Please sit and relax as you navigate this website

Pontianak. Masjid Raya Mujahidin Pontianak , ibukota propinsi Kalimantan Barat, adalah masjid termegah, termahal, dan juga termasyur dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat.  Proses pembangunanya mulai dari perencanaan hingga selesai dibangun memakan waktu lebih kurang 2 tahun ini berdiri dengan megahnya di pusat kota Pontianak.
Untuk menuju Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini juga cukup mudah.  Bagi anda yang baru saja menjejakkan kaki di Bandara Internasional Supadio bisa langsung menuju Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini dengan waktu tempuh sekitar 15 menit berkendaraan. 

Bisa juga menggunakan Taxi Bandara yang sudah siap mengantarkan anda menuju Masjid terbesar di Kalimantan Barat ini.  Saya ada beberapa Sopir Taxi Bandara Supadio yang saya kenal cukup baik dan bisa sewakru waktu saya hubungi jika anda ingin berkunjung ke Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini, 

Tarif dari Bandara Internasional Supadio menuju Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini berkisar antara Rp.75.000 – Rp.100.000,-.   Bilang saja kepada supir Taxi Bandara yang anda naiki untuk agar diturunkan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.  Ada petugas khusus dari pihak Masjid yang siap menjadi pemandu (guide) selama anda melihat lihat keindahan, dan kemegahan Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini.
Masjid Raya Mujahidin Pontianak, masjid terbesar termegah dan termahal di Propinsi Kalimantan Barat diambil gambarnya pada hari Ahad 22 April 2018. Foto Asep Haryono
Masjid Raya Mujahidin Pontianak, masjid terbesar termegah dan termahal di Propinsi Kalimantan Barat diambil gambarnya pada hari Ahad 22 April 2018. Foto Asep Haryono


Interior Masjid Raya Mujahidin Yang Indah
Saya ingin mengajak para pembaca semuanya untuk ikut “tour” berkeliling di dalam Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Ada 2 anak tangga utama yang akan membawa para pengunjung untuk masuk ke bagian “perut” Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini.  Satu anak tangga yang diperuntukkan khusus untuk laki laki yang berada di sisi sebelah kiri, dan satu anak tangga lagi yang diperuntukkan khusus untuk anak perempuan.
Dalam keadaan ada agenda Hari Besar Islam seperti Bulan Suci Ramadhan yang Insya Allah segera hadir ini, intensitas jamaah akan ada ratusan bahkan ribuan berbondong bondong menuju bagian utama Masjid Raya Mujahidin.  Untuk itulah pembagian dua alur yang dipisah baik jamaah laki-laki dan jamaah perempyan ini sangat penting agar jamaah bisa tertib.

Para pengunjung tidak perlu kuatir. Dalam keadaan normal, atau dalam keadaan tidak ada even besar Islam seperti hari hari biasa (Senin s/d Ahad), para pengunjung bebas saja menggunakan anak tangga mana saja baik anak tangga laki laki maupun anak tamgga perempuan. Silahkan bebas bebas saja.

MIMBAR : Inilah mimbar atau podium untuk khatib menyampaikan pencerahannya. Letaknya cukup tinggi dan bisa melihat jamaah lebih luas. Foto Asep Haryono
MIMBAR : Inilah mimbar atau podium untuk khatib menyampaikan pencerahannya. Letaknya cukup tinggi dan bisa melihat jamaah lebih luas. Foto Asep Haryono
PEMBATAS : Foto diambil di sisi dalam pembatas jamaah perempuan dan laki laki.  Jika membludak, jamaah perempuan bisa menggunakan selasar yang ada di lantai 1.  Foto Asep Haryono
PEMBATAS : Foto diambil di sisi dalam pembatas jamaah perempuan dan laki laki.  Jika membludak, jamaah perempuan bisa menggunakan selasar yang ada di lantai 1.  Foto Asep Haryono


Pertama, saya akan membawa anda melihat lihat podium atau mimbar yang biasa digunakan para khatib baik untuk khatib hari Jumat, mapun khatib di acara Hari Besar Islam lainnya.  

Di atas mimbar inilah sang khatib bisa memandang dengan leluasa dan lapang se isi Masjid karena posisi mimbar yang cukup tinggi ditambah jamaah semuanya pada duduk bersila. Jadilah sang khatib bisa memandang dengan jelas semua Jamaah yang duduk mendengarkannya.

Satu catatan sedikit di sini adalah sound system yang kurang jelas terdengar bagi jamaah yang duduk ditempat yang jauh.  Kualitas suara yang kuran jernih dan kadang terdengar echo membuat suara sang khatib menjadi kurang begitu jelas terdengar bagi jamaah yang duduk di belakang atau jauh dari podium.

Saya sudah beberapa kali ikut hadir dalam Kuliah Dluha di Masjid Raya Mujahiddin setiap hari Ahad, dan suara sang Khatib kurang terdengar bagi jamaah yang duduk di bagian belakang.  Ini bisa menjadi masukan buat teknisi suara dan sound system mereka untuk melakukan uji coba lagi dan melakukan serangkaian tes agar suara sang khatib bisa terdengar jelas terutama untuk jamaah yang duduk dibagian belakang.

Kedua, Jamaah Perempuan dibatasi.  Saya ajak para pengunjung semuanya untuk melihat tempat utama Masjid Raya Mujahidin Pontianak dimana para jamaah duduk baik dari kelompok pria maupun kelompok wanita.  

Khusus untuk kelompok jamaah perempuan (akhwat) di bagian dalam Masjid Raya Mujahidin Pontianak yang terletak di lantai II ini dibatasi oleh papan papan pemisah.  Bisa dilihat dari foto foto yang saya sertakan di halaman blog kesayangan saya ini.

Dari pembagian dan pemisahaan antara jamaah ikhwan dan akhwat ini memang beda mencolok dari sisi jumlah atau daya tampungnya.  Shaf pemisah jamaah perempuan di bagian belakang hanya menyisakan space yang kurang luas. Beda dengan jamaah laki laki yang luasya mencakup semua halaman di lantai II Masjid dan bisa dibilang porsinya 3 kali lebih luas dari space jamaah perempuan.

Namun para jamaah perempuan jangan kuatir ya. Sebab satgas khusus jamaah perempuan yang memang dijaga oleh petugas khusus perempuan juga itu yang akan mengaturnya.  Sudah disediakan ruangan lain yang memang diperuntukkan untuk menampung jamaah perempuan jika jumlahnya membludak yakni menggunakan selasar di lantai 1 atau lantai dasar yang luas dan memanjang. Jadi jamaah perempuan Insya Allah dapat tertampung semuanya.  Lantai II memang diutamakan untuk jamaah laki laki.


LIFT : Tersedia lift namun fasilitas ini khusus untuk para jamaah yang berusia lanjut dan atau yang tidak mampu menggunakan anak tangga karena alasan fisiknya. Yang sehat walafiat malu jangan pakai . Foto Asep Haryono
LIFT : Tersedia lift namun fasilitas ini khusus untuk para jamaah yang berusia lanjut dan atau yang tidak mampu menggunakan anak tangga karena alasan fisiknya. Yang sehat walafiat malu jangan pakai . Foto Asep Haryono

Ketiga, fungsi Lift.   Nah jika sahabat semuanya atau para pengunjung yang datang melihat lihat bagian dalam Masjid Raya Mujahidin Pontianak yang berada di lantai II ini pasti akan menemukan lift.  Fungsi lift ini dikhususkan untuk membantu jamaah perempuan dan atau jamaah laki laki yang berusia lanjut yang tidak dapat menggunakan anak tangga yang sudah disediakan. 

Atau juga untuk mereka yang karena keadaan fisiknya (karena sakit misalnya) hingga tidak dapat menggunakan anak tangga normal, bisa menggunakan lift ini untuk bisa mencapai di lantai II bagian utama Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Apakah Jamaah yang sehat fisiknya tidak boleh menggunakan lift ini untuk bisa mencapai lantai II Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini? Tentu saja boleh. Namun mengingat fungsi utama lift ini untuk mereka yang berusia lanjut atau fisik yang lemah dan tidak bisa menggunakan anak tangga, sebaiknya para pengunjung sadar diri dan malu untuk menggunakan lift ini.  

Nah sahabat semuanya, cukup sampai di sinis aja dahulu tour kita melihat lihat bagian dalam Masjid Raya Mujahidin Pontianak yang memang megah dan merupakan masjid kebanggan masyarakat Kalimantan Barat ini.  Selamat menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah..(Asep Haryono)
Apa yang membedakan saat anda menerima 1 buah nasi bungkus dengan 1 buah nasi kotak? Mana yang lebih elegan dan memiliki “kelas” dari keduanya : nasi bungkus atau nasi kotak?   Orang sering mengatakan jangan tertipu oleh penampilan fisik sebalum mengetahui isi hatinya  Benarkah demikian?.

Sebelum kita mencoba membahas dikotomi nasi bungkus dan nasi kotak ini, ada baiknya kita samakan dahulu persepsi kita terhadap topik yang saya mau coba tawarlkan ini.   Keduanya dikotomi ini substansinya sama saja yakni berisi nasi beserta lauk pauknya hanya dibedakan dalam wadah atau tempat pembungkusannya saja.   Penampilan luar kadang menggiurkan namun yang lebih utama adalah konten atau isinya.


NASI KOTAK : Ini adalah nasi kotak yang siap disajikan pada acara peringatan Isra Miraj di Masjid Babussalam Duta Bandara Kubu Raya beberapa waktu yang lalu. Foto Asep Haryono
NASI KOTAK : Ini adalah nasi kotak yang siap disajikan pada acara peringatan Isra Miraj di Masjid Babussalam Duta Bandara Kubu Raya beberapa waktu yang lalu. Foto Asep Haryono

Nasi kotak dikemas dalam kotak karton, sedangkan nasi bungkus dikemas dalam kertas khusus berplastik, namun keduanya substansinya sama yakni menu makanan organik berupa nasi beserta lauk pauknya.  

Kalau dari segi estetika atau keindahan dari penampilan memang nasi kotak jadi pemenangnya. Sedangkan nasi bungkus penampilannya sederhana karena hanya dibungkus oleh pembungkus daun atau plastik dengan diikat oleh seutas getah (baca : karet).

Bisnis Yang Menjanjikan
Menyediakan menu makan seperti nasi kotak atau nasi bungkus ini kini menjadi salah satu usaha Bisnis kuliner yang sedang booming di kota Pontianak. Berbagai perusahaan katering baik skala besar atau skala kecil menjadi ladang usaha kuliner dengan prospek yang menjanjikan. 

Orang perlu makan setiap hari. Dan kebutuhan orang akan makanan akan terus terjadi setiap hari dan tidak mengenal waktu dan juga keadaan cuaca.  Orang perlu makan setiap hari.

Bisnis rumah makan bisa menjadi pilihan bagi anda.  Bagaimana kalkukasi atau hitung hitungan yang pastinya hanya mereka yang paham bisa menghitungnya. Mereka yang sudah terjun dalam bisnis kuliner ini yang bisa menghitungnya. Saya tidak mempunya kemampuan untuk melakukan estimasi berapa yang dibutuhkan untuk memulai bisnis kuliner ini.

Namun sebagai user (pengguna) atau konsumen saya punya beberapa kali pengalaman order (memesan) nasi kotak kepada rumah makan tertentu di kota Pontianak baik untuk skala kecil maupun skala besar seperti pada acara syukuran, ulang tahun, dan acara lainnya.    

Untuk 1 kotak nasi bisa dilhat dari kontennya apakah harus ada ayam goreng (bakar), atau daging saja, tentu dengan “asesories” nya seperti sayur sayuran hingga air mineral.  


Penampilan Bukan Utama
Pada umumnya nasi kotak selain berisi nasi dan lauk pauknya kadang juga bisa di “sesaki” dengan air mineral dalam ukuran gelas hingga buah buahannya yang pada umumnya adalah buah pisang ukuran kecil.  Mungkin sejenis pisang singapur.  Harga 1 buah nasi kotak berkisar antara 30 – 50 ribu rupiah bisa kurang bisa juga lebih dari kisaran tersebut.

Nasi bungkus mungkin bisa lebih ditekan biaya (cost) nya karena hanya menggunakan pembungkus plasik atau daun yang hanya diikat dnegn getah atau karet saja.  Sedangkan konten atau isinya bisa jadi sama atau bahkan lebih istimewa dari nasi kotak.  Saya ada pengalaman saat menghadiri undangan syukuran salah seorang sahabat saya, menunya “nasbung” alias nasi bungkus.

Tadinya saya sempat “meremehkan” nasi bungkus ini karena memang dari penampilannya yang sederhana kalau dilihat dari luar.  Namun begitu saya melihat isi dari nasi bungkus tersebut saya dibuat kagum karena isinya istimewa. Mulai dari potongan ayam bakarnya yang berukuran besar, ada sayur sayurannya juga yang cukup lengkap.

Dari sinilah filosofi jangan menilai dari “casing”nya saja alias dari penampilannya saja.  Begitu juga sebaliknya saya pernah menerima kiriman nasi kotak yang dari bentuk penampilan kotaknya saja sudah “wah”, dan kesan yang pertama timbul adalah isinya pasti “wah” juga. 

Namun kenyataan berbeda dengan impian. Isi nasi kotaknya ternyata sederhana sekali kalau tidak mau dibilang kurang memadai.  Ayamnya berukuran kecil mungil begitu juga dengan sayuranya yang sedikit. (Asep Haryono)
Perkenalkan Tema “Youth Sociopreneur” ke Mahasiswa

Komitmen jangka panjang PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) untuk terus menyiapkan generasi muda di Indonesia sebagai calon pemimpin yang mampu bersaing secara global di masa mendatang dan masuk dalam dunia kreatif berbasis digital masih tetap kuat.

Melalui program sosial berkelanjutan di bidang pendidikan, XL Future Leaders ( XLFL ) Global Thinking kini memasuki tahun ke-7. XL Axiata kembali membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengikuti program XLFL yang dibuka mulai 1 April hingga 31 Juli 2018.


Suasana pelaksanaan Youth Town Hall 2018 di Makassar (20/4)
Suasana pelaksanaan Youth Town Hall 2018 di Makassar (20/4)


 Ki-ka : Program Leader XL Future Leaders - Dwi Kartika Sari, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar - Achmad Hendra Hakamuddin, Founder Yayasan Tangan Pengharapan - Henny Kristianus, Wakil Pemimpin Redaksi - Thamzil Thahir, Founder Panenmart.com - Yafshil Adipura, pada acara Youth Town Hall 2018 yang digelar di Makassar.

General Manager (GM) Finance & Management Services North Region XL Axiata, Mozes Haryanto Baottong mengatakan, “Tahun ini XL Future Leaders (XLFL) telah memasuki tahun ke-7.
|
Sudah ada 640 alumni atau 850 anak muda telah bergabung dengan XLFL melalui jalur Global Thinking yang kini berkiprah di berbagai bidang, termasuk juga yang mengambil langkah wirausaha. Selain itu, juga ada tidak kurang dari 23 ribu peserta yang telah menyelesaikan kurikulum pendidikan XLFL melalui platform online learning “e-Learn”.


Dari pengalaman mengelola XLFL selama 6 tahun terakhir, kami telah banyak belajar dan terus berusaha memaksimalkan kualitas dari program ini bagi para peserta. Salah satunya adalah memperkuat kepekaan sosial peserta terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dan lingkungan sekitarnya, serta memiliki keberanian untuk bertindak mencari solusi. Tentunya, kami berharap kelak mereka akan mampu ikut memberikan sumbangsih membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dalam acara sosialisasi XLFL 2018 di Makassar ini, kami sengaja mengangkat tema sosial entrepreneurships atau kewirausahaan sosial. Bentuk kewirausahaan ini kini mengemuka karena tersedianya dukungan teknologi digital. Kami yakin, kewirausahaan sosial dengan memanfaatkan teknologi digital akan memberikan jalan bagi anak-anak muda, terutama para mahasiswa, dalam menyalurkan aspirasi dan idealisme untuk selalu memihak pada kepentingan rakyat. Di sisi lain, kewirausahaan sosial juga akan tetap mampu melatih kemampuan bisnis dan leadership mereka


Untuk bisa mengikuti program berdurasi 2 tahun ini, syarat yang harus dipenuhi antara lain adalah berstatus sebagai mahasiswa aktif, berusia maksimal 21 tahun, pada saat mendaftar sedang menempuh tahun pertama atau kedua program S-1, terbuka untuk semua jurusanserta memiliki IPK minimal 2,8. Program XLFL ini terbuka untuk seluruh mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk program XLFL tahun ini, jumlah peserta yang diterima berjumlah minimal 150 orang terpilih melalui serangkaian seleksi ketat yang diadakan oleh XL Axiata. Tidak ada kuota khusus untuk masing-masing daerah pada saat seleksi peserta dilakukan.


Para mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti program XL Future Leaders dapat mengikuti seleksi dengan melakukan registrasi secara online via website join.xlfutureleaders.com yang dapat dilakukan  mulai 1 April hingga 31 Juli 2018. Bagi peserta yang lulus registrasi online akan diumumkan pada bulan Agustus. Peserta yang lulus registrasi online akan mengikuti tahap selanjutnya yaitu Tes Tertulis yang diadakan secara online pada bulan Agustus.

Tahap selanjutnya yang harus diikuti oleh calon peserta program XLFL adalah FGD dan Interview, yang akan diadakan pada bulan Agustus hingga September. Pengumuman peserta yang lulus tahap ini, dan sekaligus menjadi peserta XLFL angkatan ke-7, akan diumumkan pada bulan Oktober 2018. Pengumuman kelulusan dari setiap tahap seleksi akan disampaikan melalui official website dan media social XLFL.

Program XLFL Global Thinking akan mengajarkan berbagai kompetensi yang dibutuhkan generasi muda untuk mampu berkiprah di tingkat global, termasuk mampu bersaing dalam memperebutkan posisi-posisi strategis di berbagai perusahaan multinasional dunia di masa mendatang.

Proses pendidikan dan bimbingan peserta XLFL angkatan ke-7 akan mengacu pada kurikulum yang dirancang oleh XL Axiata, Pada kurikulum ini, peserta akan mendapatkan materi yang menekankan 3 kompetensi, yaitu komunikasi efektif, jiwa kewirausahaan dan inovasi, serta pengelolaan perubahan.

Selain itu XLFL juga memiliki program soft skill berbasis video yaitu e-learn. E-learn dapat diakses oleh seluruh masyakarakat dengan membuka website E-learn di elearn.id 
(Sumber XL Axiata)
Kubu Raya.  Ada yang pernah mencoba Bubur SumSum? Mohon maaf kalau saya salah dalam menuliskannya. Yang benar sum sum atau sumsum ya. Mohon dikoreksi aja ya.   Tadi malam 20 April 2018 (bada sholat Isya sekitar pukul 20.10 WIB) saya menikmati semangkuk Bubur Sumsum ini yang keren banged rasanya karena ada sensasi lembut dan creamy bubur sumsumnya.

Beda tentunya dengan Bubur Ayam, karena bubur ayam disaji dengan sangat "serius" sedangkan bubur Sumsum disaji dengan fun karena disantap sebagai teman diwaktu santai dan tidak dimaksudkan untuk membuat kenyang isi peruta anda,  Bubur Sumsum bisa disantap kapan saja dan disajikan dengan minuman dingin atau hangat. Bebas saja sesuai dengan selera

Baca juga Bubur Ayam Nikmat Menyehatkan

Dalam penyajiannya bubur sumsum biasanya dipadu dengan siraman air gula yang memang sangat kental rasa manisnya.  Jadi kawan kawan disarankan agar menggunakan air gula untuk "menenggelamkan" bubur Sumsum ini dengan bijaskana.  Kadar gula dan rasa manisnya yang luar biasa selain juga tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.  Rasa manis dari air gulanya memang luar biasa


BUBUR SUMSUM : Dengan aroma pandan yang menyengat menjadikan semangkuk bubur sumsum ini terasa nikmat.  Foto Asep Haryono
BUBUR SUMSUM : Dengan aroma pandan yang menyengat menjadikan semangkuk bubur sumsum ini terasa nikmat.  Foto Asep Haryono



Bubur Sumsum ini juga terasa lebih nikmat jika dipadu dengan buah durian yang memang mengundang selera .  Bau khas Durian dipadu dengan lembut bubur sumsum dipadu dengan air gula (dengan takaran terbatas) membuat Bubur Sumsum ini terasa begitu nikmatnya.

Disarankan anda sudah makan berat (makanan organik seperti nasi beserta lauk pauknya), dengan kata lain perut anda sudah terisi dengan makanan berat alias sudah makan.   Dengan demikian anda dapat menikmati bubur sumsum ini dengan tenang, damai, tidak terburu buru menghabiskannya.   Anda menikmati Bubur Sumsum dan bukan untuk membuat anda kenyang. Hahaha.
(Asep Haryono)
Pontianak.  Tadi pagi sekitar pukul 07.10 WIB saya mampir sebentar ke Masjid Raya Mujahidin , Masjid terbesar di Kalimantan Barat, untuk mendirikan Sholat Dhuha, saat keluar dari Masjid saya melihat sekelompok orang orang sepertinya sedang bersenam Kesegaran Jasmani (SKJ) di halaman plaza Masjid.

Kemudian saya sempat mengambil foto fotonya dari atas lantai 2 Masjid Raya Mujahidin untuk sekedar dokumentasi.  Saya memang  terbiasa mendokumentasikan apa yang saya lihat di sekitar perjalanan saya.   Setelah memfoto saya pun bergegas ke halaman parkir kendaraan roda dua.

SENAM :  Sepertinya sekelompok orang orang ini sedang senam SKJ di halaman plaza Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Foto Asep Haryono
SENAM :  Sepertinya sekelompok orang orang ini sedang senam SKJ di halaman plaza Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Foto Asep Haryono
Saya sempat bertanya kepada salah seorang peserta Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) ini tentang kegiatan itu. 

"Ada kegiatan apa bu ini lomba ya? "
"O itu dek, ini hanya senam kesegaran jasmani aja, kebetulan ini juga dalam rangka menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan yang segera tiba dek"


Saya pun cukup puas mendengar jawaban ibu itu.  Memang dalam hitungan hari kita akan segera memasuki Bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriah dan semoga Olah raga tetap dilakukan dengan rutin ya walaupun nantinya sudah masuk bulan puasa. Aminnn.   Jadi ini tulisan tentang apa?  Lalu manfaatnya apa buat para pembaca.  Iya yah apa ya. mikir saya juga Hahaha. .(Asep Haryono)
Kubu Raya. Pangkalan TNI AU Supadio menggelar latihan Pasukan Huru Hara (PHH), Rabu, (19/4). Latihan yang diselenggarakan di apron Lanud Supadio ini bertujuan melatih kemampuan prajurit dalam mengantisipasi apabila terjadinya situasi kerusuha nmassa yang mengarah ke anarkis dan susah dikendalikan.


Sumber Foto : Sumber Kepala Penerangan Lanud Supadio
Sumber Foto : Sumber Kepala Penerangan Lanud Supadio

Sumber Foto : Sumber Kepala Penerangan Lanud Supadio
Sumber Foto : Sumber Kepala Penerangan Lanud Supadio

Pada latihan yang dikoordinir oleh Letkol Pom Iskandar ini melibatkan sejumlah unsur yang ada di Lanud Supadio dan personel Batalyon Komando 465 Paskhas. Iskandar menyampaikan bahwa, kemampuan prajurit dalam menguasai massa yang cendrung anarkis harus terus dilatihkan, apabila dihadapkan dengans ituasi yang sebenarnya maka prajurit Lanud Supadio sudah siap dan mampu mengantisipasi terjadinya kerusuhan massa.

“Latihan PHH yang kita selenggarakan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan prajurit dalam menghadapi massa, melalui latihan ini kita berharap setiap prajurit yang bertugas sebagai PHH mampu melaksanakan tugasnya dengan baik,” demikian disampaikan Letkol PomIskandar.
Selama mengikut ilatihan PHH ini seluruh prajurit dilatihkan berbagai teknik formasi pasukan dalam menghadapi massa. Diantaranya formasi bersaf, formasiber banjar, formasi beregu ,formasi paruh lembing, formasi melintang kanan dan kiri serta dipelajari sikap dasar dan sikap berjalan.
 "Teknik-teknik tersebut merupakan teknik dasar yang harus dikuasai oleh pasukan PHH, namun aplikasi di lapangan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi saat itu. Sebagai pasukan PHH kita tidak boleh terpancing emosi dan harus sabar menghadapi massa yang anarkis, jangan sampai kita terbawa emosi sehingga menimbulkan hal-hal yang melanggar aturan," tegasIskandar. (Sumber Kepala Penerangan Lanud Supadio)
Kubu Raya.  Tidak terasa waktu sedemikian cepat berlalunya. Tepat tanggal 19 April 2018 kemarin adalah hari jadi saya. Hari jadi yang keberapa wah rahasia ya soalnya too personal.  Malu juga. Pokoknya sudah tuir deh, Ahaaii. Yang jelas sudah tidak muda lagi,  Eaa berasa tuir banged ya hihihi.

Pertama sekali saya mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT karena saya masih diberi kesempatan waktu.  Semoga di usia yang tersisa ini saya bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, beramal dan berbuat baik kepada sesama lebih banyak lagi.  Aamin ya Rabbal Alamin

Melalui kesempatan yang berharga ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kawan kawan yang sudah memberikan ucapan selamat dan juga doa doa nya kepada saya : Zainii Yahya (Komisi Penanggulan AIDS Kota Pontianak), Ricky Solomon D , Miss Siti Rusliah (Dari KB TK Islam Al Azhar Pontianak) , Long Asrul , Yauma Yulida (blogger) ,Apiw Jaya , Sri Sulistio, Zein Arif,  Parida Ahmad , dan Sri Apriyantii atau Yanti (Medan).

Dalam catatan saya yang lain menyebutkan tanggal 19 April juga hari jadinya Zulkifli, dan Om Marius Ape.   Pak Zulkifly adalah rekan saya juga saat masih di Pontianak Post dulu, dan pak Zul nama panggilannya itu adalah salah satu staff Cleaning Service yang sangat saya hormati.  Dia sudah sepuh, mungkin usianya sudah lebih dari 60 tahun, mungkin ya.  Orangnya baik dan ramah.

Sedangkan Om Marius AP, fotografer senior Pontianak Post yang wafat dalam usia 83 tahun itu juga tanggal lahirnya sama dengan tanggal lahir saya, 19 April.  Dalam sebuah postingan di blog milik James Butar Legendo Blackberry disebutkan bahwa mendiang Marius Ape atau Pek Tjhong Hian, meninggal dunia pada tanggal 8 Juli 2012 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Ini Kue Ulang Tahun anak saya yang ke 7 tahun yang saya pasangkan fotonya sebagai ilustrasi saja untuk tulisan ini.  Foto Asep Haryono
Ini Kue Ulang Tahun anak saya yang ke 7 tahun yang saya pasangkan fotonya sebagai ilustrasi saja untuk tulisan ini.  Foto Asep Haryono


Sri Apriyanti atau Yanti di Medan adalah sahabat saya, rekan kerja saat masih di Pontianak Post dulu.  Dan sepanjang catatan saya Hari Jadi Sri Aprihyanti atau Yanti ini jatuh pada tanggal 17 April yang lalu.  Ultah yang keberapa tahun ya saya nda ingat lagi. Tau dan ingatnya ya tanggal 17 Apri.   Wah tengsin (malu) juga ya saat Ultah dia ingat ultah saya, giliran ultah dia saya nda kasih ucapan waaa.  Nda imbang ya.

Special thanks buat orang tua angkat saya Mrs Sandy Clements di Vancouver, Canada juga memberikan ucapan selamatnya buat saya.  Kebetulan juga Mrs Clements ini merayakan hari Ulang Tahun pernikahan mereka yang ke 19, wah bisa kebetulan sama dengan tanggal lahir saya.  Begitu juga dengan om Agus Budi Wibowo yang juga merayakan Ultah mamanya yang ke 75 juga di tanggal yang sama 19 April.  Wah bisa samaan gitu ya
.

Syukuran Hari Jadi saya tahun ini nyaris tanpa kue. Memang tidak ada keharusan merayakan atau tepatnya syukuran Hari Jadi dengan kue.  Apalah arti sebuah kue yang sebenarnya bisa kita santap kapan saja tanpa harus menunggu hari jadi seseorang ya kan.  Lagipula, sudah setuir ini kan malu juga kalau syukuran Ultah dikaitkan dengan kue Ulang Tahun. Hhahaha.  Tidak ada masalah. 

Walaupun demikian, kue kue sih dapat juga saat pengajiab rutin Yasinan setiap malam Jumat tadi malam (19 April 2018 jam 20.00 WIB) saya dapat kue keu juga hahaha.  Padahal itu kue kue untuk yang ngaji atau Yasinan. Tidak secara khusus untuk ku yang kebetulan saja syukuran Hari Jadi malam itu. 

Ya sudah saya anggap sekalian syukuran Ultah Saya aja. Jadinya kue kuenya dari kawan kawan
 pengajian di Masjid Babussalam Duta Bandara juga haha. Syukuran  Ulang Tahun (Nyaris) Tanpa Kue

Sebelum menutup tulisan saya yang sederhana ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaann yang setinggi tingginya kepada semua yang sudah mengirimkan ucapan selamat dan juga doa doanya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.   Terima kasih sekali lagi, dan semoga doa daoanya dikabulkan Allahh SWT Aamin Ya Rabbal Alamin (Asep Haryono)
GAYA : Ini saya selfie di depan meja kerja saya di perusahaan yang baru saya bergabung di dalamnya. Foto ini diambil hari Selasa 17-4-2018 sekitar pukul 20/00 WIB. Foto pribadi
GAYA : Ini saya selfie di depan meja kerja saya di perusahaan yang baru saya bergabung di dalamnya. Foto ini diambil hari Selasa 17-4-2018 sekitar pukul 20/00 WIB. Foto pribadi


Ketika Saya memutuskan mengundurkan diri (resign) diri dari salah satu perusahaan media cetak koran terbesar di Pontianak (Kalimantan Barat) sejak bulan Maret 2016 yang lalu.  13 (tiga belas tahun) lamanya saya mendedikasikan diri bekerja sebagai pegawai atau karyawan di perusahaan tersebut.  Orang bilang “zona aman” karena memiliki pekerjaan tetap dan tentu saja dengan penghasilan (gaji) yang tetap pula.

Selepas masa itu saya menekuni bisnis air kesehatan yang sudah saya tekuni satu tahun sebelumnya saya resign.  Bisnis ini saya jalani di rumah saja dibantu dengan istri jadi kami memang team yang kompak.  Istri saya yang memang memiliki tingkatan wawasan pengetahuan dan pengalaman yang lebih lama banyak memberikan pencerahan sekaligus motivasi bagi saya.

Baca juga Ketika Resign Adalah Pilihan

Mungkin karena sudah terbiasa bekerja di perusahaan, dimana waktu selama 13 tahun sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan tidak dapat dihilangkan atau dilupakan atau bahkan diabaikan begitu saja.

Walaupun ada perbedaan yang terpaut jauh antara bekerja di perusahaan sebagai pegawai (karyawan) tetap dengan usaha mandiri atau wiraswasta misalnya soal waktu dan kebebasan berkreatifitas.

Namun gaji bukanlah salah satu alasan mengapa saya memutuskan mengundurkan diri (resign) di saat puncak karir saya waktu itu.  Namun demikian ada beberapa rambu rambu yang tidak dapat saya langgar dalam artikel ini dalam arti hal yang terlalu personal (pribadi) tidak dapat saya share di sini selain daripada hal hal yang sifatnya general atau umum saja.  Ini menyangkut privacy seseorang yang dilindungi.

Baca juga Bukan Karyawan Lagi

Kerinduan untuk kembali ke “zona aman” dalam artian kembali menyibukkan diri dengan aktifitas rutin datang ke kantor dengan segala sosalisasi dengan karyawan lain dan tumpukan beban pekerjaan, dan dengan imbalan upah tetap setiap bulannya. Kerinduan kembali ke dunia perkantoran sering menggoda saya.

Dan akhirnya keinginan di dalam hati ini seperti didengar oleh Allah SWT.  Hari itu setelah saya mendirikan Sholat Dhluha di Masjid, sesaat setelah mengantar anak anak ke sekolah, saya ditelepon oleh seorang rekan saya yang memang sudah pengusaha, teman saya sekantor dulu.  

Singkat kata rekan saya ini minta di”bantu” mengelola website perusahaannya. Dengan kata lain saya “dilamar” oleh perusahaan milik rekan sekantor saya dulu.  Itu terjadi di awal bulan Nopember 2017 yang lalu.

Bos Teman Saya Sekantor Dulu
Seperti yang sudah saya singgung di atas, secara kebetulan pimpinan atau bos perusahaan tempat saya bergabung saat ini adalah rekan saya atau rekan sekantor di perusahaan yang sama dulu.  Hanya saja saya saat itu bekerja sebagai salah satu tenaga admin atau pengelola portal website sekaligus merangkap asisten redaksi, dengan “bos” bekerja di bagian desain grafis merangkap layouter.  Jadilah semacam “reuni”.

Hanya saja “bos” saya sekarang ini sudah lebih dahulu mandir dari keluar dari perusahaan karena mengelola bisnis percetakannya yang semakin lama kian berkembang pesat, dan saya beberapa tahun kemudiannya keluar.  Dan syukur Alhamdulillah saat artikel ini tayang di blog pribadi saya ini sudah memasuki bulan ke 5 (lima) saya menyandang status sebagai pegawai tetap (karyawan) di perusahaan percetakan milik rekan sekantor saya dulu.

Baca juga Resign Dapat Pesangon?

Profil singkat perusahaan rekan sekantor saya dulu ini bergerak dalam tiga core business yakni percetakan ,  fotokopi dan wedding organizer yang sudah dilakoninya sejak dua puluh tahun yang lalu sesuai dengan penuturannya saat “bos” saya itu mengadalam syuluran dalam rangka keberangkatan Umrah ke Tanah Suci Makkah di awal bulan Januari 2018 yang lalu kalau saya tidak salah menghitungnya.
KENANGAN : Ini foto melow melow saat saya masih menyandang status sebagai karyawan tetap di sebuah perusahaan media di Pontianak beberapa tahun yang lalu.  Foto IST
KENANGAN : Ini foto melow melow saat saya masih menyandang status sebagai karyawan tetap di sebuah perusahaan media di Pontianak beberapa tahun yang lalu.  Foto IST

Bisnis saya tetap di air kesehatan yang sudah saya geluti sejak  dua tahun sebelum saya memutuskan mengundurkan diri di bulan Maret 2016 yang lalu, serta kesibukan saya lainnya yang tidak dapat di tawar lagi yakni mengantar dan menjemput anak anak dari sekolahnya (mereka adik kakak di sekolah yang sama-red), dan “bos” saya tau itu.
  
Jadi saya bekerja sebagai pegawai atau karyawan perusahaan hanya diizinkan selama 3 (tiga) jam saja dan selebihnya adalah waktu saya menekuni bisnis air Kesehatan, dan urusan keluarga.  Dengan demikian ada win win solution mengenai jam kerja saya sebagai pegawai atau karywan. 

Beda 180 derajat saat saya full sebagai karyawan di perusahaan media yang bekerja selama 8 jam nonstop dari pukul 08.00 s.d 16.00 WIB. Sejauh ini saya merasa senang, dan itu pula saya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Alah SWT, (Asep Haryono)
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog