Banner HUT Kota Pontianak Ke 247 Tahun

Frequently Ask Question | Disclaimer | Site Map


Please sit and relax as you navigate this website

www.simplyasep.com  I read the sad news about the death of one of the most popular Malaysian singers  A.M. Salim Abdul Majeed, or we all have recognized him as Saleem Iklim from one of the up-to-date online news portals, DETIK COM today at the time of 14.00 WIB local times.  I just cannot believe to what I read, and I tried to find out more news about him on several news instead of the DETIK COM. 

Finally I was so quite, and have known that the news is true and correct.  Saleem Iklim died today at the age of
 57.   Published at BERNAMA, one of the most famous news portals of Malaysia, confirmed the died of the awesome Singer at  6 am after the deadly incident from his motorcycle and died during receiving treatment at the Universiti Kebangsaan Malaysia Medical Centre.

For me personally, I was one of the big fans of some Malaysia famous singers such as AMY Search (Isabella), EXIST (Mencari Alasan), WINGS (Sejati), and Saleem IKLIM is the one I loved the most  "Suci Dalam Debuh" has been became one of my fave list for years.  When I was at student at University in the beginning of 90s, I have been listening to albums of the Saleem IKLIM



Banner of the Saleem Iklim.  Photo taken from Siti Nurhaliza Instagram
Banner of the Saleem Iklim.  Photo taken from Siti Nurhaliza Instagram


Later on the BERNAMA also confirmed that the cause of the death of the vocalist of Iklim, has been verified by his daughter, Iera Fakhira.  Most of the songs of Saleem IKLIM became very phenomenal in Indonesia which have been listened to the songs of Saleem IKLIM, 
 famous in the 1990s, such as "Suci Dalam Debu" and "Bukan Aku Tak Cinta" , "Sheilla", and many others beautiful songs.

I have seen several videos from YouTube about the funeral prayers and procession which could happen somewhere in Malaysia

I was so sad and would like to express my deepest condolences to the family and relatives of Almarhum Saleem IKLIMM.  I was one of big fans of all albums of the Saleem IKLIM for years. Just like today, at the time I was writing on this article on my blog, I kept listening songs of the Saleem Iklim on the headphone.  Selamat Jalan Saleem IKLIM. Your beauty songs will always be part of the heart of the people who loves you.  Al-fatihah. 
(Asep Haryono)



www.simplyasep.com  Kesehatan sangat identik dengan hasil yang diperoleh dari kebiasaan menjaga pola hidup sehat. Dengan kata lain dengan menjaga kebiasaan menjalankan pola hidup sehat akan berdampak kesehatan yang jauh lebih baik. Hal ini yang mendasari betapa pentingnya menjaga pola hidup sehat yang harus menjadi kebiasaan baik di masyarakat Indonesia di desa maupun di perkotaan

Walaupun pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin mengkampanyekan Pola hidup sehat tidak serta merta dapat diterapkan di masyarakat. Hal ini dikarenakan kebiasaan menerapkan Pola Hidup sehat memberi kesan merepotkan dan harus mengerjakan banyak hal padahal menerapkan pola hidup sehat sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat lebih baik.
Di beberapa bagian wilayah di Indonesia kini sedang dilanda musibah seperti gempa bumi dan Tsunami di Donggala Palu.

Masyarakat harus hidup dengan suasana keterbatasan di tenda tenda penampungan. Menjaga dan menerapkan Pola Hidup sehat di masyarakat dalam kondisi musibah seperti itu merupakan tantangan besar. Kota Pontianak, ibukota propinsi Kalimantan Barat, baru baru ini dilanda musibah banjir yang menggenangi beberapa wilayah kota yang dijuluki Kota Khatulistiwa itu termasuk di rumah kediaman saya sekeluarga.

Saya sudah merasakan sendiri tantangan menerapkan Pola Hidup Sehat di tengah suasana musibah kebanjiran seperti ini. Bagaimana upaya saya sekeluarga menjaga Pola Hidup Sehat di tengah musibah banjir seperti ini. Sebuah pengalaman. Berikut catatannya

Pertama, Menjaga kebersihan Air Minum
Saat musibah banjir datang dan air sudah menggenangi seluruh bagian rumah saya dan air banjir itu sangat tidak sehat. Air untuk diminum menjadi salah satu prioritas yang harus saya jaga demi kesehatan keluarga.

Di saat musim penghujan di kota Pontianak saat ini, di mana mana banyak rumah tergenang oleh banjir, ancaman penyakit kulit, diare dan disentri sudah mulai mengintai. Air untuk minum adalah salah satu hal yang utama dan harus menjadi perhatian seluruh keluarga saya, hal pertama yang harus saya lakukan adalah memasak kembali air kemasan Galon yang memang selalu tersedia di rumah.

Mengapa air Galon harus dimasak lagi? Saya memang memiliki kebiasaan untuk selalu memasak kembali Air Galon terutama untuk keperluan air minum untuk keluarga setiap hari dan untuk keperluan masak memasak. Dengan memasak kembali air Galon di rumah memberikan keyakinan bagi saya sekeluarga bahwa air untuk konsumsi keluarga sehat karena bakteri bakteri atau kuman dalam air Galon itu akan mati karena dimasak kembali.

Kedua, Menjaga Kebersihan Alat Alat Makan
Hal kedua yang termasuk salah satu hal yang krusial menjadi perhatian keluarga saya adalah menjaga kebersihan alat alat makan. Di saat musibah banjir seperti ini air banjir yang jelas sangat tidak sehat menggenangi di segala sudut rumah dari halaman depan hingga halaman belakang. Alat alat makan keluarga seperi piring, gelas, sendok garpu, panci, dan kuali misalnya harus bersih dari air banjir. Bagaimana cara menjaga kebersihan alat alat makan di saat rumah kebanjiran?

Pertama, saya menyiapkan satu atau dua buah ember besar yang khusus untuk menampung alat alat makan (piring, gelas, cangkir, sendok garpu, kuali) untuk dbasuh dan dicuci dengan menggunakan air PDAM. Ini juga harus ekstra hati hati dan fokus terhadap air PDAM ini karena sering airnya keruh dan berbau karena kena intrusi air tanah yang tergenang air.

Untuk mengatasi hal ini, air air dari PDAM yang keruh itu dijernihkan terlebih dahulu dengan menggunakan sumber air bersih yang lain untuk mencuci dan membasuh alat alat makan tersebut. Jika diperlukan masaklah alat alat makan sehari hari seperti sendok garpu dan piring beling agar kuman kuman bisa hilang karena air dipanaskan

Sumber air yang bersumber dari PDAM kadang sedikit mengeluarkan bau yang tidak sedap dan tekstur air yang keluar pun kadang keruh. Untuk mengatasi kondisi air PDAM seperti ini saya tidak pernah menggunakan bubuk penjernih air berbahan dasar kimia seperti tawas, bubuk kuning penjernih air dan sejenisnya.

Memang dari hasilnya, air keruh PDAM yang berbau dan berwarna keruh itu bisa menjadi jernih sejernih mata air pegunungan namun tetap saja akan mengandung unsur zat kimia di dalamnya. Bagaimana kalau air hasil penjernihan bahan kimia ini digunakan untuk mencuci alat alat makan kita di rumah?

Tentu akan sangat bersiko ada residu dan unsur zat kmia yang masih tertinggal di alat makan dan bila digunakan untuk tempat makan, maka racun bahan kimianya bisa ikut masuk bersama makan ke kerongkongan kita. Dan itu berpotensi mendatangkan penyakit berbahaya dan resiko keracunan bahan kimia. Untuk mencuci alat alat makan dengan menggunakan air Galon memang relatif jauh lebih aman namun berdampak pada cost (biaya) yang relatif mahal.

Salah satu solusi untuk mengatasi sulitnya mendapatkan air bersih untuk mencuci alat alat makan ini ditengah keterbatasan dalam suasana kebanjiran ini adalah dengan memasak kembali sampai medidih semua alat alat makan hasil mencuci dengan sistim penjernihan bahan kimia.

BANJIR : Air mulai secaraperlahan memasuki rumah saya. Banjir banyak faktor penyebabnya yang salah satunya adalah kurang lancarnya saluran pembuangan air. Foto Asep Haryono
BANJIR : Air mulai secaraperlahan memasuki rumah aya. Banjir banyak faktor penyebabnya yang salah satunya adalah kurang lancarnya saluran pembuangan air. Foto Asep Haryono

CUCIAN KOTOR LEMBAB : Dalam kondisi banjir seperti ini tumpukan pakaian kotor atau pakaian yang belum kering sebaiknya dikeluarkan dari dalam kamar atau rumah karena udara lembab yang diciptakannya bisa mempekeruh udara dalam rumah. Foto Asep Haryono
CUCIAN KOTOR LEMBAB : Dalam kondisi banjir seperti ini tumpukan pakaian kotor atau pakaian yang belum kering sebaiknya dikeluarkan dari dalam kamar atau rumah karena udara lembab yang diciptakannya bisa mempekeruh udara dalam rumah. Foto Asep Haryono


KEBERSIHAN ALAT MAKAN : Lindungi alat makan di rumah dari debu dan air banjir. Masaklah peralatan makan yang digunakan setiap hari demi kesehatan keluargar. Foto Asep Haryono
KEBERSIHAN ALAT MAKAN : Lindungi alat makan di rumah dari debu dan air banjir. Masaklah peralatan makan yang digunakan setiap hari demi kesehatan keluargar. Foto Asep Haryono

Ketiga :  Menjaga sistim Sirkulasi Udara Di Rumah saat Kebanjiran
Sudah bukan rahasia lagi di saat rumah dalam keadaan kebanjirn otomatis sistim udara di rumah akan terasa lebih lembab.  Saya tidak memiliki pendingin udara atau AC di rumah sehingga udara lembab yang diakibatkan genangan air di dalam rumah harus segera di atasi sebaik mungkin. Udara lembab karena uap genangan air di malam hari akan sangat berbahaya dan mengancam kesehatan manusia terutama ancaman Paru Paru Basah.

Beberap hal  lain yang perlu mendapat catatan saat rumah kebanjiran adalah perlunya kesigapan dalam menangani baju baju kotor yang lembab baik karena memang belum kering seluruhnya atau kering sebagian, ditambah lagi dengan baju baju kotor bekas pakai. Semua pakaian kotor tersebut sebaiknya tidak disimpan di dalam rumah begitu saja karena akan menghasilkan udara yang tidak sedap dan sangat berbahaya jika terhirup anak anak di waktu malam hari.

Jika memungkin pakaian kotor dan belum kering serta lembab karena kebanjiran tersebut agar segera dikirim atau di antar ke jasa pencucian (laundry) terdekat dengan saya atau saya langsung mencucinya dan mengeringkannya di luar rumah.

Dalam keadaan rumah kebanjiran seperti ini memang harus fokus karena ada banyak hal yang harus ditangani segera.  Bukan saja harus tetap sehat dengan menjaga pola hidup sehat di saat musibah banjir seperti yang saya alami sekarang ini, juga bagaimana merawat dan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah.   Saya seperti merasakan suka dukanya warga yang terkena musibah dan harus tinggal cukup lama di tenda tenda Pengungsian.  Saya seperti "pengungsi" di rumah sendiri


Bagian Penutup
Pada intinya apa yang saya sampaikan di atas adalah pengalaman pribadi saya yang sebenarnya.  Bahkan saat tulisan ini dibuat pun rumah saya masih tergenamg oleh air Banjir walaupun kedalaan banjirnya tidak sampai menyentuh mata kaki.   

Banjir di mana pun tetap merupakan fenomena alam yang terjadi oleh banyak hal baik disebabkan karena faktor alam juga dikarenakan ulah manusia itu sendiri seperti kebiasaan menebang pohon tanpa ada upaya reboisasi, sistim drainase yang kurang baik, saluran air yang macet dan masih banyak lagi faktor penyebab datangnya banjir itu.

Dari semuanya itu memang membutuhkan ketekunan dan kesabaran.  Hal yang tidak kalah pentingnya adalah tersedianya waktu istirahat yang memadai. Tubuh manusia memerlukan istirahat yang cukup minimal 8 (delapan) jam setiap harinya.   Jika istitrahat kurang, maka dikuatirkan akan berdampak pada sirkulasi darah dan suhu tubuh yang akan terganggu karenanya.
|
Jika sirkulasi darah terganggu karena kurangnya tubuh mendapat istirahat, bisa dipastikan anda akan mengalami kesulitan jika akan mendonorkan darah anda di Palang Merah Indonesia (PMI). 

Saya sudah mengalami sendiri bagaimana upaya dan niat yang tulus ingin mendonorkan darah di PMI harus ditolak oleh petugas kesehatan PMI yang menangani saya karena saya kurang istirahat.  Ada banyak Manfaat Donor Darah bagi kesehatan manusia yang salah satunya adalah mampu membuat aliran darah dalam tubuh semakin sehat karena darah dalam tubuh selalu berganti baru. 

Seperti sepeda motor yang jika OLI nya sering diganti maka kondisi "tubuh " sang motor akan selalu sehat karena OLI nya terus berganti dengan OLI yang baru.

Dengan semakin mudahnya akses Informasi saat ini, kini setiao orang dapat dengan mudah menhgakses informasi tentang pentingnya Menjaga Kesehatan baik dalam situasi normal atau dalam situasi tanggap bencana banir seperi yang saya alami ini.   Sahabat semua bisa dengan miudah mengakses informasi sehat dari berbagai situs kesehatran dan kedokteran yang banyak tersedia di Internet yang salah satunya adalah DokterSehat, sebuah portal kesehatan yang sangat bermanfaat untuk seluruh keluarga Indonesia
(Asep Haryono)



www.simplyasep.com  Sudah sering kita dengar facebook di hack orang, dan sudah kerap kali terjadi tidak hanya di Indonesia juga terjadi di luar negeri. Passwrod adalah hal yang sangat sensitive dan sangat penting untuk dijaga kerahasiaannya karena mengandung data dan informasi pribadi anda.

Password nyaris diperlukan dalam kehidupan sehari hari baik untuk menarik uang, menyetor uang di Cash Deposit Machine (CDM) apalagi untuk kegiatan sosial media kamu di Internet. Password yang secure (aman) menjadi kebutuhan yang sangat penting dan tidak dapat ditunda lagi.

Password Facebook kamu kuat atau lemah?  Ini ada cara mengetahuinya dengan cara yang sangat mudah. Tips praktis berikut bisa menuntun kamu membuat password yang Secure (aman) sekaligus strength (kuat).


  1. Membuat password yang unik.
    Yang saya maksudkan di sini adalah password email misalnya yang akan kamu buat nantinya haruslah unik sehingga tidak udah di hack (retas) orang yang tidak bertanggung jawab.  Nama nama yang dijadikan password yang mudah ditebak orang biasanya menggunakan nama kecil, tempat tanggal lahir, Nama hewan kesayangan, Nama Zodiak, Nama kekasaih atau selingkuhan (oops), Tahun Kelahiran dan lain sebagainya. Hindarilah menggunakan nama nama seperti itu untuk password kamu
  2. Kombinasi Huruf, Angka dan Symbol
    Nah untuk Tips nomor 2 ini sudah termasuk kombinasi password yang paling sulit ditebak orang yakni dengan menggunakan kombinasi Huruf, Angka dan Symbol. Urutannya bisa saya kamu ubah menjadi Symbol, Angka dan Huruf.  Bebas saja asal memenuhi tiga unsur itu tadi.  Berdasarkan pengalaman penulis yang menggunakan kombinasi password tersebut sangat strength (kuat) dan tidak mudah ditebak atau ditembus oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab
  3. Panjang atau Pendek
    Setelah memenuhi dua unsur yang sudah penulis sebutkan di atas, maka salah satu strategi lain untuk membuat password kamu itu secure (aman) dan Strength (kuat) adalah dengan membuat jumlah karakter passwordnya melebihki standar minimal sebuah password misalnya di atas 10 hingga 20 karakter.  Panjang seperti kereta api, namun tips nomor 3 ini boleh saja diterapkan boleh saja tidak,  Jika diterapkan akan membuat password kamu akan semakin rumit untuk bisa ditembus atau ditebak orang lain


Inilah tampilan luar halaman How Secure Is My Password yang bisa kamu gunakan setiap saat
Inilah tampilan luar halaman How Secure Is My Password yang bisa kamu gunakan setiap saat


Secure Is Your Password

Nah tinggal langkah terakhir yang ingin penulis bagi kepada kalian pada kesempatan yang berbahagia ini adalah mengetes dan atau menguji 
Secure Is Your Password (seberapa aman dan kuatkah Password kamu) adalah dengan mengunakan tools yang beralamat di https://howsecureismypassword.net setiap kali kamu berhasil dan sudah membuat password. 

Caranya juga sangat mudah sekali.  Kamu cukup membuka alamat How Secure My Password di atas kemudian pada bagian tenganya ada tulisan ENTER PASSWORD, nah pada bagian itu kamu diminta untuk mengisi password apa saja yang kamu gunakan untuk sosial media kamu di Internet.  Boleh passwor demail, password Instagram, Password Twitter, Pasword apa saja yang kamu gunakan saat ini, dan lihatlah apa yang terjadi

Ketika penulis menguji salah satu password email yang penulis gunakan sekarang ini, dan penulis ketikkan di bagian ENTER PASSWORD hasilnya cukup mencengangkan. Terdetek Password yang saya gunakan itu diperkirakan 11 QUADRILLION YEARS lagi password saya itu berhasil ditembus atau ditebak orang. 

Dan jika password yang kamu isikan di kolom ENTER PASSWORD itu tertera waktu yang pendek misalnya 1 bulan, maka segeralah kamu ganti password mu dengan password yang tidak mudah ditebak sesuai dengan tips tips yang saya sebutkan di atas.  Kamu sendiri yang menentukan password yang seperti apa yang akan kamu gunakan untuk login akun akun sosial media kamu di Internet. Tetap waspada terhadap resiko peretasan Password oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jadilah POLISI bagi diri kita sendiri. Selamat mencoba
. (Asep Haryono)



www.simplyasep.com  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) has completed network recovery after the 7.4 Richter Scale earthquake that hit Central Sulawesi (Central Sulawesi), September 28, 2018. Hard work day and night for about 2 weeks after the earthquake struck has successfully restored 100% of the network in all of Central Sulawesi, including Palu and Donggala. This means that the XL Axiata network is now back as before the earthquake. With the recovery of this network, now all XL Axiata customers in all provinces can again access all XL Axiata services.

XL Axiata's Technology Director, Yessie D. Yosetya said, "We have successfully recovered or 100% of the entire network in Central Sulawesi, including Palu, Donggala, and Sigi which were most severely affected by the earthquake.

So the recovered whole network, both backbone and supporting network, like before the earthquake. Now customers in Central Sulawesi can access all services, including better quality data services. It also means that all existing base stations have also returned to normal operation.

This is the result of the tremendous hard work of the relevant team, where we have to deal with many related technical and non-technical aspects. All of us do so that the community can return to using XL Axiata services to support post-disaster activities. "

Yessie said, the network recovery process included improvements to fiber optic cable (FO) in all areas affected by the earthquake and tsunami, recovery of node sites, mobilizing network clusters in areas closest to the disaster site, to mobilizing mobile BTS (MBTS) from Makassar.

There are 4 units of MBTS which are now seconded in Palu. Meanwhile, to overcome electricity supply, XL Axiata also coordinates with local PLN, mobilizes generators to each BTS, and even fixes generators in BTS that were damaged by the earthquake. In addition, because the generator set also requires fuel supply, the team in the field also took steps to secure fuel supply.


XL Axiata technicians are repairing the network after the earthquake in Palu, Central Sulawesi. XL Axiata has completed network recovery after the 7.4 Richter Scale earthquake that hit Central Sulawesi (Central Sulawesi), September 28, 2018.
XL Axiata technicians are repairing the network after the earthquake in Palu, Central Sulawesi. XL Axiata has completed network recovery after the 7.4 Richter Scale earthquake that hit Central Sulawesi (Central Sulawesi), September 28, 2018.


The XL Axiata network is the only telecommunications network and data that can continue to operate when the 7.4 SR earthquake struck.

At that time, even though a strong earthquake occurred, customers could still access XL Axiata services. Good management of the network infrastructure by the XL Axiata technical team is proven to be able to maintain service in the midst of a strong natural disaster.

The XL Axiata network then became a means to disseminate information about the conditions affected by the disaster, including in photo and video formats. The team at the location then opened a free telephone facility at several points of refuge so that the community could use it.

The earthquake incident at that time also caused a portion of the XL Axiata network in Central Sulawesi to be constrained. In addition to physical damage to the device, it is also mainly due to the power outages and the availability of fuel for generator sets that are hampered.

Because only the XL Axiata network can still be used, then a few days after the earthquake, XL Axiata's traffic to and from the Central Sulawesi region jumped dramatically, even though, the network's capability decreased due to the earthquake.

Along with the continued improvement in network quality in Central Sulawesi, since the end of last week XL Axiata has also reopened customer service, including sales services. Palu XL Center has been reopened since the beginning of this week.

All XL Center employees are safe from disaster. Since it was first opened, many customers and people come to buy a new SIM card, and recover the number. Not a few customers whose phones or smartphones are damaged or lost during the earthquake / tsunami and want to get back their old numbers.

XL Axiata networks and services that have returned to normal will greatly help post-disaster recovery or recovery efforts in Central Sulawesi. Along with emergency assistance provided to the victims, XL Axiata has also provided emergency communication facilities since the first days after the earthquake. This assistance is in the form of telecommunications service facilities at several points in the City of Palu.

This is possible because the XL Axiata network did not die at all because of the earthquake at that time. Only the XL Axiata network can still serve customers in Palu and Donggala, so they can preach post-disaster conditions to communities outside Central Sulawesi.

At present the network in Central Sulawesi is supported by a total of more than 400 BTS, including more than 200 3G BTS, and around 80 4G BTS. There are a total of 342 thousand customers, 15% of whom are data service users.

XL Axiata's support for the recovery of conditions in Central Sulawesi after the earthquake will continue, especially in the form of social programs, such as support for the recovery of education. The XL Axiata team in the field will conduct problem identification at disaster affected locations as input for planning further assistance programs.
 (Resource : XL Axiata)



www.simplyasep.com  Segenap keluarga besar Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio menggelar olah raga bersama di main Apron Hanggar Lanud Supadio, Jum’at (12/10). Ratusan prajurit gabungan Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Skadron Udara 51, Batalyon 465 Paskhas dan Denhanud 473 Paskhas menghadiri olah raga bersama.

Selain itu turut hadir Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Minggit Tribowo, S.IP, para Kepala Dinas (Kadis) dan Komandan Satuan (Dansat), Ketua PIA Ardhya Garini Cab. 19/D.I Lanud Supadio Ny. Minggit Tribowo beserta pengurus dan anggota.

Danlanud Supadio diawal sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota di jajaran Lanud Supadio dan Insub yang telah mendukung dan mensukseskan rangkaian kegiatan HUT Ke-73 TNI sehingga berjalan lancar, aman dan suskes.
Sumber : Pangkalan TNI AU SUpadio
Sumber : Pangkalan TNI AU SUpadio


Sumber : Pangkalan TNI AU SUpadio
Sumber : Pangkalan TNI AU SUpadio


“Rangkaian kegiatan 5 oktober diawali dengan kegiatan pemecahkan rekor Muri Tari Gemu Fa Mi Re yang berlangsung di Lanud Supadio dan diakhiri dengan kegiatan pameran Alutsista dan Bakti Sosial yang digelar di Makodam XII/Tpr. Semua kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana, aman dan lancar,” kata Marsma TNI Minggit Tribowo, S.IP.

Diinternal Lanud, lanjut Danlanud, kita melaksanakan beberapa kegiatan perlombaan baik olah raga maupun lomba kebersihan. Dan saya mengapresiasi atas kegiatan tersebut dan prestasi yang dicapai oleh masing-masing satuan kerja termasuk kebersihan lingkungan. Hal ini tentunya tidak berhenti disini namun akan terus dijaga dan ditingkatkan supaya lingkungan kita tampak selalu bersih dan asri.

“Dan pagi ini kita akan melaksanakan olah raga bersama sekaligus rangkaian kegiatan HUT PIA Ardhya Garini. Mari kita dukung dan nikmati bersama dengan keluarga dan kita sukseskan. Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pembinaan keluarga besar tidak hanya sebagai prajurit namun keluarga kita,” pungkas Danlanud.

Pada kesempatan ini juga diberikan hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka HUT Ke-73 TNI yang diselenggarakan secara internal oleh Lanud Supadio. Untuk Bola Volley juara pertama Gabungan Dispers, Rumkit dan Skadud 51, juara kedua Satpomau dan juara ketiga Yonko 465 Paskhas. Pertandingan bulu tangkis juara pertama diraih Skadud 1, juara kedua gabungan Wing 7 dan Disops dan posisi ketiga Yonko 465 Paskhas.

 Lomba menembak yang menjadi jawara Yonko 465 Paskhas, disusul Denhanud 473 Paskhas dan juara ketiga Dislog. Dan untuk lomba cross Country juara pertama Denhanud 473 Paskhas, kedua Yonko 465 Paskhas dan juara ketiga Skadud 1.

Olah raga bersama ini diawali dengan senam bersama dan diakhiri dengan permainan psikologi yang dipandu oleh tim Psikologi Lanud Supadio
. (Sumber : Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Supadio)



www.simplyasep.com  Ramainya penerimaan CPNS 2018 ini memang memberikan angin segar bagi kaum muda yang rata rata fresh graduate itu untuk memburu menjadi Pegawai Negeri Sipil. Bukan itu saja bahkan mereka yang sudah berkali kali gagal tes CPNS pada tahun sebelumnya namun masih memenuhi syarat , tetap ikut tes lagi dan berharap bisa lolos pada penerimaan CPNS 2018 ini. 

Namun hinggar binggar serunya penerimaan CPNS 2018 ini seperti memicu semangat baru bagi kawan kawan yang masih HONORER untuk turut berjuang agar statusnya berubah segera diangkat menjadi Pegawai Negeri Spili.  Saya kurang begitu memahami status Honorer K1 atau K2. Jadi biarlah kawan kawan yang lebih memahami dasar permasalahannya untuk menjelaskannya.

Dasar Permasalahan Guru HONORER
Saya mencoba memberikan tanggapan sepanjang pengetahuan dan pengalaman saya sendiri yang sudah 13 tahun pernah menjadi Pegawai Kontrak di salah satu perusahaan media terbesar di Kalimantan Barat. Jadi apa yang saya sampaikan ini juga ada dasarnya karena saya sendiri sudah merasakan suka dukanya menjadi pegawai Kontrak selama 13 tahun. 

Saya juga yakin bahwa kawan kawan Pegawai atau GURU HONORER di seluruh Indonesia "jam kerja" nya jauh melebihi saya.   Secara pribadi saya mendukung sepenuhnya upaya kawan kawan GURU HONORER di Seluruh Indonesia untuk terus memperjuangkan nasib agar segera di angkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Saya sudah tidak meragukan lagi kesetiaan dan pengabdian kawan kawan GURU HONORER di daerah daerah pedalaman yang memang seharusnya menjadi prioritas bagi Pemerintah untuk segera menaikkan status mereka dari GURU HONORER menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tentunya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dan sudah ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Daerah BKD) serta instansi terkait. 

Namun permasalah mendasarnya yang saya liat ada 2 (dua) akar permasalahan. Pertama adalah masalah keuangan Negara. Karena pengangkatan CPNS baru selalu diimbangi dengan persiapan anggarannya juga walaupun hampir setiap tahu ada banyak PNS yang mengundurkan diri, purna tugas atau berpulang ke Hadirat Allah SWT. 

Permasalahan kedua adalah masalah Syarat dan Ketentuan yang berlaku yakni usia maksimal 35 tahun untuk bisa mengikuti seleksi menjadi CPNS 2018. Nah masalahnya banyak kawan kawan Guru HONORER di seluruh Indonesia yang sudah berusaia lebih dari batas maksimal persyaratan menjadi CPNS. 

Nah ini sudah menjadi PR Pemerintah sudah lama. Bagaimana mengatasi persoalan pelik ini.  Saya yakin Pemerintah sudah tidak meragukan lagi akan loyalitas dan kesetiaan pengadian kawan kawan Guru Honorer yang sudah belasan bahkan puluhan tahun mengabdi di daerah terpencil.


ILUSTRASI : Setiap pegawai atau karyawan yang berstatus Kontrak atau tidak Tetap, maka harus diikat dengan Surat Perjanjian Kerja yang membuat HAK dan KEWAJIBAN keduanya.  Foto Asep Haryono
ILUSTRASI : Setiap pegawai atau karyawan yang berstatus Kontrak atau tidak Tetap, maka harus diikat dengan Surat Perjanjian Kerja yang membuat HAK dan KEWAJIBAN keduanya.  Foto Asep Haryono

Baru baru ini Pemerintah mengeluarkan skema penyelesaian masalah Pegawai Honorer di Seluruh Indonesia yang masih menjadi perbincangan hangat dalam dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Solusi yang ditawarkannya itu berupa sistim kerja dengan status pegawai pemerintah dengan sistim perjanjian kerja. Saya mencoba menanggapi skema penyelesaian ini.

Guru HONORER non PNS mirip dengan saya saat masih menyandang sebagai Pegawai Swasta dengan status HONORER.  Saya pengalaman 13 tahun bekerja di perusahaan swasta (media) dengan status Pegawai Kontrak yang mungkin perlakuannya relatif sama dengan status HONORER kawan kawan Guru.

Fasilitas (Gaji) yang saya terima tidak sebanding dengan mereka yang sudah berstatus Pegawai Tetap (Organik kalau dalam perusahaan-red). Tunjangan beda, insentif pun beda.  Jadi saya bisa merasakan betapa GALAU nya kawan kawan GURU HONORER terkait masalah GAJI dan MASA DEPAN ini.  Kalau orang sudah besinggungan dengan masa depan itu sudah bukan perkara main main

Mementingkan STATUS atau Kesejahteraan

Ini juga menimbulkan dilematis. Di satu sisi fasilitas lengkap Pegawai Negeri Sipil (PNS) Seperti tunjangan tetap (Gaji), dan tunjangan lain lainnya hanya diberikan kepada mereka yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang notabene nya langsung diberikan oleh Pemerintah Pusat.

Nah jika proses pengangkatan CPNS bagi Guru HONORER terbentur pada usia maksimal 35 Tahun (Sedangkan kebanyakan Guru Honorer berusia sudah diatas 35 tahun), maka wacana untuk mengangkat mereka sebagai "karyawan" ala perusahaan swasta dengan sistim Perjanjian kerja masih dapat diterima.

Jika Status sebagai Karyawan Tetap atau Pegawai Tetap adalah dambaan bagi para pekerja di sektor swasta, maka status diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah status idaman bagi kawan kawan GURU HONORER. 

Seperti yang saya sebut di atas , fasilitas lengkap hanya untuk mereka yang sudah diangkat sebagai PNS, maka jika masalah syarat usia 35 tahun sudah tidak bisa diterobos lagi, maka Pemerintah dapat saja memberikan fasilitas yang relatif SAMA antara mereka yang sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil melalui proses seleksi CPNS tentu dengan sedikit perbedaan dalam hal pemberian insentif tambahan atau tunjangan. 

Bagi saya pribadi, nda perlu status Pegawai Tetap atau PNS yang penting DUIT atau GAJI yang saya terima tidak berbeda dengan mereka yang sudah Pegawai Tetap atau bestatus PNS.  Kita bekerja pun kan ujung ujungnya adalah kesejahteraan (baca : GAJI memadai) bukan? 

Bagi saya pribadi, seperti yang sudah saya sebutkan di atas, Status nda penting.  Yang utama adalah GAJI yang saya terima relatif sama dengan mereka yang sudah Pegawai tetap atau sudah mapan.  Tentunya dengan memperhatikan masa kerja dan kualitas kinerjanya. Kan tidak mungkin mereka yang baru diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sama GAJI nya dengan mereka yang sudah selevel ESELON IV. 

Nah sekarang terpulan kembali kepada Pemerintah Pusat, maukah menerapkan asas "persamaan" antara mereka yang sudah berstatus PNS dengan kawan kawan GURU HONORER dengan status Pegawai Pemerintah dengan sistim kontrak kerja.  Memang memiliki kemiripan yang amat tinggi dengan Perjanjian Kontrak kerja di perusahaan swasta. Pengalaman saya sendiri soalnya.

Perjanjian Dengan Sistim Kontrak kerja juga harus menjadi perhatian kedua belah pihak.  Yang namanya Surat Perjanjian Kerja tentu ada 2 pihak yang terlibat di dalamnya. Pihak pertama yang memberikan pekerjaan, dan pihak kedua yang diangkat dan menerima pekerjaan.

Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena terjadinya pelanggaran terhadap ketentuan yang telah disepakati bersama, maka pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar gaji karyawan sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja

Saat saya masih berstatus pegawai kontrak di perusahaan swasta, setiap tahun kontrak kerja saya diperpanjang, dan saya baru diangkat sebagai Pegawai Tetap di tahun ke 14 nya.  Miris bukan?  Kontrak kerja selama 13 tahun dan baru diangkat sebagai pegawai tetap di masa kerja yang ke 14. 

Kalau saya mau saya bisa saja mengadukan permasalahan ini ke Kantor Departemen Tenaga Kerja, namjn saya tidak mau ribut orangnya.  Kelak mungkin saya akan coba berikan tanggapan lagi, setidaknya inilah pandangan dan pendapat saya sebagai mantan 13 tahun Pegawai Kontrak . 
 (Asep Haryono)



www.simplyasep.com  Sebenarnya saya sudah terbiasa mengerjakan apa apa sendiri, itu dahulu saat masih jaya (baca : single).  Mulai dari urusan membersihkan tempat tidur, mengurus rumah, mencuci pakaian, berbelanja dapur hingga urusan masak memasak. 

Tentu dengan catatan masak memasak yang ringan ringan saja dan bukan memasak organik alias yang berat berat.  Namun setelah berkeluarga, semuanya terasa ringan karena sudah ada pasangan yang membantu.  Lalu bagaimana jika suatu ketika anda mendadak menjadi "single parent" bagi anak anak anda.  Itu yang saya rasakan sekarang ini. Menjadi seorang Ayah sekaligus "Ibu" bagi kedua anak saya.

Sejak kedua orang tua saya masih hidup, saya sudah digembleng dengan disiplin yang cukup tinggi, dibalut dengan dukungan pendidikan Agama dari kedua orang tua saya sendiri. Dengan bimbingan dan kasih sayang kedua orang tua saat mereka masih hidup, disiplin itu sudah seperti bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup saya. 

Nah saat inilah apa yang sudah saya dapatkan dari kedua orang tua saya seperti "diuji" dalam ujian kehidupan yang nyata. Saya harus menjadi "single parent"bagi anak anak saya.  Tapi tunggu dulu, saya belum menceritakan konteksnya mengapa sampai menjadi "single parent".

Jangan berprasangka buruk dulu ya karena semua itu ada alasannya mengapa saya harus menjadi seperti itu.  Nah bundanya anak anak saat ini sedang "kuliah" lagi di Universitas Muhammadiyah Malang (Jawa Timur) sebagai salah satu persyaratan untuk lolos seleksi PPG yakni semacam Seleksi Sertifikasi Guru selama kurang lebih dua bulan , Oktober - Nopember 2018.  Hehehe. Lanjut lagi ya
MY CHILDREN : Tazkia (8) dan Mas Abbie (10) saat bersantai di sore hari depan sebuah gerai minimarket di Kubu Raya.  Foto Asep Haryono
MY CHILDREN : Tazkia (8) dan Mas Abbie (10) saat bersantai di sore hari depan sebuah gerai minimarket di Kubu Raya.  Foto Asep Haryono



Menberikan Pengalaman Hidup
Selama lebih kurang 2 bulan ini (Oktober dan Nopember 2018) , saya praktis all out mengurus kedua anak anak saya. Mulai dari pukul 06.00 WIN Pagi hari hingga ke pukul 18.00 WIB di sore harinya. Dalam satu hari terdapat beberapa aktifitas dan jadual yang harus saya jaga dan awasi dengan seksama.  Mungkin akan saya coba gambarkan "aktifitas" saya sebagai "single parent" selama lebih kurang 2 bulan ini 

  1. Dimulai di pagi hari saat mereka akan berangkat menuju sekolahnya masing masing   Abbie Muhammad Furqan Haryono (10) yang biasa disapa dengan "mas Abbie" ini sekolahnya berbeda dengan adik perempuannya Tazkia Montesorri Putri Haryono atau biasa disapa "Tazkia", 8 Tahun.  Adiknya bersekolah di SD Negeri 09 Sungai Raya, dekat Bandara Udara Supadio dengan abangnya di SDIT Khulafaur Rasyidin. Jarang keduanya cukup berjauhan.  Jadual mereka di antar dan dijemput juga berbeda beda mulai dari hari Senin hingga Sabtu.   Aktifitasnya mulai dari mempersiapkan bekal sarapan pagi, mempersiapkan baju sekolah (Seragamnya) hingga mengantar mereka ke Sekolah masing masing dan menjemputnya pulang dari sekolah.
  2. Siang dan Sore harinya di isi dengan memeriksakan kembali apakah mereka mendapat "oleh oleh" dari Gurunya alias PE ER.  Namun sesuai dengan kurukulum Pendidikan yang terbaru, katanya sih anak anak murid sudah tidak lagi ada PR karena semua harus dituntaskan di sekolah. Namun saya kira wajar saja kalau anak pulang membawa PR yang harus dikerjakan dan dinilai serta harus dibawa ke eskokan harinya.  Jika mereka terdeteksi punya PR maka saya akan mendampingi mereka berdeua mengerjakan PR PR nya hingga tuntas.  Jadi tidak ada lagi aktifitas ngerjain PR di malam hari, karena waktu Malam Hari ideal untuk istirahat dan bercengkerama satu sama lainnya

Seperti itulah kira kira gambaran utama aktifitas saya sebagai Orang Tua "tunggal" bagi kedua anak anak saya,  Sedangkan "pernak pernik" kecilnya juga tidak kalah seru jika saya coba paparkan pada kesempatan kali ini.  Aahh jadi semacam Curcol ya , saya rasa tidak juga.  Namanya juga berbagi, pengalaman ini dibagikan kepada sahabat semuanya semoga bisa saing memberikan inspirasi dan semangat selalu.  

Misalnya saja jadual mereka untuk Weekend.  Ya Weekend juga diperlukan buat anak anak saya setelah mereka "berjuang" di sekolah dengan segudang PR dan dan hubungan mereka dengan teman sebayanya. 

Weekend ala kedua anak saya sederhana saja. Misalnya setelah mereka lelah belajar dan sekolah selama 6 hari, nah pada hari Ahad (Minggu) nya mereka bebas menggunakan Gadget untuk bermain game, menontoin Youtube (ini juga dalam pengawasan saya) dan aktifitas olah raga seperti berenang di Kolam Renang terdekat hingga berbelanja (shopping) dan atau menonton di TransMart Kubu Raya yang memang jaraknya cukup dekat dengan komplek perumahan tempat tinggal kami sekeluarga


Bagaimana dengan urusan makan dan cucian mereka? Well ini juga memberikan pengalaman hidup yang luar biasa bagi saya yang saat ini sudah bertindak selain sebagai Ayah juga sebagai "ibu" bagi kedua anak saya.  Saya yang menyiapkan makanan untuk mereka, memasaknya walau bukan jenis makanan yang berat dalam penyajiannya. 

Saya aselinya memang tidak bisa masak sama sekali. Kalau cuma masak nasi saya jago banget.  Nah bundanya pesan kalau repot ya beli lauk matang saja toh nasi selalu ada di rumah Insya Allah. Saran bijak juga. 

Dan memang untuk urusan dinner dan breakfast, menu makanannya terutama lauk pauk beli jadi aja.  Nasi sudah siap Insya Allah.  Nah khusus untuk urusan cuci mencuci, kami memang tidak punya atau tepatnya belum mau punya Mesin Cuci.  Jadi semua aseli dikerjakan dengan tangan , mencuci dengan tangan. Menjemurnya dan juga sekaligus menyetrikanya.   Nah asyik juga kan aktifitasnya.  Kami memang tidak punya pembantu, dan atau masih belum perlu ada pembantu di rumah. Mungkin kelak suatu hari nanti, namun tidak untuk saat ini.

Sebagai bagian penutup, dapat saya sampaikan di sini semua aktifitas sebagai "Single Parent" harus diterima dengan ikhlas sebagai konsekuensi yang wajar karena bundanya anak anak juga tidak kalah serunya tengah berjuang di rantau untuk menyelesaikan "kuliah" 2 bulannya di Malang (Jawa Timur). 

Saya sendiri juga kadang harus curi curi waktu untuk bekerja di kantor, karena jadual mengurus anak anak yang luar biasa padatnya. Kadang saya harus tidak masuk hingga beberapa hari lamanya, karena jadual jam kerja saya nyaris berdekatan dengan jam anak anak saya masuk belajar dan pulang dari sekolah.

Belum lagi distance (jarak) dari kantor saya dengan kedua sekolah anak anak sayang bak dari Kutub Utara ke Kutub Selatan. Jarak tempuhnya bisa 45 menit bisa dibayangkan seperti apa  Namun dari itu semua, ada nilai kedamaian dalam diri saya saat melihat mereka berdua terlelap, ada kedamaian dan rasa tenang bagi saya. Saya jadi lebih dekat dengan kedua anak anak saya.  
 (Asep Haryono)



www.simplyasep.com  PIA Ardhya Garini Cabang 19/D.I Lanud Supadio yang diketuai Ny. Minggit Tribowo ikut peduli terhadap korban gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala. Kepedulian tersebut diwujudkan dengan memberikan bantuan dan diangkut oleh pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara, Sabtu (6/10), sore.

Menurut Ketua PIA AG Cab. 19/D.I Lanud Supadio bantuan yang diberikan untuk korban dan tsunami berasal dari keluarga besar PIA Ardhya Garini yang ada dijajaran Lanud Supadio. Ini merupakan wujud nyata dari kepedulian kita kepada saudara-saudara yang terkena musibah gempa yang disertai tsunami.

Baca juga Skadron Udara 1 Lanud Supadio Ikuti Pameran Alutsista


Sumber : Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU SUpadio
Sumber : Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU SUpadio


Sumber : Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU SUpadio
Sumber : Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU SUpadio


“Selain memberikan bantuan, ibu-ibu PIA AG Lanud Supadio juga telah menggelar doa bersama dan aksi penggalangan dana di mesjid Baitussalam pada hari Rabu tanggal 3 Oktober. Pada acara ini juga dihadiri segenap pejabat, anggota dan PNS dijajaran Lanud Supadio,” jelas Ketua PIA AG Cab. 19/D.I Lanud Supadio.

Baca juga Komandan Lanud Supadio Hadiri Upacara HUT Ke-73 TNI.


Selain itu, lanjut Ny. Minggit Tribowo, anak-anak TK Angkasa Lanud Supadio juga ikut berpartisipasi dalam acara penggalangan dana. Mereka dengan ikhlas menyisihkan uang sakunya untuk disumbangkan kepada korban gempa.

“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa dan tsunami. Dan mari kita mendoakan agar para korban dapat diterima amal dan perbuatannya serta diberikan tempat yang sebaik-baiknya disisi-Nya dan taklupa kita juga mendoakan agar keluarga yang ditinggal tetap tabah dan sabar dalam menghadapi musibah dan cobaan ini,” tambah Ny. Minggit Tribowo. 
(Sumber : Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU SUpadio)



Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog