Jual Milagros disini

Urban ndo

Bargaining at Central Market Kuala Lumpur 2009.

.
Kesan tertutup dan sulit diakses oleh masyarakat luas sudah jauh dari pandangan masyarakat terhadap keberadaan Lanud Supadio yang berada di kabupaten Kubu 

Raya provinsi Kalimantan Barat. Pangkalan Udara yang mengoperasikan pesawat tempur jenis Hawk 100/200 buatan Inggris ini sekarang menjadi salahsatu obyek kunjungan sejumlah kalangan pelajar, mahasiswa bahkan masyarakat umum. Mulai dari murid-murid tingkatan Taman Kanak-Kanak hingga mahasiswa perguruan tinggi  yang ada di provinsi paling utara pulau Kalimantan ini pernah berkunjung ke Lanud Supadio

Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Supadio, Letnan Kolonel Sus Filfadri nenyampaikan bahwa, kunjungan yang dilakukan oleh para pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum merupakan salahsatu bentuk kedekatan Lanud Supadio dengan seluruh kalangan masyarakat. Menurutnya hal ini sangat penting guna memperkenalkan Lanud Supadio kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda di bumi khatulistiwa ini.

“Kami selalu terbuka buat siapa saja yang ingin berkunjung, hari ini saja, Selasa (12/12) tercatat lebih dari 600 orang berkunjung melihat alutsista Lanud Supadio. 

Mereka berasal dari 9 sekolah yang ada di kota Pontianak, yang terdiri dari 7  sekolah tingkatan TK dan 2 Sekolah Dasar. Mereka kita kenalkan dengan pesawat tempur Hawk 100/200 di Hanggar Skadron Udara 1, “ kata Filfadri.

Disampaikannya juga bahwa, persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pengunjung sangatlah mudah, yaitu mengajukan surat permohonan secara resmi kepada Lanud Supadio dengan mencatat waktu dan tanggal kunjungan termasuk jumlah pesertanya.

“Bagi siapa saja yang ingin berkunjung kami persilahkan untuk mengajukan surat 
permohonan yang ditujukan langsung kepada Komandan Lanud Supadio. Surat 
Tersebut nantinya akan kami proses dan kami tindaklanjuti kepada yang bersangkutan" pungkasnya. ( Sumber Kapentak Danlanud Supadio)

Siaran Pers Danlanud Supadio
PERSONEL Skadron Udara (Skadud) I Elang Khatulistiwa milik Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio (Spo) Pontianak, sukses menggelar latihan dan simulasi perang. Latihan rutin ini diselenggarakan di Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekan Baru, Riau.


Skadron Udara I Elang Khatulistiwa Sukses Gelar Latihan Tempur di Lanud Roesmin Nurjadin.  Foto kapentak Danlanud Supadio
Skadron Udara I Elang Khatulistiwa Sukses Gelar Latihan Tempur di Lanud Roesmin Nurjadin.  Foto kapentak Danlanud Supadio

Latihan ini melibatkan tiga Skadud, yang terdiri dari dua Skadud dari Lanud Rsn Pekanbaru, dan satu Skadud Lanud SPO Pontianak. Latihan gabungan yang mengangkat tajuk Mission Oriented Training (MOT), diselenggarakan dua minggu lamanya, yaitu sejak 27 November – 9 Desember 2017.

“Betul, kami sudah selesai melaksanakan latihan pertempuran di Pekan Baru, Riau. Latihan ini sebagai salah satu cara meningkatkan kemampuan personel,” ujar Komandan Skadud I, Letkol Pnb Agung Indrajaya.

Selain meningkatkan kemampuan personel, latihan gabungan ini digelar untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan seluruh personel, terutama dalam memanfaatkan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI AU.

Pada simulasi pertempuran, baik di udara maupun di darat, latihan gabungan ini melibatkan total 15 pesawat tempur jenis F16 Fighting Falcon dan Hawk 100/200.

“Latihan gabungan ini dijadikan bekal dan pengalaman serta meningkatkan pemahaman, kemampuan bekerja sama antara penerbang yang mengoperasikan alutsista dengan platform yang berbeda, sehingga kemampuan personel semakin meningkat dan dapat melaksanakan operasi udara yang memiliki kompleksitas tinggi," paparnya.

Adapun tiga Skadud yang terlibat dalam latihan ini terdiri dari Skadud 12 dan 16 Lanud Rsn, serta Skadud 1 Lanud Spo. Lima pesawat Hawk 100/200 dari Skadud 12, lima pesawat F-16 dari Skadud 16, kemudian lima pesawat Hawk 100/200 Skadud 1, ditambah dengan satu unit Helikopter Puma TNI AU.

"Sekitar 350 personel terlibat dalam latihan tersebut, terdiri dari para penerbang, ground crew, personel GCI dari beberapa Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) hingga pendukung lainnya," tutur Danskadud I.

Letkol Pnb Agung menjelaskan, seluruh peserta latihan gabungan selalu mengedepankan faktor keselamatan dan keamanan. Cek dan re-checkseluruh Alutsista dan vitalitas personel juga jadi perhatiannya, hal ini dilakukan agar seluruh rangkaian latihangabungan berjalan dengan baik, aman dan lancar.

Komandan Lanud (Danlanud) Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Minggit Tribowo mengapresiasi peran personel Skadud I Lanud Supadio, yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja sama terbaik pada latihan dan simulasi temput MOT tersebut.

“Saya ucapkan selamat datang kembali ke home base di Lanud Supadio. Saya bangga dengan personel yang telah menunjukkan semangat juang yang tinggi,” kata Danlanud.

Marsma Minggit menjelaskan, latihan gabungan tiga Skadud tempur di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, menjadi salah satu cara untuk memperlihatkan kemampuan tempur pasukan udara dalam rangka pertahanan negara di wilayah yang berbatasan dengan Selat Malaka tersebut.

“Latihan tempur gabungan ini memperlihatkan kesiapan TNI AU, yang merupakan bagian dari TNI, dengan kesiapsiagaan tinggi dapat menjalankan tugasnya sebagai alat pertahanan negara dengan baik, guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Marsma TNI Minggit.  (Sumber Kapentak Danlanud Supadio)






Catatan Asep Haryono

Tak disangka tadi malam saya mendapat email dari OGI YUTARINI, yang saya kenal betul dia adalah "tangan kanan" Pak Kevin Dalton. Hehhee. Sorry just a joke.  Mba OGI adalah salah satu petinggi dari KanGuru Indonesia (KGI) yang dahulu bernama KGRE (Kangguru Radio English) saat saya beserta 6 mantan Kangguru Champions lainnya masih "bekerja" di Kanguru Indonesia yang bermarkas di IALF (Indonesia Australia Language Foundation) di Jalan Sesetan Denpasar Bali.
Baca juga - Kenangan saat masih sebagai KanGuru Indonesia Champions

Saya sudah hampir bersorak membaca KOP email itu dari OGI YUTARINI. Padahal saya belum membaca isi emailnya sudah gembira duluan. Hahhaha. Orang bule bilang "don't celebrate too early" (Jangan gembira dahulu). 

Dan ternayata benar dugaan saya semula akan ada kabar gembira Kanguru Indonesia dilanjutkan lagi, atau Kangguru Champion di aktifkna kembali ternyata isi emailnya kabar Pak Kevin Dalton mau "pensiun" dari IALF. Hehehehhehee. Nggak jadi deh gembiranya Hahahhaa.  Dalam email itu OGI menyampaikan kabar memang benar KEVIN mau pensiun.  Dia pun memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pesan dan kesan untuk disampaikan kepada KEVIN

ME AND KEVIN : A simple photo of me and Mr Kevin Dalton during a dinner party with all Kangguru Champions and KanGuru Indonesia staff in 2010.  Foto IST
ME AND KEVIN : A simple photo of me and Mr Kevin Dalton during a dinner party with all Kangguru Champions and KanGuru Indonesia staff in 2010.  Foto IST
 ARE THE CHAMPIONS : Seven former Kangguru Champions. From left to right : Syahrir Badulu (Makasar), Saptari Wibowo (Medan), Suryadi (Madura), Keyko (Semarang), Ririn Pudya (Jakarta-KEdiri), Fadel (Mataram) and me Asep Haryono (Pontianak). Foto IST
WE ARE THE CHAMPIONS : Seven former Kangguru Champions. From left to right : Syahrir Badulu (Makasar), Saptari Wibowo (Medan), Suryadi (Madura), Keyko (Semarang), Ririn Pudya (Jakarta-KEdiri), Fadel (Mataram) and me Asep Haryono (Pontianak). Foto IST



Dont forget KangGuru Champions
Well, sebenarnya saya masih ada keperluan dengan pak KEVIN.   Saya masih memerlukan Referre (juri) dari IALF untuk kelengkapan beasiswa ENDEAVOUR tahun 2018/2019 yang akan datang.

Saya sudah berharap Pak KEVIN yang dari IALF ini bisa dan berkenan memberikan surat keterangan atau semacam rekomendasi sebagai salah satu syarat kelengkapan beasiswa ENDEAVOUR AUSTRALIA tahun depan. Kalau sudah tidak ada lagi "orang kita" di IALF, saya harus minta ke siapa lagi.   Itu aja pesan dari saya buat KEVIN.

Baca juga - Selamat Tinggal Kangguru Indonesia

Pesan lain ya subyektif saja.   Saya ingin KEVIN DALTON di tempat barunya nanti ( I do not know if he will be based in another position at IALF or he would like to retire and back home to Australia )  saya tidak tau apakah KEVIN akan diposkan di jabatan atau posisi yang lain di IALF dan atau lembaga lain, atau mungkin KEVIN akan "mudik" dan kembali ke kampung halamannya di MELBOURNE.  I dont know.  You tell me

For me personally, I wanna thanks to Kevin for good things done with all Kanguru Champions.  Allow me to keep good moments I shared with you and all Kangguru Champions. Keep in touch in a good silaturahmi yesterday, now and the future.  See you again Mr Kevin Dalton  (Asep Haryono)    
Catatan Asep Haryono

Tazkia Montessori Putri Haryono adalah putri bungsu saya.  Kakak atau abangnya bernama Abbie Muhammad Furqan Haryono atau biasa kami memanggilnya dengan "mas Abbie".  Tazkia Putri nama singkatnya atau bundanya biasa menyebut "Cah Ayu".   Whatever.   Tazkia lahir pada tanggal 10 Desember 2010 yang lalu sekitar pukul 23.20 WIB lahirnya Tazkia itu di Kulon Progo Jogjakarta,  SMS kabar berita kelahiran Tazkia itu diterima di HP saya sekitar pukul 01.30 WIB diinari pada tangga 11 Desember 2010.

Kia adalah panggian kecilnya dari ayah dan bundanya.  Kia bersekolah dua waktu kecilnya yakni di TK Aisyiah Bustanul Athfal 3 di Jalan Parit Haji Hussain 1 Pontianak, dan Bimbingan Belajar AIUEO yang letaknya dibelakang kampus BSI Pontianak.     Beda dengan abangnya Mas Abbie yang TK nya di TK Islam Al Azhar Pontianak yang notabenenya adalah salah satu sekolah elit di kota Pontianak.

Tiada maksud untuk membedakan dengan sodaranya, namun kondisi ekonomi orang tuanya yang saat ini masih terus berupaya "melepaskan diri" dari beenggu sana sini, hingga akhirnya  sampai sejauh ini.  Namun demikian TK Aisyiah Bustanul Athfal 3 juga tidak kalah kualitasnya baik dari segi pendidikan keISLAMAN maupun akhlak dan ilmu ilmu lainnya. Kia orangnya rajin belajar, dan tdak mudah menyerah, sering membantu orang tuanya bekerja di rumah, walau kadang sifat memberontaknya  ada.

Tazkia bersama saya . Tebak umur berapa Tazkia di foto ini?  Foto Bunda
Tazkia bersama saya . Tebak umur berapa Tazkia di foto ini?  Foto Bunda

Tazkia Montessori Putri Haryono jaman now. Foto Asep Haryono
Tazkia Montessori Putri Haryono jaman now. Foto Asep Haryono

Hanya Syukuran Sederhana

Tidak dirayakan di Hotel, juga tidak dirayakan di restoran mewah, SYukuran Milad Tazkia Putri dilaksanakan di rumah saja. Sederhana namun tidak mengurangi nikmat dan keberkahannya.  Tazkia ini memang lebih dekat kepada Ayahnya.  Saya kurang tau apakah setiap anak perempuan lebih dekat kepada sang Ayah daripada Bundanya?  Wallahu Alam.

Saat tulisan ini ditulis dan tayang diblog kesayangan ayahnya, Tazkia kelas I SDIT Khulafaur Rasyidin.  Satu sekolah dengan abangnya Mas Abbie  yang kini duduk di bangku kelas 4 SD.   Saya sebenarnya sudah merencanakan untuk menyiapkan dana pendidikan Tazkia dan abangnya Mas Abbie hingga mereka tamat sekolah nanti. Namun rencana ini ditentang oleh bundanya. Tentu ada pertimbangan pertimbangan tentunya. 


KUE : Inilah kue ultah Tazkia yang ke 7 yang sederhana dan Isnya Allah berkah  Aamin. Foto Asep Haryono
KUE : Inilah kue ultah Tazkia yang ke 7 yang sederhana dan Isnya Allah berkah  Aamin. Foto Asep Haryono

Selamat Milad Tazkia Putri. Selamat Hari Jadi putri ayah tersayang.  Abangnya juga disayang donk. Hahaha. Cuma abanhnya , mas Abbie, lebih dekat dengan ibudanya dan kadang "bersekongkol" dan melakukan konspirasi bersama hehehe.  Sorry I am just kidding. (Maaf saya hanya bercanda). 

Semoga menjadi Putri yang sholihah, patuh kepada kedua orangtuanya dan kepada Allah SWT,, rajib belajar, tetap rendah hati, sayang teman, dan menebarkan kedamaian di muka Bumi. dan berprestasi jauh lebih hebat dari ayah dan bundanya.  Happy Birthday Tazkia Putri.  Salam sayang selalu dari Ayah, Bunda dan Mas Abbie. (Asep Haryono)
Pontianak. Simplyasep.com.
Sarapan pagi bubur ayam? Mengapa tidak.  Selera memang tidak dapar diperdebatkan.  Untuk urusan sarapan pagi dengan menyantap semangkuk Bubur Ayam bisa menjadi alternatif selain nasi kuning, nasi uduk atau bahkan sarapan pagi organik alias makan nasi dengan lauk pauk.  Nah kemarin saya sudah membahas spot kuliner di kota Pontianak, bubur ayam Di jalan Penjara, yang memang banyak sekali lokasi tempatnya.  Bagaimana dengan bubur ayam di Sungai Jawi Pontianak?

Sungai Jawi Pontianak adalah nama sebutan lain untuk Jalan H,Rais A Rachman Pontianak.  Memang orang Pontianak menyebutnya sebagai kawasan "Sei Jawi" atau kepanjangan dari Sungai Jawi.  Saat saya berangkat ngantor hari itu (Sabtu, 9 Desember 2017) sekitar jam 07.30 WIB saya memang berniat untuk mencari sarapan Bubur Ayam di kawasan Sei Jawi.  Penasaran juga seperti apa citra rasanya Bubur Ayam di Kawasan Sungai Jawi ini.

Saya pun menghampiri sebuah kedai Makanan di Gang Barito, letaknya berdsebelahan dengan Supermarket GARUDA MITRA Pontianak. Penjualnya seorang warga keturunan Tionghoa yang saya duga adalah "Bos" nya, sedangkan karyawannya wanita belia berhijab dengan aksen Pontianal. Saya duduk dengan manis dan memesan kepada pemilik kedai semangkuk Bubur Ayam.  Tidak berapa lama semangkuk Bubur Ayam yang hangat pun terhidang di meja saya  Tradisi aja. Di foto dahulu sebelum di santap.  Pecinta kuliner jaman now kan sebelum disantap difoto dulu.


MURAH MERIAH : Semangkuk Bubur Ayam Sei Jawi ini harganya sekitar 10K cukup enak dan sudah pasti  relatif terjangkau. Foto Asep Haryono
MURAH MERIAH : Semangkuk Bubur Ayam Sei Jawi ini harganya sekitar 10K cukup enak dan sudah pasti  relatif terjangkau. Foto Asep Haryono



Tamu Tidak Sopan
Sedap juga rasanya semangkuk Bubur Ayam Sei Jawi ini.   Kalau mau tau letaknya di sebelah Supermarket GARUDA MITRA DI Jalan H. Rais A Rahman atau Sei Jawi Pontianak.  Harga semangkuknya sekitar Rp.10.000,- dengan konten standar yakni ada suir suiran ayam, kerupuk, daun seledri, kacang yang sudah disangrai, dan tentu saja genangan kuah Kaldunya.

Posisi saya duduk memang agak ditengah.  Saat sedang asyik menikmati Bubur Ayam itu saya melihat tiga orang gemuk juga memasakui kedai.  Dua diantaranya wanita keturunan TiongHoa gemuk, dan seorang anak laki laki yang juga memiliki postur yang tidak kurus (baca gemuk). Apakah mereka satu keluarga, saya tidak mengetahuinya. Mau nanya ke salah satu dari mereka juga rasanya segan aja. Malas gitu.

Baru saja beberapa suap sang Bubur Ayam masuk ke dalam mulutku, salah satu dari wanita gemuk itu duduk membelakangi saya.  Secara etika memang tidak sopan membelakangi orang yang sedang makan. Orang sedang makan dikasih pantat (Maaf). Sopankah?  Apakah wanita gemuk ini sengaja atau memang tidak punya etika?  Saya kan datang lebih dahulu di ruangan kedai dan duduk ditengah,  Dia harusnya tau donk kalau saya sudah ada di belakangnya.  Apakah sengaja atau tidak saya memang tidak mau mempermasalahkannya.  Biarlah saya catat dalam hati sja.

Jadi bagaimana dengan citra rasa Bubur Ayam di kawasan Sungai Jawi tepatna di samping Supermarket GARUDA MITRA ini? Overall enak juga. Harga semangkuk Bubru Ayamnya pun bersahabat, cukup 10 K sudah dijamin kenyang. Tentunya belum termasuk harga minumnya. Mau Air Mineral, Kopi atau Teh.   Harga 10K itu untuk bubur Ayamnya saja. Bubur Ayam Standar sajalah dengan isi konten bubur ayamnya yang juga normatif dan standar. Eaa ini bahas Kuliner apa diskusi Pilpress sih?  (Asep Haryono)
Pontianak. simplyasep.com. Sepulang dari tempat kerjaan siang itu (Sabtu, 9 Desember 2017) sekitar pukul 11.10 WIB saya bergegas mengendarai Honda Supra Fit keluaran tahun 2005 kesayangan saya meluncur menuju salah satu toko Kue Ulang Tahun yang sudah cukup punya nama di Pontianak.  Pontianak itu ibukota provinsi Kalimantan Barat.  Mencari kue ulang tahun untuk syukuran Hari Jadi atau Milad Tazkia Montessori Putri Haryono Insya Allah yang ke 7 tahun yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2017.

Ada beberapa toko Kue Ulang Tahun di kota Pontianak sebenarnya yang bisa menjadi alternatif lain selain toko kue Do Me yang terletak di kawsasan jalan Patimura itu.  Kebetulan juga di depan toko kue Ulang Tahun ini ada juga Toko Kue Kaisar (bersebelahan dengan Supemarket KAISAR-red).  Namun khusus yang Toko Kue Ulang Tahun KAISAR ini banyak menyediakan aneka kue basah kering dan ROTI. 

KUE ULANG TAHUN : Inilah kue ulang tahun yang berhasil saya dapatkan di toko kue DO ME di Jalan Patimura Pontianak.  Harganya terjangkau. Foto Asep Haryono
KUE ULANG TAHUN : Inilah kue ulang tahun yang berhasil saya dapatkan di toko kue DO ME di Jalan Patimura Pontianak.  Harganya terjangkau. Foto Asep Haryono



Harga Terjangkau
Begitu saya tiba di toko Kue Ulang Tahun DO ME, saya memarkir motor saya di depannya dan bergegas masuk ke bagian dalam.  Sekilas saya lihat beberapa staf DO ME sedang asyik dengan pekerjaannya di bagian belakang merangkap dapur pembuatan kue  Di sisi kiri dan kanannya adalah etalase yang "memajang" kue kue Ulang Tahun dan juga aneka ROTI.

Dari deretan harga yang saya lihat dalam etalase khusus Kue Ulang Tahun berkisar antara Rp.50.000 - 200.000 rupiah kalau saya tidak salah melihatnya.  Tiap harga berbeda kontennya, dan banyak kue kue Ultah yang disajikan dan dipajang itu didominasi oleh topping coklat.   Bentuk kue ultahnya juga disesuaikan dengan karakter yang berulang tahun ini kata crew DO ME.  Kue ultah untuk anak laki laki berbeda dengan kue ulang tahun untuk anak perempuan.

Saya memilih sebuah kue berukuran kecil yang praktis dan tentu saja harganya bia ditekan.  Sebuah kue yang cukup mungil namun menarik dibandrol dengan harga sekitar Rp.68.000,- akhirnya masuk ke dalam basket belanjaan saya.  Tidak lupa juga saya membeli beberapa potong ROTI isi coklat, keju dan beberapa varian rasa lainnya.  Selain ROTI dan Kue Ulang Tahun, DO ME juga menyediakan aneka PIZZA satuan juga dengan harga terjangkau. (Asep Haryono)
Catatan Asep Haryono

Saat saya masih berstatus pegawai atau karyawan di harian Pontianak Post, saya memang satu kantor dengan seorang pegawai di bagian akuntansi atau penagihan (inkaso).  Maaf kalau saya salah menyebutkan bidang pekerjaannya. Mohon saya dikoreksi.  Beliau bernama Pak Surya.  Saya tidak menanyakan kepadanya nama lengkapnya siapa yang saya tau  adalah beliau ini bernama Pak Surya.  Soal kelahiran saya juga kurang tau. Yang jelas Pak Surya berbahasa Indonesia. Hehehe.

Saya selama bekerja di kantor sangat senang dengan kehadiran pak Surya baik di saat senggang di kantor, sedang minum teh bersama di kedai teh yang berada di sebelah kiri dan kanan kantor, atau sedang bersama sama Jamaah di Masjid yang ada di Gang Dungun.  Hal yang pertama yang selalu saya ingat dari Bapak ini adalah kerapihan dan kepatutannya dalam hal berbusana kantor. Pak Surya selalu rapih dalam penampilan sehari hari di Kantor.

Mulai dari seragam kantor yang rurin dikenakanya.  Kami punya beberapa stel Seragam yang harus di kenakan minimal 3 hari dalam seminggu  Hari Senin , Selasa dan Rabu serta Jumat (batik) biasanya adalah hari hari berseragam. Kita aja udah pada jarang yang pake Seragam (dan lagi juga itdak ada sanksi yang dijatuhkan oleh perusahaan hanya karena karyawannya tidak pake Seragam). Tapi tidak bagi seorang Pak Surya.  Setiap hari kerja Pak Surya sangat rapih berbusana kantor. Very formal, lengkap dengan ID card atau name tag mencantel di saku kemeja kantornya.    



TELADAN : Inilah profil pak Surya yang saya dapatkan dari profil WA nya. Saya mohon izin mencantumkannya di sini.  Beliau teladan bagi kita semua.  Foto WA Pak Surya
TELADAN : Inilah profil pak Surya yang saya dapatkan dari profil WA nya. Saya mohon izin mencantumkannya di sini.  Beliau teladan bagi kita semua.  Foto WA Pak Surya



Hutang Dianggap Lunas
Ada catatab kecil bagi saya pribadi.  Beberapa tahun yang lalu (mungkin sekitar tahun 2013 kalau tidak salah) saat saya masih bekerja di Pontianak Post ( saya resign pada bulan Maret 2016 setelah 13 tahun bekerja-red) pernah pada suatu hari saya mengalami kempes atau ban Bocor saat akan pulang kantor.  Saya tidak memiliki cukup uang di dompet saya waktu itu, atau mungkin sedang cekak kali hahaha.   Nah saya melihat ada Pak Surya juga sedang bersiap untuk pulang.

Saat Pak Surya sedang akan menstarter motornya, saya menghampirinya dan meminta kesediaan Pak Surya untuk meminjamkan uang sekedarnya hanya untuk menambal motor saya yang saat itu sudah menjelang sore.  Pak Surya pun dengan sigap mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan selembar pecahan uang Dua Puluh Ribuan kepada saya. Saya pun mengucapkan terima kasih sambil  menyebutkan kapan saya mengembalikannya tentu dengan ucapan Isnya Allah.

Entah kenapa hingga saat saya resign dari perusahaan tersebut di bulan Maret 2016 hingga terakhir kembali berjumpa bersilaturahmi dengan Pak Surya pada bulan Juli 2017 saat melayat rumah 
Bapak H.Tabrani Hadi, mantan CEO Pontianak Post, yang ditinggal wafat sang istri tercinta beliau hari itu, Ibu Hajjah Nyimas Tabrani Hadi.   Saya berjumpa lagi dengan Pak Surya. Selain bersenda gurau, saya pun mengutarakan permohonan maafnya soal hutang Rp.20.000 yang pernah saya pinjam dari pakk Surya.

Baca juga - Hatiku Tertinggal Di Pontianak Post

Pak Surya begitu kaget karena tidak menyangka hal seperti itu masih dingat oleh saya.  "Ah sudahlah ikhlas ikhlas ikhlas" katanya.  Padahal saya sudah siap membayar hutang saya pada Pak Surya sebesar Rp.20.000 seperti yang saya pinjam dari Pak Surya.   Pak Surya boleh saja tidak ingat tapi saya selalu ingat hutang hutang saya.   Alhamdulilah Pak Surya tidak mempermasalahkan (Uang 20 ribu itu) dan mengikhlaskannya. Saya pun tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih, semoga Allah SWT melimpahkan berkahnya untuk Pak Surya.

Pak Surya orangnya baik, ramah dan santun dalam bertutur sapa.  Yang saya ingat ya itu tadi, dalam hal berbusana di kantor Pak Surya orangnya.  Busana kerja yang rapih dengan Name tag disakunya.  Beliau begitu bangga dengan perusahaan tempat bekerjanya.  Jadi jika ada misalnta pemilihan karyawan teladan dan atau pegawai dengan busana terbaik dalam bekerja di kantor, saya pasti akan menominasikan atau menjagokan Pak Surya.  I will vote for you Pak Surya.

Sekarang sudah memiliki nomor WA dan juga telepon Pak Surya. Walau pun saya sudah tidak sekantor lagi dengan Pak Surya namun saya tetap menjalin Silaturahmi dengan Pak Surya, dan juga dengan kawan kawan seperjuangan saya lainnya baik yang sudah resign seperti saya dan atau yang masih aktif bekerja di Harian Pontianak Post.  (Asep Haryono)
Catatan Asep Haryono

Bubur Ayam Nikmat dan menyehatkan memang demikian adanya.  Nah dalam kesempatan yang berbahagia ini saya ingin sekali membagi pengalaman saya saat mencicipi kuliner jajanan lesehan bubur ayam pada hari Kamis (7 Desember 2017) yang alu di kawasan Jalan Penjara tepatnya di simpang jalan menuju Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong.

Bubur Ayam memang relatif di mana  mana sama saja rasanya. Begitu juga dengan "asesoris" yang ada dalam semangkuk Bubur Ayam itu tadi mulai dari kerupuk, irisan daun seledri, suir suiran cakwe, hingga kuah sop yang "menggenangi" semangkuk Bubu Ayam.  Namun ada keunikan sendiri dalam mencicipi semangkuk Bubur Ayam di kota Pontianak.  Ada sedikit perbedaan kalau saya tidak salah mencermatinya.

Semangkuk Bubur AYam di kota Pontianak pada umumnya menggunakan kacang goreng atau kacang yang sudah disangrai. Tidak semua orang suka kalau semangkuk Bubur Ayam yang akan disantapnya terdapat kacang tanah yang sudah digoreng. Bisa dibayangkan menyantap bubur ayam yang memang lembut dan mudah dicerna itu tiba tiba ada "gemurutuk" suara gigi saat mengunyai butir butian kacang yang sudah disangrai itu..


BUBUR AYAM : Inilah porsi BubuR Ayam Penjara yang saya santap (7/11/2017) lalu. Anda boleh pake saos sambal sesuai selera.  Foto Asep Haryono
BUBUR AYAM : Inilah porsi BubuR Ayam Penjara yang saya santap (7/11/2017) lalu. Anda boleh pake saos sambal sesuai selera.  Foto Asep Haryono



Murah Meriah
Sudah menjadi kebiasaan saya kalau pagi untuk Sarapan Pagi entah itu dengan menyantap Nasi Goreng, Nasi lengkap, Nasi Uduk, Nasi Kuning bahkan dengan semangkuk Bubur Ayam pagi hari sudah lebih dari cukup.  Nah untuk semangkuk Bubur Ayam di kawasan Penjara (Dekat Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong) ini harganya dibandrol sekitar Rp.15.000,- saja.  Harga ini menurut hemat saya sudah terjangkau.

Saat saya datang di kedai Bubur Ayam kawasan Jalan Penjara Pontianak Kamis  pagi itu dan duduk dengan manis di tempat duduk  yang sudah disediakan, saya sudah melihat sang penjual bubur ayam seorang bapak baoak dengan usia sekitar 40 an tahun memakai kaos lengan pendekk berwarna kuning. 

Kalau diliat dari posturnya yang tegap dan gagah ditambah dengan urat di tangannya yang menandakan pekerja keras.  Dari raut wajahnya juga sekilas "sangar". Namun begitu menanyakan kepada saya "mau pesan Bubur Ayam dek?" eaa suranya lembut gemulai juga cara berjalannnya. Buyar sudah kesan seremnya hahahahhaaa.

Saya yang memang kurang suka kalau ada butiran butiran kacang yang sudah disangrai, lupa memesan bubur ayam tanpa kacang.   Jadi karena sudah terlanjur dibuatkan, maka butiran butiran kacang goreng yang sudah disangrai itu saya comotin satu persatu di dalam wadah mangkuk Bubur Ayam. Sedangkan untuk "pelengkap" nya berupa kerupuk tidak tersedia.  Memang tidak semua penjual bubur aya di kota Pontianak ini menyediakan kerupuk untuk topping Bubur Ayam. 

Dari segi rasa bubur ayamnya yang gurih sedap dan ditambah lagi dengan suir suiran ayam gorengnya yang cukup banyak hampir memenuhi bagian atas Bubur Ayam  sepertinya sangat layak untuk mendapat rekomendasi dari saya selaku penikmat dan pecinta kuliner Bubur Ayam di kota Pontianak. Harga yang relatif terjangkau ditambah letak bubur ayamnya yang dipinggir jalan menaidkannya mudah untuk dikunjungi.  (Asep Haryono)
Catatan Asep Haryono

Cuaca di Pontianak memang tidak dapat diperkirakan. Saya yang sudah puluhan tahun di kota Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat, ini sendiri tidak dapat meenbak tepat cuaca di kota yang dijuluki kota lintasan bumi khatulistiwa ini.  Kadang hari ini panas terik besoknya terjadi turun hujan. Begitu juga sebaliknya. Hari ini hujan deras tiba tiba besoknya hujan lebat berhari hari.

Jadi buat sahabat saya di mana pun berada yang belum terbiasa dengan cuaca di kota Pontianak ini mungkin akan terkaget kaget.   Kok bisa cuaca tidak menetap setiap harinya. Yah begitulah kota Pontianak.  Kadang kala saat anda sedang bepergian ke luar rumah khusus bagi para pengendara sepeda motor sering terjebak hujan dan hujannya pun turun tidak mengenal waktu.  Bagaimana jika sahabat kena hujan atau terjebak hujan di malam hari? Ini baru saja saya alami tadi malam (Jumat, 8 Desember 2017).

Saat itu saya baru saja selesai mendirikan Sholat Isya berjamaah di Masjid Babussalam Komplek Duta Bandara Jalan Supadio Kubu Raya.  Saat itu anak anak dan bundanya sedang ada acara di Ahmad Yani Mega Mall, saya memutuskan untuk mencari makan malam (dinner) lesehan di luar saja, karena di rumah tidak sempat memasak makan malam karena keburu sudah waktu Isya, dan cuaca juga sedang tidak bersahabat (turun hujan)



DISIPLIN : Bawalah selalu helm untuk keselamatan anda dan juga agar tidk melanggar peraturan lalu lintas. dan siapkan jas hujan. Foto Asep Haryono
DISIPLIN : Bawalah selalu helm untuk keselamatan anda dan juga agar tidk melanggar peraturan lalu lintas. dan siapkan jas hujan. Foto Asep Haryono



Bawa Jas Hujan Selalu
Sudah lama memang saya tidak mempunyai jas hujan. Kadang kalau cuaca sedang tidak bersahabat dan cenderung akan turun hujan dalam waktu dekat, saya biasanya menyiapkan baju dan celana cadangan di dalam tas. Jadi saat saya menerobos hujan dengan gagah berani dan tentunya saya akan basah kuyup karena air hujan, saya tetap percaya diri karena ada "serep" celana kain panjang dan kemeja dalam tas saya.  Saya tinggal mencari tempat  yang aman untuk berganti pakaian.

Hal itu sudah lama saya  terapkan saat saat saya pertama kali menyandang sebagai pegawai atau karyawan di salah satu media surat kabar terbesar di Kalimantan Barat. Saat itu saya masih berstatus "single fighter" (baca Jombolo) jadi tidak ada masalah jika saya basah kuyup saat tiba di kantor. Namun Alhamdulillah saya selalu tampil fresh (walau tidak ada pewangi), karema sudah berganti pakaian di ruang khusus ganti pakaian, di WC atau di mushola.

Kembali ke cerita di bagian pertama di atas, begitu saya sudah pulang sambil membawa paket paket makan malam , saya sudah basah kuyup karena kena air hujan.   Saya tidak punya jas hujan (belum ada beli maksudanya - Red), maka saya sudah persiapkan diri dan mental untuk "hujan hujanan" dan tidak ada serep baju dan kemeja cadangan yang biasa saya lakukan jika bepergian dengan kendaraan roda dua saat bermotor  Jadi sudah bisa ditebak saya sampai rumah sudah dalam keadaan basah kuyup.

Oleh karena itu dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya menghimbau untruk diri saya sendiri untuk disiplin waktu dan persiapan kendaraan roda dua saya dengan baik seperti bensin di dalam tanki apa masih ada atau sudah mau habis, dan jangan lupa untuk membawa mantel dan atau jas hujan agar tidak Kehujanan Naik Maotor Di Malam Hari gitu maksudanya . Kalau sudah kehujanan di waktu malam hari  ya resiko anda tanggung sendiri seperti kedingunan menggigil, jalanan yang licin karena hujan, dan lalu lintas kendraan lain yang tidak mau kelah dengan anda. (Asep Haryono)
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog