Jual Milagros disini

Dealer Toyota Pontianak

Click Advertise on My Blog
ONLINE : Kini setiap orang bisa berbagi informasi ke dunia maya. Waspada postingan mu   Foto Asep Haryono
ONLINE : Kini setiap orang bisa berbagi informasi ke dunia maya. Waspada postingan mu   Foto Asep Haryono


Menakar Kesuksesan Kampanye Gerakan Nasional Revoulsi Mental
Dalam Pemanfaatan Sosial Media Oleh Masyarakat
Oleh Asep Haryono*

Dalam Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Melalui Media Sosial Bersama Pelajar dan Netizen di Pontianak 18-20 September 2017 lalu memberikan banyak pencerahan dalam Penggunaan sosial media di kalangan generasi Millennial sekarang ini sebagai sebuah keniscayaan bahwa anak muda di era teknologi informasi yang semakin massif dan besifat jurasik  ini sudah tidak dapat dibendung lagi.  Anak anak muda dengan segala kreatifitas serta masalah yang dihadapinya tidak terlepas dari sumbangsih teknologi yang sudah mewarnai generasinya. 

Jika anda bertanya apakah anak anak remaja sekarang sering membaca surat kabar atau Koran?  Saya yakin sebagian besar jawabannya adalah “tidak” atau “jarang”.  Anak anak generasi Milenials sekarang ini memang tidak semua yang tidak perduli akan masalah bangsa saat ini, namun sebagian lagi dari mereka lebih paham Facebook, Twitter, Linkedin, Tumbler, Youtube hingga perangkat komunikasi pandang dengar dengan menggunakan Gawai (baca Gadget).  Boleh percaya boleh saja tidak, dan anda bisa membuktikan sendiri pada anak remaja atau remaja atau pelajar seklah di lingkungan anda.
Sosial Media seperti seperti sudah menjadi Giant Killer atau Pembunuh Raksasa media mainstream seperti majalah, Koran atau surat kabar yang berbasis kertas.  Kini dengan sebuah Gawai di tangan , setiap orang bisa dengan mudahnya berbagi informasi kepada dunia seketika itu juga.  Informasi yang seperti apakah yang dibagikannya kepada dunia terpulang kepada setiap individu yang melakukannya.  Kita tidak mungkin melarang larang seseorang untuk tidak mempublikasikan swafoto (Selfie) dirinya di sosial media.  Tentu saja tidak.
Undang Undang Teknologi dan Informatika (ITE) yang digadang gadang akan mampu membendung informasi yang menyesatkan, mencegah menyebarnya informasi HOAX, ujarang kebencian dan masih banyak laginya di satu sisi dianggap mumpuni dalam meminimalisir dampak negative dari pemanfaatan sosial media oleh masyarakat, namun disisi yang lain, oleh sebagian masyarakat, justru dianggap memberangus dan atau membungkam kebebasan berpendapat berekspresi.
Di sinilah makna hakiki tujuan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang diharapkan mampu membina dan memperbaiki karakter bangsa Indonesia menjadi lebih baik.  Bagaimana upaya kita untuk melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara kerja dan cara hidup sesuai dengan karakter bangsa yang berintegritas, beretos kerja dan bergotong royong untuk mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia yakni Indonesia yang berdaulat, berdikari dan kaitannya dengan pemanfaatan Sosial Media di masyarakat

Persoalan Mental Bangsa Indonesia  
Secara sederhana yang dimaksud dengan pembangunan karakter bangsa Indonesia yang berintegritas itu artinya adalah karakter kepribadian bangsa yang jujur dan dapat dipercaya.  Karakter yang beretos kerja itu artinya adalah karakter bangsa yang mandiri, pekerja keras dan penuh gagasan atau inovasi.  Sedangkan karakter bangsa yang bergotong royong itu dimaksudkan adalah untuk saling bekerja sama, punya rasa toleransi yang tinggi dan rasa solidaritas.
Kesuksesan kampanye Geakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dalam pemanfaatan sosial media sangat tergantung akan peran serta masyarakat serta komponen berbaga elemen masyarakat dalam memberikan edukasi kesantunan dalam memanfaatkan sosial media bagi masyarakat sekaligus membantuk karakter bangsa Indonesia yang berintegritas, beretos kerja dan bergotong royong.
Pengguna internet di Indonesia sampai pada tahun 2014 sudah mencapai 82 juta orang (sumber Kominfo) dan menempatkan Indonesia di peringkat ke 4 terbesar di dunia dalam memanfaatkan sosial media setelah Amerika Serikat, Brazil dan India. Dengan hanya bermodalkan sebuah gawai (gadget) berteknologi telepon pintar, kini setiap orang dari segala usia, bisa menjadi apa saja dan siapa saja, dan berbagi informasi ke seluruh dunia.
Persoalan timbul jika konten yang disebarkannya itu melukai hati dan perasaan orang lain yang pada akhirnya berbuntut panjang hingga memasuki ranah hukum. Banyak orang yang karena kebebasan berekspresinya di sosial media dianggap mencemarkan nama baik seseorang dan dilaporkan ke Polisi hingga mendekam di sel tahanan.  Apakah ada aturan baku dalam pemanfaatan sosial media agar bisa dipahami dan dipelajari oleh masyarakat?
Tentu saja ada rambu rambu yang harus dijaga agar jangan ditabrak hingga berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Justru persoalan Mental masyarakat lah kita yang seharusnya menjadi fokus utama kita dalam upaya kita menyukseskani gerakan nasional revolusi mental ini.
Pesan berantai yang tidak jelas disertai dengan ancaman jika tidak disebarluaskan menjadi isu yang hangat belakangan ini. Dimanakah korelasinya jika tidak diteruskan atau tidak disebarkan informasinya lalu akan berakibat kematian? Sungguh nalar yang tidak dapat menerima.  Namun faktanya sebagian masyarakat dengan mudahnya ikut terbawa emosi hingga menjadi agen penyebar informasi  yang tidak dapat dijamin keakuratan   dan kebenarannya.   Di sinilah tanggung jawab para pelaku sosial media untuk merangkul dan menjelaskannya betapa informasi HOAX semacam itu bisa sangat merugikan banyak orang.
Bangun dari tidur atau akan segera beranjak ke peraduan lalu memposting foto dirinya dan disebar di facebook. Kira kira apa manfaatnya dengan memposting swafoto seperti ini? Haruskah dilarang?  Tentu saja tidak.  Sosial media adalah milik setiap orang, tinggal terpulang kepada mental masing masing individu dalam menggunakan sosial media sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Namun dalam pandangan saya justru konten yang berpotensi menimbulkan kegaduhan atau bermuatan SARA, kekerasan dan pornography atau pornoaksi itulah yang harus dijaga jangan sampai terjadi.  Ancaman pidananya pun tidak main main.
Waspada Pada Postingan mu
Masyarakat harus disadarkan bahwa kebebasan berekspresi di sosial media selain merupakan hak asasi warga negara yang dijamin kebeasannya dalam Undang Undang namun di sisi lain media sosial adalah termasuk dalam ranah ruang publik yang tentu saja kita semua terkait dengan peraturan, norma, dan hukum yang berlaku.  Kita tidak boleh mengumpat , menghina, dan menyebarkan kebencian kepada orang lain.
Undang Undang 11 Tahun 2008 tentang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah dengan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 melarang perbuatan Kesusilaan, Perjudian, Penghinaan, dan Pemerasan (Pasal 27),  Berita Bohong dan SARA (Pasal 28), serta Ancaman Kekerasan (Pasal 29).  Ancaman hukuman pidananya pun tidak main main.  Ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun dan atau denda maksimal Rp.750.000.000 (pasal 45).
Bersosial media di internet memang mengasyikan dan bisa menjadi branding diri kepada dunia maya namun demikian ada banyak hal hal yang semestinya diperhatikan agar sosial media selain digunakan sebagai sarana hiburan dan pencitraan diri juga bisa bermanfaat dan berbuah kebaikan baik untuk diri sendiri dan untuk kebaikan masyarakat.   Jika ingin memposting pendapat atau komentar pastikan (komentar atau pesan) itu tidak menjelekkan pihak tertentu sehingga terhindar dari kasus pencemaran nama baik.
Jika menggunakan sosial media untuk mencari teman baru atau memperluas koneksi untuk memperlancar usaha agar tidak terlalu terbuka dalam mencantumkan identitas diri seutuhnya seperti nomor rekening, KTP, alamat rumah yang berpotensi bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Gunakan jalur private (rahasia) secara langsung kepada yang bersangkutan
Sosial media bisa menaikkan orang setinggi langit dan bisa menenggelamkan orang sedalam lautan. Waspada pada postingan mu. Bijaklah dalam memanfaatkan sosial media dan santunlah dalan bertutur kata.  (Asep Haryono)

Referensi


  • Undang Undang Informasi dan Traksaksi Elektronik - https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Informasi_dan_Transaksi_Elektronik
  • Apa Itu Sosial Media - http://www.unpas.ac.id/apa-itu-sosial-media/
  • Bijak Dalam Menggunakan Sosial Media - https://student.cnnindonesia.com/inspirasi/20160610132329-322-137180/bijak-dalam-menggunakan-media-sosial/
  • Apa Itu Generasi Millennial? - http://www.jurnalcowok.com/2016/04/apa-itu-generasi-millennial.html


*Asep Haryono
Blogger – Internet Marketter
Komplek Duta Bandara Blok C6/14
WA : 08977749155

Blog : www.simplyasep.com



TANPA BAYANGAN : Saat jam menunjuk 11.35 WIB Matahari tepat tanpa bayangan dalam Pesona Khatulistiwa 2017 di kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianakk. Foto Syahrul Sani
TANPA BAYANGAN : Saat jam menunjuk 11.35 WIB Matahari tepat tanpa bayangan dalam Pesona Khatulistiwa 2017 di kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianakk. Foto Syahrul Sani

Reportase Asep Haryono / Photographer Syahrul Sani

simplyasep.com Pontianak. Puncak acara Pesona Kulminasi Matahari 2017 dilaksanakan pada tanggal 23 September 2017 di kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang datang mewakili Walikota Pontianak Sutarmidji tadi siang (23/9) ditandai dengan suara yang keluar dari tiupan seruling parit yang dimainkan tim Kreasi Sungai Putat (KSP).

Dalam kata sambutannya Edi Rusdi Kamtono menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Walikota Pontianak Sutardmiji yang kebetulan saat ini tidak berada di Pontianak

"tentunya momentum peringatan di mana matahari berkulminasi yang hanya ada satu satunya  di Indonesia di kota Pontianak pas di tengah kota ini setiap tahun ini setiap tahun 2 kali kejadiannya  yakni antara taggal 21-23 Maret dan 21-23  September ini dijadikan agenda momentum tetap tahunan dalam rangka kita ingin menggali potensi kota Pontianak sebagai kota Khatulistiwa yang hanya ada satu satuya di Indonesia yang  dengan 
dirangkai kegiatan budaya, olah raga dan iptek   " kata Edi Rusdi Kamtono.

Edi
menambahkan pemkot selalu memberikan ruang yang seluas luasnya bagi siapa pun di muka bumi ini untuk terus berkreasi dan melakukan inovasi inovasi dalamrangka untuk menciptakan kreaitifitas berkaitaan dengan momentum ititk titik kulminasi ini.  

"Di sini juga telah hadir dari Discovery Channel yang nantinya akan di buat documentary dan divideokan untuk dijadikan dokumen dan disiarkan di Discovery channel dan ini lasti akan ditonton oleh masyarakat dunia" kata Edi Rusdi Kamtonio.

"Marilah kita jadikan momentum ini menjadi kegiatan yang menarik dan ini kita juga akan memberi ruang untuk para pelaku ekonomi kreatif berkreasi menciptakan inovasi untuk pengembangan ekonomi kreatif , dan alhamdulillah kawsan Tugu Khatulistiwa ini setiap tahun kita berbenah  dan master plan sebenarnya di sini lengkap jadi Khatulistiwa Park ya ada hotel bintang 5 ada water park atau kolam renang dan ada hutan khas yang ada di Kalimantan Barat dan sekarang akan terus dan semakin berlanjut" kata Edi

" mudah mudahan ke depan dengan waktu yang tidak terlalu lama kawasan ini menjadi destinaswi wisata unggulan tidak hanya kota Pontianak tetapi kalimantan Barat dan bagi para tamu tamu yang baru datang ke kota Pontianak silahkan nikmati hawa udara di kota pontianak di tugu ini, dan saya berharap pada semuanya untuk sama sama semoga kita diberikan rahmat dan kesehatan diberkahi dan nantinya kepada para tamu tamu akan diberikan setifikat telah melewati kota Khatulistiwa" pungkas Edi Rusdi Kamtono.
|

APBD Dispora Tahun 2017 
Ketua Panitia Pelaksana Pesona Kulmimasi Matahari 2017 sekaligus kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Pontianak Ir.H.Syarif Saleh mengatakan bahwa maksud dan tujuan  Pesona Kulmimasi Matahari 2017 ini adalah mempromosikan obyek dan daya tarik wisata kota Pontianak khususnya kawasan Tugu Khatulistiwa.

"memberikan ruang yang lebih luas kepada para pelaku Sub sektor ekonomi kreatif untuk berekspresi dan berkreasi untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat kota Pontianak kepada Tugu Khatulistiwa dan akan mempromosikannhya sebagai daerah tujuan wisata di kota Pontianak, memberikan hiburan kepada masyarakat luas dengan pertunjukan seni budaya dan kreatifitas lainnya" kata Syarif Saleh.

Dia mengatakan tema kali ini adalah "Pontianak kota Khatulistiwa Menuju Masyarakat Kreatif Yang Berdaya Saing" dengan menggunakan pendanaan yang dibebankan kepada Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Tahun Anggaran 2017. Sedangkan wakru dan pelaksanaan , tambah Syarif Saleh,  dilaksanakan dua kali yaitu pada bulan Maret dan bulan September yang dilaksanakan selama tiga hari mulai dari tanggal 21 sampai tanggal 23 September 2017 di kawasan Tugu Khatulistiwa.

"Dari data yang didapat dari BMKG Kota Pontianak detik detik Matahari berkulminasi antara lain tanggal 21 September 2017 pada pukul 11.36 WIB, tanggal 22 September 2017, pada pukul 11.35 WIB, tanggal 23 September 2017 pada pukul 11.35 WIB" kata Syarif Saleh.

Seruling ParitDia menjelaskan rangkaian acara Pesona Kulminasi Matahari 2017 ini antara lain pada hari pertama tarian dengan tema "Ice On Us" oleh Sanggar Kijang Berantai (KIber) dengan menampilkan 8 tarian, kemudian tarian dengan  tema Nuanas Gemilang di Bumi Khatulistiwa oleh Sanggar Andari, pada hari kedua tarian dari Ikatan Mahasiswa Seni (Ikanmas) Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak, Angklung Pesus Magician merupakan kolaborasi antara pemain Angklung dari Sparagita Angklung, dan permainan sulap dari komunitas maqic Kalimantan Barat,  hari ketiga pertama acara seremonial pembukaan, pertunjukan tarian dari Sanggay Bougenville, Pertunjukan Musik Sape Dari Feri Sape ,  Pertunjukan tarian dari Sanggar Administrasi Bisnis Politeknik Pontianak , hiburan permainan rakyat dari Formi kota Pontianak, kemudian pertunjukan tarian dari sanggar Bougenville.

Turut hadir dalam acara Pesona Kulminasi Matahari 2017 di Kawasan Tugu Khatulistiwa ini antara lain para anggota DPRD Kota Pontianak , PJ Sekda beserta jajaran  UPD di lingkungan Pemerintah kota Pontianak , Undangan dari Universitas Tanjungpura , Universitas Pancabhakti, BUMN , BUMD serta tamu tamu dari luar kota Pontianak seperti Daerah Istimewa Aceh , Jakarta, Kuching, dan Kuala Lumpur.  

Acara puncak 
Pesona Kulminasi Matahari 2017 ini juga diliput oleh Discovery Channel yang menyiarkan secara langsung dan mendokumentasikannya ke seliruh dunia. 

Yang unik dari rangkaian acara pembukaan Pesona Kulminasi Matahari 2017 di Kota Pontianak ini adalah penampilan "Seruling Parit" oleh 
dimainkan tim Kreasi Sungai Putat (KSP).

Bunyi suara dan resonansi alunan dari “Seruling Parit”  membuat decak kagum ratusan pengunjung yang datang memadati acara pembukaan Pesona Kulminasi Matahari 2017 di Kota Pontianak ini.   Dalam berbagai riwayat disebutkan Seruling parit ini sudah lama tidak diperdengarkan lagi, dan sudah lama menjadi warisan budaya yang nyaris terlupakan yakni sebagai sarana penanda para pedagang yang menjajakan dagangannya  di Sepajang Parit Putat itu telah datang

Dengan kata lain sejak jaman dahulu kala seruling parit ditiupkan para pedagangan sebagai tanda bahwa mereka telah datang, sedangkan parit adalah jalur air yang biasa digunakan para pedagang dalam menjaja dagangannya di rumah rumah penduduk. 

Salah seorang pengunjung yang datang menyaksikan Pesona Kulminas Matahari di kawasan Tugu Khatulistiwa ini adalah Bambang dari Jakarta.


"Saya dan teman teman kebetulan datang ke Pontianak ini karena sedang ada bisnis denga mitra, dan baru tau kalau ada kegiatan Pesona Kulminas Matahari di kawasan Tugu Khatulistiwa  seperti ini, dan ini merupakan kunjungan kamii yang pertama ke Pontianak, dan saya merasa senang sekali, dan sangat kagum akan perpaduan budaya dari 3 etnis yang berbeda tetap rukun di sini, dan itu yang saya suka" kata Bambang

Saat Kulminasi

Begitu jam menunjukkan pukul 11.35 WIB sesuai dengan perhitungan BMKG Kota Pontianak, memang benar benar  terjadi fenomena tanpa bayangan.  Baik pak Edi Rusdi Kamtono dan Sultan Pontianak berusaha mendirikan 23 telur yang ada di lokasi yang menjadi titik puncak acara tanpa bayangan ini.


23 telur ini melambangakan tanggal 23 September 2017 sebagai puncak acara pelaksanaan Pesona Kulminasi Matahari 2017 ini.  Pak Edi Rusdi Kamtono ternyata berhasil membuat telur berdiri tegak dan tanpa bayangan dan begitu juga dengan Sultan.  Dari 23 telur yang dicoba untuk didirikan ternyata hanya 14 telur saja yang berhasil (didirikan).

Masyarakat kota Pontianak yang diperkirakan berjumlah ratusan itu mulaii tidak sabar untuk menyerbu ke titik kulminasi.  Mereka mulai turun dari tribun tempar duduknya dan beramai ramai mendatangi titik tanpa bayangan.  Banyak warga yang berswafoto dan banyak warga yang berusaha mendekat dan mengabadikan momen langka yang terjadi setahun dua kali ini.
(Asep Haryono)
  



Photo Gallery

Photographer Syahrul Sani


MENYEMUT : Ratusan warga mulai menyerbu 23 telur yang dicoba didirikn saat jam menunjuk pukul 11.35 WIB saat puncakk Kulminasi.  Foto Syahrul Sani
MENYEMUT : Ratusan warga mulai menyerbu 23 telur yang dicoba didirikn saat jam menunjuk pukul 11.35 WIB saat puncakk Kulminasi.  Foto Syahrul Sani

SAPE:  Penampilan alat musik Sape oleh Fery Sape yang memukau. Foto Syahrul Sani
SAPE:  Penampilan alat musik Sape oleh Fery Sape yang memukau. Foto Syahrul Sani
WISATAWAN ASING  : Beberapa wisatawan asing datang lebih awal dan mengambil foto foto titik tengah lokasi acara sebelum memasuki waktu kulminasi.  Foto Syahrul Sani
WISATAWAN ASING  : Beberapa wisatawan asing datang lebih awal dan mengambil foto foto titik tengah lokasi acara sebelum memasuki waktu kulminasi.  Foto Syahrul Sani





Reportase Asep Haryono

Kubu Raya. Ribuan Warga masyarakat di wilayah kota Pontianak dan Kubu Raya tumpah ruah nonton bareng pemutaran kembali film G30S PKI di Makodam XII Tanjungpura Kubu Raya tadi malam (22/9). Film yang aseli berdurasi lebih dari 2 jam itu disingkat menjadi 1 jam telah menjadi tontonan yang memikat dengan penyajian yang menarik. Sebagian warga yang berhasil ditemui memberikan komentarnya.

Surmiati (18) seorang siswi SMKN 1 Sungai Raya mengatakan bahwa film yang barusan ditontonnya itu cukup singkat dan diluar pekiraannya bisa selesai lebih cepat dari biasanya.

“Saya sudah beberapa kali menonton film Pemberontakan G30-S PKI ini ditelevisi swasta biasanya pas menjelang tanggal 30 September, namun kali ini lebih pendek ya lebih singkat tapi tidak mengurangi isi filmnya yang panjangnya 2 jam itu” komentarnya.

Dia datang di Makodam XII tidak sendirian melainkan bersama teman temannya dari kelas yang berbeda ini juga didampingi oleh guru kelasnya sendiri
 Rudi Maryati (42 )
NOBAR :  Ribuan warga tumpah ruah nonton bareng film G30-s PKI di Makodam XII Tanjungpura tadi malam (22/9). Foto Asep Haryono.
NOBAR :  Ribuan warga tumpah ruah nonton bareng film G30-s PKI di Makodam XII Tanjungpura tadi malam (22/9). Foto Asep Haryono.   


Ribuan warga Pontianak dan Kubu Raya tumpah ruah beramai ramai menonton bareng film sejarah G30S-PKI di Makodam XII Tanjungpura Kubu Raya Kalimantan Barat Jumat Malam (22/9).   Begitu acara Nobar langsung bubar tralala.  Video recorded by Asep Haryono


“Menurut saya sih filmnya sebagai momen langka dan jarang jarang dijumpai dan memang ada himbauan dari sekolah untuk datang di acara nonton bareng ini jadi tidak ada paksaan siapa yang mau aja boleh datang ke sini” kata Rudi Maryati.

Syaiful Anwar (35) warga di Jalan Christina Martatiahahu Perumnas 3 Tanjung Hulu juga senang dengan film ini.

“Film ini aselimya panjang tapi sudah disingkat syukurlah, sebab saya kuatir kala diputar sesuai dengan aselinya tentu sangat lama dan sudah malam kasihan juga anak anak kemaleman besok mereka sekolah tapi syukurlah jadi pendek begitu” katanya. Dia mengapresiasi Makodam XII Tanjungpura yang menggelar acara nonton bareng ini.

“Katanya sih dari pengeras suara panitia tadi film ini akan diputar teus setiap malam sampai tanggal 30 September 2017, saya mau member kabar ke teman teman saya yang lain agar ramai ramai menonton film ini” pungkasnya.

“Film ini judul aselinya kan Pemberontakan G30S PKI ya tapi tidak saya melihat judulnya tapi saya yakin film ini sangat bagus agar bangsa Indonesia tetap waspada dan tidak melupakan sejarah kelam perjuangan bangsa Indonesia di masa lalu” kata Suhadi (51) yang tinggal di Wonodadi 1 Kubu Raya (Asep) 



Oleh Deckie - channeltujuh.com

Pontianak. simplyasep.com Guna membentuk karakter generasi muda yang sehat dan cerdas, kembali Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Kalimantan Barat menggelar kemah Generasi Berencana (GenRe) serta Parade Cinta Nusantara (PCN) yang akan diikuti kurang lebih 500 remaja GenRe dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat.

Sejatinya dalam kegiatan kemah GenRe maupun parade cinta nusantara, BKKBN Kalimantan Barat di dukung penuh oleh Komando Daerah Militer (Kodam) XII Tanjungpura, dengan memberikan fasilitas tempat pelaksanaan kemah GenRe serta kegiatan seremonial parade cinta nusantara yang akan di helat pada tanggal 23 sampai 25 September 2017 mendatang.

Kodam XII Tanjungpura Dukung kemah Genre dan Parade Cinta Khatulistiwa 3.  Foto channeltujuh.com
Kodam XII Tanjungpura Dukung kemah Genre dan Parade Cinta Khatulistiwa 3 di Kodam XII Tanjungpura.  Foto channeltujuh.com


"Saya rasa parade cinta nusantara ini harus dilakukan, mengingat saat ini remaja kita rentan dengan perilaku yang menyimpang seperti penggunaan narkoba, sex bebas, kawin muda, yang mana semua itu mereka lakukan kemungkinan besar mereka tidak mengetahui dampak apa yang akan mereka dapatkan dari apa yang telah mereka lakukan. Untuk itu kegiatan positif seperti parade cinta nusantara serta kemah GenRe yang akan melahirkan para generasi muda yang hebat, sehat dan cerdas, jelas akan kita dukung penuh kegiatan ini", kata Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII Tanjungpura, Mayjen TNI Andika Perkasa, pada channeltujuh.com, Kamis (14/9/17).

Menurut Andika, untuk membuka pemikiran generasi muda  ke arah yang lebih positif, maka diperlukan kerja nyata dari semua instansi sehingga tugas dan tanggungjawab untuk mencetak generasi muda yang cerdas dan sehat tidak hanya terpaku di BKKBN, namun menjadi tugas bersama, tugas semua elemen pemerintahan serta masyarakat.

 "Jelas tugas menjaga maupun mengarahkan generasi muda ke sesuatu yang positif bukan hanya tugas BKKBN tapi tugas kita bersama. Dan  untuk kegiatan kemah GenRe dan parade cinta nusantara kita sangat mendukung dengan senang hati dan tanpa pamrih. Karena kita ingin melihat Kalimantan Barat lebih berkembang, lewat pola pikir generasi muda ke arah yang positif. Dan dukungan ini merupakan kontribusi kita untuk Kalimantan Barat dalam melahirkan generasi yang hebat di tanah borneo ini", tegas Andika

Ditempat terpisah, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat, Uung Kusmana menyambut baik dukungan yang diberikan Kodam XII Tanjungpura guna mensukseskan kemah GenRe serta parade cinta nusantara, dengan menyediakan fasilitas tempat pelaksanaan kegiatan yang melibatkan langsung prajurit Kodam XII Tanjungpura.

"Kita sangat mengapresiasi dukungan yang akan diberikan Kodam XII Tanjungpura dalam kegiatan parade nusantara. Dan tidak hanya memberikan fasilitas tempat pelaksanaan, namun keterlibatan langsung Pangdam XII Tanjungpura untuk merancang langsung kurikulum dalam kegiatan penyampaian materi yaitu di hari kedua kegiatan kemah GenRe dan parade cinta nusantara, itu menjadi gambaran nyata bahwa Pangdam sangat peduli dengan generasi muda khususnya di Kalimantan Barat dan Indonesia pada umumnya", tukas Kusmana mengakhiri. (Sumber channeltujuh.com ).   



Jurnalis Warga - Asep Haryono

Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (KEMENKO PMK) Jakarta baru saja menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Melalui Media Sosial Bersama Pelajar dan Netizen di ASTON Pontianak tangga 19 September 2017 lalu.  Ada banyak hal yang positif yang dapat penulis petik dari pertemuan malam itu yang memberikan banyak pencerahan dalam Penggunaan sosial media di kalangan generasi Millennial sekarang ini.  Para pelajar, Lembaga Swadaya Masyarakat, Blogger,  Mahasiswa dan tentunya para Netizen Kalimantan Barat serta  Umum sangat antusias mengikuti diskusi dan tanya jawab ini.  Seperti apa keseruannya berikut catatannya.

Persoalan Mental Bangsa Indonesia
"GNRM menjadi agenda utama dalam membangun dan memperbaiki karakter bangsa Indonesia karena sangat berkaitan erat dengan pembangunan manusia seutuhnya sesuai dengan visi dan Misi yang diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan program NAWACITA nya serta didukung oleh INPRES nomor 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang terdiri atas Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib dan Gerakan Indonesia Mandiri" 
 Kata Iwan Eka Setiawan, Kabid Humas Kemenko PMK.

Dalam implementasinya, kata Iwan Eka Setiawan, pelaksanaan kampanye GNRM ini tidak selalu vertikal dari Pemerintah kepada masyarakat, melainkan memerlukan kerja sama dan partisipasi horizontal dalam bingkai gotong royong yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas, pemerintah pusat dan daerah untuk terus bekerja sama dan berkoordinasi dalam menyukseskan program Revolusi Mental dalam membentuk karakter bangsa yang berintegritas, ber etos kerja positif dan bergotong royong melalui peran aktif dari berbagai komponen masyarakat termasuk para pelajar dan Netizen Kalimantan Barat

"Sebagai sebuah keniscayaan bahwa anak muda di era teknologi informasi yang semakin massif dan besifat jurasik, dampak positif dan Negatif dari pemanfaatan sosial media  sudah tidak dapat dibendung lagi.  Anak anak muda dengan segala kreatifitas serta masalah yang dihadapinya tidak terlepas dari sumbangsih teknologi yang sudah mewarnai generasinya" tambah Iwan.

"Jika anda bertanya apakah anak anak remaja sekarang sering membaca surat kabar atau Koran?  Saya yakin sebagian besar jawabannya adalah “tidak” atau “jarang”.  Anak anak generasi Milenials sekarang ini memang tidak semua yang tidak perduli akan masalah bangsa saat ini, namun sebagian lagi dari mereka lebih paham Facebook, Twitter, Linkedin, Tumbler, Youtube hingga perangkat komunikasi pandang dengar dengan menggunakan Gawai (baca Gadget).  Boleh percaya boleh saja tidak, dan anda bisa membuktikan sendiri pada anak remaja atau remaja atau pelajar sekolah di lingkungan anda" pungkas Iwan Eka Setiawan.

DISKUSI : Para pemateri Temu Wicara Kampanye Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan Pelajar dan Netizen di ASTON Pontianak tanggal 19 September 2017 yang lalu. Foto Asep Haryono
DISKUSI : Para pemateri Temu Wicara Kampanye Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan Pelajar dan Netizen di ASTON Pontianak tanggal 19 September 2017 yang lalu. Foto Asep Haryono


Video singkat yang merekam semaraknya sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)  Kemenko PMK  bersama Para Pelajar dan Netizen di ASTON Pontianak tanggal  19 September 2017 pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB malam.  Video Recorded by Asep Haryono - Jurnalis Warga


Keynote Speaker
lainnya Dwi Wahyudi, Relawan TIK Kalimantan Barat mengatakan bahwa Undang Undang Teknologi dan Informatika (ITE) yang digadang gadang akan mampu membendung informasi yang menyesatkan, mencegah menyebarnya informasi HOAX, ujarang kebencian dan masih banyak laginya di satu sisi dianggap mumpuni dalam meminimalisir dampak negative dari pemanfaatan sosial media oleh masyarakat, namun disisi yang lain, oleh sebagian masyarakat, justru dianggap memberangus dan atau membungkam kebebasan berpendapat berekspresi.

"Apakah itu HOAX?, padahal tidak semua berita HOAX itu salah, dalam survey terbaru HOAX diklasifikasikan dalam berbagai bentuk yakni berita bohong, berita yang menghasut, berita yang tidak akurat , berita ramalan, serta berita yang menyudutkan" kata Dwi Wahyudi



Kabid Humas RTIK Indonesia Geri Sugiran mengatakan hakiki tujuan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang diharapkan mampu membina dan memperbaiki karakter bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

"Bagaimana upaya kita untuk melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara kerja dan cara hidup sesuai dengan karakter bangsa yang berintegritas, beretos kerja dan bergotong royong untuk mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia yakni Indonesia yang berdaulat, berdikari dan kaitannya dengan pemanfaatan Sosial Media di masyarakat" tambah Geri Sugiran

Waspada Pada Postingan mu.

Ketiga pemateri dalam Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental malam itu sepakat bahwa masyarakat harus disadarkan bahwa kebebasan berekspresi di sosial media selain merupakan hak asasi warga negara yang dijamin kebeasannya dalam Undang Undang namun di sisi lain media sosial adalah termasuk dalam ranah ruang publik yang tentu saja kita semua terkait dengan peraturan, norma, dan hukum yang berlaku.  Kita tidak boleh mengumpat , menghina, dan menyebarkan kebencian kepada orang lain.

Iwan Setiawan menambahkan dalam Undang Undang 11 Tahun 2008 tentang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah dengan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 melarang perbuatan Kesusilaan, Perjudian, Penghinaan, dan Pemerasan (Pasal 27),  Berita Bohong dan SARA (Pasal 28), serta Ancaman Kekerasan (Pasal 29).  Ancaman hukuman pidananya pun tidak main main.  Ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun dan atau denda maksimal Rp.750.000.000 (pasal 45).

"Ada banyak cara untuk mendeteksi HOAX salah satunya adalah dengan mencek kebenaran berita itu dengan mencek berita itu dengan media lainnya yang memuat informasi yang sama" kata Iwan Eka Setiawan.

RELAWAN TIK : Penulis berfoto bersama salah satu keynote speaker , Relawan TIK Provinsi Kalbar Dwi Wahyudi yang juga CEO Bloggerborneo yang kondang bagi komunitas blogger Pontianak. Foto Istimewa
RELAWAN TIK : Penulis berfoto bersama salah satu keynote speaker , Relawan TIK Provinsi Kalbar Dwi Wahyudi yang juga CEO Bloggerborneo yang kondang bagi komunitas blogger Pontianak. Foto Istimewa

Bersosial media di internet memang mengasyikan dan bisa menjadi branding diri kepada dunia maya namun demikian ada banyak hal hal yang semestinya diperhatikan agar sosial media selain digunakan sebagai sarana hiburan dan pencitraan diri juga bisa bermanfaat dan berbuah kebaikan baik untuk diri sendiri dan untuk kebaikan masyarakat.   Jika ingin memposting pendapat atau komentar pastikan (komentar atau pesan) itu tidak menjelekkan pihak tertentu sehingga terhindar dari kasus pencemaran nama baik.

"Jika menggunakan sosial media untuk mencari teman baru atau memperluas koneksi untuk memperlancar usaha agar tidak terlalu terbuka dalam mencantumkan identitas diri seutuhnya seperti nomor rekening, KTP, alamat rumah yang berpotensi bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Gunakan jalur private (rahasia) secara langsung kepada yang bersangkutan" pungkas Iwan Setiawan.  (Asep Haryono)






JUMPA : Saat liputan jumpa dengan Bang Madek, sahabatku.  Foto Asep Haryono
JUMPA : Saat liputan jumpa dengan Bang Madek, sahabatku.  Foto Asep Haryono

Catatan Asep Haryono

Jangan terkecoh dengan foto yang saya unggah di halaman blog kesayangan saya ini karena itu bukan fokus tulisan saya pada kesempatan kali ini.  Ya boleh saja kok tau siapa pemuda ganteng ini.   Dia namanya Madek.  Ntah apa nama kepanjangannya yang jelas yang saya kenal dan saya ketahui dia namanya Bang Made.  Saya berjumpa dengan dia saat saya meliput penutupan Seleksi Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tingkat Provinsi Kalbar di Hotel Dangau Jalan Supadio Kubu Raya hari Rabu, 20 September 2017.

Yang saya tahu Bang Madek adalah pewarta Kombis atau Iklan di salah satu media yang terkenal di Kalimantan Barat, dan juga tempat "almamater" saya dahulu. Ehm ehm.  Substansi tulisan saya kali ini adalah menyoal soal profesi seorang jurnalis atau pewarta bukan membahas bang Made. Hehehe  Betapa (tidak)  menjadi seorang jurnalis ternyata bukan perkara mudah terutama bagi saya yang memang tidak ada basic sama sekali untuk menjadi wartawan (pewarta).  Selain karena memang memerlukan syarat dan ketentuan yang baku untuk menjadi seorang jurnalis juga dituntut oleh kecintaan akan profesi ini.


Apalagi pewarta atau jurnalis dituntut memiliki kepekaan dan semangat yang tinggi. Di usia saya yang sudah tidak muda lagi ini segalanya bisa jadi tidak semudah ketika masih berusia muda dulu.  Saya jadi ingat saat mantan bos saya dahulu yang menyebut usia saya yang sudah tidak muda lagi sudah tidak pas atau tidak pantas lagi untuk menjadi seorang wartawan. Usia yang sekarang ini saya dianggap sudah tidak produktif lagi. Selain itu latar belakang pendidikan juga minimal sudah harus strata 1 alias sudah sarjana.

Selain itu wartawan juga harus memiliki sertifikat Kompetensi Wartawan yang diselenggarakan mulai dari tingkat Muda, Madya dan Utama, serta memiliki kartu PERS yang dikeluarkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta. Saya belum memiliki semua sertifikat itu itu dan belum mengikuti uji kompetensi jurnalis.    Saya sekarang ini hanyalah JURNALIS WARGA saja. Kartu PRESS dari PWI yang saya miliki juga sudah tidak berlaku lagi sejak saya resign dari salah satu media cetak terbesar di Kalimantan Barat ini.  Saya sekarang ini hanyalah JURNALIS WARGA saja.

Bahkan ketika saya diterima menjadi pewarta di sebuah portal berita  saya sendiri antara percaya atau tidak ternyata di "terima".  Saya menjalani 1 bulan masa magang dengan hanya diberi honor per berita dengan nominal tidak lebih dari harga 1 liter bensin.  Bagaimana mungkin kesana kemari reporting tidak menggunakan bensin?.

Harga 1 liter saja sudah antara 7.500 - 8000 rupiah. Belum lagi untuk mengirim berita via email juga memerlukan koneksi internet, dan itu menggunakan kuota.  Dan kuota itu dibeli pake uang.   Jadi kesimpulannya magang sebulan dengan "hanya" di beri honor per berita sebesar 7 ribu rupiah sungguh lucu dan tidak dapat diterima nalar.  Itu pun hanya berita saya yang naik atau disiarkan saja yang diberi ganjaran 7 ribu rupiah per berita.

Jadi jika 1 hari hanya dapat 1 berita saja yang layak disiarkan maka dalam sebulan 30 hari x 7000 hanya mendapatkan HONOR/UPAH sebesar Rp.210.000,- saja.  Sejauh ini saya belum dapat konfirmasi apa ada HONOR/UPAH/GAJI pokok, jadi saya tidak dapat berandai andai.

Di media manapun selalu ada HONOR/GAJI/UPAH pokok di luar Tunjangan BERITA atau nlai per 1 berita.    Kalau pun tidak ada (POKOK) setidaknya uang pengganti bensin itu ada.  Rata rata bensin pewarta bisa mencapai 300 ribu rupiah dalam sebulan.


Dulu waktu saya bekerja di sebuah media cetak terkenal di Kalimantan Barat, saya banyak bekerja sama dengan para wartawan, jadi sedikit banyak saya paham cara kerja wartawan (Secara kasat mata). Namun saat saya "terjun" sendiri menjadi seorang pewarta sungguh  berbeda.  Tidak mudah jadi seorang wartawan. Namun ada beberapa "kenikmatan" menjadi seorang Jurnalis atau wartawan yakni akses kemudahan mendekati orang terkenal, public figure, atau bahkan artis sekalipun.   Wartawan bisa mendapat akses langsung kepada tokoh, artis atau public figure itu.  Dan ini (mungkin) salah satu "kenikmatan" menjadi seorang jurnalis.


Menjadi pewarta atau wartawan memang NOL pengalaman. Tetapi saya sudah lama memburu berita untuk "koran" saya sendiri di www.simplyasep.com kalau tidak salah sejak tahun 2005 hingga sekarang.

Tercatat tidak kurang dari 7 gelar juara saya peroleh dalam Lomba penulisan artikel di Blog dari kurun tahun 2010 hingga sekarang.   Misalnya Juara II Nasional Lomba Penulisan Artikel tema Excellent Service Garuda Indonesia yang diselenggarakan oleh Garuda Indonesia Balikpapan  pada bulan Desember 2014, Juara II Penulisan artikel tentang Properti bulan Oktober 2014 tingkat Nasional di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta yang diselenggaakan oleh MIMPI PROPERTY, serta   Juara Harapan (Finalis) Lomba Penulisan Blog BPJS Kesehatan tema "Bahagia di Hari Tua" pada bulan Maret 2017 yang lalu, dan masih ada beberapa lagi lainnya


Jadi wartawan sungguhan atau tidak, saya akan tetap menulis, dan itu mengasyikan dan sangat menyenangkan.  Saya bangga menjadi seorang JURNALIS WARGA yang memberi saya kebebasan dalam berbagi informasi kepada dunia sesuai dengan kaidah Jurnalistik yang saya pahami saat saya belajar di sebuah perusahaan media cetak terkenal di Kalimantan Barat selama selama ini.  Citizen Journalist? That's me

(Asep Haryono)

Upayakan Keamanan Cyber di Industri Telekomunikasi

Siaran Pers XL

 Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini ( tengah ) bersama Direktur/Chief Service Management Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya ( kanan ), dan GM Audit & risk Management XL Axiata, I Gde Wiyadnya dalam acara Risk and Control Forum di Jakarta. Rabu (13/9).  Sumber XL
 Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini ( tengah ) bersama Direktur/Chief Service Management Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya ( kanan ), dan GM Audit & risk Management XL Axiata, I Gde Wiyadnya dalam acara Risk and Control Forum di Jakarta. Rabu (13/9).  Sumber XL
Kemajuan teknologi digital telah menghadirkan berbagai solusi bagi usaha meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, di industri Teknologi, Informasi & Komunikasi, termasuk di dalamnya industri telekomunikasi. Pesatnya perkembangan teknologi digital juga mendorong lahirnya berbagai produk inovatif. Namun demikian, kemajuan teknologi juga membuka peluang atas munculnya berbagai ancaman baru, khususnya yang terkait dunia digital, seperti kejahatan cyber dengan modus yang semakin canggih. Guna membangun kewaspadaan bersama atas potensi ancaman kejahatan cyber, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan suatu forum diskusi dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan risiko bisnis yakni “Risk & Control Forum” (RCF) di Jakarta, Rabu (13/9).



Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, “XL Axiata sebagai salah satu pelaku Industri Telekomunikasi perlu untuk terus mencermati tren industri dan risiko-risiko terkait. Dengan mendiskusikan dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan risiko bisnis (risk and control), kami berharap para pelaku industri ini dapat saling berbagi pengalaman, dan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kompetensi mengenai hal-hal tersebut.”

Dian menambahkan, saat ini hampir setiap perusahaan menggunakan sistem teknologi informasi dan koneksi ke dunia digital untuk mendukung aktivitas bisnisnya. Karena itu, semua perusahaan pasti memiliki kebutuhan untuk mampu mengamankan sistem teknologi informasi yang dikelolanya. Untuk itulah, dia menekankan, event ini menjadi sangat penting bagi pelaku industri. Apalagi, serangan cyber juga acap kali menyasar perusahaan-perusahaan di Indonesia. Memiliki sistem keamanan cyber dan manajemen risiko yang kuat tentu menjadi suatu nilai tambah yang penting bagi setiap perusahaan di industri ini.

XL Axiata berharap Forum Risk & Control ini selanjutnya bisa menjadi wadah bagi para praktisi audit dan manajemen risiko di industri telekomunikasi dan industri terkait untuk saling berdiskusi, berbagi ilmu, pengalaman, bertukar pikiran, dan menjalin komunikasi. Melalui event ini, para praktisi dapat mendiskusikan tren dan update terbaru terutama yang memerlukan perhatian dari sisi audit dan manajemen risiko.

Dian juga menekankan pentingnya forum ini bagi pelaku industri financial technology (fintech). Menurutnya, pelaku industri fintech pun harus aware dengan segala resiko yang mungkin muncul dari sisi cyber. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa pelaku industri fintech dalam memperluas pengembangan bisnisnya menggunakan sarana platform digital terutama dalam upaya memperbanyak pengguna. Jaminan atas keamanan data dan juga dana nasabah dari berbagai sisi tentu menjadi perhatian utama masyarakat dalam menggunakan jasa dan produk fintech.

Pada 2015, XL Axiata menyelenggarakan event Forum Risk & Control yang pertama. Event tersebut mendapatkan respon yang baik dari para peserta. Karena itu, pada penyelenggaraan RCF 2017 ini, XL Axiata berharap akan tercapai suatu kesepakatan/komitmen dari para peserta untuk menjalin komunikasi yang berkesinambungan di antara para praktisi audit dan manajemen risiko di industri telekomunikasi. Selain itu, forum ini nanti juga diharapkan akan menyepakati komitmen untuk mengadakan Forum Risk & Control secara rutin.

XL Axiata memiliki departemen Audit Internal dan Manajemen Risiko yang diberikan kepercayaan untuk memastikan dan membantu manajemen XL Axiata terkait pengelolaan tata kelola perusahaan yang baik melalui kajian audit untuk memastikan bahwa pelaksanaan kebijakan dan prosedur dalam aktivitas operasional XL Axiata telah berjalan dengan efektif seperti yang direncanakan.

Di samping itu, XL Axiata juga memiliki unit Manajemen Risiko dan Advisory (RMA) yang bertugas memfasilitasi proses pengelolaan risiko. Dalam melakukan aktivitas manajemen risiko, XL Axiata telah melakukan Teknik Penilaian Diri Atas Risiko dan Pengendalian (“RCSA”), di mana pemilik risiko (pemilik usaha) mengidentifikasi risiko yang mungkin berdampak pada tujuan bisnis mereka, dan memberikan rencana mitigasi untuk mencegah atau mengendalikan risiko.

Forum Risk & Control 2017 ini terbagi dalam beberapa sesi. Sesi 1 dan 2 masing-masing berupa seminar mengenai cyber security dan tata kelola perusahaan pada era digital, serta mengenai tema bagaimana perkembangan digital finance mempengaruhi dunia bisnis pada saat ini. Pada sesi selanjutnya, terdapat diskusi interaktif yang berlanjut dengan diskusi panel, di mana setiap operator telekomunikasi diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman atau inisiatif terkait tantangan yang dihadapi di bisnis telekomunikasi.

Peserta pada forum ini akan terdiri dari pelaku industri telekomunikasi, baik dari kalangan operator telekomunikasi, penyedia teknologi jaringan, praktisi industri teknologi finansial (fintech), serta komunitas auditor internal dan manajemen risiko. Sementara itu untuk pembicara yang akan hadir antara lain regulator dari Direktorat Keamanan Informasi pada Kementerian Komunikasi dan Informatika, pakar dan konsultan industri telekomunikasi, serta praktisi pelaku industri fintech.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Tri Wahyuningsih
General Manager Corporate Communication XL Axiata                             
Telp      : +62817113369

Email    : TriWahyu@XL.co.id



Add caption

Catatan Asep Haryono
Insya Allah hari  Senin 11 September 2017 tepat 2 (dua) tahun Ibunda saya, Almarhumah Siti Rochayah, wafat meninggalkan saya, adik dan saudara saudara.  Almarhumah wafat pada tanggal 11 September 2015 yang lalu di sebuah rumah sakit di Bekasi.

Sedangkan Ayahanda, Almarhum Sudjud sudah lebih dahulu wafat pada tanggal 21 Juni 2014 yang silam

Saya hanya terlambat sekitar 2 jam di hari wafatnya ibunda 
11 September 2015 di Bekasi.  Saya belum sempat melihat wajah almarhumah untuk yang terakhir kalinya, belum sempat mencium keningnya.  Saya tiba di rumah duka di Jl Sarbini Kranji Bekasi saat prosesi pemakaman Ibunda sudah selesai di hari itu. Tanpa sempat mengganti baju setelah tiba dari Pontianak, saya langsung nyekar ke makam Almarhumah ibunda saya di Pemakaman Kober di belakabg rumah, juga di Bekasi.

Sama sama belum sempat melihat yang terakhir

Saat ayanda saya wafat pada tanggal 21 Juni 2014 yang lalu, saya tidak dapat melihat wajah almarhum untuk yang  terakhir kalinya. Saya tiba di rumah duka beberapa hari setelahnya.

 Dan untuk kali keduanya, saat Ibunda tercinta wafat di hari itu 11 September 2015 hari Jumat  Subuh, saya sekeluarga sedang bersiap menuju Bandara untuk terbang ke Bekasi. Tiba di rumah duka terlambat sekitar 2 jam dari prosesi pemakamannya hari itu sekitar jam 10.00 WIB.

KENANGAN : Bersama Almarhumah Ibunda Siti Rochayah di hari menjelang saya sekeluarga kembali ke Pontianak pagii itu bulan Agustus 2013.  Foto Rudi Maryati
KENANGAN : Bersama Almarhumah Ibunda Siti Rochayah di hari menjelang saya sekeluarga kembali ke Pontianak pagii itu bulan Agustus 2013.  Foto Rudi Maryati

Sebenarnya saat Ibunda dikabarkan KOMA satu hari sebelumnya oleh saudara saudara di Bekasi,  saya sekeluarga di Pontianak sudah pegang tiket untuk berangkat ke Bekasi besoknya 11 September 2015.  Tiket pesawat saya adalah penerbangan pagi. Saya lupa jam terbangnya.

Nah di saat saya , istri dan 2 anak anak saya sudah berada di TAXI pagi itu menuju Bandara Internasional Supadio untuk terbang ke Bekasi, kabar duka akhirnya tiba.

Di dalam pembicaraan telepon, ada suara lelaki yang saya duga adalah pemimpin porsesi pemakaman Ibunda.  Beliau meminta keikhlasan saya karena prosesi pemakaman segera dilakukan.

Dalam tradisi anak anaknya harus hadir semuanya di acara pemakaman, hanya saya saja (anak ke 8) yang tinggal di kota Pontianak.  Jadi terkendala jarak. Sedangkan prosesi pemakaman segera dimulai di Bekasi.

Saya pun menyampaikan pesan kepada beliau, agar prosesi pemakaman ibunda saya dilanjutkan saja tanpa harus menunggu kehadiran fisik saya.

Saat itu saya sedang bersiap menuju Bandara    Saya ikhlas tidak dapat melihat prosesi pemakaman ibunda.
Saya tiba di rumah duka di Jl Sarbini Kranji Bekasi saat prosesi pemakaman Ibunda sudah selesai di hari itu. Tanpa sempat mengganti baju setelah tiba dari Pontianak, saya langsung nyekar ke makam Almarhumah ibunda saya di Pemakaman Kober di belakang rumah, juga di Bekasi.
KENANGAN : Saya sempat foto bersama Ayah Bunda saat itu di hari menjelang saya sekeluarga kembali ke Pontianak pagii itu bulan Agustus 2013. Saya sudah ada firasat saat itu Foto Rudi Maryati
KENANGAN : Saya sempat foto bersama Ayah Bunda saat itu di hari menjelang saya sekeluarga kembali ke Pontianak pagii itu bulan Agustus 2013. Saya sudah ada firasat saat itu Foto Rudi Maryati

Seperti Sudah ada Firasat


Pada lebaran tahun 2013 bulan Agustus kalau saya tidak keliru catatannya, saya memang sudah ada IDE untuk berfoto bersama kedua orang tua saya saat itu. Saya sempat berpikir kapan lagi bisa foto bersama kedua orang tua tercinta. Kapan lagi kalau tidak saat itu.   Saya seperti sudah ada firasat.

Saya harus punya foto bersama ayah ibu, dan itu saja dalam pemikiran saya.  Firasat memang ada, namun saya "ingkari", saya alihkan. Pokoknya saya harus foto bersama Ayah Ibu itu saja.  Saya tepis pemikiran lain

Saya sempat berpikir untuk mudik ke Bekasi tentu tidak sedikit sumber daya (Waktu, tenaga, dan biaya) yang terlibat, dan itu semua harus dipersiapkan dengan baik.

Makanya begitu ada kesempatan mudik 
saya sekeluarga di Bekas sekitar bulan Agustus 2013 yang lalui, langsung saya manfaatkan untuk foto foto bersama Ayah dan Ibu. Alhamdullihh saya sudah ada dokumentasinya.  Saya berfoto bersama ayah dan ibu tercinta saat mereka masih hidup. Dan ini menjadi salah satu harta saya yang tidak ternilai.

Ada 2 buah wasiat yang Almarhumah titipkan buat saya dan saudara saudara lainnya, dan biarlah wasiat itu menjadi rahasia kami sekeluarga, dan hanya Allah SWT saja yang tahu.  Insya Allah saya segera melaksanakan wasiat Almarhumah Ibunda tercinta saya.

Almarhumah Ibunda melahirkan 9 (Sembilan) anak anaknya.

Saya adalah anak ke 8 dari 9 bersaudara.  1 adik laki laki, 1 kakak perempuan, dan 7 kakak laki laki.   Kalau di Pontianak istilah "kakak" merujuk pada gender perempuan (female), sedangkan dalam terminologi masyarakat kultur Jawa, istilah "Kakak" merujuk pada gender laki laki atau perempuan.  Hanya saya saja yang saat ini berada di Kalimantan Barat, sedangkan adik dan semua saudara berada di Pulau Jawa yang tersebar di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Bandung.



Saya atas  nama keluarga besar Almarhumah memohon keikhlasan para kerabat sahabat, dan sanak keluarga untuk dapat memaafkan kesalahan dan kehilafan almarhumah Ibunda saya semasa hidupnya, serta mendoakannya agar ibunda saya diampuni segala dosanya oleh Allah dan diterima semua amal ibadahnya oleh Allah SWT.

Ibunda , terima kasih sudah menjadi ibuku, membesarkan ku dan merawat ku hingga saat ini.   Saya dan semua saudara saudara akan selalu menyertai ibunda dalam doa.    



Tunggu aku Ibunda.  Alfatihah....


FOTO BERSAMA : Para pemenang Seleksi Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan Raya dan Angkutan Jalan Tingkat Provinsi Kalbar berfoto bersama usai penutupan. Foto Asep Haryono
FOTO BERSAMA : Para pemenang Seleksi Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan Raya dan Angkutan Jalan Tingkat Provinsi Kalbar berfoto bersama usai penutupan. Foto Asep Haryono

Reportase Asep Haryono

“Tujuan utama dari penyelenggaraan seleksi atau Pemilihan pelajar pelopor keselamatan Lalu Lintas dan angkutan jalan Tiingkat Kalbar tahun 2017 untuk meningkatkan keperdulian terhadap keselamatan Lalu Lintas dan angkutan jalan di kalangan pelajar dalam rangka pembentukan karakter budaya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan”  demikian kata Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya Provinsi  Barat oleh Petrus Yudha Sasmita saat menutup secara resmi Pemilihan pelajar pelopor keselamatan Lalu Lintas dan angkutan jalan Tiingkat provinsi Kalbar tahun 2017 dari tanggal 17 – 20 September 2017 di Dangau Hotel di kawasan Jalan Supadio Kubu Raya Rabu pagi (20/9)

Yudha juga menambahkan bahwa pada tahun sebelumnya provinsi Kalimantan Barat pada pemilihan pelajar pelopor keselamatan Lalu Lintas dan angkutan jalan Tiingkat Nasional tahun 2016 di Jakarta 10 – 15 Oktober 2016 yang diikuti oleh 62 peserta dari 22 provinsi di Indoneisa itu hanya menempati pada Juara III saja yang diraih oleh Felix Irianto utusan dari SMA Santo Paulus Kota Pontianak

Sedangkan Alesius Pangestu dan Niken Annisa Salsabila, tambah Yudha, yang mewakili provinisi Kalbar pada pemilihan pelajar peduli keselamatan Lalu Lintas dan angkutan jalan Tiingkat Nasional tahun 2017 di Bogor , Jawa Barat 5 – 8 Mei 2017 yang diikuti oleh 50 peserta dari 22 provinsi yakni, Alesius Pangestu hanya meraih peringkat ke 4, dan utusan Kalbar yang lain yakni Niken Aniisa peringkat ke 10 dari 50 peserta dari 22 provinsi.

Sebelum pembacaan surat keputusan para pemenang, tampil terlebih dahulu penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan peserta dari kota Singkawang, Anisa Rahmah.

"Banyak yang saya dapatkan dari kegiatan pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tingkat Provinsi Kalbar pada tahun ini antara lain ilmu, pelajaran dan  juga pengalaman yang sangat berharga, dan pesan saya lanjutkan perjuangan kita sebagai pelopor keselamatan jalan raya di mana pun berada" kata Anisa Rahmah

"kepada yang berhasil terpilih sebagai pemenang, teruslah berjuang mengharumkan nama Kalimantan Barat, dan harapan saya agar kegiatan ini selanjutnya akan lebih baik dan lebih baik lagi" tambah Anisa Rahmah

Antonius Hario, Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan pelajar pelopor keselamatan Lalu Lintas dan angkutan jalan Tiingkat Provinsi Kalbar tahun 2017 mengatakan tim penilai Pemilihan pelajar pelopor keselamatan Lalu Lintas dan angkutan jalan Tiingkat Kalbar tahun 2017 terdiri dari Petrus Yudha Sasmita, Antonius Haryo , Ir Ahmad Yani Msc telah melakukan penilaian dan penentuan peringkat terhadap 22 peserta

“Unsur penilaian sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan Dirjen Perhubungan Darat No SK 4313/AC/801 - 2016 Tentang PedomanTeknis Pemilihan pelajar pelopor keselamatan Lalu Lintas dan angkutan jalan Tiingkat Nasional meliputi penilaian terhadap karya tulis dan pengetahuan di bidang Lallu lintas dan Angkutan Jalan Raya” kata Antonius

Dia menambahkan bahwa ada 5 kriteria penilaian yang dilakukan oleh pihaknya antara lain kepemilihan tema , kemampuan berbicara di depan umum (Public Speaking), Norma dan Etika termasuk inovasi, dan ide baru , sistematika penulisan karya tulis dan yang terakhir adalah ujian materi yang meliputi materi materi.

HADIAH : Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya Provinsi  Barat oleh Petrus Yudha Sasmita menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Foto Asep Haryono
HADIAH : Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya Provinsi  Barat oleh Petrus Yudha Sasmita menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Foto Asep Haryono

“ Peringkat ke III diraih oleh Aurelia Tiara Santoso, dari SMA Negeri 1 Sintang dengan nilai 84,13, Peringkat Ke II diraih oleh Delisa Felia dari SMA Santo Paulus Kota Pontianak dengan Nilai 84,66, dan peringkat Pertama oleh nama Vanesa Kristin Surandi Peserta dari SMA Kristen Imanuel kota Pontianak dengan nilai 84,69” kata Antonius Haryo.

“Tetap pertahankan lagi agar Kalbar selalu diperhitungkan terus ditingkat Nasional dan saya harapkan di masa yang akan datang mereka membuat forum pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan raya di Kalbar dan mereka akan dilibatkan dalam meningkatkan kesadaran masyarakar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dan angkutan di jalan” kata Petrus Yudha Sasmita kepada penulis

Vanesa Kristin Surandi Peserta dari SMA Kristen Imanuel kota Pontianak sebagai Juara I mengatakan bahwa setiap hal tentu akan bermanfaat bagi rekan rekan pelajar semuanya terutama dalam materi lalu lintas ini.

"Saya mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan in dan saya banyak belajar dari materi materi ini misalnya informasi tentang narkotika, tentang asuransi kecelakaan dan banyak lagi dan saya akan terus belajar lagi agar lebih bermanfaat bagi masyarakat" tambah Vanesa

Selain itu juga diadakan pemilian terfavorit yang jatuh pada Perwakilan Kabupaten Sambas Nilai 3 Ahmad Yani – SMA Negeri 1 Selakau dan juga .Perwaklan Kota Singkawang Nilai 5 Anisa Rahma, SMA Negeri 1 Singkawang. (Asep Haryono).   



Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog