Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map


Please sit and relax as you navigate this website

Jika Anda ingin membersihkan kulit wajah secara lebih menyeluruh, maka penggunaan face wash jadi hal yang wajib hukumnya. Karena dengan menggunakan face wash Anda bisa memiliki wajah yang sehat dan bersih setiap saat. Tapi, pastikan Anda memilih face wash yang tepat dengan kondisi kulit wajah Anda seperti yang diulas melalui artikel berikut.

Untuk Kulit Wajah Kering
Memilih face wash haruslah selektif sesuai dengan karakter wajah Anda, salah satunya apabila wajah Anda cenderung merupakan wajah yang kering. Karena, wajah yang kering membutuhkan perhatian ekstra agar kulit wajah Anda tidak menjadi semakin kering saat menggunakan face wash. Untuk itu, salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan wajah yang cenderung kering yakni dengan memilih face wash yang tepat dan dapat melembabkan wajah Anda.

Ketika Anda memiliki kulit wajah yang kering, memilih face wash yang melembabkan wajah jadi hal yang wajib hukumnya. Karena, kulit wajah yang ideal merupakan kulit wajah yang lembab dan Anda harus memperhatikan hal ini ketika sedang mencari produk face wash untuk wajah Anda. Selain itu, pastikan pula Anda memilih produk skincare aman untuk kulit wajah Anda agar tidak rusak ketika menggunakan produk tersebut.

Kulit wajah berminyak
Berlawanan dengan face wash untuk kulit kering, kulit yang berminyak justru memerlukan oil control yang mampu mengurangi kadar minyak di kulit wajah Anda. Penggunaan face wash dengan oil control sangatlah penting karena wajah yang berminyak bisa membuat wajah Anda terlihat lebih kusam.

Selain itu, kulit wajah yang berminyak juga dapat menimbulkan jerawat sehingga Anda harus mengurangi kadar minyak yang ada di wajah Anda. Oleh karena itu, apabila Anda memiliki kulit wajah yang cenderung berminyak, pilihlah produk pembersih wajah yang memiliki oil control agar dapat basmi jerawat yang ada di wajah Anda akibat kadar minyak berlebih.

Memilih face wash yang tepat untuk kulit wajah Anda jadi suatu kewajiban. Karena, untuk memiliki kulit wajah yang bersih dan sehat, Anda perlu membersihkan wajah dengan menggunakan face wash yang sesuai dengan karakter kulit wajah Anda. Semoga bermanfaat.

Kubu Raya. Sedikitnya 60 anak-anak yang menempuh pendidikan di Taman Kanak-Kanak (TK) Angkasa Lanud Supadio menyambangi Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XII Pontianak, Rabu (12/12).

Kedatangan anak-anak TK Angkasa didampingi Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Supadio Ny. Wanty Minggit Tribowo beserta para pengurus, para guru dan orang tua. Setibanya di Mako Lantamal XII Pontianak yang beralamat di Jl. Kom. Yos Sudarso No. 1 Pontianak, mereka disambut Kapten (Mar) Abdul Salim mewakili pejabat Lantamal XII Pontianak.

Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Supadio mengatakan kunjungan belajar ke KRI TNI Angkatan Laut merupakan salah satu program pendidikan yang digagas langsung Yasarini, dengan tujuan untuk memperkenalkan sekaligus menanamkan rasa cinta anak-anak terhadap dunia kelautan khususnya kekuatan TNI Angkatan Laut.

Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio


Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio

Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio


TK Angkasa merupakan sekolah yang bernaung di bawah Yasarini Cabang Lanud Supadio dan keberadaannya di kawasan Pangkalan TNI AU Supadio, dimana mereka sudah tidak asing lagi dengan dunia kedirgantaraan karena sering melaksanakan kunjungan ke Skadron Udara 1 yang mempunyai alutsista pesawat Hawk 100/200 dan Skadron Udara 51 dengan alutsistanya pesawat tanpa awak.

“Untuk menambah pengetahuan dan wawasan dibidang lain seperti bidang kebaharian maka kami selaku Pengurus Yasarini Cabang Lanud Supadio berinisiatif membawa anak-anak TK Angkasa untuk mengunjungi Mako Lantamal XII Pontianak yang mempunyai alutsista Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) kebanggaan Indonesia,” jelas Ny. Minggit Tribowo.

Dengan adanya kunjungan seperti ini, lanjut Ketua Yasarini Cabang Lanud Supadio, tentunya mereka akan senang dan gembira serta menambah wawasan tentang kebaharian terutama mengenal lebih dekat dengan kapal perang yang jarang mereka lihat.

Kapten (Mar) Abdul Salim mengucapkan terima kasih kepada Ketua Yasarini Lanud Supadio yang telah membawa anak-anak TK Angkasa berkunjung ke Mako Lantamal XII Pontianak.

“Kami senang sekali mendapat kunjungan dari anak-anak TK Angkasa Lanud Supadio, dengan adanya kunjungan ini diharapkan kedepan anak-anak ini akan mencintai dunia kebaharian sehingga dapat meneruskan dan mewujudkan Negara Indonesia menjadi poros maritim dunia,” jelas Kapten (Mar) Abdul Salim.

Ia menambahkan keberadaan kapal perang merupakan simbol eksistensi TNI AL dan ini menjadi salah satu tujuan wisata edukasi bagi anak-anak sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas.

Di Mako Lantamal XII Pontianak, anak-anak TK Angkasa berkesempatan menaiki KRI Siribua 859. Kapal ini salah satu kapal patroli yang dipunyai Lantamal XII Pontianak dan dapat menampung 30 orang. KRI buatan Australia tahun 1960 ini dilengkapi beberapa persenjataan yang modern. 
(Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio)

Bagian Pertama Dari Dua tulisan
Dalam Rangka Peringatan Ulang Tahun Pernikahan ke 13 tahun 
11 Desember 2005 - 11 Desember 2018 

Catatan Asep Haryono 


Tulisan ini sebenarnya sudah lama selesai beberapa hari sebelumnya, dan diturunkan dalam dua episod yang pertama dan yang kedua Insya Allah pada keesokan harinya. Tulisan atau yang lebih tepatnya cerita ngalor ngidul nda karu karuan akhirnya bisa diposting tepat pada hari ini 11 Desember 2018 sekaligus sebagai milad atau dalam rangka Peringatan Hari Jadi Pernikahan kami yang ke 13 tahun.  Bagi yang sudah pernah membaca silahkan dilewatkan saja karena artikel ini memang sudah saya berikan 'bocorannya'  atau previewnya walau hanya beberapa jam.


Asep Haryono - Rudi Maryati.  11 Desember 2008. Kulon Progo. Jogjakarta. Foto dokumen pribadi
Asep Haryono - Rudi Maryati.  11 Desember 2008. Kulon Progo. Jogjakarta. Foto dokumen pribadi

Abstraksi dari tulisan ini adalah cerita saat saya bertemu untuk pertama kalinya dengan si dia hanya dalam waktu singkat, lalu ta aruf antara dua keluarga (Kami tidak pake pacaran-red), proses melamar sekaligus ijab qabul beserta pernak pernik pasca pernikahannya. Koordinasi jarak jauh Bekasi - Jakarta- Pontianak (Kalimantan Barat) dan Jogjakarta (Jawa Tengah) turut mewarnai tulisan ini yang kata oranglong distance relationship. Itu saja kira kira abstraksi atau ringkasan tulisan saya kali ini. Selamat menyimak hieieiheie, Mohon mangap eh maaf kalau panjangggggggggggg kaya kereta api tut tut tuttttttttttttttttttttt.

Mungkin bisa dikatakan tulisan saya kali ini amat kental dengan mengandung unsur narsis tapi tidak apa apa ya, setidaknya tulisan ini berisi catatan saya pribadi terhadap Istri saya sebagai wanita pendamping hidup saya yang saat saya menulis postingan blog ini hari ini Ahad (28 Juni 2009) sudah setia mendampingi saya selama 7 (tujuh tahun). Adakah yang menarik dari sosok Rudi Maryati.S.Pd baik sebagai istri, seorang ibu, seorang guru, seorang penulis, maupun sebagai seorang sahabat bagi saya?. Semoga tulisan ini bermanfaat buat kita semua. 

Kilas Balik awal Pertemuan 

Berawal dari postingan di website Kang Guru Indonesia dan Pontianak Post tersebutlah sebuah nama user dengan ID rudymary yang sering membalas postingan saya di forum kedua website itu. Singkat cerita pada suatu ketika pada tahun sekitar 2003 kalaw tidak salah, si pemilik user name ini menuliskan pertanyaan (atau tanggapan) dalam website Pontianak Post dan juga di website KangGuru Indonesia. 

Yah mirip mirip banged sama sahut sahutan ala Koor lagunya Bohemian Rhapsody nya Queen. Juga mirip sama forum milisnya anggota KPK gitulah panjang nda karu karuan kayak Pasar hiehiehiee.   Dari forum itulah saya banyak menanggapi kotak komen di bawah user name rudymary ini. 

Sebenarnya saya sering menanggapi postingan pertanyaan dari siapa saja yang mengisi guest bookwebsite yang saya gawangi, KangGuru Indonesia . Nah mungkin secara kebetulan tanggapan saya terhadap beberapa visitor website mendapat tanggapan balasan dalam bentuk e-mail ke alamat email pribadi saya yang memang amat mudah ditemui dalam website itu. Salah satu yang membalas tanggapan saya tersebut adalah ID rudymary itu tadi, dan saya hanya menanggapi dengan standar ucapan terima kasih atas kunjungannya pada website perusahaan kami dan lain sebagainya.  Jawaban normatif gitu deh. Eala bahasanya hiheiheiheieee

Ketemu Darat

Mungkin sudah diatur oleh ALLAH SWT barangkali ya, masih di tahun sekitar 2003 , pada suatu ketika si pemilik user name Rudymary ini mengirim email kembali kepada saya dan mengatakan secara singkat profil dirinya bahwa ia bernama asli Rudi Maryati adalah seorang Mahasiswi IKIP PGRI semarang (Jawa Tengah) yang sedang menyiapkan judul skripsi.

Dan si mahasiswi ini kebetulan akan menghadiri sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura di Pontianak.  Dia datang dengan rekannya Setyowati yang juga berasal dari kampus yang sama. 

Dia mengabarkan. Ini artinya bisa ketemuan darat donk ya sama saya. Dia katakan dalam e-mailnya semoga bisa jumpa dengan saya di sela sela jam Istirahat di seminar FISIP Untan yang diselenggarakan di lantai III Gedung Rektorat Untan tersebut.  Nah Kopdar nih yeeeeee

Hari itu (Saya lupa tanggalnya dan harinya taunya cuma taon 2003 aja-red ) setelah masuk jam istirahat siang, saya langsung berangkat dari Gedung Pontianak Post menuju rektorat Untan Lantai III yang sedang berlangsung seminar FISIP UNTAN itu. Saat itu sedang break makan siang. 

Saya menghampiri seorang panitia seminar dan langsung bertanya kepada panitia seminar itu, adakah peserta seminar dari Jawa dari kampus IKIP PGRI Semarang yang bernama Rudi Maryati . Dan singkat kata akhirnya ketemu darat jugalah saya dengan pemilik username rudymary ini.  Hiheiee Kopdar mamennnnnnn. Hiheiheiheieie.

Sebelum ketemuan langsung dengan si pemilik user Id rudymary ini saya tidak tahu apa apa mengenai wajah, tinggi badan dan lain sebagainya. Saya blank sama sekali. Selama kontak kontakan via email saya dan dia pun tidak berkirim foto sama sekali. Semuanya masih normatif saja, dataar tanpa makna.  

Setelah menunggu beberapa menit keluarlah sosoknya. Mahasiswi berjaket IKIP PGRI Semarang, berkerudung dan berkaca mata menghampiri saya di sela sela makan siang Seminar tersebut. Saya pun berhasil melihatnya secara langsung. Sang Mahasiswi mengenakan jilbab dan biasa disebut akhwat. Tinggi badan sekitar 163 cm lebih tinggi 5 cm dari tinggi saya yang "cuma" 158 cm ini. Pendek banged saya yah. Hiehiheiee

Saya katakan hanya ucapan terima kasih sudah mengisi guestbook website kami, dan saya memberikannya sebuah koran edisi hari itu kepadanya sebagai ungkapan ucapan terima kasih. Menurut saya pertemuan itu singkat saja tidak lebih dari 1 jam. Kami pun saling bertukar alamat email dan Nomor Telepon.

Komunikasi Jarak Jauh
Pasca pertemuan darat itu tadi, komunikasi kami berdua hanya praktis tinggal Short Message Service(SMS), Telepon , Surat menyurat POS (Korespondensi), dan Email saja antara Pontianak (Kalimantan Barat) dengan Semarang (Jawa Tengah).  Kenapa Semarang? ya karena sang Mahasiswi yang bernama Rudi Maryati (kemudian disapa dengan nama kecil Mba Uut-red) ini masih berstatus sebagai Mahasiswi IKIP PGRI Semarang yang sedang menyusun Skripsi. Dia orang Jogjakarta actually namun kuliah dan kos di Semarang (Jawa Tengah).  Dari komunikasi jarak jauh inilah akhirnya saya tahu kalaw si mahasiswi ini adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara yang aseli orang Jogjakarta.

Si mahasiswi ini orang Jogja yang kebetulan mengambil kuliah di IKIP PGRI Semarang dan Jurusan yang dia ambil FPBS Bahasa Inggris . Ayah dan Ibunya hanyalah petani biasa yang tinggal di Desa Nanggulan, kecamatan Kulon Progo, 1 jam dari kota Jogjakarta.  Dari komunikasi surat menyurat juga tidak menyiratkan apa apa, dan semuanya berjalan datar saja layaknya seorang sahabat dengan rekan sahabat penanya yang berasal dari kota lain. Setiap surat yang dia kirim selalu dialamatkan ke rumah kos saya waktu itu di Jalan Sekadau Komplek No.P.50. Untan Pontianak.

Hingga pada suatu ketika setelah pulang kantor dan sesampainya saya di rumah kos (saat itu mungkin saya shift malam), saya mendapati sepucuk surat dari Rudi Maryati, sang Mahasiswi Akhwat itu. Setelah membaca isi surat dia itu jantung saya berdegup kencang dan seolah tidak percaya. Apa sih isi suratnya?. Hihieieie.  Aseli isi suratnya membuat degup jantunhg saya berdetak lebih cepat dari normalnya. Terasa agak sesak di dada. Hiehiehiee bahasanya euiiiiiiiiiiiii.  LebaY Dot Kommmmmmmmm.

Ya dalam suratnya itu dia mengatakan ingin "berjuang" bersama sama dan memberanikan diri untuk mengajak saya menikah. Ya sang Mahasiswi yang Akhwat yang bernama Rudi Maryati ini menawarkan dirinya untuk dinikahi. Sungguh suatu keberanian yang luar biasa. Saya aja kaget.   Dan ternyata sang Mahasiswi sudah berdiskusi dengan rekan rekan sesama akhwat di forum Kajian ke ISlaman kampusnya di IKIP PGRI Semarang.  Wah satu langkah saya merasa tertinggal dari komunitas keIslamannya sang Mahasiswi IKIP PGRI Semarang, Jawa Tengah ini. 

Jadi dengan kata lain surat surat saya buat dia menjadi bahan diskusi dia di forum Akhwat di kajian Islam Kampusnya di IKIP PGRI Semarang, Jawa Tengah. Huaaaa.   Rekan rekan dia di forum Akhwat Kajian ke Islaman IKIP PGRI Semarang ini "melihat" saya sebagai pria yang yang bersungguh sungguh, dan mereka yakin bahwa saya adalah pilihan yang baik untuk sang mahasiswi. Dia mendapat dukunag moril dari forum Akhwat Keislaman IKIP PGRI Semarang.  Sang Mahasiswi, sebut saja mba Uut ini,  juga mengatakaan tidak mau apa yang disebutnya dengan Pacaran seperti anak muda sekarang. Singkat kata  sang Mahasiswi Akhwat ini, Uut, "menantang" saya untuk datang ke Jogjakarta (Jawa Tengah) untuk bertemu dengan kedua orang tuanya untuk membicarakan masalah ini. Huaaaaaaaaaaa

Quote:
Pernikahan itu indah jika Akhwat menawarkan diri
. Dimulakan dengan bismillah...Ketika umur menanjak dewasa dan masa expired seorang akhwat mulai bergerak menuju pengurangan masa daya produktifitas...pernahkah tersadarkan oleh para ikhwan semua???

Disaat para ikhwan takut untuk di tolak... hanya karena belum belum punya pendapatan di atas rata2...tapi ternyata di sisi lain...saudara antum begitu takut dan bahkan sangat takut...masa itu...akan terus berjalan...hingga umur.....membuat penurunan daya produktifitasnya. 

Ketika seorang akhwat menawarkan dirinya kepada seorang ikhwan dengan ahsan tanpa merendahkan martabatnya agar ikhwan itu mau menikahinya, tapi di sisi lain tanggapan ikhwan terkadang memandang akhwat itu dengan tanggapan yang aneh...???

Kami ingin....melamarmu para ikhwan disaat dirimu takut melamar kami hanya karena kurang percaya diri antum. Yang bisa jadi kurangnya rasa percaya diri antum itu hanya ketakutan antum semata.... Budaya...yang sudah dari dulu terpatri dalam benak qta....bahwasanya akhwat selalu menunggu untuk dilamar dan ikhwan melamar seorang akhwat.... Tapi salahkah ketika seorang akhwat memberanikan diri untuk menawarkan dirinya kepada seseorang yang dia rasa pantas untuk mendampinginya untuk meniti jalan menuju surgaNYA. Sumber Balqis


Pertemuan Keluarga Ta aruf
Saya minta izin kepada orang tua saya  di Bekasi via telepon. Saya minta izin orang tua saya   untuk mampir ke rumah orang tua Uut di Jogjakarta (Jawa Tengah) terlebih dahulu sebelum pulang ke Bekasi.  . Sebelumnya juga ortu saya sudah saya kabarkan mengenai dirinya lewat surat, jadi kedua orang tua saya sudah tahu sebelumnya. Orang tua mengizinkan, dan saya langsung berangkat dengan menumpang pesawat rute langsung dari Pontianak ke Jogjakarta.  Pesawatnya Batavia kelas Ekonomi. Kelas fave saya hiehiehiheiee.  Untuk Batavia memang ada rute langsung dari Pontianak ke Jogjakarta. Saya belum pernah ke Jogjakarta sebelumnya, jadi blank sekali sama eh sama sekali 

Atas bantuan rekan ceting MIRC saya Mas Sugeng, Mas Bram di Jogjakarta. Jaman taon 2003 itu masih gencar gencarnya ceting pake MIRC Dalnet.  Nah masih ingat kan? Dulu Yahoo Messenger, Twitter masih belum dikenal. Saya minta bantuan Ma Sugeng dan mas Bram untuk jemput saya di Bandara Adisucipto Jogjakarta karena saya blank kota Jogjakarta.  Mereka pun senang senang saja. Hiehiehie inilah manfaatnya punya teman Ceting dari Jogjakarta, jadi pas banged saya mau ke Jogjakarta, eh sudah ada teman dari kota itu. Jadi mereka bisa bantuin saya, jadi guide in sayah hiheiheieee

Ternyata Mas Sugeng dan Mas Bram kawan ceting MIRC saya ini punya komunitas kaya KPK.  Hhiehieie. Komunitas mereka namanya Angkringan. Wow gitu deh.   Nah anak anak Angkringan siap jadi Guide buat saya juga selama di Kota Jogjakarta.  Tentu saja free alias Gratis tis tisssssssss.  Sebagai pemburu gratisan bersertifikat, ajakan ini tentu saja disambut dengan gegap gempita, koprol sambil salto. Hiehiheihee. Senanglah dibantuin Guide free selama kunjungan saya ke Jogjakarta waktu itu

Selain itu rekan kampus saya dari Pontianak yang bernama Sumargono atau disapa akrab Mas Gono, adalah alumni Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak Mas Gono ini ternyata orang Kulon Progo, satu kampung dengan Uut, sang Mahasiswi.  hihiehieiee Pucuk di cinta Bubur pun Tiba. Mas Gono yang sudah balik kampung ke Kulon Progo juga sudah dikontak.  Wahahahah yang jadi GUIDE buat saya selama di Jogjakarta buanyak cekaleeeeee. Hiehehie Sip markosip lah.

Saya merasa tidak sendirian di kota gudeg itu. Maklum belum pernah sama sekali ke Jogjakarta, seumur hidup saya. Selama saya di kota Jogjakarta, saya banyak dibantu mereka untuk mempertemukan saya dengan kedua orang tua si Uut, sang mahasiswi ini, dan akhirnya saya bertemu dengan kedua orang tuanya, didampingi oleh Mas Gono yang bertindak sebagai penterjemah Bahasa Jawa ke bahasa Indonesia.  Saat saya silaturhmi di rumah orang tua sang mahasiswi, Uut, semuanya full pake Bahasa Jawa yang saya tidak tau sekali sama eh sama sekali.  

"Oh pake Bahasa Nasional ya" kata Pak Ponidjo, ayahanda sang mahasiswi.  Saya pun dibantu diterjemahkan dari Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia sebaliknya oleh Mas Gono.   Pertemuan yang singkat saja, dan tidak ada Deal apa pun dengan kedua orang tua mahasiswi itu tadi. Singkat cerita akhirnya saya ke Bandara Adisucipto dan meneruskan kembali pulang ke rumah orang tua saya di Bekasi. 


BOROBUDUR : Inilah pertama kali saya melihat candi Borobudur 2004 dianter dengan mas Gono boncengan naek motor. Koleksi pribadi


MAS BRAM : Lihat cowok yang di sebelah paling kiri. Itulah Mas Sugeng. Foto diambil di dekat kosan mas Sugeng di Jogjakarta. Dok Pribadi. Nah di depan kami kami itulah Nasi Kucing atau Sego Kucing yang luar biasa enyak enyak enyaaaaaaaaak


Catatan Lain
Oh ya ada yang lupa, sebelum saya kembali pulang ke Bekasi, Saat saya berada di kota Jogjakarta itulah, saya didampingi juga oleh Mas Sugeng, Mba Mira, Mas Bram, Mas Sigit (komunitas Angkringan yang sudah janjian sebelumnya saat saya masih di Pontianak).  Kami keliling kota Jogjakarta dengan kendaraan roda dua. Sunggu suatu pengalaman yang luar biasa serunya berkeliling di kotanya Katon Bagaskara itu. JJS Ke Kraton Jogjakarta, ke Tugu, Wisata Kuliner di Pasar Bering Harjo, belanja Dagadu di Malioboro, nyeruput ronde dan foto foto wih seru bangeds. Asyik deh.

Pokoknya Kota Jogjakarta yang sering disebut Never ending City memang benar adanya. Tak lama kemudian, saya pun kembali ke Bekasi, ke tempat orang tua saya.  Dan saya ceritakan perjalanan saya silaturahmi saja ke keluarga sang Mahasiswi, Rudi Maryati atau Uut itu selama di Jogjakarta. Orang tua saya menanggapi "pertemuan" saya dengan keluarga Uut biasa biasa saja. Karena memang tidak ada deal apa apa.  



Secara kebetulan sekali, Pak Ponijo (Ayah kandung si mahasiswi) ini juga Menyusul saya ke Bekasi dengan menggunakan kereta Api. Beliau ke Bekasi bukan untuk nyamperin saya, atau istilahnya Kunjungan Balasan ala Blogwalking,. Oh bukan sama sekali.   Ayahanda Uut ini ke Bekasi karena salah satu anaknya yang lain Suripto juga bertempat tinggal di Bekasi. Mas Surioto ini ternyata Kakak Kandung sang mahasiswi dan tinggal juga di Bekasi. Mas Ripto, sapaan akrabnya, sudah berkeluarga. 

Nah dari sinilah awal pertemuan kedua keluarga kami untuk saling ta aruf.  Pak Ponijo tertarik ingin bertemu dengan orang tua saya mumpung masih berada di kota Bekasi. Satu kota yang sama dengan orang tua saya yang berlokasi di Jakasampurna Bekasi Barat. Akhirnya dengan menggunakan TAXI, saya bawa kedua orang tua saya untuk menyambangi kediaman mas Suripto di Bekasi dimana sudah menunggu Pak Ponijo, ayah kandung sang Mahasiswi itu tadi. Cieeeeeeee ketemuan kedua orang tua nih yeeeeeeee

Nah dari sinilah awal pertemuan kedua keluarga kami untuk saling ta aruf. Singkatnya, akhirnya bertemu jugalah kedua orang tua kami, dan bahkan sang Mahasiswi pun diminta datang dari Semarang ke Bekasi, ke rumah kakaknya Mas Suripto sekeluarga yang juga di Bekasi. Jadilah pertemuan keluarga kami untuk saling ta aruf dan memperkenalkan kedua anak kami masing masing. Dari sinilah akhirnya jatuh keputusan untuk segera menikahkan kami dengan waktu yang kami tentukan sendiri. Begitulah jalan cerita pertemuan ta aruf ini.

Komunikasi Jarak Jauh
Setelah pertemuan Ta aruf itu tadi, kedua orang tua kami menyerahkan sepenuhnya kepada kami berdua kapan dan dimana kami segera menikah. Semua komunikasi kami berdua dilakukan dengan jarak jauh.(Long distance)  Saya pun kembali pulang ke Pontianak (Saat itu saya sudah bekerja di Harian Pontianak Post), dan sang Mahasiswi pun kembali ke Semarang, karena masih Kuliahm dan bahkan sedang nyusun Bubur eh salah nyusun Skripsi di IKIP PGRI Semarang.

Ini Artinya komunikasi hanya melalui Telepon, SMS, dan Surat Menyurat antara Pontianak dan Semarang. Banyak suka dan duka komunikasi jarak jauh antara saya dan dia yang tidak akan saya tulis di sini. Insya Allah di bagian lain aja ya. Komunikasi jarak jauh kami ini hanya berlangsung 1 (satu) tahun setelah pertemuan ta aruf keluarga kami.

Akhirnya kami "sepakat" mengurus segala sesuatunya untuk mengadakan pernikahan langsung di kota Jogjakarta. Repotnya mengurus ini dan itu bagi kami berdua yang sama sama sibuk luar biasa. Si dia yang masih menyandang status mahasiswi IKIP PGRI Semarang (Jawa Tengah), dan saya sebagai karyawan sebuah perusahaan di Pontianak. Bayangkan saja, saya di Pontianak (Kalimantan Barat), Orang tua saya di Bekasi, Orang tua dia di Jogjakarta, sedangkan dia sendiri di Semarang (Jawa Tengah). Bisakah kalian menghandle menyiapkan pernikahan melalui komunikasi jarak jauh di 4 (empat) kota yang berbeda tersebut?. Wallahu Alam, dan ternyata kami bisa mengaturnya. Tentu dengan banyak sekali hambatan, kendala, dan masalah pelik diantara kami masing masing.

Lalu bagaimana suka dukanya melakukan komunikasi jarak jauh tersebut?. Bagaimana mungkin melakukan koordinasi untuk mengadakan walimatul ursy sedangkan kami berada di 4 lokasi kota yang berbeda?. Jadikah kami menikah?. Bagaimana teknis seserahan dan lain sebagainya sedangkan kami berada di 4 kota yang berbeda?. bagaimana tips tips mengatur/menyiapkan pernikahan ini? Penasaran Bagaimana kelanjutannya cerita kami ini?.

Simak bagian ke 2 - Love Of My Life Part Two  ini ya.

Bagian Kedua Tulisan - Habis 
Dalam Rangka Peringatan Ulang Tahun Pernikahan ke 13 tahun 
11 Desember 2005 - 11 Desember 2018 
Catatan Asep Haryono 


Bagi rekan blogger dan pengunjung blog saya membaca posting ini sebaiknya membaca dahulu tulisan saya sebelumnya yang berisi dan berjudul Love of My life Part One sehingga bisa dengan mudah mengikuti jalan cerita ini. Saya akan sangat berterima kasih jika rekan rekan sudi kiranya membaca postingan saya sebelumnya itu sehinggan akan "nyambung dengan cerita ini. 

Pertanyaan bagian kemarin yang belum saya bahas di sini adalah : Lalu bagaimana suka dukanya melakukan komunikasi jarak jauh tersebut?. Bagaimana mungkin melakukan koordinasi untuk mengadakan walimatul ursysedangkan kami berada di 4 lokasi kota yang berbeda?. Jadikah kami menikah?. Bagaimana teknis seserahan dan lain sebagainya sedangkan kami berada di 4 kota yang berbeda?.  Puyeng kan hheiheiie. Saya aja oyeng 11 Keliling waktu itu. Jadi sudah tidak diangka 7 lagi.

Bagaimana tips tips mengatur/menyiapkan pernikahan ini? Berikut adalah bahasannya. Bagian ini habis dari dua tulisan bersambung saya. Selamat membaca. Semoga tulisan ini bermanfaat yang bagi mereka yang saat ini sedang menjalin komunikasi jarak jauh (Long Distance Relationship) dan bagi mereka yang sedang merencanakan ingin segera menikah. Tulisan ini sudah disingkat tanpa mengurangi makna dan substansi ceritanya. Halah Lebayyyyyyyyyyyyyy hiheiheiee 



Komunikasi Jarak Jauh 
Banyak suka duka yang saya dan calon istri saya waktu itu yang harus kami lalui dalam membina 'hubungan jarak jauh' dengan hanya mengandalkan komunikasi melalui SMS, telepon, email dan juga surat menyurat. Dengan letak geografis kami berdua yang jauhnya bermil mil, saya berada di Kota Pontianak (Kalimantan Barat), dan calon istri waktu itu berada masih Kuliah di Kota Semarang (Jawa Tengah) dan masih sibuk sibuknya menyusun panci eh salah skripsi. 

Orang tua saya berada di Bekasi, sedangkan orang tua si dia berada di kota Jogjakarta (Jawa Tengah).Komunikasi kami selalu berkaitan juga dengan "koordinasi" kami berdua dengan orang tua masing masing. Jadilah komunikasi kami melintasi antar pulau atau lintas Pulau yang kalau digambarkan dalam diagram seperti ini  Jakarta, Pontianak, Semarang dan Jogjakarta. Begitu seterusnya bersliweran kesana kemari. 

Satu hal yang penting untuk diperhatikan di sini adalah antara saya dan Calon istri sudah ada kemauan dan tekadyang kuat untuk melangsungkan pernikahan di kota Jogjakarta. Nah Tekad dan Kuat inilah sudah dibahas bablas angine sama Mba Covalimawati.  Dan dari artikel mba Covalimawati  itulah kata kutipannya sangat kena bangeds dengan "ruh" tulisan ini, dan saya jadikan quote yang penting bagi saya.  Artikel mba Cova yang berisi dan berjudul "Seberapa Kuat Tekadmu?" luar biasa bagi saya.  Saya berterima kasih untuk itu, dan secara kebetulan saja artikel ini juga didedikasikan buat Mba Cova atas tulisan beliau.

Ini harus dicamkan dahulu dan terpenting sebelum melangkah berkomunikasi lebih intens lagi. Kesepakatan ini harus dipegang teguh dan harus memiliki kemauan yang kuat dari kami berdua. Itu syaratnya agar hubungan atau komunikasi jarak jauh bisa berlangsung dengan aman dan lancar..

Kebanyakan pasangan yang melakoni komunikasi jarak jauh runtuh di tengah jalan karena tidak ada komitmen ,keteguhan juga Tekad dan Niat yang kokoh dalam memegang kesepakatan bersama. Kemudian kami sudah menetapkan 'hari' dan tanggal pernikahan kami yakni di Kulon Progo pada tanggal 11 Desember 2005.

Dipilihnya tanggal tersebut atas diskusi keluarga calon istri dan kedua orang tuanya dengan dasar bahwa tanggal tersebut ditetapkan tanpa ada cerita ini itu yang biasa membumbui dalam setiap penetapan tanggal pernikahan dalam adat Jawa. Kami berprinsip semua hari adalah baik, walau ada sebagian keyakinan bagi masyarakat Jawa akan hari hari tertentu yang baik.

Suka Duka komunikasi jarak jauh banyak yang telah kami alami. Salah satunya adalah komunikasi dalam SMS Handphone. Kenapa sampai SMS dibawa bawa?. Keliatannya seperti remeh saja ya komunikasi SMS namun jangan dikira hal yang satu ini pernah membuat kami bersitegang hanya karena tidak sabar menunggu jawaban SMS dari pasangan.

Mungkin bisa saja SMS tidak sampai karena komunikasi jaringan yang dodol atau error dijaringan Halo atau Telkomselnya sehingga SMS yang dikirim tidak pernah sampai atau tidak pernah terkirim. Halah saya nyebut merek eui iheiheiieeihiee.   Kalian harus punya kesabaran dan toleransi yang tinggi jika ingin langgeng melakukan komunikasi jarak jauh apalagi yang sedang merencanakan pernikahan seperti kami waktu itu.

Bagaimana merencanakan pernikahan sedangkan kami berada di kota dan Pulau yang berbeda?
Setelah kami berdua menetapkan tanggal 11 Desember 2005 sebagai tanggal walimatul ursy (resepsi pernikahan) kami di Kulon Progo, kendala lain segera bermunculan satu persatu yang harus kami hadapi berdua. Satu persoalan selesai, muncul lagi 2 (dua) permasalahan baru. Apakah dua permasalahan itu?.

Pertama Calon istri menghadapi kendala untuk pindah dan menetap ikut suami jika sudah menikah pergi ke Pontianak, Kalimantan Barat. Saat itu sang calon istri harus bersabar memberi pengertian kepada ibu kandungnya yang berada di Kulon Progo yang saat itu tidak 'rela' anak gadis satu satunya dibawa ke pulau Kalimantan Barat jauh dari kampung halamannya.

Saat itu saya masih di Pontiana (Kalimantan Barat) dan sang calon istri masih kuliah di IKIP PGRI Semarang (Jawa Tengah). Orang tua calon istri berada di Jogjakarta, dan orang tua saya berada di Bekasi

Kedua. Kendala lainnya adalah kekisruhan manajemen di TK Islam Bias di Kota Semarang tempat sang istri mengajar dan juga carut marut manajemen di organsiasi tempat calon istri meenimba ilmu di IKIP PGRI Semarang.  Manajemen TK Islam Bias tempat mengajar sang calon istri saat itu tidak "rela"  kalaw salah satu stafnya berhenti mengajar karena pertimbangan murid murid dan kelangsungan pendidikan anak anak di sekolah itu. Namun Alhamdulillah sekali lagi kendala kendala itu berhasil di atasi oleh sang calon istri.

Sedangkan persoalan yang muncul dari pihak saya adalah menyangkut soal Finansial atau keuangan. Dari mana saya mendapatkan uang untuk membiayai pernikahan di Jogjakarta?. Terlintas di kepala saya betapa biaya yang sangat besar yang mungkin terjadi sehubungan dengan rencana pernikahan saya itu. 

Uang ditabungan saya hanya cukup untuk membiayai hidup saya sehari hari. Mau tidak mau saya harus mencaripinjaman ke sana kemari untuk menutupi kekurangan biaya pernikahan. Saya gadaikan BPKB Motor SupraFIT 2004 saya kepada FIF dan saya berhasil mendapatkan kredit sebesar Rp.6.000.000,- (Enam Juta Rupiah), dan dari Pinjaman Kantor tempat saya bekerja juga sekitar kisaran angka itu. Dana ecek ecek inilah yang gunakan buat modal menikah.  


Jadikah Kami Menikah?Lazimnya orang yang akan melangsungkan pernikahan biasanya kan sang calon mempelai pria menyerahkan uang dan seserahan berupa barang kepada calon mempelai wanitanya bukan. Nah ini juga berlaku buat saya. Hanya saja kendalanya (kendala lagi khan) saya berada di Pontianak (Kalimantan Barat) dan sang calon istri berada di kota Semarang (Jawa Tengah). Apakah saya harus menggotong gotong seserahan barang barang itu dari Pontianak - Bekasi - Semarang - lalu ke Jogkakarta?. Bagaimana caranya agar saya tidak merepot membawa barang barang itu di hari pernikahan kami kelak pada tanggal 11 Desember 2005?
Catatan : Kami sepakat acara Akad Nikah dan sekaligus resepsi Pernikahan (Walimatul Ursy) dilakukan dalam 1 paket satu hari selesai hari itu 11 Desember 2005. Kedua keluarga sudah juga menyetujui demi efisiensi waktu dan biaya. Jadualnya adalah pagi acara ijab kobul dan siangnya langsung diadakan resepsi. Ini harus disepakati dulu ya jika kalian ingin mengikuti jejak kami. Cieeee. LebayyyyyyyyyyyyyyyyyyYYYYy. Hidup KPK. HIheihiehiee
Dan jalan keluar terbaik berhasil dipecahkan : Untuk barang seserahan yang terdiri dari berbagai paket seperi kosmetika wanita , baju dan pakaian daleman (ehm ehm), dan perhiasan disiapkan oleh sang Calon Istri dibantu rekan rekan akhwat sang Istri di Semarang (Jawa Tengah). Mereka akan membawa dahulu barang barang itu ke tempat lokasi pernikahan kami di Jogjakarta. Saya hanya mengirim uang untuk disesuaikan dengan keperluan itu. Mudah bukan?.

Untuk urusan barang seserahan yang menyangkut "perangkat lunak" seperti underwear dan lain lain (seyem nyebutin) saya serahkan kepada calon istri dan kawan kawan Akhwatnya. Saya tidak mendampingi untuk urusan barang ini secara saya risih. HIheiheiee. Ini aseli saya malu untuk milih milih barang "ajaib" yang biasa dipake di bagian dalam tubuh. Ini aseli malu dan nda perlu narik narik celana lagi hiehiehiehiee. Semua teknis atur mengatur ini dilakukan secara jarak jauh via SMS , telepon, email dan Surat.  Jarak jauh Pontianak - Semarang.

Detik detik menjelang keberangkatan saya dari Pontianak untuk ke Bekasi untuk membawa rombongan orang tua saya ke Jogjakarta, saya , malam itu dikamar kos, saya sempat mengirimkan SMS bernada basa basi atau intermezo aja kepada sang calon Istri. Yang kira kira isi SMS saya adalah "Maukah kau menikah dengan ku?".(Will you marry me?)  Tidak begitu lama saya menunggu jawaban SMS dari sang calon istri, munculah SMS balasan dari dia yang isinya kira kira :

Jika dia beriman kepada Allah, sanggup membimbing diriku kepada NYA, dicondongkan hatiku oleh NYA kepada dirinya, maka tidak ada keraguan dalam dirku untuk menolak

Sampai sekarang SMS itu masih saya simpan dengan baik dan sebagai kenang kenangan dari si dia.  Namun karena terlalu lama akhir SMS tersebut kena delet tidak sengaja. Namun isi kalimat dalam SMS nya sudah dicatat dan dipindahkan dalam buku. Jadilah sms jawaban dari si calon istri ini bisa dipublish dengan baik.  Ini jawaban SMS canda candaan saja dari calon istri hiehiehiehiee.  Walau cuma sms candaan saja, namun konten SMS nya penuh makna

11 Desember 2005 Walimatul Ursy
Akhirnya dengan segala perjuangan dan komitmen kuat yang dibangun bersama akhirnya tibalah saat yang sangat mendebarkan dan menjadi tolok ukur hidup kami seterusnya. Kami sepakat untuk melaksanakan sunah Rasullah SAW untuk menikah. Hari itu tibalah saatnya yang sangat kami nantikan, Ahad, 11 Desember 2005 kami melangsungkan pernikahan di kota Jogjakarta. Berikut adalah foto foto yang berhasil saya sertakan dalam tulisan ini. Foto lebih "bercerita" bukan? Bukannnnnnnnnnnnn


IJAB KABUL suasana setelah berhasilnya pengucapan ijob Kobul dengan satu kali ucapan saja. Setelah dilakukan ijab kabul, penanda tanganan buku nikah simbolis. Foto dokumen Asep Haryono



SESERAHAN : Suasana Seserahan kepada pihak mempelai wanita yang diwakili oleh keluarga kami yang berada di Jogjakarta



MENIKAH11 Desember 2005 Asep Haryono-Rudi Maryati. Jogjakarta, Jawa Tengah.

Saya langsung berangkat dari Pontianak (Kalbar) langsung menuju Bekasi , ke tempat kedua orang tua saya. Saya, kedua orang tua, dan 2 orang saudara (suami istri, Le yat dan Ngatemi. Nah Ngatemi ini adik kandung ibu saya). Dengan menumpang naek Kereta Api Aggro Anggrek berangkat dari Gambir Jakarta langsung menuju kota Jogjkarta. Sedangkan calon istri beserta rekan rekan akhwat yang mengantarnya langsung berangkat dari Semarang menuju Jogjakarta juga dengan menggunakan kereta.

Ahad, 11 Desember 2005. 
Pada Pagi hari dilangsungkan serah terima seserahan dan juga cincin emas sebagai tanda pelamaran. Besarnya seserahan dan cincin disesuaikan dengan kemampuan kalian ya jika ingin mengikuti jejak kami. Cieeeeeeeeee Lebay. Ada hadist yang mengatakan bahwa mudahkanlah dalam memberikan mahar pernikahan, dan semulia mulia pasangan adalah jika bisa memahalkan maharnya. Saya masih mencari referensi hadist ini. Ada yang bisa bantu saya mencarikannya? Saya akan berterima Kasih sekali. 

Dengan kondisi ekonomi kami yang serba kekurangan, saya hanya sanggup menyerahkan uang kepada pihak perempuan sebesar Rp.5.000.000,- (Lima juta rupiah saja) dan segala keperluan seserahan pesta dan segala macamnya juga dibantu oleh keluarga pihak perempuan. Saya tidak mengerti mengapa saat saya mengikrarkan ijob kobul dengan tenang dan berhasil mengucapkan hanya 1 kali saja. Wallahu Alam, dari mana datangnya kekuatan rasa ketenangan itu datang saat itu, bener bener saya tidak mengerti.

Saya biasanya gugup dan nervous jika menjadi center of attention (pusat perhatian) atau ditonton banyak orang.  Walimatul ursy juga seperti tontonan banyak orang.  Saya aja bingung kok bisa setenang itu dalam mengucapkan ijob Kobul sekali saja dengan lancar. Wallahu Alam.  Saya mengucapkan dengan tenang. Hanya Allah SWT saja yang tahu. Sedangkan siang hingga selesai dilangsungkanlah resepsi pernikahan atau Walimatul ursy hingga selesai.

Masalah terus ada di sekitar kami
Setelah menikah 11 Desember 2005 pun masih terbentang "masalah" lagi. Kali ini kata masalahnya saya cantumkan tanda petik, tentu rekan rekan maklum maksudnya. Setelah kami resmi menjadi suami istri, saya harus segera kembali ke Pontianak (Kalimantan Barat) untuk kembali bekerja sebagaimana biasanya. IZin cuti 11 hari ditambah 5 hari izin menikah terasa sangat singkat disaat kami masih menikmati hanimun (cieee). Kedua orang tua dan saudara sudah kembali ke Bekasi melalui kereta Api, dan saya bawa sang istri juga ke Bekasi beberapa hari kemudian.

Saya bawa istri ke rumah orang tua di Bekasi sekaligus memperkenalkan sang istri kepada semua sodara saya lainnya. Perlu diketahui bahwa saya adalah anak ke 8 (delapan) dari 9 (sembilan bersaudara). 

Setelah beberapa hari di Bekasi, akhirnya saya kembali ke Semarang (Jawa Tengah) dengan menumpang kereta Anggro Anggrek yang saat itu bertarif sekitar 200 ribu rupiah. Dipilihnya kereta eksekutif Anggro Anggrek karena selain relatif cepat, juga fasilitas yang diberikannya juga keren, dan suasananya asyik dan bersih. Saya harus"mengembalikan" istri tercinta ke Semarang (Jateng) karena harus meyelesaikan skripsinya. Saya pun kembali ke Bekasi dan segera terbang ke Pontianak dengan menumpang pesawat Garuda.
WISUDA. Kenangan saat Istri saat diwisuda dari IKIP PGRI Semarang (Jawa Tengah) pada tanggal 25 April 2006. Foto kenangan.



Minggu Minggu pertama sebagai Suami Istri
Begitulah ceritanya bahkan setelah menikah pun kami "berpisah" beberapa bulan lamanya hingga akhirnya kami bisa berkumpul kembali sekitar Mei 2006. Setelah urusan wisuda selesai, dan urusan lain juga sudah selesai, sang Istri datang dari Jogjakarta dan tiba di Bandara Supadio Pontianak sekitar Mei 2006 dengan menumpang pesawatADAM AIR (Sekarang ADAM AIR sudah bangkrut-red). 

Saya didampingi oleh Mochamad atau Moch (Karyawan Percetakan Sungai Raya Pontianak Post) mendampingi saya menjemput sang istri. Dan kami pun bertiga ke rumah kontrakan yang saat itu berlokasi di komplek Komplek Griya Husada, Sungai Raya Dalam, Pontianak. Kami berdua mengontrak rumah yang sederhana di sana dengan biaya sewa kontrak pertahun saat itu taon 2005 an sekitar Rp.1.900.000,- (Satu juta Sembilan ratus Ribu rupiah). 

Karena sang istri aseli orang Jogjakarta, dan mungkin belum terbiasa dengan air kolam yang ada di rumah itu. Air ledeng PDAM ada tentu, tapi kalaw saat PDAM lagi 'ngerajok' (bahasa Pontianak yang artinya "ngambek" alias macet) kan ujung ujungnya macet juga tuh PDAM. Jadi pas Macet itulah air kolam dipake untuk keperluan mandi dan cuci. Dan air kolam itulah yang membuat sang istri tidak 'betah' menggunakan air itu. Saya bisa memaklumi. Namun sedikit demi sedikit sang istri akhirnya terbiasa untuk itu.

Dalam keadaan uang sudah habis habisan bahkan untuk makan besok harinya kami harus menghemat luar biasa. Bagaimana menyiasiati hari hari pertama kami sebagai suami istri dengan hanya mengandalkan satu gaji?. Tentu saja harus berhemat sehemat mungkin. Dalam keadaan itulah sang Istri berinisiatif untuk tidak stay at home and doing nothing saja.  Sa

Kami memang sudah sepakat di awal pernikahan kami bahwa saya mendukung karir istri kelak sejauh itu tidak melupakan 'tugas'nya mengurus rumah tangga dan keluarga. Bosan berstatus sebagai "Pengacara" (Pengangguran banyak acara-red), sang Istri pun mencoba mengirim surat lamaran ke berbagai tempat mengajar kursus Bahasa Inggris , sekolah-sekolah SMA di Pontianak dan juga kampus. Semua lamaran yang dikirim ke sekolah SMA itu ditolak atau tidak diterima. Hanya satu saja lamaran yang mendapat jawaban dipanggil untuk melakukan tes, dari Yayasan Kejayaan Islam, TK Islam Al Azhar Pontianak.

Istri pun menghadapi 4 (empat) tes untuk bisa diterima mengajar di TK Islam Al Azhar Pontianak. Tes itu meliputi 1).Tes Tertulis. 2).Tes Wawancara/Interview. 3).Tes Membaca Al Quran. 4).Tes Psikotest serta Micro Teaching. Semua itu bisa dilalui dengan baik dan istri dinyatakan BERHASIL lulus dan diterima mengajar sebagai Pengajar di TK Islam Al Azhar Pontianak. 

Saat bekerja masih magang selama 6 (enam) bulan, lalu Calon Pegawai selama 1 Tahun, dan akhirnya diterima sebagai pegawai Penuh . Dan saat itulah ekonomi kami mulai sedikit membaik. Kali ini saya dan istri sama sama punya penghasilan tetap. Dari sinilah kami mulai membeli peralatan rumah tangga ya piring, gelas, lemari pakaian , kompor minyak tanah dan lain lain. Mencicil barang rumah tangga, siapa tahu kelak kami memiliki rumah sendiri, kan barang barang sudah ada ya ndak. Biar pun rumah ngontrak , tapi rajin kumpulin barang barang.

Ekonomi Mulai Membaik.
Selama kurang lebih 1,5 bulan istri masih dalam keadaan 'kosong' atau belum 'berisi', dan itu membuat hati saya sedih. Saya selalu memohon dan berdoa kepada ALLAH SWT agar kami diberikan momongan, buah hati, pelipur lara, dan penerus kami. Bulan demi bulan sang istri masih mendapatkan bulannya, dan tidak jarang saya merenung, dan mencoba tabah akan semua ini. 

Saya selalu berprasangka baik sama ALLAH SWT. Mungkin Allah SWT menguji kami saat itu, karena secara kebetulan saja saat itu kami masih banyak berutang sana sini untuk biaya pernikahan kami di Jogjakarta. Hutang dari lembaga keuangan, hutan dari Kantor yang jumlah NOL nya banyak itu akan semakin kerepotan jika sang anak hadir saat itu. Untuk makan aja susah. Mungkin ALLAH SWT melihat kondisi ekonomi kami saat itu yang habis habisan, jadi buah hati belum diberikan ke rahim sang istri.

Pindah Kontrakan dan Hamil
Akhirnya kami pun pindah rumah kontrakan ke Komplek Duta Bandara, Jalan Ahmad Yani II SupadioPontianak pada tanggal 5 Pebruari 2007. Semua barang barang dari Komplek Griya Husada diborong semua ke kontrakan yang baru itu. Trims buat bang Moch dari Percetakan Sungai Raya yang selalu setia mengantar kami kesana kemari. Bang Moch bisa mengantar kami dengan mobil kantor dengan izin dari Alm.Tri Hanjaya dan juga koordinator Bang Ismail juga dari percetakan Sungai Raya.

Suatu hari saat hujan mau turun, langit di atas rumah ku sangat gelap. Angin berhembus lumayan kencang, dan secara tidak sengaja saya melihat konfigurasi langit di atas rumahku berbentuk lafaz ALLAH. Huruf itu terbentuk dari bungkahan gumpalan awan hitam kelam karena angin kencang tanda mau turun hujan. Betapa saya merinding melihat konfigurasi huruf ALLAH di langit gelap itu.

Bentuk yang sangat besar sekali. Hal ini belum saya ceritakan kepada istri. Juga mengenai mimpi saya beberapa hari kemudian, dalam mimpi saya memancing ikan dan ikannya berubah menjadi seorang bayi cantik putih laki laki dan bayi itu diminta oleh orang, dan saya berikan bayi itu kepadanya. Apakah itu tanda tanda dari ALLAH bahwa istri saya akan hamil?. Wallahu Alam, Hanya ALLAH Yang tau.

Hingga pada suatu ketika, ketika saya masih di Bali dalam rangka kegiatan Kang Guru Indonesia bulan Juli 2007, saat saya sudah packing di Hotel Bali Summer saya ditelepon dari sang istri bahwa ia sudah terlambat 2 (dua) minggu, dan saya katakan hal itu sangat menggembirakan. Sekembali dari BALI, saya mengantar sang Istri ke dokter Taufiq di RS Bersalin "JEUMPA" yang terletak di depan Kantor PELNI Pontianak. Dari beliaulah diberitahu bahwa sang istri sudah hamil lebih dari 1(satu) bulan. Maha Besar ALLAH SWT.

Akhirnya berkat izin ALLAH SWT akhirnya lahirlah putra kami yang pertama. Bayi kam yang pertama. Kami memberinya nama Abbie Muhammad Furqan Haryono atau disingkat dengan Abbie. Lahir di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa yang di jalan Sutan Syahrir pada hari Rabu, tanggal 12 Maret 2008 atau bertepatan dengan 04 Rabiul Awal 1429 H. Waktu Abbie lahir Panjangnya 50 cm, Berat 3,5 Kg.

Bagaimana akhirnya sedikit demi sedikit perekonomian kami membaik seiring dengan hadirnya sang buah hati pertama kami, Abbie Muhammad Furqan Haryono lahir ke dunia 12 Maret 2008 melengkapi kebahagiaan kami. Seiring itupula sang istri berhenti mengajar di TK Islam Al Azhar dan akhirnya mengantarkannya diterima dan lulus CPNS 2008 hingga kini mengajar sebagai salah satu staf pengajar Bahasa Inggris di SMK Negeri 1 Sungai Raya.  Sebelumnya dia mengajar Mapta Pelajaran serupa di SMA Negeri 1 Kubu Raya.

Kondisi keuangan kami sedikit demi sedikit mulai kearah perbaikan, dan kami akan segera mewujudkan mimpi mimpi kami yang masih lama kami simpan dan kami siap mewujudkannya kelak Insya Allah.

Sang istri pun masih berkeinginan melanjutkan kuliah S2 nya, dan saya menyarankan untuk mengambil Kuliah melalui jalur beasiswa ADS (Australian Development Studies) kuliah di negeri Kang Guru Australia. Jika tidak memungkinkan kuliah di LN, ya kuliah di UI atau UGM juga tidak masalah.

Seiring waktu berjalan, adiknya pun Lahir. Tazkia Putri Montessori Haryono yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke 8 tahun pada tangga 10 Desember 2018 kemarin.  Nyaris berdekatan dengan tanggal pernikahan kami 11 Desember. 


Asep Haryono sekeluarga. Foto Dok Keuarga

Saya mendukung cita citanya. Sedangkan saya sendiri masih berjuang untuk bisa ikut mengikuti berbagai tes Beasiswa Luar Negeri  itu, dan mimpi kami lainnya adalah memiliki rumah sendiri walaupun cuma sederhana, dan Istri juga sangat mendukung rencana bersama kami ini. 

Rekan blogger semua..
Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi dan diambil hikmahnya bagi mereka yang sedang menjalani hubungan jarak jauh dan yang serius ingin menikah. Kepada ALLAH SWT jugalah saya serahkan semuanya.  SELESAI

Mengapa kelembaban penting untuk mencegah kulit kering? Perlu untuk Anda sadari bahwa kelembaban adalah prasyarat yang paling penting untuk kulit yang indah, halus dan sehat. Kulit hanya dapat melakukan tugasnya sebagai penghalang pelindung bagi tubuh dengan benar jika memiliki kadar air yang cukup. Lapisan luar kulit, epidermis, ditutupi dengan lapisan air dan lipid yang halus. Ini menjaga kulit halus dan mencegah jamur dan bakteri menembus. Kulit juga tidak dapat beregenerasi secara alami tanpa kelembapan, karena zat pembawa pesan untuk membangun sel kulit baru tidak dapat mencapai area di mana mereka dibutuhkan tanpa air.


Kelembaban sangat penting untuk menjaga elastisitas kulit kita. Tanpa air, setiap gerakan kecil akan merobek kulit. Lebih banyak petunjuk dan tips tentang pencapaian kulit cantik hanya dengan menggunakan cream serbaguna yang berasal dari produk Nivea Creme. Memiliki cairan yang cukup dengan perawatan yang terbaik untuk kulit Anda dapat memastikan bahwa tubuh Anda selalu di pasok dengan baik, Anda harus minum setidaknya 1,3–1,5 liter air atau teh tanpa pemanis sehari untuk mengatasi sebagian besar penyebab kulit kering. Untuk mengatasi sebagian besar penyebab kulit kering.

Kulit kering membutuhkan perawatan khusus dan perhatian untuk merawatnya. Produk-produk pelembab Nivea Repair and Care telah dikembangkan terutama untuk kulit yang sangat kering dan mengandung dexpanthenol yang berharga. Dexpanthenol adalah prekursor vitamin B5, dan juga digambarkan sebagai ratu vitamin kulit. Zat ini memperkuat penghalang pelindung alami kulit kering dan mengembalikan keseimbangannya. Hal ini juga akan mendorong produksi sel-sel baru dan membantu yang sudah ada untuk meregenerasi sendiri.

Dexpanthenol aktif bekerja melawan kemerahan pada kulit, penawar sempurna untuk kulit kering. Setelah hanya beberapa aplikasi, area kering dan retak diregenerasikan dengan lebih efektif. Iritasi ditenangkan dan kulit terasa halus kembali. Produk yang sudah dikeluarkan oleh Nivea mampu Anda jadikan sebagai solusi terbaik untuk perawatan kulit Anda agar terjaga keindahannya. Karena kebutuhan seseorang tidaklah sama, maka Anda dapat menemukan berbagai jenis produk Nivea di sini https://www.nivea.co.id/saran/body/krim-pelembab-serbaguna  

www.simplyasep.com  Puluhan anak didik Taman Kanak-Kanak (TK) Angkasa Lanud Supadio mengikuti acara Market Day, Selasa (11/12). Acara yang berlangsung meriah di halaman sekolah TK Angkasa Lanud Supadio itu, dihadiri Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Supadio Ny. Minggit Tribowo beserta para pengurus, para pejabat dijajaran Lanud Supadio, para guru dan orang tua wali murid.

Kegiatan Market Day kali ini sedikit berbeda dengan sebelumnya karena anak-anak TK Angkasa menggunakan kostum karakter super hero seperti kostum Batman, Spiderman, Ultraman, Putri/Peri Cantik dan lain-lain. Sebagian dari mereka juga mengenakan kostum profesi seperti kostum tentara, pilot, perawat dan sebagainya.






Mereka tampak senang dan gembira mengikuti kegiatan Market Day dimana acara tersebut rutin digelar oleh TK Angkasa. Dengan tertib mereka berbaris rapi untuk menunggu giliran berbelanja dan sebagian dari mereka juga tampak sedang berjualan melayani para pembeli.

Ketua Yasarini Cabang Lanud Supadio Ny. Minggit Tribowo mengatakan kegiatan Market Day yang digelar oleh TK Angkasa rutin dilaksanakan karena termasuk dalam kurikulum pembelajaran sekolah. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Yasarini Pengurus Cabang Lanud Supadio dan melibatkan anak-anak, orang tua dan guru.

“Program kegiatan Market Day merupakan salah satu program yang sengaja diinisiasi Yasarini Pengurus Cabang Lanud Supadio dengan tujuan untuk menanamkan sejak dini kepada anak-anak bagaimana proses kegiatan pasar, mengetahui jual beli barang, belajar bagaimana merasakan peran menjadi penjual maupun pembeli, bagaimana mengaplikasikan matematika, menghitung, menambah, mengurangi, khususnya dalam proses jual beli, dan barang dagangan yang dijualpun disiapkan oleh anak dididik itu sendiri,” jelas Ny. Minggit Tribowo.

Baca juga TK Angkasa Lanud Supadio Dikenakan Profesi Pilot

Kegiatan Market Day kali ini, lanjut Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Supadio, mengambil tema family gathering dengan menjalin kebersamaan antara anak didik, orang tua dan pihak sekolah.

Dalam kegiatan ini para orang tua juga kita libatkan untuk berlomba membuat Alat Peraga Edukatif (APE) dari bahan bekas dan hasil karya tersebut akan dijadikan media pembelajaran dalam proses belajar di TK Angkasa. Hal ini dimaksudkan agar orang tua ikut aktif ambil bagian dalam proses pembelajaran.

Selain itu, lanjut Ny. Minggit, acara Market Day juga menampilkan hasil karya keterampilan anak-anak berupa pita rambut, rumah dan kapal dari stik es krim, pensil karakter dan lain-lain. Hasil karya anak-anak ini juga diperjualbelikan bagi yang berminat.

Kepala Sekolah TK Angkasa Ibu Susilayanti, A.Ma menambahkan kegiatan Market Day bertujuan untuk mengajarkan kepada anak-anak untuk belajar berani berbelanja, berhitung dan berhemat sehingga kelak dewasa tidak berjiwa konsumtif. .

“Dalam Market Day kali ini anak-anak diajarkan untuk berani berbelanja sendiri sehingga bila mereka disuruh orang tua untuk belanja sudah terbiasa. Selain itu, mereka juga diajarkan berjualan melayani pembeli, hal ini secara tidak langsung mengajarkan mereka tentang fungsi uang sebagai alat pembayaran dan mengajarkan berwirausaha,” kata Ibu Susilayanti.

Baca juga Satpomau Lanud Supadio Gelar Ops Gaktip dan Yustisi
Ibu Retno (30), salah seorang orang tua siswa menyambut baik kegiatan Market Day yang dilaksanakan di TK Angkasa. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, anak saya yang tadinya tidak berani berbelanja sendiri namun disini dia berani,” ujar ibu dua anak yang tinggal di desa Kuala Dua.
(Sumber Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio)

www.simplyasep.com Skadron Udara 51 Wing 7 Lanud Supadio menjadi salah satu tempat untuk mengenalkan profesi penerbang dan teknisi pesawat kepada anak-anak TK Angkasa. Sebanyak 70 anak-anak TK Angkasa ikut serta mengunjungi home base pesawat tanpa awak. Mereka didampingi Pengurus Yasarini Cabang Lanud Supadio, Kepala Sekolah dan guru serta orang tua.

Kepala Sekolah (Kepsek) TK Angkasa Ibu Susilayanti, A.Ma mengatakan kunjungan anak-anak TK Angkasa ke Skadron Udara 51 Lanud Supadio untuk mengenalkan profesi dan tugas yang diemban sebagai penerbang atau pilot dan teknisi pesawat. Selain itu, anak-anak juga melihat pesawat helikopter yang ada di Appron Lanud Supadio

Baca juga Satpomau Lanud Supadio Gelar Ops Gaktib dan Yustisi

“Profesi sebagai pilot atau penerbang sudah tidak asing bagi kita semua bahkan anak-anakpun kalau ditanya cita-citanya sebagian besar mau menjadi pilot. Untuk itu kita mewadahi mereka untuk mengenal lebih dekat profesi penerbang dan para teknisi pesawat. Dengan begitu mereka akan mengerti profesi pilot yang sesungguhnya,” kata Susilayanti, A. Ma saat mendampingi anak-anak TK Angkasa di hangar Lanud Supadio, Senin (10/12).

Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio
Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio

Ia menambahkan, mengenal berbagai macam profesi ini merupakan kurikulum pengajaran di TK Angkasa sehingga bukan hanya profesi pilot yang kita kenalkan kepada anak-anak namun kita akan mengenalkan berbagai macam profesi-profesi yang lain.

Baca juga Penutupan Dikkualsus JMU Pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 1

“Melalui kunjungan seperti ini diharapkan anak-anak akan mengetahui bagaimana tugas seorang pilot dan teknisi pesawat. Selain itu, disini mereka juga dikenalkan dengan bagian-bagian pesawat seperti cockpit, sayap, ekor,baling-baling dan lain sebagainya,” jelasnya.

Salah satu orang tua siswa, Ny. Dewi, menyambut baik sekali yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam mengenalkan profesi pekerjaan umumnya dan profesi sebagai pilot dan teknisi pesawat khususnya. “Selaku orang tua kami mengapresiasi kegiatan ini, karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan anak-anak TK Angkasa,” ujarnya. (Sumber : Siaran Pers Pangkalan TNI AU Supadio)






Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog