Sukseskan Asian Games 2018


Please sit and relax as you navigate this website

www.simplyasep.com  As we all knew that the final result of the final match on FIFA WORLD 2018 last 16th of July clearly showed that France defeated Croation 4 - 2 in Moscow stadium.  i have watched the final match between France and Croatia at my wide screen TV belongs to my kind neighborhood.

France won the Fifa World Cup in 1998, and now they have been successfully reached the Fifa World 2018 trophy again this year.  During the last minutes, Croatia players are amazing based on the stats recorded that the possessions of the ball were in the hands of Croatia Players. 


CHAMPION : France as champion on the Fifa World Cup 2018 win over Croatia on the final match. Photo Aimee Lewis (CNN)
CHAMPION : France as champion on the Fifa World Cup 2018 win over Croatia on the final match. Photo Aimee Lewis (CNN)


Its me. I watched final match of Fifa World Cup 2018 France versus Croatian on a wide screen TV of my neighborhood.
Its me. I watched final match of Fifa World Cup 2018 France versus Croatian on a wide screen TV of my neighborhood.


Since the game begins, many people here in Indonesia would like to know if the Croatia can really prove their best of luck from their "enemy", France ,  to become a champion. unfortunately failed in some soccer technique.  Croatia's journey to the final of Fifa World Cup 2018 was not very easy. They struggle very hard to reach the final match and met France.

This final match is also a unique and special day for every one in the world. There are three presidents attended the final match : they are The President of Rusia, Mr Vladimir Putin, The President of Croatia,Kolinda Grabar-Kitarović, and also The President of FIFA Gianni Infantino together hand in hand.
|
During the game, especially at the first break, ivan Peristic's awesome long range strike gave France win over Croatian 2 - 1.  The final result is clear , France defeated Croatia 4 - 2 and lead France became the champion of the FIFA FIFA WORLD CUP FINAL 2018.
 (Asep Haryono)

www.simplyasep.com SUASANA hari pertama tahun ajaran pendidikan 2018/2019 di Taman Kanak-Kanak (TK) Angkasa Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, berjalan meriah. 68 peserta didik baru di TK Angkasa, langsung mendapatkan apresiasi dan motivasi dari Danlanud Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Minggit Tribowo, S.IP.

Apresiasi dan motivasi tersebut diberikan oleh Danlanud Supadio, pada upacara penerimaan peserta didik baru, yang sekaligus menandai orientasi sekolah selama seminggu. Selama orientasi, peserta didik akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah, kelas, guru dan sesama murid.

Pada upacara penerimaan tersebut, Danlanud menyematkan tanda peserta didik, sekaligus pemasangan topi kepada dua perwakilan peserta. Ia pun sempat bercanda kepada para peserta didik agar bisa belajar dan bermain dengan baik di TK Angkasa.







"Harus rajin belajar, patuh terhadap guru, sayangi teman, dan selalu menjadi anak-anak yang baik. Semoga dengan demikian, anak-anak bisa jadi generasi penerus yang unggulan," kata Danlanud.

Usai menyalami para peserta didik baru TK Angkasa, Danlanud Supadio yang didampingi oleh Kepala Dinas Personel (Kadispers), Kolonel Pnb Sidik Setiyono, kemudian Komandan Satuan POM AU (Dansatpomau), Letkol POM Harry M Ambon, serta Kepala Penerangan (Kapen), Letkol Sus Filfadri, sempat meninjau keadaan ruang kelas.

Menurutnya, TK Angkasa Lanud Supadio semakin maju dan berkembang. TK yang berada di bawah binaan Yayasan Ardhya Garini (Yasarani) Cabang Lanud Supadio, tidak hanya menerima peserta didik dari kalangan keluarga anggoat Lanud Supadio, namun juga anak-anak dari kelangan masyarakat sipil di sekitar Lanud.

"Kami bersyukur, kebaradaan TK Angkasa bermanfaat bagi masyarakat luas. Semua lapisan masyarakat bisa belajar di TK tersebut," tuturnya.

TK Angkasa Lanud Supadio juga bergelimang prestasi. Tidak hanya di tingkat Kabupaten Kubu Raya (KKR) saja, namun hingga ke tingkat nasional di lingkungan TNI AU. Terbaru, TK Angkasa Lanud Supadio terpilih mewakili TK-TK yang ada di Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) 1, untuk Lomba Sekolah Sehat.

"Pendidikan usia dini memang jadi perhatian pertama dan utama Lanud Supadio. Diharapkan dengan baiknya pendidikan untuk usia dini, maka akan lahir generasi penerus yang baik, unggul, dan cinta tanah air," pungkasnya.. (Sumber Kapala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio)
www.simplyasep.com  On the last November 2009, I was among of those about 500 lucky youth from South East Asia attending Youth Forum called Youth Engagement Sumit - South East Asia For Change (SEACHANGE) held at Putrajaya Convention Centre, Kuala Lumpur, Malaysia.

I did not have much time at that time to travel around the city of Kuala Lumpur, the capital city of Malaysia.  I am so happy to write down again some of unforgettable experiences during that 2-day visit to Kuala Lumpur last November 2009. I wa supposed to do discussing and sharing ideas and knowledge during the conference.

I have had very little time to explore Kuala Lumpur.  I was so lucky, however I was busy at the moment during the youth conference, I have finally been able to visit Twin Towers in KLCC, the heart of Kuala Lumpur. Unfortunately I did not have the opportunity to go to the top of the Petronas Twin Towers. Some videos I have recorded during the visit which I wlll be pleased to tell you later on


I was standing in a corner of the areas around Petronas Twin Towers in Kuala Lumpur last 17th of November 2009.
I was standing in a corner of the areas around Petronas Twin Towers in Kuala Lumpur last 17th of November 2009.
I was in the top of the Building called Putra Jaya Convention Centre in the heart of Kuala Lumpur during my visit to Malaysia last November 2009.  Its very beautiful city, vibran and amazing
I was in the top of the Building called Putra Jaya Convention Centre in the heart of Kuala Lumpur during my visit to Malaysia last November 2009.  Its very beautiful city, vibran and amazing



What else I have left behind during my last 2-day visit to Kuala Lumpur last November 2009?

  • AirAsia flight.  I still remember that I did not fly with Air Asia.  Every one in the world knows about the most affordable and outstanding air transportation in the world, Air Asia with very generous and amazing man behind the successful the Air Asia, Datuk Tony Fernandes.  The Air Asia led the way for low-cost travels in the Southeast Asia, and Malaysia's where it all started.
  • Never use local Taxi in Kuala Lumpur. Unlike in Indonesia, we have two format on the payment of the services from the Taxis : online Taxis and conventional ones. Those are online system used Application and paid the service as they are printed in the system of the application of the Taxis. While local ones use Meter usage on the dashboard inside the Taxi vehicle, and the cab drivers can switch them on. How about in Kuala Lumpur. I really have no idea.  Someday I would like to feel it, and use the local Taxi someday 
  • Drinking Milos.  Do you know MILO?  Milo is one of the most famous brand of family healthy chocholate drinks consumed all people in the world, and Malaysia was very famous of its enormous MILOs factories in the world, some people said like that.  I just knew it. I have tasted the MILOS made in Malaysia, and the taste was good, but the chocholate taste was a little bit to bitter than in Indonesia.  The price of a sachet of medium MILOS around 20 RM or equal to 65.000 Indonesia rurpiahs.
  • Having Ramadhan in Kuala Lumpur.  We all knew that Malaysia is one of the most famous countries in the world with huge holders of Islamic faiths and the hold the Islamic beliefs and traditions very strong with the famous characters of the country with easy access to Halal-compliant cuisines all over the country. During Ramadhan, most people all across Malaysia is fasting, and Moslems are not allowed to eat Pork.


What else I have left behind during my last 2-day visit to Kuala Lumpur last November 2009?  As the consequences, visitors who love porks, or non moslem holders are not allowed to eat them all in front of the public during the fasting month of Ramadhan, but the restaurants runs by non moslems are open as usuall. You don't have to worry about it. Just come to Malaysia. Enjoy the night life of Kuala Lumpur.(Asep Haryono)
Saya menonton film Cooking Camp di Transmart tadi malam tanggal 13 Juli 2018 hari Jumat tepatnya setelah pelaksanaan Sholat Jumat di Transmart Carrefour Kubu Raya.  Dari tiketnya yang seharga per orang sebesar Rp.35.000,- (Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah) ini dimulai pada pukul 14.00 dan selesai sekitar pukul 16.30 WIB.    Saya mengajak dua anak saya ikut serta, karena dari merekalah saya akhirnya bisa menonton film drama komedi anak anak (keluarga) ini. Tidak apa sekali kali.

Setelah saya melihat atau tepatnya menonton film Cooking Camp bergenre Drama Komedi ini digarap oleh rumah produksi MNC Pictures dengan Sutradara Ifa Isfansyah yang ternyata adalah salah seorang sineas yang sangat berbakat jebolan Jurusan Televisi Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 2007. Film yang berjudul "Koki Koki Cilik" ini adalah film teranyar (baru). Rilis ke layar Bioskop pada tanggal 5 Juli 2018


Dibintangi Chef Sungguhan

Dalam film berdurasi sekitar 2,5 jam ini ternyata menampilkan Partrick Milligan  yang blasteran Indonesia - Scotlandia ini ternyata seorang chef sungguhan, jebolan dari ajang pencarian bakat Junior MasterChef Indonesia. Jadi film Koki Koki Cilik ini benar benar dibintangi oleh seorang chef sungguhan tidak perduli chef senior atau pun junior. Yang jelas ada seorang Chef sungguhan dalam film ini dan ini menjadi salah satu nilai plus film Cooking Camp ini

Selain itu juga pemeran Audrey yang bernama Chloe ini usut punya usut ternyata keponakannya bintan ternama Indonesia, Agnes Mo loh.  Kerenn

Bertaburnya bintang bintang ternama menyemarakkan film Cooking Camp ini beradu akting dengan bintang bintang muda lainnya, mereka itu adalah Chef Grant (Ringgo Agus Rahman),  Rama (Morgan Oey), Bu Dian (Aura Kasih) mampu mengangkat film ini menjadi lebih elegan dan elit namun tidak ekslusif. Beberapa peran penting lainnya tentu saja tokoh utama film ini, Bima (Farras Fatik) yang bermain gemilang.

Emosi yang ditampilkan dalam film ini , dalam beberapa scene, yang mengharuskan ada titik air mata yang jatuh (crying scene) atau adegan menangis tampak seperti menangis sungguhan, Dan itu diperlihatkan dengan jelas sekali oleh Bima  (Farras Fatik). 

Menampilkan adegan yang mengharuskan keluar air mata sudah biasa dilakukan oleh artis papan atas  atau ternama, namun jika diperankian oleh pemain muda tentu hal yang luar biasa. Tidak semua artis atau pemain dapat mengeluarkan air mata jika tidak menghayati karakter yang dimainkannya

NOBAR : Penulis (Kiri) bersama anak anak yang saya bawa serta ikut menonton film "Koki Koki Cilik" - Cooking Camp tadi malam (13/7) di Transmart Carrefour Kubu Raya,  Foto Selfie
NOBAR : Penulis (Kiri) bersama anak anak yang saya bawa serta ikut menonton film "Koki Koki Cilik" - Cooking Camp tadi malam (13/7) di Transmart Carrefour Kubu Raya,  Foto Selfie

TIKET: Tiket film Cooking Camp ini dibandrol dengan harga 35K per orang baik dewasa maupun anak anak. Foto Asep Haryono
TIKET: Tiket film Cooking Camp ini dibandrol dengan harga 35K per orang baik dewasa maupun anak anak. Foto Asep Haryono
 C

Alur cerita Cooking Camp
Alur cerita dari film garapan 
Ifa Isfansyah ini pada intinya dimulai dengan ambisi ingin juara I dari seorang anak yang bernama Bima (Farras Fatik) dari keluarga tidak mampu di sebuah kampung yang tertarik ingin ikut kejuaraan memasak (Cooking Camp).
Ajang lomba memasak di alam terbuka atau semacam Outdoor ini dikisahkan adalah lomba memasak berbiaya pendaftaran yang mahal yakni Rp.10.000.000,- yang kemudian dikisahkan naik biayanya hingga menjadi Rp.12.500.000,-
Dalam film ini Bima (Farras Fatik) berhadap di grand final dengan Juara bertahan 3 kali berturut turut Audrey (Chloe X) yang fasih berbahasa Inggris karena ayahnya berdinas atau bertempat tinggal di Belanda.  Audrey ini merupakan anak dari Bu Dian,i seorang pemilik Restauran ternama yang diperankan oleh artis terkenal Aura Kasih.
Dalam alur ceritanya ditampilkan aksi usil dari anak anak yang natural dan memang natural dari sisi alur ceritanya. Kocak, unik, usil dan cukup lucu juga tergambar dengan baik dalam visual ini apalagi saat adegan Chef Grant (Ringgo Agus Rahman) yang kecemplung ke sungai karena mengejar anak anak.
Bima (Farras Fatik) dibantu oleh Rama (Morgan Oey), mantan chef yang dikisakhkan adalah mantan pegawai dari Ibu Dian (Aura Kasih) ibunda dari Audrey (Chloe X) ini.  Eh si pemeran Audrey ini, Chloe , ternyata keponakan Artis papan atas Agnes Monica loh.  Keren khan.  Ada flash back atau mundur ke belakang bagaimana Chef Rama ini bisa dikeluarkan dari tempatnya bekerja. 


Hanya saja sang Sutradara Tidak menceritakan flash back mengapa ayahanda Bima ini sampai meninggal. Beda dengan penggarapan tokoh Rama yang diceritakan sebabnya mengapa sampai dia bisa di PHK dari tempatnya bekerja.  Ini menjadi catatan tentunya

Banner Koki Koki Cilik. Gambar dari Internet
Banner Koki Koki Cilik. Gambar dari Internet

Arti Sebuah Keikhlasan dan Kepolosan

Salah satu yang menarik yang dapat saya simpulkan dari film Cooking Camp yang kemudian menjadi Koki Koki Cilik ini adalah tampilnya beberapa brand makanan ringan (Crispy) dengan merek merek atau brand yang sangat jelas terlihat dalam film ini dari awal hingga akhir.  Besar kemudian brand atau merek makanan ringan crispy itu menjadi sponsor film ini.

Kemudian adalah Bima (Farras Fatik) yang dikisahkan berasal dari seorang keluarga yang tidak mampu (bukan miskin saya kira penggambarannya karena ibunya memiliki usaha jahitan, dan itu berarti ibunda Bima (Farras Fatik) ini adalah seorang entrepreneur (Pengusaha).  Itu tidak bisa disebut "miskin".

Penggunaan gawai (Handphone) yang digunakan oleh 
Bima (Farras Fatik) saat berkomunikasi dengan ibundanya di kampung menunjukkan bahwa alat komunikasi seperti telepon pintar (Smart phone) atau bahkan telepon HP biasa adalah alat komunikasi yang verbal dan wajar dimiliki oleh setiap orang tidak perduli di kampung atau pun di kota.  HP atau telepon genggam adalah alat komunikasi yang sudah banyak penggunanya

Akses Bahasa Inggris atau tepatnya penggunaan kalimat kalimat dalam bahasa Inggris yang diperlihatkan oleh Audrey (Chloe X) yang menunjukkan "kelas" nya dalam pergaulan dengan anak anak sebayanya dalam film Cooking Camp ini  saya pandang sebagai hal yang wajar saja.  Tidak ada kesan sombong dengan Bahasa Asing daripada bahasa Indonesia yang dipergunakan pemeran anak anak lainnya di film ini.  Wajar saja. Kuasai Bahasa Inggris, Cintai Bahasa Indonesia, dan sayangi bahasa daerah.

Dalam film Cooking Camp ini nyaris hampir bisa ditebak pada bagian endingnya. Yakni saat Grand Final berlangsung antara Bima dengan Audrey. Saya menebak Bima pasti mengalah agar Audrey bisa menang. Karena ada scene dimana ibundanya Audrey "mengancam" jika final itu tidak bisa dimenangkan oleh anaknya, Audrey, maka ia tidak dapat bertemu ayahnya di Belanda. Dan "ancaman" ini serius ditanggapi oleh Bima.  Dia saya tebak mengalah agar Audrey bisa menang dan bisa mendapat "hadiah" dari ibundanya, bertemu dengan ayahnya di Belanda.

Namun ternyata saya masih bisa tertipu.  Masih ada ending lainnya yang luput dari dugaan atau tebakan saya yakni saat Audrey dinyatakan menang oleh Juri dan menjadi Juara yang ke empat kalinya karena Bima "mengalah" tadi itu ternyata memberikan efek kejutan di bagian lain yakni Audrey menyerahkan mahkota dan Piala Juara I Cooking Camp ini kepada Bima.   Bima pun gembira menerimanya dan diarak dan diangkat oleh warga desanya yang ramai ramai datang menonton babak final itu. Bagi warga desanya, Bima adalah juara "Sejati".

Inilah nilai win win solution yang dicoba ditawarkan oleh sang Sutradara kepada para penontonnya. Nilai sebuah keikhlasan dan arti sebuah Jiwa Ksatria. Pemenang sejati atau juara sejati ada dalam diri kita semuanya. 

Menjadi menang atau kalah dalam sebuah pertandingan atau perlombaan adalah hal yang tidak menjadi hitungan bagi warga desa yang mendukung Bima. Inilah nilai keluhuran dan keikhlasan dari warga desa Bima yang dicoba disampaikan dalam film ini.  
Silahkan kamu kamu menonton sendiri film keren ini. Film yang cocok ditonton oleh semua anggota keluarga. .(Dari Berbagai Sumber)
www.simplyasep.com  On AFF Semi Final 2018 soccer competition between Indonesia Age Under 23 against "eternal enemy" Malaysia has been reached the final result.  Malaysia defeats Indonesia on the semi final of AFF Under 23 in Sidoarjo.
I am not really like this kind of soccer game these days as the achievements of our national players are really having so many things to discuss with. So far I really appreciate the struggle has been given by all team of Age under 23 AFF soccer team which has been defeated by the Malaysian soccer team.

The ball is round, and its really round. We all cannot conclude and predict which team can be moving on the next step on every soccer competition including the FIFA World Cup 2018 now in Russia.  All fave soccer team which is internationally recognized and amazing squad team have been fallen such as England, Argentina, Brazil, and many other powerful team.


Indonesia squad of AFF Under 19. Photo from Yosi Adrianto Blog
Indonesia squad of AFF Under 19. Photo from Yosi Adrianto Blog


Malaysia is always becoming our brothers in every way to the people of the Republic of Indonesia. Garuda falls again this time on AFF U-23 soccer competition and failed to move on final. However Garuda team U-23 AFF loses, they are prepared to fight Thailand to pursue the third position tonight.

Dont forget that another Indonesian. Muhammad Zohri,  won the athletic world competition for 100 running competition under 20 in Finlandia. There are so many ways of raising Indonesia flag all across the world, with all kind of competition not only soccers happend in AFF U-19.  Please don't be sad Indonesia squad team.

Each game will always create winner. It is not a problem for me winning or losing on every competition including on this AFF U-23 soccer competition. The Ball is really round. You are always in our our heart, and we always appreciate your struggle for the nation and country of Indonesia. We are proud of you Indonesia. (Asep Haryono)
www.simplyasep.com is pleased to announce that starting from the 1st of July , I offer paid guest post opportunities and paid content as well. 

I would like to use this golden opportunity to invite you to cooperate with me based on the principle of equality and mutual benefit in the form of paid content and paid guest posts as well.

The post will be around 500 to 1000 words, relevant to topics on my blog covers and, will be written to a high standard. The post won't be about any bad or spammy topics like adult, gambling, drugs, Obscene, vigilance etc.


This is a screenshot of www.simplyasep.com
This is a screenshot of www.simplyasep.com


The following topics are covered by www.simplyasep.com.  They are :Sustainable Tourism
  • Ecotourism
  • Travel notes / report
  • Lifestyle
  • Home and Garden
  • Business
  • Internet Marketing
  • Health
  • Information Technology
  • Fashion
  • Food (Cuisines)
  • Automotive
  • Finance
  • Marketing
  • SEO
  • Adventure
  • Islamic Stuff
  • Art
  • Blogging
  • Schollarship
  • Computer Programms
  • Bitcoin
  • Crafts
  • Cryptocurrency
  • Education
  • Entertainment
  • Movie Review
  • Forex Trading
  • Gaming
  • Interior Design
  • Google Adsense
  • Making Money
  • Tips
  • Music
  • Outdoors
  • Photography
  • Shopping
  • Smartphones
  • Sport
  • Website Design


I can write an article about your products on my blog about 400-500 words + 2 pictures+ 3 links upon request and I will be pleased to promote it on your social network such as Facebook, Instagram , Linkedin. Twitter, and many others. 

You could have sent me your own article(s) about 500 to 1000 words with a high quality, unique and relevant article, and accompanied by your products photos (any) and links (any) on specific areas of your needs.  You could have told me the anchor texts to be linked to your website (s).

I charge about 50 $ for single article (including any photos and links there) will live or stay forever on my blog and will never be removed at all.   The method of payment I prefer is Bank Transfer with international swift code or through my verified paypal. The payment should be made as soon as the article (s) online or published right away on my blog 

If you are interested in , please do write me right away over my email at cepot71@gmail com or through WA contact at +(61) 089-777-49155 for further information.

Are you interested in?
www.simplyasep.com  All people around the world will recognized my country, Indonesia, as one of the most wonderful countries in the world which very famous for their hospitality, and warm people.  A smiling country with thousands of beautiful islands all across Indonesia, a country you have to visit and make it a country that can take all a lifetime to fully explore. 

Which part of the Island or city have you visited so far?  How about Bali.  All people around the globe knew Bali. I was very lucky that I have been to Bali for many times, and I would love to take you there with this writing.

The island of Bali is home to some religious sites such as Uluwatu Temple. To the south, the beach side city of Kuta has lively bars, while Seminyak, Sanur and Nusa Dua are popular resort towns. I visited Kuta ten times since the year 2005 to 2010 when I was working as volunteer at KangGuru Indonesia working together with Indonesia Australia Language Foundation (I/A/L?F) based in Denpasar, Bali.

The Bali island is also known for its yoga and meditation retreats. Bali is an Indonesian island known for its forested volcanic mountains, iconic rice paddies, beaches and coral reefs. Today I would like to share my awesome experiences with staying at All Seasons hotel located at Jalan Teuku Umar Nomor 183 Denpasar . Here we go :


Its me on July 12nd, 2012, when I had an opportunity to stay at All Seasons in Kuta. A wonderful experiences I have had from this awesome hotel so far.  Photo Asep Haryono
Its me on July 12nd, 2012, when I had an opportunity to stay at All Seasons in Kuta. A wonderful experiences I have had from this awesome hotel so far.  Photo Asep Haryono


Where you can find All Seasons Teuku Umar in Kuta
As far I know there are several locations where All Seasons groups residing in Bali, and the All Seasons in Jalan Teuku Umar , Kuta, is a place where I was staying at time.


All Seasons Hotel Denpasar situated on the heart of Denpasar city and just 30 minutes drive to Ngurah Rai International Airport, 20 minutes to Kuta beach and right in Denpasar business and shopping complex.

All Seasons Denpasar is a new hotel in Denpasar city with contemporary minimalist design not only offer maximum comfort and privacy, but also a style suitable for those who visit Bali for business or leisure. All Seasons Denpasar is the right choice for those who crave easy access to all places of interest in Bali and of course affordable Price.

See the maps here


Video Here



Comfortable And Complete Hotel
What is clear is the standard is Free Wi Fi, double beds, plasma or LCD Tvs, good breakthrough, Tea and Coffee free available and so forth, including a small type of swimming pool. Speaking of swimming , you may stress if you kno that I cannot swim at all. Hahaha. I am not really interested is swiming since I was ac child. You can teach me how to swim by the way.

Hotel management of the All Seasons group handled by IBIS and for the All Seasons Denpasar have been inaugurated on October 1, 2011 by the mayor of Denpasar at that time Mr Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra SE.Msi and of course the hotel was really brand new at that time I was staying in.

All rooms here at the All Seasons features 153 rooms offers a contemporary design that creates a comfort and relaxing space for business and leisure travelers alike. Each room comes with tea and coffee making facilities, in room safe deposit box, LCD TV, complimentary WIFI internet connection is also provided.

If you are not comfortable by having meals on the hotel, of course with your free meals coupons , you could have gone out of the hotel, and start looking for meals from outside of the hotel such as Warong Padang and many other meals based on your cuisine experiences.  You don't have to eat all menus provided by the hotel which can be very expensive. (From different resources)
Ditengah hinggar binggar semaraknya gaung Asian Games 2018 yang merupakan agenda milik bangsa Indonesia, milik kita bersama itu ternyata juga memberikan kesan tersendiri bagi Windu (27) seorang penjual Martabak Telor di kawasan Jalan Imam Bonjol Pontianak, Kalimantan Barat.  Saya berhasil menemui pemuda lajang bertubuh gempal ini beberapa waktu yang lalu di tempat mangkal berjualannya itu. Berikut ini adalah catatannya

Windu tampak sumringah menerima kedatangan saya malam itu di tempat mangkal berjualannya di depan Pura Jalan Adi Sucipto Pontianak awal bulan Juli 2018 laku.  Bulan Juli ini tepat 1 tahun saya tidak membeli martabak miliknya

Setelah basa basi sebentar, saya dipersilahkan untuk duduk dahulu di belakang gerobak jualannya karena ada pembeli datang untuk memesan Martabaknya.

Setelah selesai melayani pembeli yang datang memesan martabaknya, obrolan pun di mulai.

"Oke mas silahkan dimulai, wah kalau tahu saya akan diwawancarai begini bisa saya masuk televisi , saya bisa pake jas dahulu biar kelihatan keren " kata windu kepada saya.  Saya hanya senyum simpul saja.  Dikiranya saya seorang jurnalis pikirnya padahal cuma blogger saja.

Windu yang bertubuh gempal dengan warna kulit gelap memang adalah seorang penjual Martabak Telor dan Martabak manis yang setiap harinya mangkal di depan Pura di Jalan Adi Sucipto Pontianak.

"Saya anak ke 2 dari 5 bersaudara dan semuanya tinggal di Kampung Tegal, kakak tertua saya bekerja merantau di Singapura di perusahaan pencari ikan, sedangkan kakak dan adik saya lainnya masih sekolah juga di Tegal" kata Windu mengawali obrolan kami.

Windu yang berasal dari Tegal ini mulai merantau ke Pontianak sejak awal tahun 2014 tidak begitu lama setelah dia menamatkan bangku SMP nya juga di kota yang sama.

"Saya mulai dipindahkan jualan sama bos saja di depan Pura di Jalan Adi Sucipto ini sejak beberapa bulan yang lalu, sebelumnya saya menggelar gerobak martabak saya di depan Alfamart di Ahmad Yani 2" kata Windu.

"Awalnya saya hanya coba coba saja, jualan Martabak seperti ini, habisnya mau kerja gimana lagi tidak punya ketrampilan apa apa saya, dan merantau ke Pontianak ini juga tidak direncanakan ya begitu saja hingga akhirnya saya bisa berjualan Martabak ini juga karena ditawarin sama tetangga saya yang juga bos saya sekarang" katanya.

JUALAN : Windu sedang membuatkan martabak pesanan pelanggan setianya. Windu biasa menjajakan gerobak Martabaknya di depan Pura di Jalan Adisucipto.  Foto Asep Haryono
JUALAN : Windu sedang beraksi dengan gerobak Martabaknya di depan Pura di Jalan Adisucipto.  Foto Asep Haryono

BUTUH DUIT : Ternyata bukan hanya rumah atau kendaraan saja yang bisa dijual cepat. Martabak pun ternyata bisa dijual cepat karena pemiliknya sedang butuh duit.  Foto Asep Haryono
BUTUH DUIT : "Ternyata bukan hanya rumah atau kendaraan saja yang bisa dijual cepat. Martabak pun ternyata bisa dijual cepat karena pemiliknya sedang butuh duit" kata Windu.  Saya pun memfoto poster yang ada di kaca gerobak Martabak Windu untuk dokumentasi Foto Asep Haryono

Dapat Uang Palsu dan Ditipu Konsumen
" Kalau martabak sih rata rata rasanya sama baik dari bahan adonan martabaknya, kelengkapan toppingnya semuanya dan tinggal bagaimana membuatnya beda hingga disukai oleh para pelanggan seperti martabak yang saya jual ini semuanya resep bos" kata Windu berpromosi
.
Windu tidak dapat memberitahukan berapa omzet yang dia peroleh setiap malamnya. Windu hanya mengatakan semua peralatan gerobak, bahan bahan martabak dan segalanya sudah disiapkan oleh bos dan dia hanya "marketing" nya saja alias cuma jualan.

"Kalau gaji saya sih bulanan" kata Windu tanpa mau menyebutkan nominal gaji yang dia terima selama menjadi "karyawan" martabak milik bosnya itu

"Kalau saya sih urusan omzetnya berapa, berapa laku berapa saya sih kurang tau soalnya saya laporan sama Bos juga berdasarkan bahan bahan yang ada dan uangnya harus sama karena semuanya sudah dihitung dan dikalkulasikan, dan tidak mungkin menipu" kata Windu
.
Ketika ditanya apa suka dan dukanya menjadi penjual martabak, Windu menjawabnya dengan Diplomatis.  "Suka duka tentu ada namun untuk dukanya ya banyak juga ya dan yang sering memang ditipu sama pelanggan saya sendiri" kata Windu.

"ada memang salah satu Pelanggan saya itu yang langganan datang membeli martabak setiap hari di gerobak saya makanya saya percaya pelanggan saya itu datang untuk membeli martabak saya dulu bayarnya menyusul sebab dompetnya ketinggalan ya saya percaya saja soalnya pelanggan saya sudah sering begitu dan selalu dibayar belakang, dan hari itu saya juga percaya dan saya sudah kenal " kata Windu

Namun begitu martabak sudah berpindah tangan dan pelanggan itu sudah mendapatkan martabaknya dan dia pun pergi namun tidak kembali lagi dan hilang begitu saja dan tidak pernah kembali lagi untuk membayar Martabaknya.  Ternyata nasib malang tidak berhenti sampai di situ, masih berlanjut di episode yang lain

"Ada juga pelanggan saya yang saya liat dari penampilannya meyakinkan dengan mengaku baru pulang dari sebuah acara namun tidak membwa uangnya dia pesan martabak ke saya karena pesanan istrinya ya saya percaya saya namun ya nyatanya saya ditipu lagi si pelanggan sudah dapat martabaknya namun tidak kembali ke sini membayar seperti janjinya" kata Windu.

Namun bagi Windu itu semua ada hikmahnya dan kini dia sudah paham modus penipuan dari pelanggannya dan sudah siap kalau ada kejadian seperti itu lagi datang menghampirinya.   " Saya sudah tahulah sekarang" katanya. 
Namun berkali kali juga Windu masih kena tipu dari pelanggannya yang sepertinya selalu berubah taktik dan modus operandinya
|
"Pernah juga suatu ketika ada pelanggan yang membayar Martabak saya dengan uang palsu pecahan 50 ribu rupiah" kata Windu.

Pelanggan Windu ini datang ke gerobaknya memesan martabak manis yang varian rasa keju kacang seharga 24 ribu rupiah, dan pelanggannya itu memberikan uang pecahan 50 ribu 1 lembar dan pecahan 2 ribu dua lembar, dan saat itu memang sedang rampai pembeli jadi dia tidak sempat mencek keaslian uang pembayaran dari pelanggannya itu

"Baru ketauan setelah saya periksa hasil penjualan saya malam itu dengan menghitung uang yang ada kok ada 1 lembar pecahan 50 ribu beda dari biasanya warnanya agak kusam dan tidak ada kasarnya uang halus dan ternyata uang itu palsu sudah saya serahkan sama bos" kata Windu

"Saya memberi kembalian kepada orang itu 20 ribu rupiah dengan uang asli, jadi pelanggan penipu itu sudah dapat kue martabak dari saya juga uang 20 ribu asli dari kantong saya sendiri dan saya harus ganti" kata Windu

Siap Mensukseskan Asian Games 2018
Namun tidak melulu nasib apes yang Windu alami selama "karir" berjualan Martabak milik bosnya itu. 
Terkadang juga ada sukanya kata dia, misalnya saat pelanggannya memberikan kembalian lebih kepada dirinya dan dagangannya habis ludes dibeli konsumen.

"Ada pelanggan yang kembaliannya bisa 5 ribu lebih namun tidak mau diambil katanya buat saya saja karena puas dengan martabak saya ya saya ambil saja dan itu rezeki buat saya kan, juga pelanggan yang ramai memesan martaak saya sampai dagangan saya ludes sampai tidak tersisa, bahkan sampai inden segala" kata WIndu sambil tertawa

"Apalagi dengan acara Asian Games 2018 nanti ini ya kalau bisa jujurlah kalau menjadi orang Indonesia, kalau sudah membeli dagangan saya sudah mendapat barangnya ya dibayar sesuai harganya jangan pergi meninggalkan begitu saja, sebagai sesama orang Indonesia kan saya malu kalau sampai terdengar sama tamu tamu luar negeri yang berkunjung ke Indonesia ya nggak" kata WIndu yang ternyata tahu ada even besar Asian Games 2018 ini dari perangkat Gawai (gadget) miliknya.


ENERGY OF ASIA : Semangat menggaungkan Asian Games 2018 di kota Pontianak sudah menyebar ke seluruh penjuru kota dengan bertebaranya spanduk Asian Games 2018 milik kita bersama. Foto Asep Haryono
ENERGY OF ASIA : Semangat menggaungkan Asian Games 2018 di kota Pontianak sudah menyebar ke seluruh penjuru kota dengan bertebaranya spanduk Asian Games 2018 milik kita bersama. Foto Asep Haryono

SIAP MENSUKSESKAN:  TNI-POLRI Kalimantan Barat juga menyatakan dirinya sudah siap mensukseskan perhelatan Asian Games 2018  ini yang merupakan even milik bangsa Indonesia, milik kita semua  Foto Asep Haryono
.
"Saya baca dari facebook, dan juga baca baca  berita online, semua orang Indonesia harus bisa menjadi tuan rumah yang baik" kata windu


Windu juga berpesan agar semua orang harus bangga dan dukung bersama dengan adanya Asian Games 2018 ini, dan harus bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu tamu dari berbagai negara itu.

"Jika orang orang bule atau tamu tamu yang datang ke Pontianak ini sampai mendengar ada orang Indonesia tidak jujur begitu kan yang malu juga Bangsa Indonesia, yang bisa mencemarkan nama baik Indonesia selaku tuan rumah Asian Games 2018 ini, dan bangsa Indonesia bisa saja bisa dianggap orang Indonesia jahat jahat, sama warga negara sendiri saja ditipu, bagaimana dengan tamu dari negara lain" kata Windu berapi api.(Seperti yang dituturkan kepada saya).


Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog