudah berprestasi dan berjuang membela negara dan mengharumkan serta mengangkat nama negara , Indonesia , di pentas Internasional.  Dukungan penuh juga diperlukan agar atlet nasional yang membawa nama negara bisa didukung sepenuhnya oleh negara baik material maupun non material.  Dukungan nyata, dan bukan Pemberi Harapan Palsu alias PHP

Rio Haryanto Contoh Kasus
Contoh yang menyedihkan adalah gagalnya pembalap F1 Rio Haryanto untuk menjadi pembalap utama di bawah manajemen F1 Manor karena belum membayar "uang masuk" Rio sebagai pay driver nya bendera Manor Racing sebesar 7 Juta Euro sebelum batas waktum yang sudah ditentukan.  


Pemerintah melalui Kemenpora mengakui tidak dapat membantu Rio dengan Rapih serta tidak mampu mencarikan sponsor untuk memutupi kekurangan dana  sponsorship untuk Rio.

Saya berpendapat bukankah sebaiknya Pemerintah sendiri yang menyokong atau memberi dukungan keuangan agar Rio bisa tampil di ajang F1 dibawah Manor Racing hingga tuntas? Bukan malah "sibuk" sendiri mencarikan dana dari sponsor untuk Rio. Kan ada Kas APBN?  Kan ada dana negara?.  Ini yang tidak dapat saya mengerti.  


Rio juga sedang berjuang membela dan mengangkat nama bangsa di ajang pentas dunia F1?.  Rio butuh dana untuk membayar kewajibannya agar bisa "aman" di F1 sampai selesai, dan bukan Surat menyurat dukungan.  

Rio Haryanto sendiri juga tidak luput dari perhatian para Netizen yang deras memberi dukungan sekaligus juga menuai kecaman. Netizen menganggap prestasi Rio di ajang F1 Manor Raicing biasa biasa saja. Buat apa membiayai atlet nasional yang berprestasi "biasa aja", membuang duit percuma. Barangkali itu yang ada di benak para anggota DPR dan BUMN yang terkesan "ogah" memberi dukungan dana untuk Rio.   Benarkah demikian?

Masa Depan Atlet
Mungkin Pemerintah perlu menginventarisir para mantan atlet yang sudah mengharumkan nama Indonesia di berbagai kancah even olah raga internasional dari sekarang dan memberi ganjaran dan apresiasi kepada mereka dengan nilai yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara pada saat ini.  Beberapa mantan atlet nasional yang berprestasi ada yang sudah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).  


Bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi,  akan merealisasikan dalam waktu dekat ini.  Ada porsi penerimaan PNS langsung tanpa tes seleksi lagi khusus untuk mantan atlet nasional yang berprestasi  

Mungkin segera dibuatkan Undang Undang atau payung hukum pemberian apresiasi atlet berprestasi ini untuk segera diaplikasikan dan berlaku surut. Tapi bisakah dan maukah pemerintah kita melakukan itu?   

Memanjakan satu orang asal seluruh rakyat dan bangsa Indonesia bahagia masih bisa diterima. Mari kita dukung dan support atlet nasional yang mengangkat nama Indonesia tidak saja dukungan moril juga diharapkan memberi bantuan materil.  Semoga  (Asep Haryono)  
 

Sumber referensi :
  1. Mantan Atlet peraih medali Seagames berharap punya rumah sendiri - http://www.antaranews.com/berita/290581/mantan-atlet-peraih-emas-sea-games-berharap-punya-rumah-sendiri
  2. Mirisnya mantan petinju Ellyas Pical, jadi satpam hingga office boy - http://www.merdeka.com/peristiwa/mirisnya-mantan-petinju-ellyas-pical-jadi-satpam-hingga-office-boy.html
  3. Olimpiade Rio: Bonus Atlet Indonesia Lebih Tinggi dari AS? - http://bola.liputan6.com/read/2573716/olimpiade-rio-bonus-atlet-indonesia-lebih-tinggi-dari-as
  4. Nasib Mantan Atlet Nasional, Dulu Dipuja Kini Merana - http://sports.sindonews.com/read/1075339/51/nasib-mantan-atlet-nasional-dulu-dipuja-kini-merana-1452231937
  5. Menpora Segera Realisasikan Atlet Berprestasi Jadi PNS - http://bola.liputan6.com/read/2535985/menpora-segera-realisasikan-atlet-berprestasi-jadi-pns
  6. Tim Angkat Besi Disambut Keluarga, KOI, Hingga Teman Kampus - http://sport.detik.com/sport-lain/d-3275102/tim-angkat-besi-disambut-keluarga-koi-hingga-teman-kampus?_ga=1.267445582.1987204582.1470449286 
  7. Ini Komentar Rio soal Dana yang Tak Ia Peroleh dari Negaranya - http://sport.detik.com/f1/d-3274783/ini-komentar-rio-soal-dana-yang-tak-ia-peroleh-dari-negaranya 
  8. Ini Penjelasan Kemenpora soal Upaya Mencarikan Dana untuk Rio Haryanto -https://sport.detik.com/f1/3262774/ini-penjelasan-kemenpora-soal-upaya-mencarikan-dana-untuk-rio-haryanto
  9. Roy Suryo Sebut Rio Haryanto di PHP Rezim Ini - http://jateng.tribunnews.com/2016/08/11/roy-suryo-sebut-rio-haryanto-di-php-rezim-ini 

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog