Jual Milagros disini
Banner Mudik Ramadhan 1437 Hijriah
Assalamualaikum Warrahmatulahi Wabarokatuh. Alhamdulillah saya sekeluarga sudah mudik di Kulon Progo Jogjakarta. Rencana mudik kami dari tanggal 22 Juni s/d 13 Juli 2016 mendatang Insya Allah. Laporan perjalanan mudik kami disajikan secara berseri di blog ini mulai DAY 01 hingga terakhir. Selamat membaca. Jika ada pesan penting atau Urgent silahkan kontak saya Asep Haryono (WA) 089-777-49155, atau Pin BB 57135383
Loading...


Catatan Mudik Asep Haryono
Kulon Progo 22 Juni - 13 Juli 2016
Djogjakarta

Memang tidak termasuk salah satu dari 10 Jajanan Kuliner Jogja terfavorit pilihannya Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) Vita Datau Mesakh, namun diyakini penganan khas Jogja ini juga banyak penggemarnya termasuk penulis sendiri tentunya.
 

Apa sebenarnya Geblek itu? Mendengarnya saja sudah mirip pengucapan “gebleg” (badung-red), namun huruf e yang dilafalkan “ge..”pada panganan Geblek ini seperti “ge”buk, “gelas”, “ger”hana, “ge”jala , dan masih banyak lagi.  Jadi pengucapan jelas untuk “blek” nya seperti mengucapkan “jeLEK” , “ DeREK’, “NgeTREK” dan lain sebagainya. 

Saya sendiri yang pertama kali mencoba penganan khas Kulon Progo ini sekitar tahun 2010 yang lalu, saat mampir ke Pundak IV dan membelinya di pasar Dekso Nanggulan.  Tekstur dari jajanan pasar khas Kulon Progo ini amat kenyal.  Sekilas saat digigit ada sensasi sedang menikmati Pempek Palembang, namunn ternyata jauhh sekali.  

Teksturnya yang alot memang agak sulit untuk digigit dengan gigi, dan terasa sulit untuk dikunyah   Bahkan untuk Geblek yang baru ditiriskan dari penggorengan, dan masih terasa hangat pun masih terasa teksturnya yang alot dan sukar untuk digigit

Agak berbeda dengan Bakpia Pathok yang juga menjadi cirri khas kota Gudeg Djogjakarta yang dibeli dengan bentuk per kotak, maka untuk membeli penganan Geblek ini boleh membeli dengan “eceran” per kilo.

KHAS : Penganan Geblek khas Kulon Progo yang asyik untuk teman santap sore atau malam ditemani teh  Foto Asep Haryono

Bentuknya yang putih sekilas memang mempunyai kemiripan yang sangat tinggi dengan marsmellow, cemilan yang manis kenyal dan bisa dipanggang di atas baru api.  Geblek, bedanya tidak dipanggang, melainkan digoreng dengan menggunakan minyak.

“Cara menikmati Geblek ini bisa langsung dimakan begitu saja, atau dipadukan dengan sambal kacang, atau sambel botol sesuai selera” kata mas Pri salah seorang pedagang eceran Geblek yang saya temui di pasar Dekso, Kulon Progo.

Ayah dua anak ini menjajakan penganan Geblek khas Kulon Progo bersama dengan aneka penganan takjil khas bulan suci Ramadhan.  Bentuknya memang seperti donat bulat atau bundar dengan lobang ditengahnya

Ketika saya amati sebuah Geblek, memang bentuknya seperti donat ada lobang ditengahnya,  Hanya saja kalau donat bentuk circle (lingkaran-red)  nya jelas, bundar, licin dan teksturnya halus dipermukaan.  Beda dengan Geblek yang bentuknya “memaksa” kan diri agar  mirip donat namun bentuk lingkarannya sungguh berantakan, dan tidak rapih.  (Asep Haryono)
Catatan Mudik Asep Haryono
Di Djogjakarta 22 Juni - 14 Juli 2016


Salah satu Mall terbesar di kota Djogjakarta adalah Mall Malioboro atau Malioboro Mall   Terserah mau diucapkan yang mana saja artinya tetap saja sama gedung dan isinya tetap saya ya mall.  Mau berwisata sambil berbelanja saat berada di kota Djogjakarta tentu Mall Malioboro ini jawaban pemungkasnya. Di Mall yang besar dan  megah ini para pengunjung mall baik dari penduduk lokal warga Jalan Malioboro dan sekitarnya, wisatawann DN dan LN.  Siapa saja. Monggo..

Malioboro Mal ini berlokasi memang tepat berada di jantung kota Djogjakarta dan tentunya memiliki lokasi yang sangat strategis untuk mendongkark pemasukan untuk daerah karena berdekatan dengan pusat perbelanjaan, kawasan wisata sejarah , pusat jajanan atau Kuliner, perhotelan mulai dari kelas melati hingga berbintang, dan pusat souvenir.  Luar biasa memang strategis lokasinya yang tidak ada duanya barangkali di seluruh Indonesia.

Untuk mencapai Mall Malioboro pun cukup mudah diakses karena memang berada di jalan Malioboro.  Sahabat bisa langsung dari stasiun Tugu dengan berjalan kaki saja (bagi penggemar olah raga jalan kaki sangat cocok-red) bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Jangan ragu untuk bertanya kepada warga setemoat di areal ini.  Anda sopan mereka pun segan.  Bisa juga bertanya kepada petugas wisata yang ada disekitarnya.

Surga Belanja Wisatawan
"Tidak mau ah belanja di Mall pasti harganya mahal" cetus salah seorang pengunjung ketika saya tanyakan komentar singkatnya kalau berbelanja di Mall atau di pasar tradisional.


Mal Malioboro yang megah ini merupakan mall pertama yang dibangun di kota Djogjakarta pada tanggal 27 November 1993.  Jadi pada bulan November 2016 nanti Mall megah yang memiliki 6 (enam) lantai ini akan berusia 23 tahun.  Kehadiran Mall Mailoboro ini sekaligus menjawab animo (kebutuhan) masyarakat akan barang barang keperluan sehari hari, dan sekaligus memanjakan masyarakat Indonesia siapa saja dari mana saja untuk datang dan berbelanja di sini.

Hadir di Yogyakarta untuk memanjakan dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan sehari-hari, mal ini merupakan pilihan utama bagi para warga Yogyakarta maupun pelancong dari daerah lain yang mengunjungi kawasan Malioboro.  Di bagian lower ground nya terdaoat Hero Supermarket.  Seperti yang kita tahu Hero Supermarket belum masuk ke kota Pontianak.


Standar lainnya yang diperlukan pelancong untuk berbelanja di Mall Mailoboro juga sudah tersedia seperti Eskalator , Telpon umum, Keamanan ,  Mushola ,  Toilet dan juga beberapa bilik ATM ternama seperti Bank Mandiri dan lain sebagainya.   

Petugas keamanan (Security) nya pun ramah.  Saya yang penasaran dengan keramahan petugas ini "menjajal" nya dengan menanyakan letak pusat ATM , " silahken mas jalan lurus nanti ada belokan ke kiri, di sana ada ATM nya njeh" kata mas Satpam,   Ahaiii suaranya renyah krispi.  Uhhhh.  

Jangan tanya soal kuliner di Mall Malioboro ini  Banyak sekali kuliner yang disajikan sesuai dengan standar yang anda inginkan dan tentu sesuai dengan budget yang ada punya.  Mau roti sandwich, es kirim super keren, pizza banyak lagi.   Tidak sempat ke pusat Kaos DAGADU?  Jangan berkecil hati.  Di Mall Malionoro juga lah tempat penjualan Kaos DAGADU Original dengan harga terjangkau.  Untuk satu piece kaos Dagadu Ori dibandrol dengan harga Rp.80.000,- (Delapan Puluh ribu rupiah).

Midnigh Sale
Di Mall Maiioboro saat ini memang bertaburan "hujan" potongan harga (discount) yang kalau dihitung cukup menghemat kantong anda.  Sebagau contohnya adalah pusat penjualan Baju Kaos Dagadu Aseli (original) bisa dengan mudah anda temui di Mall Malioboro ini.  


Letaknya di bagian basement (lantai bawah).  Jadi jika anda masuk ke Mall Malioboro dari arah gerbang, silahkan belok ke kanan lurus saja sampai di ujung belok kiri.  Akan terlihat tangga berjalan ke bawah, nah di sanalah letak penjualan Dagadu original.  You can not miss it (Anda tidak akan kesasar).

Bagi para pelancong yang demen belanja di Midnight Sale di Mall, nah Mall Malioboro juga menyelenggarakan Midnight Sale Party (Pesta Belanja Tengah Malam) dari tanggal 24 dan 25 Juni 2016, kemudian dilanjutkan kembali pada tanggal 1 , 2 dam 3 Juli 2016 yang akan datang.  

Ini adalah kesempatan buat anda para penyuka berbelanja mendapatkan potongan harga bisa mencapai 70 %, juga aneka hadiah dan hiburan yang menarik.   Beberapa jenis hadiah yang bisa anda dapatkan antara lain voucher belanja, voucher produk, dan voucher discount.  Jika anda berbelanja denhan nilai tertentu tentu akan mendapat peluang untuk memperoleh kejutan lain yang menarik dari Mall Malioboro.

Apakah hadiah atau potongan harga ini berlaku bagi para shopper yang berkocek tebal saja? Tentu saja tidak.  Siapa saja boleh berbelanja dengan nominal berapa pun yang dilakukan.  Bahkan anda yang berbelanja Rp.50.000 (Lima Puluh Ribu rupiah) pun masih bisa berpeluang membawa piulang hadiah motor khusus untuk undian triwulan.      

Harap dicatat bahwa Midnight Sale Party ini hanya dibuka selama 2 (dua) jam saja yakni dari pukul 22.00 s/d 23.00 WIB sesuai dengan jadual yang sudah ditentukan Mall Malioboro.  Selamat berbelanja. (Asep Haryono)


MALL MALIONORO :  Foto ini diambil pada tanggal 26 Juni 2016 saat saya dolanan di Malioboro bersama keluarga.  Foto Asep Haryono 

MALL MALIONORO :  Foto ini diambil pada tanggal 26 Juni 2016 saat saya dolanan di Malioboro bersama keluarga.  Foto Asep Haryono 

MALL MALIONORO :  Foto ini diambil pada tanggal 26 Juni 2016 saat saya dolanan di Malioboro bersama keluarga.  Foto Asep Haryono 

DAGADU ORI :  Ada di bagian basement (bawah) anda bisa temukan pusat penjualan Kaos Dagadu original. Harga 80 ribu per kaos .  Foto Asep Haryono
DAGADU ORI :  Ada di bagian basement (bawah) anda bisa temukan pusat penjualan Kaos Dagadu original. Harga 80 ribu per kaos .  Foto Asep Haryono 

MEGAH :  Aneka tenant (kedai) berbagai macam produk di gelar di hall utama Mall Malioboro.  Waspada copet.  Awasi putra putri anda juga.  Foto Asep Haryono
MEGAH :  Aneka tenant (kedai) berbagai macam produk di gelar di hall utama Mall Malioboro.  Waspada copet.  Awasi putra putri anda juga.  Foto Asep Haryono 

TAS DAN SEPATU:  Perlu tas baru untuk puta putri anda? Di Mall Malioboro juga ada banyak pilihan dengan harga menarik.  Foto Asep Haryono
TAS DAN SEPATU:  Perlu tas baru untuk puta putri anda? Di Mall Malioboro juga ada banyak pilihan dengan harga menarik.  Foto Asep Haryono 

PUSAT BUAH :  Anak anak saya suka buah buahan.  Di Mall Malioboro juga ada banyak buah buahan segar siap untuk anda bawa.  Foto Asep Haryono
PUSAT BUAH :  Anak anak saya suka buah buahan.  Di Mall Malioboro juga ada banyak buah buahan segar siap untuk anda bawa.  Foto Asep Haryono 

BANJIR HADIAH :  Belanja cuma 50 ribu juga nda perlu kuatir,  Tetap punya peluang bawa hadiah menarik.  Siapa tahu beruntung.  Foto Asep Haryono
BANJIR HADIAH :  Belanja cuma 50 ribu juga nda perlu kuatir,  Tetap punya peluang bawa hadiah menarik.  Siapa tahu beruntung.  Foto Asep Haryono 
GAYA :  Sebagai bukti aja kalau saya memang benar benar berada di Mall Malioboro biar nda dibilang hoax.  Hahaha. Preet.  Foto  Rudi Maryati
GAYA :  Sebagai bukti aja kalau saya memang benar benar berada di Mall Malioboro biar nda dibilang hoax.  Hahaha. Preet.  Foto  Rudi Maryati


Catatan Asep Haryono

Desa Pundak IV Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo Djogjakarta memiliki usaha bersama pengolahan dan pembuatan Abon Ayam yang sudah digeluti sejak dua tahun yang lalu.

Adalah kelompok pemberdayaan perempuan yang diberi nama “Sumber Ayem” telah mempelopori usaha kerajinan Abon Ayam ini yang ternyata mampu mengerakkan perekonomian warga Pundak IV sekalius memberdayakan potensi kaum perempuan di desa terebut. 

Bagaimana proses pembuatan Abon Sapi sederhana yang dilakukan oleh warga Pundak IV dan bagaimana mereka memasarkannya hingga ke tangan konsumen berikut catatannya.

Prospek Cerah, Perlu Bantuan Modal
“Usaha pembuatan abon ayam ini sudah berlangsung sejak tahun 2014 dan saat itu masih sangat sederhana dan belum mendapat bantuan peralatan dari pihak manapun namun seiring dengan berjalannya waktu beberapa peralatan sumbangan dari warga dan juga bantuan keuangan dan peralatan pembuatan abon ayam dari PT Sari Husada (Susu SGM)” tegas Ngafiah, ketua KPK Sumber Ayam kepada penulis. 

Ngafiah menceritakan sejak dari pertama kali Kelompok Petani Kecil (KPK) Sumber Ayam ini berdiri sejak tahun 2014 yang lalu anggotanya masih sedikit.  Modal yang dihimpun dari para anggota kelompoknya sebesar Rp.200.000 per kepala keluarga yang ada di Pundak IV dikumpulkan menjadi modal bergulir.

“Dari dana yang dhimpun dari anggota inilah kemudian dibelikan peralatan untuk pembuatan Abon Ayam dan ternyata prospeknya sangat cerah” tegas Nyafiah dengan mata berbinar binar. 

Kabupaten Kulon Progo yang menjadi basis pengembangan usaha mikro ini terbilang berhasil terbukti dengan semaraknya kelompok ibu ibu dan perempuan di Kabupaten ini khususnya terhadap warga binaan usaha mikro KPK Sumber Ayam yang berada di Desa Kembang, Pundak IV Nannggulan ini. 

Yang menjadi mitranya adalah PT Sari Husada (SGM) dan bantuan pinjaman modal dan pendampingan

Sekali Produk 83 Bungkus
“Visi dan Misi daripada KPK Sumber Ayem ini adalah membangun kemampuan kaum perempuan peternak Kulon Progo menjadi kuat dan mandiri, dan misinya adalah menciptakan  Sumber Daya Manusia yang professional dengan memberikan pinjaman lunak sebagai penguatan modal kelompok” kata  Ngayifah, Ketua Kelompok

Dalam proses pengerjaan dan pembuatan usaha abon ayam ini tentu memerlukan  banyak peralatan yang dibutuhkan agar proses pembuatan abon ayam berjalan dengan baik. 

“Khusus untuk peralatan pembuatan abon ayam nya sendiri seperti kompor gas, Wajan, Timbangan, Baskom, dan pealatan  lainnya beradal dari banyak donator” tegas Ngafiah.  

Saat penulis menyaksikan proses pembuatan abon ayam nya (28/6) melibatkan banyak kaum perempuan warga Pundak IV.   KPK Sumber Ayem yang dipimping Ngafiah ini tercatat pernah memperoleh Penghargaan sebgai KPK Harapan III Tingkat Propinsi D.I Yogyakarta pada tahun 2003 yang lalu

Ketika saya bertanya berapa kali produksi abon ayam ini dalam sebulan atau bagaimana proses produksinya apakah berdasarkan pesanan (order) baru proses produksi. 

“Seperti hari ini kita memproduksi abon ayam dengan kapasitas 15 Kilogram mampu memproduksi 83 bungkus Abon Ayam dan siap dipasarkan ke beberapa toko dan warung terdekat sebelum melangkah kepada retailer besar seperti minimarket” tegas Ngafah

Bagaimana proses pembuatan abon ayam ini sebenarnya cukup mudah.  “Ayam yang sehat kemudian disembelih, dibersihkan kemudian direbus untuk kemudian dipisahkan antara tulang belulang dan dagingnya kemudian ditumbuk” tegas Ngafiah.  

Proses selanjutnya adalah mencampurkan aneka bumbu yang sehat tidak menggunakan bahan pengawet atau pewarna dan kemudian digoreng dengan menggunakan minyak sayur yang baru sampai kering. 

“Selanjutnya diangkat kemudian dimasukkan ke dalam mesin pengering (Dry) agar terpisah dengan minyaknya barulah dikemas dalam bungkus yang menarik” kata Ngaifah

Untuk menjamin produk abon ayam nya aman dikonsumsi, KPK Sumber Ayam yang dpimpinnya masih memerlukan uji dari Balai Kesehatan dan izin serifikat Halal agar bisa lebih diterima oleh konsumennya. “ Khusus untuk pengurusan pengujian kesehatan dan kehalalannya masih dalam proses dan semoga bisa turun lebih cepat” tegas mas Irfan , koordinator atau pendamping daripada KSM Sumber Ayem ini.  (Asep Haryono)

Ibu ibu Kelompok Petani Kecil (KPK) Sumber Ayem Pundak IV Nanggulan bergotong royong mengerjakan proses awal pembuatan abon ayam.  Foto Asep Haryono
Ayam yang sudah direbus masak kemudian dipisahkan antara tulang dengan dagingnya  Foto Asep Haryono
Ayam yang sudah diberi bumbu bumbu alami kemudian dimasak dengan minyak yang sehat sampai kering  Foto Asep Haryono
Proses selanjutnya adalah sentuhan akhir yakni memisahkan lagi menjadi adonan abon ayam yang siap dipacking   Foto Asep Haryono
Ibu ibu Kelompok Petani Kecil (KPK) Sumber Ayem Pundak IV Nanggulan bergotong royong mengerjakan proses pemisahan abon ayam ini untuk kemudian proses pembungkusan dalam kemasan  Foto Asep Haryono
Proses pembungkusan dalam kemasan dengan timbangan khsusus, Setiap bungkus kemasan beratnya 1 ons.  Foto Asep Haryono
Abon AYam Cap Enak produksi Kelompok Petani Kecil (KPK) Sumber Ayem Pundak IV Nanggulan siap dipasarkan. Foto Asep Haryono
Catatan Mudik Asep Haryono
Jogjakarta 22 Juni - 14 Juli 2016

Sepanjang catatan saya menginap di hotel Merbabu hotel Merbabu yang terletak di JL. Sosrowijayan GT I NO.32, Malioboro, Yogyakarta ini sudah yang kedua kalinya. Pengalaman menginap yang pertama sekali kira kira sekitar 2 (dua) tahun yang lalu, saat saya mengantarkan istri tercinta melakukan Operasi penangkatan Kista di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dengan fasilitas kamar kelas 1 sesuai dengan tingkat kepangkatan PNS istri saya.

Sayang sekali saat saya check out dari Hotel Merbabu pada tanggal 26 Juni 2016 tepat pukul 12.00 WIB belum sempat mengambil foto foto bangunan hotel tersebut.  Saya kira sahabat semuanya bisa dengan mudah men download gambar atau foto hotel Merbabu dengan bantuan searching di google. 

Saya sendiri tidak biasa menggunakan foto atau gambar yang bukan hasil jepretan saya sendiri   Menyangkut hak cipta soalnya. Seperti idealis ya tapi ya saya senang aja punya foto milik sendiri.

Pertama kali saya menemukan hotel Merbabu dengan 3 lantai ini hanya kebetulan saja, Untuk yang pertama kali ketemunya sih mencari secara random (acak) saja di daerah wisata Sosrowijayan yang memang dekat sekali dengan Malioboro. 

Jadi bagaimana mendapatkan hotel yang murah meriah bersih dan begitu keluar dari hotel bisa langsung ketemu Malioboro begitu pertimbangan awalnya. Mencari secara random aja akhirnya ketemu dengan hotel Merbabu ini.  Tidak menggunakan aplikasi pencari hotel murah, tidak menggunakan google, juga tidak menggunakan Jasa penjualan tiket murah Online dari Traveloka dan sejenis aplokasi pencarian hotel murah lainnya   Langsung saja on the spot

Mudah Murah Meriah
Masuk ke dalam gang beberapa meter, tidak punya foto foto hotel Merbabu  Barangklai lokasi nya dari sebelah kiri. Rate untuk kelas ekonomi per hati nett nya adalah Rp.130.000,- (Tiga ratus ribu rupiah) dengan mendapat fasilitas sebuah kamar dengan satu tempat tidur, meja kursi sederhana, ada kamar mandi sederhana (dengan 1 buah gayung dan ember kecil. 

Shower nya kurang maksimal berfungsi jadi untuk keperluan mandi menggunakan gayung.  Tidak ada towel (handuk) bahkan keset pun tidak ada.  Tidak ada AC kecuali kipas angin yang terletak di langit langit   Untuk meals (makan) hanya memilih satu saja yakni antara Omelet atau Roti lapis (sandwich).  Bagi travel blogger seperti saya ini kebutuhan akses internet cukup beresiko  Artinya sekali modem yang saya bawa tidak connect ya harus ke warung internet.   

Alhamdulillah akses WIFI di hotel Merbabu ini lumayan kuenceng.  Untuk melihat video streaming melalui video berbagi youtube dijamin puas.  Satu catatan bahwa akses WIFI nya 24 jam. Beberapa hotel tertentu di Bali bahkan men shutdown atau men disconnect fasilitas WIFI nya pada pukul 00.00 WIB.  Satu poin plus saya berikan untuk hotel Merbabu di kawasan wisata Sosrowijayan ini.
 

Untuk fasilitas kelas Ekonomi dibandrol dengan harga Rp.130.000,- (Seratus tiga puluh ribu rupiah) dengan mendapat meals sederhana, yakni piihan Omelet telur atau Roti Sandwich.  

Sederhana memang kalau tidak mau dibilang kurang memadai.   Bagi para pelancong yang berkantong tipis atau bahkan pelit atau mau menghemat boleh boleh saja memilih hotel Merbabu ini    Banyak bule bule yang juga memilih budget hotel ini dengan pertimbangan mereka sendiri tentunya

Saya kira memang sesuai dengan rate nya yang dipersembahkan untuk kalangan wisatawan yang senang menginap di budget hotel (hotel dengan tarif terjangkau-red).    Namun jangan lantas beranggapan hotel "murah" tidak diminati para bule .  Saat saya sekeluarga menginap saat itu juga banyak bule bule yang menginap juga. 

Tidak semua orang berduit senang atau mau tinggal di hotel mewah atau berbintang.  Tidak ada laundry, tidak ada lemari pakaian, towel (handuk), apalagi perangkat sabun mandi, odol, dan sikat gigi.  Sesuai dengan rate tentunya.  Jadi pelancong yang ingin menginap di hotel Merbabu sudah siap mental atau setidaknya melakukan persiapan sendiri  Mengadakan perlengkapan sendiri.  Hal yang wajar saja.

Berada dalam lorong sempit yang juga didampingi banyak hotel serupa. Yang asyik adalah saat kita keluar dari hotel Merbabu hanya berjalan sebentar saja sudah berada di gerbang Sosrowijayan alias sudah di kawasan Malioboro. Anda bisa berbelanja souvenir di Malioboro. 
 

Berbagai cemilan dan kuliner ada dimana mana di kawasan Sosrowijayan ini mulai dari para pedagang bakso, pedagang bakmi ayam, sate ayam, bahkan bakso Malang dan Batagor Bandung ada. 

Namun yang paling tampak jelas adalah keberadaan Nasi Kucing. Murah meriah nyaman dan enak.  Nah jika anda ingin penginapan standar dengan Hotel budget rendah dan fasilitas yang sederhana selama anda ikhlas oke oke saja.  Dan lagi anda sudah dekat dengan Malioboro. Mau mau mau?  (Asep Haryono)



 BREAKFAST :  Sederhana saja berupa Omelet atau Sandwich. Boleh pilih salah satu. Ini menu makan paginya di Hotel Merbabu Djogjakarta. Foto Asep Haryono
BREAKFAST :  Sederhana saja berupa Omelet atau Sandwich. Boleh pilih salah satu. Ini menu makan paginya di Hotel Merbabu Djogjakarta. Foto Asep Haryono

 SANDWICH :  Bentuk menu makan pagi berupa Sandwich nya saat itu berbentuk seperti candi Borobudur.  Keren  Kreatif. Foto Asep Haryono
SANDWICH Bentuk menu makan pagi berupa Sandwich nya saat itu berbentuk seperti candi Borobudur.  Keren  Kreatif. Foto Asep Haryono

 GAYA : Buat bukti saja kalau saya memang pernah ke hotel Merbabu ini. Difoto saat akan dolanan ke Malioboro sore hari sekalian ngabuburit.  Foto Asep Haryoono
GAYA : Buat bukti saja kalau saya memang pernah ke hotel Merbabu ini. Difoto saat akan dolanan ke Malioboro sore hari sekalian ngabuburit.  Foto Asep Haryoono

 KARTU NAMA : Kartu Nama Hotel Malioboro yang sempat saya foto dan diunggah di halaman blog kesayangan saya ini Foto Asep Haryoono
KARTU NAMA : Kartu Nama Hotel Malioboro yang sempat saya foto dan diunggah di halaman blog kesayangan saya ini Foto Asep Haryoono



Catatan Asep Haryono

Kalau dalam tulisan saya yang berjudul dan berisi Aqiqah dan Oleh Oleh,  kami meminta bantuan family untuk menyembelih 1 (satu) ekor Kambing Aqiqah atas nama putri kecil kami, Tazkia Montesori Putri Haryono (6 tahun), dan Alhamdulillah, acaranya berlangsung sukses. 

Hadir dalam acara Syukuran aqiqah sekaligus undangan berbuka puasa, yakni para bapak bapak warga Pundak IV Nanggulan yang kebanyakan juga adalah warga dari Jamaah Masjid At Taqwa.

Namun untuk sementara belum ada jadual dolanan (jalan jalan-red) keluar, kebetulan tetangga di Pundak IV ada yang menyelenggarakan pemotongan kambing Aqiqahan juga sama seperti yang sudah kami selenggarakan.  Memotong hewan Kambing untuk Aqiqahan bukan hal yang mudah bagi saya.  Saya mencoba mempelajari bagaimana mereka menyembelih hewan aqiqah.   Berikut catatannya


Jadi Penonton Saja
Berbekal sebilah pisau dapur dari rumah , saya pun bergegas menuju rumah tetangga saya yang jaraknya berdekatan pada jam08.10 WIB.  Saat saya datang sudah tampak 2 orang yang sedang menguliti seekor kambing, dan sedang dalam proses menguliti.  Sepertinya saya datang terlambar.

Tanpa basa basi lagi saya pun ingin membantu menguliti kambing tersebut. Namun saya jadi kagok atau gerogi ternyata kedua orang ini sepertinya sudah paham dan menguasai betul teknik menguliti kambing.  Ketika saya tanya ada berapa ekor yang akan disembelih, mas itu pun menjawab  "Untuk anak saya yang laki laki jadi menyembelih 2" kata mas Agus.

Ada beberapa Adab Menyembelih Hewan Aqiqah dan juga beberapa ketentuan yang sebaiknya diikuti saat melakukan proses penyembelihan hewan Aqiqah ini misalnya antara lain seperti mengasah pisau dengan tajam, menghadap Qiblat, membaca doa Aqiqah untuk dan atas nama siapa dan masih banyak lagi adab atau tata cara menyembelih kambing Aqiqah. 


"Jika ada kambing yang hidup berarti ada uratnya yang belum putus, oleh karena itu pisau harus kuat ke leher hewan, hingga saluran pernapasan dan saluran makanan benar-benar putus" kata mas Agus.  Sebagaimana lazimnya Aqiqah boleh menyerahkan kepada jasa atau orang lain boleh juga dilakukan sendiri biar lebih afdol.  "Saya sendiri yang melakukan penyembelihan ini" tegas mas AgusMenggunakan pisau yang tajam adalah keharusan. Makanay saya yang mau bantu degan pisau yang saya bawa dari rumah kena kritik mas Agus. "Pisau dapur tidak digunakan karenan biasa mengiris bawang jadi tidak dipakai" kata mas Agus  Weee  ternyata pisau yang saya bawa adalah jenis Pisau Dapur. "Oalaaa pantes nda dipakai" gumam saya dalam hati.

Menajamkan pisau ternyata ada dasar hukukmnya loh.  “Sesungguhnya Alloh mewajibkan berbuat baik pada segala sesuatu. Jika kalian membunuh,  maka bunuhlah dengan cara yang baik dan jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik, dan hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan membuat nyaman hewan sembelihannya.”  (HR. Muslim) -  Nah sudah jelas di sini pisau yang digunakan harus benar benar tajam.

Nah karena yang memotong hewan Aqiqah adalah mereka yang sudah paham dalil dalil serta hukum Aqiqah, lengkap dengan kepiawaiannya memotong kambing Aqiqah mulai dari menguliti, memisahkan empedu dari daging, dan memotong tulang tulangnya, jadi saya cukup sebagai penonton saja.  


Penonton yang belajar kepada ahlinya Belajar Memotong Kambing Aqiqah   Sungguh sebuah aktifitas yang baru bagi saya.  Di sela sea mudik lenbaran di Djogjakarta, hari ini saa belajar bagaimana adab cara memotong kambing Aqiqah kepada tetangga sayaSebuah ilmu pengetahuan yang berguna dan menambah wawasan saya di sela sela mudik lebaran ini. (Asep Haryono)


GANTUNG :  Setelah proses menguliti kambing selesai kemudian digantung untuk proses pemotongannya  Foto Asep Haryono
GANTUNG :  Setelah proses menguliti kambing selesai kemudian digantung untuk proses pemotongannya  Foto Asep Haryono


GANTUNG :  Setelah proses menguliti kambing selesai kemudian digantung untuk proses pemotongannya  Foto Asep Haryono


GANTUNG :  Setelah proses menguliti kambing selesai kemudian digantung untuk proses pemotongannya  Foto Asep Haryono


DIPISAH :  Setelah isi perut kambing dikeluarkan, masih harus diperiksa lagi jika ada bangian daging yang masih bisa diambil seperti paru paru dan hati.  Waspada empedu nya harus dipisah dengan hati hati jangan sampai pisah  Foto Asep Haryono
DIPISAH :  Setelah isi perut kambing dikeluarkan, masih harus diperiksa lagi jika ada bangian daging yang masih bisa diambil seperti paru paru dan hati.  Waspada empedu nya harus dipisah dengan hati hati jangan sampai pisah  Foto Asep Haryono


EMPEDU :  Mas Agus memperlihat kantong empedu yang berhasil dipisahkan dari dagingnya.  Jika pecah niscaya semua dagingnya akan terasa tidak enak untuk disantap.  Jaga jangan sampai pecah.  Foto Asep HaryonoEMPEDU :  Mas Agus memperlihat kantong empedu yang berhasil dipisahkan dari dagingnya.  Jika pecah niscaya semua dagingnya akan terasa tidak enak untuk disantap.  Jaga jangan sampai pecah.  Foto Asep Haryono
EMPEDU :  Mas Agus memperlihat kantong empedu yang berhasil dipisahkan dari dagingnya.  Jika pecah niscaya semua dagingnya akan terasa tidak enak untuk disantap.  Jaga jangan sampai pecah.  Foto Asep Haryono


DAGING :  Daging segar yang sudah di "preteli" dimasukkan ke dalam baskom yang bersih siap untuk dicincang sesuai selera.  Foto Asep Haryono
DAGING :  Daging segar yang sudah di "preteli" dimasukkan ke dalam baskom yang bersih siap untuk dicincang sesuai selera.  Foto Asep Haryono


TAJAM :  Bisa dibayangkan betapa tajamnya pisau atau belati yang dipegang agus mampu memotong tulang belulang kambing.  Karung dibelakangnya adalah tempat kulit sang kambing (lihat anak panah-red)  Foto Asep Haryono
TAJAM :  Bisa dibayangkan betapa tajamnya pisau atau belati yang dipegang agus mampu memotong tulang belulang kambing.  Karung dibelakangnya adalah tempat kulit sang kambing (lihat anak panah-red)  Foto Asep Haryono

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog