Jual Milagros disini
Loading...

Terima jasa pembuatan blog
Konperensi Asep Asep Yang Pertama di Tahun 2015.  Photo dari paguyubanasep.com
Konperensi Asep Asep Yang Pertama di Tahun 2015.  Photo dari paguyubanasep.com

Sekapur Sirih
Paguyuban Asep Dunia (PAD), adalah gerakan sosial yang bertujuan mempertemukan para pemilik nama Asep di seluruh Dunia untuk bersilaturahmi dan mengaktualisasikan diri secara kongkret agar berdaya dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. PAD didirikan oleh Asep Iwan Gunawan, Asep Kambali Asep Bambang Fauzi, Asep RS, dan Asep Dudi di Jakarta pada 1 Agustus 2010.

Sejarah
Paguyuban Asep Dunia (PAD) pada awalnya bernama Paguyuban Asep (PA). Paguyuban ini digagas pertama kali oleh Asep Iwan Gunawan yang penasaran dengan membuat group: “How Many Asep There Are in Facebook?” pada tahun 2008 yang kemudian direspon positif oleh beberapa orang pemilik nama Asep yang ada di dalam jejaring social Facebook.

Berkat ide dan inisiatifAsep Kambali, seorang sejarawan yang juga pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI), dan didukung oleh Asep Iwan Gunawan, Asep Bambang Fauzi, Asep RS dan Asep Dudi, Paguyuban Asep (PA) lahir di Jakarta menjadi gerakan social yang masif dan kongkret pada tanggal 1 Agustus 2010. 

Didirikannya Paguyuban Asep Dunia ini bukan untuk bermaksud mengeksklusifitaskan diri orang-orang yang bernama Asep, melainkan para pendiri PAD menyadari bahwa saat ini nama Asep sudah jarang diberikan oleh orang tua sebagai nama kepada anaknya. Untuk itu, nama Asep perlu dilestarikan, karena tidak saja identik dengan nama orang Indonesia tetapi juga menunjukan identitas suku Sunda.

Indonesia merupakan negara dengan penduduk hampir 250 juta jiwa, dengan komposisi lebih dari 1200 etnis dan 750-an bahasa daerah. Keragaman tersebut merupakan potensi dan kekuatan besar bangsa Indonesia. Nama Asep merupakan khas Indonesia, karena berasal dari suku Sunda. Ibarat pelangi, jika satu warna, pelangi itu tidak akan indah. Kenapa kita disebut Indonesia, karena kita beraneka warna.

Indonesia tidak mungkin berdiri kokoh sebagai bangsa, jika tidak memiliki penopang yang kuat. Jika suku-sukunya rapuh dan tidak bersatu. PAD menyadari, bahwa suku Sunda adalah salah satu penopang NKRI. Oleh sebab itu, PAD hadir dan berkomitmen untuk terus melestarikan nama Asep sebagai wujud kepedulian para Asep terhadap pelestarian kebudayaan Sunda.


Nama Kegiatan
Konperensi Asep Asep (KAA) yang ke 2 disusul kemudian dengan kegiatan puncaknya yang bertemakan Bandung Lautan ASEP atau kemudian disingkat menjadi BLA


Peserta Konperensi
Tema
Konperensi Asep Asep (KAA) ke 2 dan  Bandung Lautan ASEP  (BLA) mengusung tema "Asep Bersatu Membangun Indonesia".  Para pesertanya sendiri akan di hadiri oleh DPW se Indonesia dengan jumlah -/+ 2500 orang.  Adapun latar Belakang Peserta Dari berbagai profesi : Petani 30 % , Pedagang 50 % , PNS , Polri dan TNI 20 %
 
Waktu Penyelenggaraan

Tanggal 29 – 30 Oktober 2016

Tempat Penyelenggaraan
Gedung Merdeka dan Seputar Gedung Sate Bandung.  Peserta KAA dan BLA

Bantuan Yang Diharapkan
Saya Asep Haryono tinggal di Pontianak, saya secara pribadi mengetuk hati para dermawan, masyarakat Internet di mana saja berada yang bisa membaca proposal ini, kepada sahabat blogger di mana saja berada di dalam dan di luar negeri, juga kepada para pengunjung blog saya dimana saja berada,   saya tertarik ingin hadir di acara tersebut di atas.


Mengingat keterbatasan dana yang ada pada diri saya, maka sekali lagi saya mengetuk hati sahabat blogger di mana saja, para dermawan yang baik hati, masyarakat Internet untuk dapat membantu meringankan biaya perjalanan saya untuk menghadiri Konperensi Asep Asep ke 2 dan Bandung Lautan Asep di Bandung pada tanggal 29 - 30 Oktober 2016 mendatang.

Secara gambaran dana yang butuhkan setidaknya mampu menutupi untuk
  • Tiket Pesawat dari Pontianak - Bandung (Pergi Pulang) kelas Ekonomi secara langsung, ATAU rute Pontianak - Jakarta - Bandung (Pergi Pulang) diperkirakan :
    Pontianak - Jakarta  Kelas Ekonomi Rp.430.000
    Jakarta - Bandung - Jakarta kelas EKonomi @ Rp.860.000x2=Rp.1.720.000
    Jakarta - Pontianak Rp.441.000,-Harga tiket bersumber dari traveloka.
    Perkiraan biaya Rp.2.591.000,-
  • AKomodasi selama berlangsungnya kegiatan mungkin menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara.  Namun untuk menjaga hal yang tidak dinginkan berjaga jaga juga tidak ada salahnya.  Penginapan murah meriah di sekitar lokasi kegiatan di Bandung perkiraan @Rp.250.000,- x 2 hari kegiatan = Rp.500.000,-

Total biaya yang saya butuhkan untuk menghadiri Konperensi Asep Asep (KAA) ke 2 dan Bandung Lautan Asep (BLA) di Bandung pada tanggal 28-29 Oktober 2016 mendatang ini adalah Rp. 3.091.000,- (Terbilang : Tiga Juta Sembilan Puluh Satu Ribu Rupiah)

Anda Tertarik Ingin Menyumbang?
Total biaya yang saya butuhkan untuk menghadiri Konperensi Asep Asep (KAA) ke 2 dan Bandung Lautan Asep (BLA) di Bandung pada tanggal 28-29 Oktober 2016 mendatang ini adalah Rp. 3.091.000,- (Terbilang : Tiga Juta Sembilan Puluh Satu Ribu Rupiah).
Jika bapak/ibu/saudara yang budiman ingin menyumbang dipersilahkan untuk mengirimkan transfer dengan tujuan Asep Haryono, saya sendiri, di nomor rekening di bawah ini.  Konfirmasikan kepada saya via email cepot71@gmail.com  atau via WA 089-777-39155 nominal dan nama untuk bahan pertangungjawabannya.  Info lengkap even besar ini bisa langsung dibaca di www.paguyubanasep.com



Asep Haryono
Account no : 3703-01-013384-53-7
Swift Code : BRINIDJA
Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Teuku Umar
Pontianak. Kalimantan Barat
Indonesia


Asep Haryono
Account No :  900-00-3483411-0
Swift Code : BMRIIDJA
Bank MANDIRI cabang Gajah Mada
Pontianak. Kalimantan Barat
Indonesia



Sebagai bentuk pertanggung jawabannya saya dengan senang hati akan membuat laporan perjalanan (travel notes/travel report) dan dipublikasikan di halaman blog ini juga.  Nama nama penyumbang dan nominalnya akan dicantunkan secara terbuka di halaman blog ini (kecuali jika ingin dirahasiakan oleh donatur yang bersangkutan).

Semoga amal baik bapak / ibu / saudara semuanya mendapatkan balasan yang lebih indah dari Allah SWT.  Aamin Ya Rabbal Alamin


Wassalamualaikum
Warrahmatulahi Wabarokatuh


Asep Haryono
Bagian Informasi dan Publikasi
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Paguyuban Asep Dunia (PAD)
Chapter Kalimantan Barat

Sekretariat
Komplek Duta Bandara Blok C6/14
Jalan Ahmad Yani 2 Supadio
Pontianak 78124

Website :  www.simplyasep.com
Twitter : @asepmilagrosptk
WA : 089-777-49155
Facebook : www.facebook.com/asepharyono
IG : @asep.haryono








Photo and Copyright By Barbara Kinney/Hillary for America.
Photo and Copyright By Barbara Kinney/Hillary for America. 

In the summer of 1995, she walked onto a stage in Beijing, and declared that women’s rights were human rights, and human rights were women’s rights.

Tonight, in the fall of 2016, Hillary’s going to take the stage once more, this time at Hofstra University -- this time with more eyes on her and more on the line than ever before.

I know Hillary. And I know that tonight, she is going to stand up for the same ideas and ideals she’s been fighting for her entire life. Once more, she’ll tell us that we need to reject the hate we’re hearing and rise above others’ attempts to divide us. That our country will only truly thrive when every citizen has the opportunity to succeed.

With tens of millions of people tuning in, this debate will define the final six weeks of this race. And even after so many years on so many stages, I know how much it will mean for Hillary to hear how many people were cheering her on tonight.

We’re looking for 43,669 more supporters to join our team and become Debate Donors before the big event -- can you chip in right now to prove that you have Hillary’s back as she shows the world what a resilient, brilliant president she’ll be?

Hillary likes to say that it takes a village to accomplish anything worth achieving. Tonight, when she takes the stage, she deserves to know that she has a village rooting her on:
I’m about to head onstage to take on Donald Trump in our first presidential debate.

I hope I show that I will never stop fighting for you or the people you love. But I need you with me. Your contribution right now is about much more than money -- it shows that no matter how hard this race gets, you’ll still be there for me.

Before Debate Begins
No matter what happens when Hillary debates Donald Trump tonight, this race is going to be different tomorrow morning.

That’s why Hillary needs to know if you’re with her -- and she needs to know right now, before the debate begins. We’re counting on 14 more supporters from your area to be official Debate Donors -- we’re trying to hit 100,000 before she heads on stage. We’re 52 percent of the way there -- will you be one of them and help hit this goal?

Whatever Trump does tonight, it’s clear that his team has his back. They’ve stepped up in recent weeks and made their voices heard. Polls are tighter, his fundraising is surging, and he’s going to walk on that stage tonight with momentum on his side.

How do you want to answer him? Do you want to be someone who stands on the sidelines while Hillary fights tooth-and-nail against this bully, or are you someone who stands right next to her when she needs you the most?

It’s up to each and every one of us right now to make that call. There’s only going to be one first debate. And whether we step up to say that we’re on Hillary’s team -- that love trumps hate and hope defeats fear -- could make the difference come November 8th. This is your country. Hillary’s fighting for it. Will you fight for her?

What you can do tonight?

In the spring of 1969, a 21-year-old Hillary stood on a stage at Wellesley College and talked to her fellow graduating seniors about the importance of rejecting fear.
Chip in $1 tonight and show that you’re standing by her side:  





Thank you,


Huma Abedin

Vice Chair
Hillary for America 



Robby Mook Abedin
Campaign Manager
Hillary for America

Raising the Bar for Ecotourism

We're delighted to announce that our supported motion to fortify conservation through improved standards for ecotourism has been adopted by the IUCN World Conservation Congress.  We are grateful to our partners in this effort.  The press release issued by IUCN follows.

Photo courtesy portals.iucn.org

September 12, 2016 - Honolulu, Hawaii -- Among the landmark decisions emerging last week from the 2016 International Union for Conservation of Nature (IUCN) World Conservation Congress is a bold decision to improve standards for ecotourism worldwide.

Motion 65, “Improving standards in ecotourism”, proposed by the Yale Tropical Resources Institute in collaboration with The International Ecotourism Society, Nature Seychelles, the African Wildlife Foundation, the WILD Foundation, The Wilderness Society Australia, National Parks Australia Council, the Global Sustainable Tourism Council, and the Moroccan Association for Ecotourism and Nature Protection, urges IUCN to renew their definition of ecotourism and address the barriers to its effectiveness as a conservation tool.

Defined by The International Ecotourism Society as “responsible travel to natural areas that conserves the environment, sustains the well-being of local people, and involves interpretation and education,” ecotourism aspires to be a form of nature-based travel that helps people and nature.

Today, the fastest growing sector of the largest global industry, ecotourism development is used as a tool for countless conservation efforts in public and private protected areas around the world. “Ideally,” says Anna Spenceley, Chair of IUCN’s Tourism and Protected Areas Specialist Group, “ecotourism should be the most sustainable form of nature-based tourism.

In protected areas, and other areas of high biodiversity, this form of travel should inspire visitors, conserve nature and culture, and benefit local people equitably.”

However, these tourism operations often create complex conservation challenges. Despite the alleged role ecotourism has in sustainable development, poverty eradication, and biodiversity protection, there is growing concern that ecotourism activities are failing to protect communities and natural areas due to commercial greenwashing and inadequate management, monitoring, and resources.

“Done poorly,” remarks Peter Cochrane, IUCN Regional Councilor for Oceania, “it can be degrading in every sense of the word. So high standards of performance and behaviour are essential, not only to protect the environment but also to communicate and demonstrate to visitors, local communities and regulators that ecotourism is a mature, responsible and valued part of every economy.”

Welcoming the resolution after it passed with overwhelming support, Mr. Cochrane is “delighted that IUCN will be collaborating on the development and adoption of high standards and associated certification to ensure that ecotourism operations and operators deliver what they promise, with positive impact.

” Through this initiative, together, IUCN Commissions, Members, and the Tourism and Protected Area Specialist Group will help the travel industry develop and manage ecotourism in a more responsible way. Seeing its effects first hand, Andrea Athanas, Program Manager for the African Wildlife Foundation agrees, when done responsibly “eco-tourism...is a positive ally for conservation.”

By building global partnerships and synthesizing data and perspectives from the tourism industry, natural and social scientists, and economists, IUCN will play a large role in improving and promoting new standards to reverse the negative impacts of ecotourism across the planet. (Sumber : https://portals.iucn.org/congress/motion/065)

CAIR : Saat saya "gajian" dari Google Adsense Tahun 2006 yang lalu.  Lembaran pink di kanan adalah nota slip pencairannya dari Western Union.   Foto Kekes
CAIR : Saat saya "gajian" dari Google Adsense Tahun 2006 yang lalu.  Lembaran pink di kanan adalah nota slip pencairannya dari Western Union.   Foto Kekes

Bagi yang sudah merasakan aplikasi permohonan menjadi publisher Google Adsense nya ditolak jangan berkecil hati, bersungut sungut lalu merasa sedih. Marilah kita pelajari bersama sama mengapa (aplikasi Google Adsense) anda ditolak. Nah, berikut ini adalah beberapa alasan dan juga sebab mengapa aplikasi Google Adsense anda ditolak.
   
Pelanggaran Kebijaksanaan Google Adsense
Google Adsense memutuskan untuk tidak menyetujui permohonan Anda karena situs web atau blog anda tidak sesuai dengan kebijakan Google. Situs Anda tidak sesuai dengan kebijakan program Google AdSense atau mematuhi pedoman Mutu Webmaster. 


Sasaran Google Adsense adalah memberikan pengiklan mereka situs yang menawarkan konten bermakna dan kaya, menerima lalu lintas organik, dan memungkinkan mereka menayangkan iklan yang ditargetkan dengan baik kepada pengguna. Mereka meyakini bahwa saat aplikasi permohonan Google Adsense anda ditolakk berarti  situs Anda tidak memenuhi kriteria mereka

Berikut beberapa saran untuk membantu Anda meningkatkan pengalaman pengguna di situs Anda dan memenuhi kriteria AdSense:

  1. Situs yang menampilkan iklan Google harus memberikan nilai yang signifikan bagi pengguna. Sebagai penayang, Anda harus menyediakan konten unik dan relevan agar pengguna memiliki alasan kuat untuk berkunjung ke situs Anda. 
  2. Jangan tempatkan iklan di laman yang dibuat secara otomatis atau laman dengan sedikit konten asli atau tidak berisi konten asli sama sekali. 
  3. Situs Anda juga harus menyediakan pengalaman pengguna yang baik melalui navigasi dan pengaturan yang jelas. Pengguna harus dapat dengan mudah mengeklik seluruh laman Anda dan menemukan informasi yang dicari.

Status permohonan AdSense Anda
Google Adsense pada prinsipnya sangat berterima kasih karena anda memilih platform mereka sebagai pilihan utama untuk mendatangkan earning atau pendapatan dari blog atau website anda.  


Mereka sangat senang atas minat Anda terhadap Google AdSense. Namun jika aplikasi permohonan anda ditolak mereka atau setelah dilakukan peninjauan permohonan Anda, ternyata mereka tidak dapat menerima Anda untuk masuk ke program AdSense nya.

mereka tidak menyetujui permohonan Anda juga karena alasan-alasan yang tercantum di bawah ini.

  1. Konten tidak memadai: Guna mendapatkan persetujuan untuk AdSense dan menampilkan iklan yang relevan di situs Anda, laman Anda harus berisi teks yang memadai agar pakar kami dapat melakukan peninjauan dan perayap kami dapat menentukan tema laman Anda. 
  2. Untuk menyelesaikan masalah ini, harap pelajari saran berikut:    Pastikan laman Anda berisi teks yang memadai - situs web yang kontennya sebagian besar adalah gambar, video, atau animasi Flash tidak akan disetujui.    
  3. Konten Anda harus berisi kalimat dan paragraf lengkap, bukan sekadar judul. Pastikan situs web Anda telah sepenuhnya rampung dan diluncurkan sebelum Anda mengajukan permohonan untuk AdSense - jangan ajukan permohonan ketika situs Anda masih dalam versi beta atau tahap under construction atau "sedang dibuat" atau hanya terdiri dari kerangka situs web.    
  4. Tempatkan kode iklan di laman aktif situs web Anda. Tidak harus berupa laman utama, namun laman percobaan yang kosong kecuali untuk kode iklan AdSense tidak akan disetujui.
  5. Sediakan sistem navigasi yang jelas untuk para pengunjung agar mudah menemukan semua bagian dan laman dalam situs web Anda.    Jika Anda ingin memonetisasi video YouTube, ajukan permohonan untuk program monetisasi YouTube. Perhatikan bahwa blog dan situs web yang hanya berisi video tidak akan disetujui. (Sumber :  www.google.com/adsense)
Ti Asep ku Asep keur Indonesia

Jika mendengar singkatan KAA ingatan kita langsung pada singkatan "Konperensi Asia Afrika".  Namun KAA yang ini adalah kepanjangan dari "Nama Konperensi Asep Asep" atau kemudian disingkat menjadi KAA.  Konperensi para pemilik nama ASEP sedunia pada umumnya dan se Indonesia pada umumnya disematkan oleh co founder sekaligus Presiden Paguyuban Asep Dunia (PAD) yakni kang Asep Kambali. 

Sebuah gerakan sosial yang berwujud Paguyuban Asep Dunia (PAD) ini mempunya tujuan utama yakni menyatukan  para pemilik nama Asep di seluruh Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya agar bisa memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat, bangsa dan negara. 

Pada tanggal 1 Agustus 2010 di Jakarta digagaslah ide membentuk PAD itu dari 5 tokoh utama pendirinya adalah Kang Asep Bambang Fauzi,  Kang Asep Dudi, Kang Asep Iwan Gunawan, Kang Asep Kambali dan Kang Asep RS

Pada  Konperensi Asep Asep (KAA) yang pertama tanggal 25 Oktober 2015 di Bandung Jawa Barat telah dihadiri tidak kurang dari 350 lebih para pemilik nama Asep dari seluruh Dunia.  Di pilihnya kota Bandung pada waktu memang terinspirasi oleh "Konperensi Asia Afrika" pada tahun 1955. 

MAMPIR : Teman teman dari DPD Paguyuban Asep Dunia (PAD) Bogor yang mampir ke rumah saya pada tanggal  2 Agustus 2016 lalu.  Dari kanan ke kiri : Dokter Asep, Kang Asep Serdadu, Kang Asep Sabolagna Pangabean, dan  Asep Haryono  Foto Istimewa
Logi resmi KAA 2 - BLA.   Gambar dari Paguyubanasep.com
Logi resmi KAA 2 - BLA.   Gambar dari Paguyubanasep.com

Yang unik dari komunitas ini adalah tidak semua pemilik nama ASEP adalah berdarah Sunda atau bisa berbahasa Sunda.  Semua warga negara Indonesia yang memiliki nama depan ASEP boleh bergabung. 

Ini menandakan bahwa Paguyuban Asep Dunia tidak ekslusif namun independent dan terbuka untuk umum.  Paguyuban Asep Dunia ini memiliki anggota tersebar di seluruh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) di seluruh Indonesia.

Untuk Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kalimantan Barat bertempat di sekretariat sementaanya di rumah kediaman Asep Haryono, Komplek Duta Bandara Blok C6/14 Jalan Ahmad Yani 2 Supadio Kalimantan Barat.

Pada tanggal 29-30 Oktober 2016 mendatang Insya Allah akan diselenggarakan Konperensi Asep Asep (KAA) 2 dan Bandung Lautan Asep (BLA) yang mengambil lokasi di Bandung (Jawa Barat). 

Bagi warga kota Pontianak pada khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya yang merasa memiliki nama depan ASEP , dan atau punya teman, family, atau kawan yang punya nama depan ASEP,  dihimbau untuk bergabung dalam Dewan Pengurus Wilayah
Paguyuban Asep Dunia (DPW PAD) Kalimantan Barat. Hubungi via email di cepot71@gmail.com atau di WA 089-777-49155.  Atau bisa mendaftar langsung online di sini.  (Asep Haryono)
Hillary Clinton.  Photo courtesy CNN.com
Hillary Clinton.  Photo courtesy CNN.com


For more than a year now, Donald Trump has used his platform on the campaign trail to try to silence and bully anyone who looks or acts differently than him.

So here’s what I’m promising you today: When I step onto the debate stage a week from now, I’m going to use my voice, my platform, and my microphone to speak out on behalf of the Americans he’s trying to put down.

I’m going to stand up for the 11-year-old girl in Nevada, who’s worried that her parents would be deported under a Trump presidency. For the Muslim family in Queens whose young children are terrified of how their family would be treated if Donald Trump becomes their Commander-in-Chief. I’ll speak up for every American who needs someone in their corner -- not someone backing them into one.

I’ve taken part in quite a few debates in my life. But Monday’s is the most important. With so much on the line, I’m ready to give my all.

It’s going to be a historic night, and I’d love for you to be there for it. Will you add your name before tonight’s final deadline for a shot to sit in the audience as I challenge Trump? Time’s running out, the contest ends at midnight. 

Be at the first debate. Enter before midnight for a chance to fly out to watch the first debate!


I hope to see you there




Hilary

SUN EDUCATION GROUP bekerja sama dengan IALF (Indonesia Australia Language Foundation) menyelenggarakan pameran pendidikan yang bertajuk "EDUCATION EXPO" di Hotel Mercuree Pontianak yang sukses di gelar pada hari Sabtu kemarin tanggal 17 September 2016 dari jam 13.00 s/d 18.00.   Lebih dari 50 pendidikan Luar Negeri kumpul memberikan presentasi dan pengarahan bagi calon mahasiswanya.

Selain menyelenggarakan EXPO Pendidikan ini, SUN EDUCATION GROUP chapter Pontianak juga menyelenggarakan seminar bagaimana memperoleh pendidikan di luar negeri beserta dengn testimonial para pelajarnya dan juga simulasi IELTS.   Simulasi IELTS ini diberikan dengan Free atau cuma cuma, namun komponen yang diujikan ini hanya sebagian dari ujian IELTS yang sesungguhnya.



Salah satu stand yang berhasil saya temui saat itu adalah SIT (Southern Institute Of Technology) di Selaindia Baru (New Zealand).  "Jika anda sudah memiliki latar pendidikan Sarjana (S1) saya sarankan untuk mengambil gelar Master saja di jurusan yang anda sukai, dan tidak boleh mengambil S1 lagi" kata salah seorang staff yang bertugas di stand tersebut.

Secara ringkas ada 8 (delapan) prosedur yang harus dilewati oleh para calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi di luar negeri menurut SUN EDUCATION GROUP.   Pertama, konsultasikan rencana studi tersebut dengan konselor mereka, Kedua : Persiapan Bahasa Inggris , Ketiga : Pendaftaran aplikasi ke sekolah yang disukai, Keempat : Mendapatkan Surat Penerimaan (Offer Letter), Kelima : Pembayaran uang kuliah , Keenam : Proses aplikasi Visa Pelajar, Ketujuh : Pengaturan tiket, Akomodasi dan Penjemputan, dan yang  terakhir kedelapan : Orientasi sebelum keberangkatan. (Asep Haryono)

MERIAH:  Lebih dari 50 pendidikan Luar Negeri di gelar di acara EXPO EDUCATION oleh SUN EDUCATION GROUP di Mercure hari sabtu 17 September 2016 kemarin. Foto Asep Haryono
MERIAH:  Lebih dari 50 pendidikan Luar Negeri di gelar di acara EXPO EDUCATION oleh SUN EDUCATION GROUP di Mercure hari sabtu 17 September 2016 kemarin. Foto Asep Haryono

KONSULTASI :  Para calon mahasiswa bisa langsung bertanya dengan staf yang ada di stand tersebut seperti yang tampak dalam foto ini. Foto Asep Haryono
KONSULTASI :  Para calon mahasiswa bisa langsung bertanya dengan staf yang ada di stand tersebut seperti yang tampak dalam foto ini. Foto Asep Haryono

GOODIES :  Setiap pengunjung yang datang  diberikan paket Goodies yang menarik berisi buku panduan study di LN 2017-2018, pulpen dan brosur.  Selama persediaan masih ada tentunya. Foto Asep Haryono
GOODIES :  Setiap pengunjung yang datang  diberikan paket Goodies yang menarik berisi buku panduan study di LN 2017-2018, pulpen dan brosur.  Selama persediaan masih ada tentunya. Foto Asep Haryono

Spanduk atau media Promosi SUN EDUCATION
Spanduk atau media Promosi SUN EDUCATION


Sail Selat Karimata.  Photo courtesy sailselatkarimata.com
Sail Selat Karimata.  Photo courtesy sailselatkarimata.com

Dalam beberapa hari ke depan atau tepatnya pada tanggal 15 Oktober 2016 , Sail Selat Karimata 2016 akan segera dibuka secara resmi. Menurut rencana Presiden Republik Indonesia Bapak Ir Joko Widodo yang akan meresmikan Sail Selat Karimata 2016 ini.  


Lokasi Sail Selat Karimata 2016 ini di Kabupaten Kayong Utara, propinsi Kalimantan Barat.  Selain Kalimantan Barat, Propinsi Jambi, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung juga menjadi bagian lokasi penyelengaraan Sail Selat Karimata 2016 ini.

Luas Pulau Karimata sekitar 77.000 hektare. B
erada di selat perairan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera yang terdiri dari dua pulau besar, yaitu Pulau Karimata dan Pulau Serutu, serta beberapa pulau kecil lainnya. Karimata dapat dijadikan alternatif wisata laut di Tanah Air.

Kabupaten Kayong Utara Propinsi Kalimantan Barat sebagai host atau tuan rumah penyelenggaraan Sail Selat Karimata 2016 ini memiliki empat kecamatan lainnya yakni  Kecamatan Simpang Hilir, Kecamatan Teluk Batang,  Kecamatan Seponti dan
Pulau Maya Karimata.

Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kayong Utara selaku tuan rumah, dan pemerintah pusat sebagai panitia pelaksananya. Target 15.000 wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri.  


Dari segi kenyaman dan fasilitas buat para tamu Sail Selat Karimata 2016 sudah dipersipakan oleh Pemerintah Kabupaten Kayong utara baik berupa sarana dan prasarana akomodasi, perhotelan, restoran dan rumah makan, transportasi dan juga dari segi keamanannya.  TNI terlibat dalam mengamankan sejumlah obyek dan lokasi penyelenggaraan Sail Selat Karimata 2016 ini karena berkaitan dengan kedatangan Presiden Jokowi. (Dari berbagai Sumber)

Hillary Clinton.  Photo courtesy skepchick.org

In just a few hours we’re going to be halfway through September. At this point in time, we are seriously off-pace to hit the goal we’ve set of 2.5 million grassroots donors by the end of this month. That means you still have the chance to help us get all the way there and say you’re with Hillary right now!
We created that goal with a very tangible outcome in mind. It's about securing the resources to win key states and earn every last vote -- we’re going to hire organizers, run ads, and talk to as many voters as possible before they cast their ballots.

But hitting this goal is important for another reason, too: Hillary’s counting on us.

Hillary’s not a quitter. She keeps on going when things get tough, and she relies on her team to do the same. So this team can’t quit, either. And we definitely can’t be complacent.

In just a few hours, we’ll know whether we stepped up enough to show that kind of dedication and commitment. So let’s do it -- let’s show Hillary what her crew is capable of.

Chip in if you’re with her, today and every day:

Hillary needs you now more than ever -- chip in and help us reach our goal of 2.5 million individual grassroots donors by the end of the month and we'll send you a free sticker.



Thanks,

Robby

Robby Mook
Campaign Manager
Hillary for America


| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog