Jual Milagros disini



Urban ndo

Selengkapnya...

.
Pontianak. Simplyasep.com Ribuan jamaah memadati pelataran plaza Masjid Raya Mujahidin Pontianak dalam "Kalbar Bersholawat" yang menghadirkan Habib Syech Abdul Qadir Assegaf  Sabtu malam 18 Nopember 2017.  Acara yang digelar oleh NU Khatulistiwa dan  Pengurus Syecker Mania Kalbar berhasil mendatangkan Habib Syech Abdul Qadir Assegaf  yang berasal darii Solo Jawa Tengah,   Kegiatan Sholawat akbar ini terbuka untuk Umum.

Sejak pukul 18.30 WIB saat saya menelusuri jalan raya Ahmad Yani menuju Masjid Raya Mujahidin Pontianak parkir sudah sangat padat sekali.  Memanjang mulai dari Masjid Raya Mujahidin hingga ke Gedung PLN dan ke pinggirannya seperti kawasan parkir Bank Manidir, Bank BRI dan beberapa bank swasta lainnya.  Tidak banyak personil parkir dari pihak penyelenggara sehingga menyebabkan lalu lintas sangat padat, parkiran pun tidak teratur

Habib Syech Abdul Qadir Assegaf memang dikenal oleh masyarakat luas di Kalbar sebagai syech atau ulama yang kharismatik, rajanya sholawat dengan alunan suara dan kemerduan suaranya yang sangat memukau siapa saja  yang mendengarkannya mulai dari anak kecil hingga oramg tua.   


PADAT : Ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Pontianak dan Kalbar tumpa ruah di Masjid Raya Mujahidin memeriahkan  KALBAR BERSHOLAWAT malam minggu (18/10).  Foto Asep Haryono
PADAT : Ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Pontianak dan Kalbar tumpa ruah di Masjid Raya Mujahidin memeriahkan  KALBAR BERSHOLAWAT malam minggu (18/10).  Foto Asep Haryono
Memutuskan Pulang Ke Rumah
Tadinya saya pikir acara Sholawat Akbar Kalbar Bersholawat ini diselengarakan di dalam Masjid Raya Mujahidin Pontianak seperti yang sudah  tertanam di benak saya sejak dari rumah.  Namun kecurigaan sebenarnya sudah menyeruak saat saya melihat ratusan kendaraan roda dua sudah parkir memanjang mulai dari POM Bensin AYani 2 yang sudah ditutup sampai gedung PLN.  Saya sudah ciut nyali untuk mengikuti acara ini sampai selesai.  Parkir sangat membludak.

Kecurigaan saya bertambah sesaat setelah melihat ada Panggung Hiburan d Plaza Masjid Raya Mujahiddin.  Saya pikir ini pasti acara hiburan islamu begitu penyampaian Tausiyah atau cerhamah usai.  Namun setelah SHolat Isya berjamaah di Masjid Raya Mujahidin selesai, saya melihat jamaah masjid pada keluar menuju halaman Parkir tempat Panggung hiburan itu.  Wah ternyata  acara Kalbar Bersholawat ini diselenggaraka di luar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Saya cukup berdesakan di kiri dan kanan.  Harapan saya untuk  bisa mengikuti ceramah atau Tausyia dari beliau pupus sudah melihat begitu padatnya masyarakat Pontianak dan  da umumnya tumplek jadi satu. 

Mau ngapa ngapain juga tidak ada space karena memang sangat padat oleh lautan Manusia.  Wal hasil saya hanya moto moto saya secara umum beberapa shot dan ALhamdulillah banyak yang cerah baik komposisi maupun konteks foto foto tersebut. Dan itu juge cukup ekstra tenaga.  Akhirnya dengan segela pertimbangan, saya pun undur tdiri dari  Kalbar Bersholawat ini dan memutuskan untuk pulang ke rumah.  (Asep Haryono)
Miss Indonesia Kevin Lilliana (kanan) dinobatkan menjadi Miss International 2017 di Tokyo, Jepang, Selasa (14/11/2017). AFP PHOTO/TOSHIFUMI KITAMURA .  Foto darilifestyle.kompas.com

Miss International 2017 Itu Dari Indonesia

Senang Tapi Tidak Bangga

OPINI Asep Haryono

Sayq tau berita Miss International 2017 Itu Dari Indonesia dari portal berita terkenal di Indonesia, DETIK COM, yang menjadi salah satu referensi utama berita harian saya.   Saat saya mendengar atau tepatnya membaca berita itu saya langsung menceknya dari beberapa situs berita lainnhya, dan juga video video di youtube.  Informasi tentang Miss International 2017 Itu Dari Indonesia itu benar adanya.  

Beritanya mungkin sudah viral.  Seperti yang kita ketahui bahwa ajang pemilihan putri cantik dunia yang bernama Miss International 2017 itu dari Indonesia.  Adalah Kevin Lilliana, wakil satu satunya dari Indonesia, telah terpilih oleh dewan juri sebagai pemenang dan berhak menyandang gelar sebagai Miss International 2017.


Miss International 2017 ,
Kevin Lilliana Itu Dari Indonesia itu adalah Putri Indonesia Lingkungan Hidup 2017 yang berhasil mengalahkan 65 peserta cantik lainnya dari berbagai negara dalam malam finallnya yang diselenggarakan di Jepang hari Selasa (14/11/2017).  Saya tidak akan menceritakan kembali apa dan bagaimana atau profil dari even ini. Silahkan para pembaca melakukan browsing sendiri dengan keyword (kata kunci) Miss International 2017 pasti akan muncul banyak sekali.  

Diari sekian banyak ajang pemilihan putri cantik dunia, mungkin para pembaca hanya mengenal dan atau mengingat 3 saja yakni  Miss Universe, Miss World dan Miss International?.  Apa beda dari ketiga pemilihan putri cantik dunia ini?. 

Dikutip dari Kompas COM disebutkan bahwa Miss World adalah ajang ratu kecantikan internasional terlama. Digelar pertama kali tahun 1951 oleh Organisasi Miss World. Pendirinya adalah seorang CEO asal Inggris, Eric Morley. dan sudah menjadi ajang tahunan kontes ratu kecantikan internasional.   
Miss Universe lahir tahun 1952. Awalnya, ini merupakan ajang Pasific Mills yang mempromosikan pakaian renang dan menjadi ajang ratu kecantikan internasional yang prestisius di negara Amerika Latin.Tahun 1996 dan selalu diadakan di Amerika Serikat dan pemenangnya rata-rata dari Amerika Latin. 
Sedangkan Miss International (bernama resmi Miss International Beauty Pageant) adalah kontes kecantikan terbesar ketiga di dunia setelah Miss World dan Miss Universe dan bertujuan utama  adalah untuk mempromosikan perdamaian dunia, goodwill, dan pemahaman.

Senang Tapi Tidak Bangga
Panitia yang mengiriimkan wakil Indonesia di ajang Miss Universe 2017 ini tentu sudah akan maklum jika muncul reaksi dari tanah air, Indonesia, yang diwakili oleh 
Kevin Lilliana, gadis cantik yang juga Mojang Bandung kelahiran tanggal 1 Januari 1996 ini.   Bahkan sang juara Kevin Lilliana pemegang gelar Miss International 2017 ini juga sudah siap dengan berbagai reaksi pro dan kontra atas keiikutsertaannya di ajang ini.

Jika ditanya saya dipihak yang PRO atau KONTRA terhadap keiikutsertaan wakil Indonesia di ajang Miss International 2017 ini tentu saya dipihak yamg kontra.  Loh saya tidak salah kan. 

Saya hanya menyampaikan pandangan dan pendapat saja, bahwa secara pribadi saya senang karena wakil dari INDONESIA berhasil menjuarai ajang Miss International 2017 ini namun saya tidak bangga.  Saya mohon maaf jika anda PRo terhadap 
keiikutsertaan wakil Indonesia di ajang Miss International 2017 .Silahkan saja kemukakan pandangan dan pendapat anda.   Ini negara demokrasi.  Tidak ada ujaran kebencian di blog kesayangan saya ini.

Baru kali ini saya melihat wakil dari Indonesia dengan busana (maaf) setengah telanjang berlenggak lenggok di catwalk saat proses penjurian atau malam final ajang 
Miss International 2017 yang saya lihat di Youtube.  Saya kuatir video di youtube ini bisa terlihat atau ditonton oleh anak anak. 

Saya jadi bertanya dalam hati, mengapa untuj sesi yang swimsuit yang satu ini diloloskan juga? Maksud dari pertanyaan saya adalah bisakah sesi penampilan busana two pieces ini ditiadakan dalam agenda 
Miss International 2017  ini? 

Jika tidak bisa ditiadakan atau diganti, bisalah wakil dari Indonesia ini tidak wajib ikut.  Apakah akan mengurangi nilainya nanti?  Pertanyaan konyol saya terakhir mengapa (wakil Indonesia) harus ikut even seperti ini?  Adakah yang dapat menjawab pertanyaan pertanyaan saya di atas? Klise memang.   Sejarah selalu berulang, dan saya ingin mendapatkan jawaban itu dari para pembaca semuanya.
  Misas International 2017 Itu Dari Indonesia. . Saya senang tapi tidak bangga.

Dalam panangan saya pribadi, masih banyak cara untuk mempromosikan INDONESIA di ajang pentas dunia.  Indonesia Bisa (Dari Berbagai Sumber)


BLUR : Miss International 2017 Itu Dari Indonesia saat tampil dalam sebuah sesi yang sudah diblurkan atas alasan kesantunan dalam tulisan ini.   Foto dari Kompas COM
Catatan Asep Haryono

Sering melhat beberapa pesawat Hawk 200 terbang di atas rumah saya hampir setiap harii memang bising sekali.  Suara dentuman jetnya meraung raung yang sering memekakkan telinga.  Wajar saja saya kira karena rumah saya berdekatan dengan Pangkalan TNI AU Supadio yang juga berada di kawasan Bandara Internasional Supadio.  Semuanya dikemas dalam SUPADIO INDONESIA JAYA 2017 yang bertepatan dengan HUT PIA yang ke 62

Siapa sangka pada hari Kamis, 16 Nopember 2016 saya bisa memegang dan berswa foto di depan salah satu pesawat Hawk 209 yang sering meintasi rumah saya itu.


Sebenarnya saya sih sering melihat jenis A4-Skyhawk, pesawat legendaris milik TNI AU yang biasa dipajang di Taman Dirganatra Pangkalan TNI AU Supadio. Walaupun itu hanya berupa tugu pesawat namun (tugu) itu adalah pesawat Sungguhan.  Namun jika swa foto dengan pesawat Hawk 209 dari jarak yang sangat dekat ya pada saat moment SUPADIO INDONESIA JAYA 2017 yang digelar di Lanud Supadio hari Rabu, 16 Nopember 2017.

Bagaimana profil singkat Pesawat Temput Hawk 209 ini?.  Secara umum pesawat tempur jenis Hawk 2009 ini memilii banyak keistimewan pada system deteksi dini serangan rudal musuh yang biasa dikenal dengan sebutan Radar Warning Receiver (RWR) self-protection systemDalam uji coba yang sudah dilakukan , radar ini ternyata mampu mengidentifikasi ancaman darat, ancaman dari udara serta ancaman berbasis laut. 

Silahkan para pembaca setia blog saya untuk menggali sendiri informasi tentang Hawk 209 yang banyak tersaji di Internet. Dan satu lagi, konon jenis Hawl 209 inilah yang memang disiapkan untuk  Skadron 1 di Supadio dan Skadron 12 di Pekanbaru.


SWAFOTO : Kapan lagi bisa foto bareng bersama jens pesawat yang suka berisik melintasi atap rukah saya. Foto IST

TIDAK AKTIF :  Beberapa jenis peluru dan bom Hawk 2009 yang dipajang selama berlangsungnya acara INDONESI JAYA 2017 boleh didekati karena hanya pelongsongannya saja, isinya kosong, Foto Asep Haryono
TIDAK AKTIF :  Beberapa jenis peluru dan bom Hawk 2009 yang dipajang selama berlangsungnya acara INDONESI JAYA 2017 boleh didekati karena hanya pelongsongannya saja, isinya kosong, Foto Asep Haryono
GAYA :  Swa foto dahulu dengan Hawk 209, jarang jarang saya foto dengan Pesawat Tempur. , Foto Ahmad Suroso/Pemred Tribun Pontianak


Acara Supadio Indonesia Jaya 2017 ini menampilkan demonstrasi udara menggunakan pesawat tempur dan helikopter, acara ini juga diisi dengan pameran alutsista Lanud Supadio serta penampilan drumband IPDN dan demonstrasi Drone oleh Enggang Drone Community yang bertempat di Apron Lanud Supadio, berbagai lomba dan juga pemberian penghargaan. (Asep Haryono)
Siaran Pers Danlanud Supadio

ATRAKSI-atrkasi menarik dan menegangkan, disajikan dalam pageralan Supadio Indonesia Jaya 2017. Acara bertemakan “Supadio Indonesia Jaya Membangun Generasi Muda yang Memiliki Jiwa Ksatria, Militan, Loyal Dan Profesional, Menuju Indonesia Hebat”ini, diselenggarakan dalam rangka HUT Persatuan istri Anggota TNI AU (PIA) Ardhya Garini ke-61 di lingkungan Cabang D.I/19 Lanud Supadio.

Kegiatan yang melibatkan ribuan peserta ini, dilaksanakan di Main Apron Lanud Supadio, Kamis (16/11). Adapun atraksi-atraksi menarik tersebut antara lain, flaypast pesawat tempur hawk 100/200. Rapling dan SAR dari anggota Paskhas Batalyon Komando (Yonko )465 Paskhas dan Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 473 Paskhas.

Ada pula penampilan Marching Band dari mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalbar, atraksi drone dari Enggang Drone Community, Statik show Alutsista, dan lomba-lomba kreasi.

“Kami bangga bisa dilibatkan dalam berbagai kegiatan di Lanud Supadio ini. Kami tampil dalam formasi terbaik, sehingga bisa menghibur peserta,” ujar pendamping marching band IPDN Kampus Kalbar, Widodo.

Penampilan Marching Band Gita Abdi Praja, IPDN Kampus Kalbar jadi daya tarik tersendiri. Selain diperagakan dengan atraktif, fisik yang prima dan rupawan dari para pemainnya, membuat peserta Supadio Indonesia Jaya 2017, terus bertepuk tangan.

Selain penampilan dari Marching Band IPDN Kampus Kalbar, Supadio Indonesia Jaya 2017, juga dimeriahkan oleh atraksi dari Enggang Drone Community. Komunitas binaan Lanud Supadio ini, mengabadikan semua kegiatan lewat panduan udara. 

“Untuk memeriahkan Supadio Indonesia Jaya 2017, kami menurunkan 15 unit drone. Kami bangga bisa berpartisipasi pada kegiatan ini,” ujar sekretaris Enggang Drone Community, Dudi Jauhari.

Dudi menjelaskan, Enggang Drone Community adalah sebuah komunitas yang mewadahi pecinta pesawat tanpa awak. Adapun misi dari komunitas ini adalah merangkul secara kekeluargaan para droner pontianak dan Kalbar.

“Kita dalam binaan Lanud Supadio, dan berharap ke depannya, bisa diwadahi sebagai komunitas olahraga, baik prestasi atau pun rekreasi,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Dudi, pihaknya terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Lanud Supadio, terutama melalui Kepala Penerangan (Kapen) Letkol Sus Filfadri. Oleh karenanya, pada Supadio Indonesia Jaya 2017, Enggang Drone Community turut meriahkan.

“Kita berterima kasih kepada Danlanud Supadio, yang telah menerima kehadiran anggota Enggang. Kami berharap, agar sinergisitas ini, bisa bermanfaat,” pungkas Dudi. (Sumber Kapentak Danlanud Supadio)



MERIAH :  Selebrasi INDONESIA JAYA 2017 (16/11) di Lanud Supadio berlangsung meriah dengan sejumlah even menarik berhasil digelar. lFoto Kapentak Danlanud Supadio
MERIAH :  Selebrasi INDONESIA JAYA 2017 (16/11) di Lanud Supadio berlangsung meriah dengan sejumlah even menarik berhasil digelar. lFoto Kapentak Danlanud Supadio

LOMBA MENGGAMBAR :  Selebrasi INDONESIA JAYA 2017 (16/11) di Lanud Supadio diisi banyak kegiatan menarik untuk anak anak seperti lomba mewarnai dan menggambar. Foto Kapentak Danlanud Supadio
LOMBA MENGGAMBAR :  Selebrasi INDONESIA JAYA 2017 (16/11) di Lanud Supadio diisi banyak kegiatan menarik untuk anak anak seperti lomba mewarnai dan menggambar. Foto Kapentak Danlanud Supadio



Terpa Kalbar Meriahkan Supadio Indonesia Jaya 2017

KETUA Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (Ketum KONI) Kalbar, H Fachrudin Darajat Siregar, mengapresiasi kiprah Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) Minggit Tribowo. Apresiasi ini diberikan atas dukungan dan pembinaan yang dilakukan Danlanud pada peningkatan prestasi Cabang Olahraga (Cabor) Terjun Payung (Terpa).

Menurut H Fachrudin, di bawah pembinaan Marsma Minggit, sebagai Ketua Federasi Aero Sport Indonesia Daerah (FASIDA) Kalbar, berbagai aktivitas dan dukungan telah diberikan. Dukungan ini telah menunjukkan hasil terbaik, yaitu adanya peningkatan prestasi.

“Kita sangat bersyukur, ada pejabat negara yang telah memberikan dukungan terbaik pada pembinaan Cabor di Kalbar. Tentunya ini jadi kebanggaan kita,” kata H Fachrudin.

Dengan adanya dukungan maksimal dari Danlanud, papar H Fachrudin, ia optimis Cabor Terpa Kalbar bisa terus menunjukkan prestasi terbaiknya. Ia menyatakan, Cabor Terpa merupakan salah satu Cabor yang diharapkan bisa memberikan prestasi terbaik di berbagai ajang kejuaraan nasional.

KONI Kalbar, lanjut H Fachrudin, berharap agar semua pihak bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Lanud Supadio, dalam mendukung pembinaan atlet-atlet.

“Olahraga adalah salah satu bidang pembangunan, sehingga untuk pembinaannya, membutuhkan kerja sama semua pihak,” paparnya.

Danlanud Supadio, Marsma Minggit Tribowo mengatakan, peran Lanud untuk mendukung pengembangan olahraga sangat jelas. Dukungan ini dilakukan, agar eksistensi Lanud Supadio di masyarakat semakin nyata. 

“Setidaknya ada tiga Cabor, yang jadi binaan Lanud Supadio, yaitu Terpa, Aero Modelling, dan Tinju. Kita berharap, dukungan ini jadi motivasi bagi para atlet memberikan yang terbaik,” ujar Danlanud.

Tidak sekedar pembinaan pada peningkatan prestasi saja, ujar Danlanud, namun juga terkait berbagai hal tentang pemenuhan masa depan atlet itu sendiri. Marsma Minggit menjelaskan, masa depan atlet yang gemilang, juga jadi perhatiannya.

“Bagi atlet yang memenuhi syarat, kita akan angkat jadi prajurit atau pun ASN di lingkungan Lanud Supadio. Agar ke depannya, mereka punya masa depan yang baik,” tuturnya.

Salah satu bukti adanya sinergisitas yang baik antara Lanud Supadio dan Pengprov Persatuan Olahraga Dirgantara (Pordirga) kalbar adalah saat para penerjun tampil memukau di Supadio Indonesia Jaya 2017. Pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Lanud Supadio, dalam rangka memeriahkan HUT Persatuan Istri Anggota TNI AU (PIA) Ardhya Garini ke-61 di lingkungan Cabang D.I/19 Lanud Supadio.

“Kita bisa lihat kolaborasi apik dari para penerjun FASIDA Kalbar, yang merupakan para anggota Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM) Untan, dengan penerjun senior dari Yonko 465 dan Denhanud 473 Paskhas,” ujar Danlanud. 

Terpa Kalbar, di bawah kepemimpinan Danlanud terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Hal ini tampak dari apresiasi yang diberikan Danlanud terhadap kemampuan terbaik mereka.

“Kita bersyukur, mereka semakin mahir. Dari ketepatan mendarat, akurasi, kerja sama di udara, dan beberapa hal lainnya, mereka semakin padu. Semoga ke depannya, mereka bisa membanggakan nama Kalbar di berbagai pentas nasional dan internasional,” pungkasnya.



TERJUN PAYUNG :Para penerjun FASIDA Kalbar, yang merupakan para anggota Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM) Untan, dengan penerjun senior dari Yonko 465 dan Denhanud 473 Paskhas, Foto Kapentak Danlanud Supadio
TERJUN PAYUNG :Para penerjun FASIDA Kalbar, yang merupakan para anggota Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM) Untan, dengan penerjun senior dari Yonko 465 dan Denhanud 473 Paskhas, Foto Kapentak Danlanud Supadio

LANDING :  Seorang penerjuna mendarat dengan manis dalam selebrasi INDONESIA JAYA 2017 (16/11) di Lanud Supadio. Foto Kapentak Danlanud Supadio
LANDING :  Seorang penerjuna mendarat dengan manis dalam selebrasi INDONESIA JAYA 2017 (16/11) di Lanud Supadio. Foto Kapentak Danlanud Supadio

Siaran Pers Danlanud Supadio

Pagelaran Supadio Indonesia Jaya 2017,  juga diisi dengan apreasiasi terhadap keberadaan media massa yang sudah bekerja sama dengan baik dan harmonis dengan Danlanud Supadio.  MEDIA Massa di Kalbar, baik cetak maupun elektronik, sangat mengapresiasi eksistensi Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Minggit Tribowo, S.IP. 

Apresiasi ini disampaikan salah satu Pemimpin Media Massa, yang mendapat Supadio Media Award 2017, Agus Wahyuni. Pria yang menjabat sebagai Pemimpin Perusahaan Suara Pemred Kalbar ini menjelaskan, Danlanud Supadio, telah memberikan akses yang sangat luas terhadap pemberitaan seputar Lanud.

“Kami para awak media, mendapat kemudahan saat masuk dan mengakses informasi di Lanud Supadio. Danlanud sangat komunikatif dan welcome, sehingga mempermudah kerja kami,” kata Agus.

Menurut Agus, dengan mudahnya mendapatkan akses langsung dari Danlanud, maka media massa bisa objektif dalam memberitakan berbagai aktivitas dan kejadian yang ada di Lanud. Objektivitas dari sumber utama, lanjut Agus menjadikan pemberitaan yang mendidik dan mencerahkan.

“Selama ini, Marsma Minggit benar-benar memberikan akses yang seluas-luasnya. Demikian pula dengan anggota Lanud lainnya. Kami mendapat pelayanan terbaik, saat meliput di Lanud Supadio,” tuturnya.

Terkait dengan penyelenggaraan Supadio Indonesia Jaya 2017, yang diisi dengan berbagai kegiatan, terutama pemberian Supadio Media Awards 2017, Agus sangat bangga dan berterima kasih. Adanya penghargaan ini, menunjukkan adanya sinergisitas yang baik antara Lanud dan media massa di Kalbar.

“Kegiatannya bagus dan menarik, apalagi diperuntukan bagi generasi muda. Tentunya ini bisa dikembangkan, dengan pelaksanaan yang lebih besar di tahun-tahun mendatang,” papar Agus.         

Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala Biro Pemberitaan Kompas TV Pontianak, Dwi. Ia mengakui, Danlanud Supadio selalu meluangkan waktu bagi para jurnalis yang bertugas mengumpulkan data dan fakta di lanud Supadio.

“Beliau sangat friendly, ramah dan menghargai profesi jurnalis. Hal ini membuat kami nyaman dan aman saat bertugas di Lanud Supadio,” ujar Dwi.

Selain itu, papar Dwi, Danlanud dan jajarannya, juga selalu memberikan data dan fakta yang akurat, terkait materi-materi pemberitaan yang dikumpulkan oleh para jurnalis. Dengan data-data yang akurat, maka pemberitaan yang dihasilkan para jurnalis jadi bermutu dan berkualitas.

“Marsma Minggit selalu mengusai masalah yang kami tanyakan. Tidak berbelit-belit, dan dengan bahasa yang mudah dipahami,” tuturnya. (Sumber Kapentak Danlanud Supadio)

APRESIASI MEDIA :  Pada Pagelaran Supadio Indonesia Jaya 2017, Danlanud juga memberikan Supadio Media Awards 2017.  Foto Kapentak Danlanud Supadio
APRESIASI MEDIA :  Pada Pagelaran Supadio Indonesia Jaya 2017, Danlanud juga memberikan Supadio Media Awards 2017.  Foto Kapentak Danlanud Supadio


Danlanud Apresiasi Peran Media Massa di Kalbar

Pagelaran Supadio Indonesia Jaya 2017, berlangsung meriah. Ribuan peserta yang memadati Apron Lanud Supadio, Kamis (16/11), bersatu padu dan bersama-sama menikmati berbagai aktraksi dari para prajurit terbaik Lanud Supadio.

Supadio Indonesia Jaya 2017, yang mengambil tema “Supadio Indonesia Jaya MembangunGenerasiMuda yang Memiliki JiwaKsatria, Militan, Loyal Dan ProfesionalMenuju Indonesia Hebat”, diselenggarakan dalam rangka HUT Persatuan istri Anggota TNI AU (PIA) Ardhya Garini ke-61 di lingkungan Cabang D.I/19 Lanud Supadio.



MERIAH : Acara selebrasi INDONESIA JAYA 2017 berlangsung sederhana namun meriah. Suasana selebrasi diambil fotonya dari drone. Foto Kapentak Danlanud Supadio
MERIAH : Acara selebrasi INDONESIA JAYA 2017 berlangsung sederhana namun meriah. Suasana selebrasi diambil fotonya dari drone. Foto Kapentak Danlanud Supadio

JOGET GEMBIRA . Suasana selebrasi INDONESIA JAYA 2017 juga diisi dengan kegiatan joet bersama dengan riang gembira. Foto Kapentak Danlanud Supadio
JOGET GEMBIRA . Suasana selebrasi INDONESIA JAYA 2017 juga diisi dengan kegiatan joet bersama dengan riang gembira. Foto Kapentak Danlanud Supadio

Berbagai kegiatan dan aktraksi yang ditampilkan, benar-benar jadi suguhan menarik yang diapresiasi oleh berbagai pihak. Supadio Indonesia Jaya 2017 sendiri, menghadirkan ribuan generasi muda di Kalbar. Mereka terdiri dari pelajar dari tingkat TK, SD, SMPdan SMA, serta mahasiswa perguruan tinggi.

“Kegiatan ini jadi puncak peringatan HUT PIA AG ke-61 di Lanud Supadio, yang dilaksakanakan dua hari, yaitu Rabu (15/11) di Mempawah pada acara puncak perayaan Robo’ Robo’. Kemudian pada Kamis (16/11) di Apron Lanud Supadio,” kata Marsma Minggit.

Danlanud menjelaskan, saat di arena Robo’ Robo’, pihaknya mengirimkan tiga pesawat tempur, yang melakukan demo udara tepat di atas tempat kegiatan.Sementara di Apron, Lanud Supadio menampilkan berbagai potensi dirgantara, di antaranya flaypast pesawat tempur Hawk 100/200. 

Kemudian penyelamatan SAR oleh anggota Paskhas, rappling, Terjun Payung, Statik Show untuk alutsista, marching band dari IPDN Kampus Kalbar, dan lomba-lomba kreasi untuk seluruh peserta. Ada juga senam gembira, lomba joget, foto selfie, atraksi drone dari Enggang Drone Community, serta panggung hiburan.

“Gelaran ini jadi salah satu ajang silahturahmi antara Lanud Supadio dan masyarakat Kalbar. Kita bisa lihat, kemeriahan dan antusiasme peserta, sangat luar biasa,” paparnya.

Selain berbagai atraksi, pada Pagelaran Supadio Indonesia Jaya 2017, Danlanud juga memberikan Supadio Media Awards 2017, yang diberikan kepada media massa di Kalbar. Danlanud mengakui, peran media massa di Kalbar sangat besar, terutama dalam pemberitaan peran dan eksistensi Lanud.

Supadio Media Awards 2017 diberikan kepada LPP TVRI Kalbar, LKBN Antara Kalbar, Pontianak Post, Kompas TV Kalbar, Tribun Pontianak, Rakyat Kalbar, dan Suara Pemred.

“Saya sangat mengapresiasi peran media massa di Kalbar, yang telah mendukung Lanud Supadio. Berkat pemberitaan terbaik, masyarakat Kalbar semakin mengenal kiprah Lanud,” ujarnya.

Danlanud berharap, dengan penyelenggaraan Supadio Indonesia Jaya 2017, Lanud Supadio semakin jaya dan maju. Selain itu semakin dekat dengan masyarakat Kalbar, agar menjadi garda depan penjaga kedaulatan udara Bumi Khatulistiwa.

“Selamat HUT PIA AG ke-61. Semoga PIA AG Cabang D.I/19 Lanud Supadio, terus menjadi organisasi yang mendukung karya dan tugas para suaminya,” pungkas Danlanud. (Sumber Siaran Pers Danlanud Supadio)
RAZIA KENDARAAN :  Operasi Zebra 2017 berlangsung dari tanggal 1 - 14 Nopember 2017.  Seorang oengendara motor sedang diperiksa kelengkapan surat surat kendaraannya. Foto ini saya ambil dari balik kaca Bank BRI kantor cabang Ayanii 2 Tunas Bangsa, Foto Asep Haryono
RAZIA KENDARAAN :  Operasi Zebra 2017 berlangsung dari tanggal 1 - 14 Nopember 2017.  Seorang oengendara motor sedang diperiksa kelengkapan surat surat kendaraannya. Foto ini saya ambil dari balik kaca Bank BRI kantor cabang Ayanii 2 Tunas Bangsa (13/11), Foto Asep Haryono

Catatan Asep Haryono

Pada tanggal 13 Nopember 2017 yang lalu saya nyaris tertangkap operasi Zebra 2017 yang digelar oleh Kepoiisian Daerah Kalimantan Barat di depan Bank BRI Kantor Cabang Ahmad Yani 2 – Dekat sekolah Tunas Bangsa.  Maklum saja Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atas nama saya sendiri, Asep Haryono , sudah mati.  STNK terakhir tercatat tahun 2014 belum bayar Pajak Kendaraan Bermotor, sedangkan SIM sudah sejak Tahun 2016 yang lalu.  Saya memang bukan contoh warga Negara yang baik.  Warga Negara yang baik taat bayar pajak.

Kronologis kejadian.   Saya pergi dari rumah saya di Komplek Duta Bandara Pontianak pada pukul 09.00 WIB pagi hari. Sebenarnya saya memang ada niat untuk datang ke kantor cabang Bank BRI di Ayani 2 dekat Sekolah Tunas Bangsa itu.  


Dan bisasanya sih razia kendaraan itu ada di sekitar Bundaran TOL 2 di Ahmad Yani 2 atau letaknya persis di depan Gedung Mall Transmart yang sedang dibangun.  Biasanya di sana tempat razia kendaraannya atau di depan Alfamart/Indomaret Ayani 2 Kubu Raya.   Tapi nyatanya (razia kendaraan) di depan Bank BRI Ayani 2 dekat Tunas Bangsa pagi itu.   Ini bukan modus untuk menghindari razia Operasi Zebra 2017 loh.

Saat saya melaju dengan kecepatan 40 KM perjam (Saat lambat kata kawan kawan Pontanak saya-red) dan saat akan mendekati simpang PIL (Pondok Indah Lestari,bukan Pria Idaman Lain-red), saya sudah melihat satu sampai dua kendaraan yang mencoba bergerak melawan arus (Kontra flow).
Feeling saya mengatakan ada razia kendaraan nih.  Saya sudah menduga ada Razia kendaraan,  dan memang sudah terlihat beberapa petugas bertopi bereragam rompo wrarna Hijau di depan Kantor Cabang BRI Ahmad Yani 2 – Tunas Bangsa. 

Saya pun tidak kuasa menahan laju motor Honda Supra Fit kebanggaan saya masuk track untuk diperiksa surat surat kendaraannya.   Saya sudah pasrah kena juga akhirnya setelah belasan hari “kucing kucingan” dengan petugas Razia sejak tanggal 1 Nopember 2017.   Operadi Zebra 2017 ini memanh dilaksanakan dari tanggal 1 s/d 14 Nopember 2017. 

Namun begiitu rombongan motor digiring beberapa petugas ke lokasi pemeriksaan surat surat kendaraan, saya justru menuntun motor saya masuk ke parkiran Bank BRI Kantor Cabang Ayani 2 Supadio dekat Sekolah Tunas Bangsa itu.  Sejak dari awal saya memang niat untuk ke kantor cabang BRI di tempat itu untuk menabung sekaligus mencek Bonus Milagros yang masuk ke rekening saya sejak hari Senin 13 Nopember 2017 pagi hari.   

Bawa Buku Tabungan BRI
Saldo di rekening BRI atas nama saya sekitar Rp.49.000,- (Empat Puluh Sembilan Ribu Rupiah).  Jadi agar rekening “hidup” dalam artian bisa menerima dan mengirim transfer, maka saldo minimal yang harus mengendap sebesar Rp.50.000,-.   Makanya karena sejak awal saya sudah ada NIAT tulus Ikhlas mau ke Bank BRI saya membawa Buku Tabungan BRI.  Jadi secara teknis ada razia kendaraan atay tidak hari itu saya memang mau ke kantor cabang Bank BRI itu.

Saya pun masuk dengan tenang ke dalam kantor cdabang BRI itu, dan saya terkejut juga karena di dalamnya sudah penuh sesak dengan orang orang yang sepertinya sedang antre untuk membayar denda Razia Kendaraan melalui transfer Bank. 

Sebagian lagi lainnya membayar denda Tilang kena Razia Operasi Zebra 2017 melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang ada di dalam dan do luar kantor cabang BRI itu.   Untuk pecahan Rp.100.000,- bilik ATM nya ada di dalam , sedangkan bagi yang ingin pecahan Rp.50.000 itu adanya di samping dan atau di luar gedung.

“Saya kena Razia karena tidak memiliki SIM kendaraan sama sekali, dan kebetulan pagi ini saya agak tergesa gesa ke kampus karena ada keperluan lalu tertangkap di razia ini, saya kena Rp.220.000,- sekitar itu deh denda tilangnya” kata seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Pontianak yang saya lupa menanyakan namanya, apagi fotonya. 

Padahal saat itu saya mem bawa serta Samsumg Grand Prime yang ada fitur kameranya.   Saat ngobrol dengan cewek ini (maaf) bau mulutnya tidak sedap.  Dua kali saya harus menahan nafas karena bau tidak sedap mulutnya itu.  Maaf. Sekali lagi maaf.

Samil ngobrol, saya melihat dari balik kaca Bank BRI itu operasi Zebra 2017 masih berlansgung.  Nomor antrian saya masih puluhan lagi daripada saya harus duduk bengong nunggu nomor antrean saya dipanggil, saya pun keluar dari bank BRI itu dan bergerak berjalan kaki menuju Alfamart.  Padahal di sebelah kiri saya ada INDOMARET. 

Kantor cabang BRI Ahmad Yan 2 dekat Tunas Banhgsa itu memang diapit oleh dua retail besar, sebelah kiri ada Indomaret, sedangkan di sebelah kana nada Alfamart.  Sebenarnya saya kemana saja belanja sih bisa, namun karena saya memiliki Kartu PONTA Alfamart jadi sekalian aja ngumpuin POIN nya. Hehehhee.

Padahal saya sudah ingin ke Jalan Veteran Pontianak untuk menganar  1 dus Milargros pesanan customer setia , jadi mau tidak mau saya harus menunggu hingga Razia Kendaraan ini selesai. (Asep Haryono)

Catatan Asep Haryono

Sejak resign (mengundurkan) diri dari pekerjaan tetap di salah satu perusahaan media terbesar di Kalimantan Barat pada bulan Maret 2016 yang lalu, tidak terasa mungkin hampir 2 tahun yang lalu.   Dalam catatan saya sudah 2 (dua) kali saya mencoba pekerjaan baru yakni sebagai Marketing Executive sebuah perusahaan media grup Kompas, dan sebagai kontributor salah satu portal berita Online yang dikelola sebuah kampus di Pontianak. Dua duanya tumbang dalam waktu nyaris bersamaan : bertahan hanya 1 bulan saja.

Mengapa hanya bertahan 1 bulan saja? Tidak betahkah?  Tidak sesuai passion? atau kerjanya nda enak? atau Gajinya kecil?.  Dari semua pertanyaan ini memang menjadi bahan pertimbangan siapa pun yang ingin bekerja di perusahaan swasta.  Idealisnya memang begitu.  Dimana mana pun bekerja dengan orang lain tentulah banyak keterbatasan.  Tuntutan biaya hidup yang semakin tinggi, anak anak yang perlu biaya sekolah, serta banyak lagi lainnya membuat orang harus bisa produktif dan menghasilkan uang.

Belum lagi jika dirunut dari sisi aqidah, saya yang beragama ISLAM, tuntutan menghidupi keluarga adalah kewajiban laki laki. Sebagai kepala rumah tangga, kepala Keluarga harus bertanggung jawab untuk memberi nafkah bagi anak dan istrinya.  Ketetapan ini sudah menjadi "Undang Undang" yang wajib dilaksanakan oleh para kepala keluarga. Saya memahami betul rambu rambu yang ini.

Saat bekerja sebagai tenaga Marketing di salah satu perusahaan media grup Kompas saya hanya bertahan 1 bulan saja karena bidang ini kurang begitu saya kuasai, dan lagi desakan dari keluarga yang lebih memfokuskan diri saya untuk terus fokus pada Usaha Bisnis Milagros saja yang sudah dijalani lebih kurang 2 tahun ini. 

Kendala pasti ada karena network yang dibangun masih belum maksimal, begitu pula dengan saat masih di salah satu portal berita milik sebuah kampus yang ternyata tidak ada dana untuk transportasi nya. 

Reportase ke sana kemari kan perlu bensin, dan pulsa.  Akhirnya saya memutuskan untuk mundur teratur di dua pekerjaan itu.   Dengan usia yang sudah tidak muda lagi, dan dengan latar belakang pendidikan saya yang membuat diri saya terkotak pada keadaan sekarang.  Tidak mudah untuk mencari pekerjaan yang layak (tentu penghasilan yang standar minimal standar UMK gitu).    Betapa Susahnya Mencari Pekerjaan.

MEJA KERJA : Ini salah satu dokumentasi kenanhan saat bekerja di salah satu perusahaan media terbesar di Kalimantan Barat. 13 tahun lamanya saya di perusahaan ini.  Foto Asep Haryono
MEJA KERJA : Ini salah satu dokumentasi kenangan saat bekerja di salah satu perusahaan media terbesar di Kalimantan Barat. 13 tahun lamanya saya di perusahaan ini.  Foto Asep Haryono




Masih Ada Harapan
Setiap orang memang memiliki banyak masalah dalam kehidupannya. Tuntuntan hidup yang semakin berat menerpa saya saat ini masih terus saya sikapi dengan positif dengan tetap menjaga komitmen untuk mengawasi pertumbuhan kedua anak saya. 

Dahulu saat saya masih tercatat sebagai orang kantoran datang pagi pulang sore, nyaris tidak ada waktu untuk saya dekat dengan kedua anak anak saya.  Kini sejak saya "menganggur" pasca mengundurkan diri dari Zona Aman sebagai staf redaksi di salah satu korang terbesar di Kalimantan Barat, saya banyak waktu untuk mengawasi pertumbuhan kedua anak anak saya.  Walaupun secara materi, saya kini belum memiliki penghasilan yang tetap, dan masih berupaya keras untuk mendapatkan pekerjaan, saya senang karena dekat dengan anak anak saya.  Bisa melihat pertumbuhan mereka dari waktu ke waktu.

Jika ditanya masih minat untuk Kuliah? Tentu. Insya Allah otak ini masih encer.  Namun jika keputusan (kuliah) lagi saya tempuh bukankah itu akan memberatkan keuangan keluarga yang sekarang sedang tidak stabil?  Dalam benak saya berpikir bukankah pada keadaan kekurangan seperti sekarang ini income di perbanyak lebih dahulu? 

(Memutuskan) kuliah lagi tentu akan menyedot sumber dana, dan itu berarti pengeluaran lagi? Memang sih investasi di Pendidikan tidak akan rugi, namun kondisi sekarang sedang perlu banyak dana untuk keluarga, mengapa (harus) keluar dana lagi?   Mungkin persoalannya akan berbeda jika earning (penghasilan) kita 10 juta sebulan, bisa lah mengerjakan ini itu.   Bagaimana memecahkan masalah ini, dan bagaimana soiusinya?

Haruskah saya bekerja apa saja agar ada income bulanan?  Ini sudah menjadi tekad saya sekarang ini.  Kompromi mungkinakan ditempuh mengingat "tugas negara" saya selalu ada yakni mengawasi kedua anak saya di sekolah,  dan memberi perhatian kepada mereka.  Anak anak butuh kehadiran saya, bukan butuh saya ada di antara keseharian saya. Saya harus ada di saat mereka memerlukan.(Asep Haryono)

Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog