Please sit and relax as you navigate this website

Kubu Raya.  Ada yang aneh dalam akun facebook salah satu bomber tiga gereja di Surabaya, Puji Kuswati, sepertinya menghilang atau dihilangkan.  Saya sudah mencari cari kemana mana dengan search di facebook namun belum juga berhasil saya temukan kembali.   Benarkah akun facebook pelaku Bom Bunuh Diri yang bernama Puji Kuswati ini dihapus seseorang?

Terakhir saya masih melihat gallery foto foto di akun facebook Puji Kuswati pada hari Rabu tanggal 16 Mei 2018 pukul 22.07 WIB.  Saya masih dengan jelas melihat lihat status status terakhir pelaku dan galllery foto fotonya pada saat itu. Dan salah satu fotonya sudah saya capture dan dipostingkan dalam blog saya ini pada hari yang sama berjudul "Ketika Doktrin Radikal Ditanamkan Ke dalam keluarga". 

Di bawah ini adalah salinannya

Ini salah satu foto yang berhasil saya ambil dari akun Facebook Puji Kuswati pada tanggal 16 Mei 2018 pukul 22.07 WIB dan saya sendiri yang memblurkan wajah ke empat anak anaknya demi alasan keamanan dan privacy. Foto AKun FB Puji Kuswati
Ini salah satu foto yang berhasil saya ambil dari akun Facebook Puji Kuswati pada tanggal 16 Mei 2018 pukul 22.07 WIB dan saya sendiri yang memblurkan wajah ke empat anak anaknya demi alasan keamanan dan privacy. Foto AKun FB Puji Kuswati
 

Dalam foto di atas terlihat Puji Kuswati dengan keempat orang yang diduga kuat adalah anak anaknya. Foto ini dposting oleh Puji Kuswati pada tanggal 20 Januari 2014 yang lalu.   Hal ini jelas menunjukkan Puji Kuswati sudah berhenti bersosial media Facebook sejak tanggal tersebut. Ini berarti sudah 4 tahun Puji Kuswati tidak menggunakan Facebook.

Saya masih ingat yang menjadi foto profile dari akun FB Puji Kuswati anak seorang anak perempuan yang diduga adalah anak perempuan Puji Kuswati.


Akun Facebook Pelaku Bom Bunuh Diri Puji Kuswati Menghilang ?

Benarkah ? Atau Dihilangkan seseorang?  Benarkah?


Ini yang aneh menurut saya. Orangnya sudah meninggal saat Puji Kuswati dengan kedua anak perempuannya saat meledakkan diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya pada tanggal 13 Mei 2018.  Akun Facebook Puji Kuswati masih dapat diakses terakhir pada tanggal 16 Mei 2018 hari Rabu.  Dan sekarang tiba tiba menghilang.

Tidak mungkin pelaku hidup kembali dan menutup akunnya.  Diduga kuat ada seseorang atau pihak lain yang juga memiliki user name dan password dari akun Puji Kuswati istri Dita Oeprianto, suaminya yang juga tewas meledakkan diri di Gereja yang lain.

Yang menggelitik untuk segera dicari tau jawabannya kira kira siapa seseorang yang menghapus (mendelete) atau menonaktifkan akun facebook Puji Kuswati ini?  Anggota keluarganya kah? Kerabat atau familiy nya yang tau password dan user name akun Puji Kuswati kah?  Atau siapa?

Saya tidak mau berandai andai. Yang jelas ada seseorang dan itu MANUSIA yang menghapus atau menonaktifkan akun Facebook Puji Kuswati ini. 
(Asep Haryono)
Kubu Raya. Memasuki Ramadhan malam ke 4 tadi malam (Ahad, 20 Mei 2018 M) atau bertepatan dengan 04 Ramadhan 1439 Hijriah, masjid Babussalam Duta Bandara Kubu Raya menyelenggarakan Sholat Tarawih yang istimewa karena dipimpin langsung oleh Ulama dari Madinah, Imam Syech Anas Jaber.

Kehadiran ulama Madinah, Syech Anas Jaber yang juga adik kandung dari Syech Ali Jaber yang sudah lebih dahulu memperoleh kewarganegaraan Indonesia dan fasih berbahasa Indonesia itu.  Syech Anas Jaber memang hadir karena secara kebetulan jadulnya ada dan ada lobby Hasan Basri terhadapnya.

Beliau di "arahkan" untuk menjadi imam sholat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Babusalam Duta Bandara Kubu Raya hari itu Ahad 20 Mei 2018 dan gayung pun bersambung sang Syech Anas Jaber juga berkenan datang dan hadir sekaligus bersdia menjadi Imam Sholat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Babussakam Duta Badara Kubu Raya tersebut.

Dari agenda utamanya sih Imam Syech Anas Jaber memberikan kuliah tujuh menit (kultum) namun karena pertimbangan waktu dan hal lain maka agenda Kuliah Tujuh Menit berupa Tausyiah dari beliau ditidakan dan atau dihilangkan, Namun tetap tidak meninggalkan kekhusukan jalannya ibadah.   Imam Syech Anas Jaber hanya memimpin Sholat Isya dan Tarawih berjamaan saja. (Asep Haryono)



BUKBER:   Imam Syech Anas Jaber saat dijamu buka puasa Ramadhan malam ke 4 tanggal 19 Mei 2018 kemarin. Foto Aseo Haryono
BUKBER:   Imam Syech Anas Jaber saat dijamu buka puasa Ramadhan malam ke 4 tanggal 19 Mei 2018 kemarin. Foto Aseo Haryono

SALAMAN : Sesuai tradisi setelah selesai mendirikan Sholat Jamaah dilanjutkan dengan salaman dan silaturahmil   Foto se Aseo Haryono)
SALAMAN : Sesuai tradisi setelah selesai mendirikan Sholat Jamaah dilanjutkan dengan salaman dan silaturahmil   Foto se Aseo Haryono)

Penulis dengan Imam Syech Anas Jaber di Masjid Babussalam Duta Bandara ahad 20 Mei 2018 jam 21l8 WIB. Tongsis yang saya bawa ada manfaatnya juga.  Foto selfie

Penulis dengan Imam Syech Anas Jaber di Masjid Babussalam Duta Bandara ahad 20 Mei 2018 jam 21l8 WIB. Tongsis yang saya bawa ada manfaatnya juga.  Foto selfie

Kubu Raya.  Kasus penembakan brutal di sekolah di Amerika Serikat kembali terjadi lagi. Seperti yang saat ini sedang ramai diperbincangankan di jagat sosial media dan jaringan internasinal mengenai adanya puluhan korban tewas dan luka luka akibat pembantain massal di SMA Santa Fe Texas yang dilakukan oleh pelajar bernama Dimitrios Pagourtzis

Mengapa kasus penggunaan senjata semakin lama semakin tidak terkontrol di Amerika Serikat? Konteknsya di sini adalah penembakan di sekolah. Ini sudah kejadian yang kesekian kalinya terjadi pembunuhan dan atau penembakan massal terjadi di sekolah sekolah d Amerika Serikat.  Sebagian dari pelaku langsung suicide (bunuh diri) setelah melakukan pembantaian.

Dalam penembakan di SMA Texas ini pelaku yang bernama 
Dimitrios Pagourtzis  ternyata tidak melakukan (bunuh diri) itu dan langsung menyerahkan diri kepada aparat keamanan yang sudah mengepung dirinya. Dan Dimitrios Pagourtzis  ini terancam sanksi yang sangat fatal karena sudah merencanakan akan melakukan (penembakan) itu



PELAKU : Inilah wajah pelaku penembakan brutal di SMA Santa Fe Texas yang berhasil di identifikasi oleh polisi.  Gambar dari DETTIK COM
PELAKU : Inilah wajah pelaku penembakan brutal di SMA Santa Fe Texas yang berhasil di identifikasi oleh polisi.  Gambar dari DETTIK COM

Segera Dicabut Undang Undang Kepemilikan Senjata
Kasus penembakan di Santa Fe Texas ini seolah kembali mencoreng Amerika Serikat yang sekarang dipimpin oleh Donald Trump.  Amerika Serikat memang memang memiliki sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan jika ada citizen atau warga negara yang inginmemiliki senjata  Semuanya harus lulus fit and proper test kira kira begitu


Namun siapa sangka jika pelaku penembakan yang seperti ini nyata nyata menenteng senjata atau persenjataan dengan surat surat yang sah. Artinya pelaku membawa senjata yang memang sudah mengantongi izin bagi pemiliknya. Ini bisa dikatakan abuse karena menyalah gunakan property yang sudah memiliki izin untuk digunakan tidak sebagaimana mestinya. Kuat dugaan pelaku menggunakan senjata itu tanpa se izin pemiliknya.

Baca juga Pelaku Penembakan Brutal di SMA Texas Gunakan Senjata Ayahnya


Sudah bukan saatnya lagi saling menyalahkan dalam kasus ini,  Belajar lah dari pengalaman akan kejadian (pembantaian brutal sebelumnya) yang terjadi di Amerika Serikat.  Selama peraturan lama tentang peraturan kepemilikan senjata api tidak dicabut selama itu pula kemungkinan kejadian yang memilukan ini bisa saja terjadi lagi. Wallahu alam. (Asep Haryono)
Kubu Raya.  Manusia memiliki keterbatasan.  Manusia bukanlah mesin yang bisa diprogram bekerja 24 jam tanpa istirahat, tanpa makan dan minum. Wajar karena itu bukan manusia melainkan robot.  Robot tidak perlu makan dan minum bahkan robotpun tidak perlu tidur, dan tidak tidur. Manusia bukanlah robot.

Manusia perlu istirahat, atau bahkan jika dia merasa sangat lelah dan mengantuk maka salah satu "obat" nya adalah tidur.  Dalam pandangan saya tidur adalah konsekuensi logis atas aktifitas yang dilakukan seseorang yang mungkin saja bekerja sampai lembur hingga mengantuk ke esokan harinya. Tidur adalah hal yang manusiawi sifatnya. Kalau sudah lelah ya segeralah istirahat. Kalau mengantuk segeralah tidur.

Umat Muslim di seluruh dunia saat ini sedang menjalankan ibadah shaum (puasa) di bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah.  Apa kaitannya aktifitas tidur ini dikaitkan dengan amaliah di bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah? Tentu saja ada. Seperti yang sudah saya singgung di atas aktifitas (tidur) ini adala hal yang manusiawi.  Tidak ada yang salah jika ada orang yang tertidur.

Namun konteksnya dalam amaliah di bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah, ini janganlah tidur dijadikan kebiasaan. 

Ada banyak aktifitas yang positif yang bisa dilakukan dalam mengisi amaliah di Bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriah ini misalnya aktif dalam kegiatan di remaja masjid, membantu ibu mempersiapkan buka puasa di rumah, membaca Al Quran, aktif dalam Palang Merah, berbagi takjil on the road, dan masih banyak lagi kegiatan positif yang bisa dilakukan selama mengisi amaliah di bulan Ramadhan 1439 Hijriah ini.  Jangan tidur melulu


TIDUR : Beberapa orang tampak tertidur pulas di dalam Masjid Raya Mujahidin padahal hari masih pagi. Diambil fotonya hari Sabtu (19/1) pukul 07.10 WIB. Foto Asep Haryono
TIDUR : Beberapa orang tampak tertidur pulas di dalam Masjid Raya Mujahidin padahal hari masih pagi. Diambil fotonya hari Sabtu (19/1) pukul 07.10 WIB. Foto Asep Haryono

Benarkah aktifitas tidur dalam bulan puasa Ramadhan ini berpahala? Maksudnya adalah apakah benar tidurna orang yang berpuasa adalah aktifitas yang berpahala?  Pertanyaan ini sering saya dengar. Dan mungkin anda juga sering dengar juga bukan. Saya sudah mencari ke beberapa situs dan menemukan banyak referensi yang membahas soal tidurnya orang berpuasa ini.  Benarkah tidurnya orang berpuasa itu berpahala?

Untuk menghindari POLEMIK terhadap aktifitas tidur di bulan Puasa Ramadhan itu berpahala atau tidak, saya mencoba membahasnya dari sisi yang berbeda, Sebagian referensi yang saya liat mengenai tidurnya orang berpuasa itu berpahala adalah lemah atau palsu hadistnya, sebagian lagi menyatakan kuat.  Saya sendiri akan mencari tau dengan menanyakan hal ini kepada ustad di masjid tempat tinggal di sekitar rumah saya.

Bahkan dalam suatu kesempatan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsudin pernah mengatakan bahwa tidur bisa dikatakan berpahala jika diliha dari konteksnya.

"Secara konteksnya tidur ketika berpuasa dapat dikatakan ibadah ketika yang berpuasa memang ingin beristirahat , Jadi dia memang betul-betul dalam suasana ingin tidur. Bukan mengada-adakan tidur," jelas Din Syamsudin seperti yang dikutiip oleh halaman website Republika.

Jadi pada intinya, tidur yang merupakan metabolisme dasar manusia yang jika merasa lelah maka akan jatuh tertidur atau mengantuk adalah hal yang manusiawi dan alami. Hanya saja dalam konteks mengisi amaliah di Bulan Suci Ramadhan 1439 H semuanya harus diniatkan karena ibadah kita kepada Allah SWT. 

Tidur orang yang berpuasa berpahala jika diniatkan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. 
Jika Sudah Lelah Segeralah Istirahat   Jika tubuh anda lelah  dan benar benar membutuhkan tidur untuk memulihlan tenaga, jangan ragu dan bimbang segeralah tidur. (Asep Haryono)

Kubu Raya.  Masjid Babussalam Duta Bandara Kubu Raya jika tidak ada kendala, menurut rencananya Insya Allah akan mengundang Syech Anas Jaber yang tidak lain adalah adik kandung ulama kondang Madinah Syech Ali Jaber di Masjid Babussalam Duta Bandara pada tanggal 20 Mei 2018 Masehi atau 4 Ramadhan 1439 Hijriah yang akan datang ini.
Syech Anas Jaber akan memimpin Sholat Tarawih sekaligus menyampaikan pencerahannya kepada para Jamaah dalam jamuan Buka Puasa yang juga Insya Allah akan dilakukan di masjid. 

Imam Syech Anas Jaber yang juga sudah mulai fasih berbahasa Indonesia seperti kakak kandungnya Syech Ali Jaber ini sudah dikonfirmasikan kehadirannya sesuai dengan jadual dan tanggal tersebut

Syech Anas Jaber.  Photo courtesy Youtube
BALIHO : Spanduk penyambutan kedatangan Imam Syech Anas Jaber sudah dipasang di depan Masjid Babussalam Duta Bandara Kubu Raya.  Foto Asep Haryono
BALIHO : Spanduk penyambutan kedatangan Imam Syech Anas Jaber sudah dipasang di depan Masjid Babussalam Duta Bandara Kubu Raya.  Foto Asep Haryono


Add caption
Syech Anas Jaber ini memiliki kekhasan suaranya yang merdu dan diakui oleh kaum muslimin dan muslimat sedunia.  Bahkan sang kakak kandungnya sendiri, Syech Ali Jaber pun mengakuinya.

"Adik saya syekh @anas0jaber penghafal Al-Qur'an dan subhanallah merdu suaranya ikutin ya insyallah saya sedang rayu dia untuk pindah ke Indonesia ngajarin anak-anak kita supaya sama-sama menujudkan banyak anak-anak Indonesia penghafal Alquran aamiin," kata Syekh Ali seperti yang dimuat di halaman media online News Bersama Dakwah setahun yang lalu.

Terbuka untuk umum.  Kaum muslimin dan muslimat di Pontianak, dan Kubu Raya dan sekitarnya silahkan ajak keluarga, sahabat, handai taulan dan muslimin lainnya untuk datang dan rasakan sensasi seperti Sholat Tarawih di kota Madinah. Datanglah beramai ramai ke Masjid Babussalam Duta Bandara Jalan Supadio Kubu Raya.  (Asep Haryono)



Kubu Raya. Setelah sempat drop beberapa hari karena tidak melakukan update atau postingan terbaru di blog pribadi kesayangan saya www.simplyasep.com yang menyebabkan index artikel menghilang, kini statistik blog saya di pencarian google dengan keyword "www,simplyasep.com" kembali normal seperti biasanya.    Screenshotnya seperti dalam lampiran di bawah ini :

Gambar dari Internet

Selama berbulan bulan sebelumnya, ini kalau saya tidak salah menghitungnya, saya tidak melakukan kunjungan ke blog blog sahabat saya lainnya sebagaimana yang biasa lazim dilakukan.  Atau istilahnya "blogwalking" yang diyakini banyak blogger sebagai salah satu cara yang jitu untuk mendatangkan traffic.  Benar tidaknya kembali kepada sahabat sahabat blogger semuanya.

Namun saya tetap akan menulis (Insya Allah) dengan berbagai kebaikan baik dalam bidang pengetahuan, tips, informasi wisata atau kuliner (karena tema blog saya adalah campuran dan tidak mengandung niche tertentu) melalui blog kesayangan saya ini. 

Baca juga Menulis Dahulu Blog Walking kemudian

Tentu saja ini harus "dibayar" dengan mahal.  Salah satu dampaknya adalah pengunjung blog yang datang ke blog saya dan meninggalkan comment (komentar) bisa dikatakan tidak ada.  Jika pun ada mungkin maksimal hanya 2 atau satu saja, dan itupun jarang jarang.     Dengan teknik yang saya lakukan ini sepertinya membantah stereotype bahwa Blogwalking tidak sepenuhnya membantu menaikkan traffic.

Kalau dari stats dashboardnya akan pageview blog saya turun naik dari angka 500 sampai dengan 1300 visitors setiap harinya.   Sejauh ini teknik blogging yang saya pakai standard SEO (Search Engine Optimization) saja seperti memposting artikel original tulisan sendiri, kemudian melakukan pengisian link interlink atau outerlink, dan mempublikasikan melalui beberapa sosial media seperi facebook, Twitter, Linkedin saja. Dan alhamdulillah sejauh ini Googgle memberikan nilai positif atas artikel dalam blog saya yang sudah terindex.

  Namun kalau dari sisi egois saya ini dikurangi, mungkin kunjungan silaturahmi ke blog blog sahabar saya lainnya (blogwalking) Insya Allah akan tetap saya lakukan secepatnya karena saya perlu juga banyak sahabat dan teman teman lainnya. Insya Allah
.(Asep Haryono)
Pontianak.  Ngopi di warung mungkin menjadi hal yang biasa bagi orang Indonesia. Kebiasaan mengopi di pagi hari, siang hari atau mengopi kapan saja setiap saat bisa saja terutama bagi mereka yang hobi mengopi, minum kopi atau bahkan pecinta kopi.

Kebiasaan mengopi warga kota Pontianak mulai dari warung kopi pinggir jalan, toko minimarket, hingga ke cafe cafe dengan hiburan live music menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kultur dan budaya masyarakat Kalimantan Barat khususnya bagi warga kota Pontianak, ibukota Kalimantan Barat.

Saya sendiri bukan pecinta kopi sama sekali. Saya memang suka kopi namun bukan kopi tubruk (kopi yang masih ada ampasnya di bagian bawah gelas saat kopi habis diminum-red).  Kopi yang saya minum kebanyakan dari jenis kopi "oplosan" dengan susu dan gula biasanya dalam kemasana Sachet.

NGOPI : Warga meminum kopi di pagi hari di warung kopo adalah pemandangan yang hampir bisa anda temui saat menjejakkan kaki di Pontianak. Foto Asep Haryono
NGOPI : Warga meminum kopi di pagi hari di warung kopo adalah pemandangan yang hampir bisa anda temui saat menjejakkan kaki di Pontianak. Foto Asep Haryono

BUKAN KOPI : Sayang sekali saya tidak suka kopi, hanya teh saja.  Kopi ya suka namun bukan kopo tubruk boleh bolehlah ajak saya
BUKAN KOPI : Sayang sekali saya tidak suka kopi, hanya teh saja.  Kopi ya suka namun bukan kopo tubruk boleh bolehlah ajak saya

Segala Usia Segala Urusan Ada di Meja KopiJika sahabat semuanya berkunjung ke kota Pontianak, maka Insya Allah pemandangan orang ngopi di warung warung kopi bisa dengan mudah ditemui. Kebiasaan ini sudah lama dan sudah menjadi semacam habita atau ciri khas warga kota Pontianak Ngopi di warung Kopi.

Namun jangan salah. Mereka yang minum kopi di warung warung pinggir jalan atau cafe cafe yang banyak bertebaran di kota Pontianak adalah warga biasa. Banyak tokoh tokoh masyarakat, dosen, mahasiswa, pekerja kantoran, pengusaha, hingga anak sekolah tumplek di warung kopi. 

Segala isu bisa jadi dbahas di warung kopi.  Apa saja topik yang menarik dan sedang booming bisa menjadi salah satu bahan obrolan dan diskusi menarik di warung kopi.

Pembicaraan hangat diselingi minum kopi tentunya. Gosip bersliweran di sana sini bahkan proyek bisnis dan "can tepi" (sebutan umum melayu Pontianak yang artinya kira kira bisnis atau proyek diluar pekerjaan dan penghasilan tetap-red) bisa bergulir ke sana kemari.  Jangan jangan jodoh pun bisa dibahas di warung kopi. Apa lagi.
 (Asep Haryono)
Opini Asep Haryono

Masih hangat saat ini adalah serangan terkoordinat terhadap 3 buah gereka di Kota Surabaya yang dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri yang menelan belasan korban jiwa dan puluhan lainnya terluka.  Kita semua mungkin sudah mengetahui bahwa para pelaku bom bunuh diri ternyata adalah satu KK (kepala Keluarga) atau satu Keluarga.

Sebagaimana yang dilansir oleh Tribunnews, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, ledakan bom di Surabaya adalah benar dilakukan oleh satu keluarga dengan Dita Oeprianto sebagai kepala keluarganya.  Kemudian pelaku lainnya adalah Puji Kuswati (Istri Dita) dan ke empat anak anaknya,. Dua anak laki laki dan 2 anak perempuan.

Berdasarkan atas berita dari Tribunnews itu saya mencoba menelusurinya di jejaring maya Facebook dan ternyata berhasil menemukan akun facebook Puji Kuswati (istri Dita) yang salah satu fotonya ternyata cocok seperti yang dimuat dalam halaman website Tribunnews tersebut.  Berikut ini adalah salah satu fotonya yang diambil dari halaman facebook Puji Kuswati


Salah satu foto Puji Kuswati bersama anak anaknya dalam halaman akun Facebook miliknya.  Sengaja foto anak anaknya diblur atau dikaburkan untuk menghormati dan menjaga kerahasiaan. Foto dari Internet


Tidak Ada Kesan Radikal

Nah sahabat semuanya bisa melihat foto Puji Kuswati yang diduga berfoto bersama dengan keempat anak anaknya. Dua anak laki laki dan dua anak perempuan. Foto ini dposting oleh Puji Kuswati pada tanggal 20 Januari 2014 yang llalu.   Hal ini jelas menunjukkan Puji Kuswati sudah berhenti bersosial media Facebook sejak tanggal tersebut.

Dalam foto tersebut jelas terlihat
 Puji  mengenakan hijab berwarna cokelat, serta menggunakan kaca mata. Bersama Puji terlihat 2 anak laki laki yang sudah beranjak usia remaja, dan 1 anak laki laki yang ada perban di keningnya, Kemudian ada 2 anak perempuannya yang semuanya mengenakan jilbab.
"Kucing emak dan kucing anak berbagi pindang tanpa bertengkar.... Pinter ya... He..he... Siapa yg suka bertengkar berebut makanan???".  Ini adalah postingan terakhir Puji Kuswati pada tahun 2014 tersebut 
Portal berita Tribunnews menyebut kedua anak perempuan Puji Kuswati bernama Fadhila Sari (12) dan Pamela Riskita (9) dan 2 anak laki lakinya bernama Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16).

Dari foto foto yang ada dalam akun facebook Puji Kuswati tidak ada tanda tanpa radikalisme dalam gallery foto foto dan ataupun kalimat postingannya,  Justru banyak foto foto kebahagian dan keceriaan mereka sebagai sebuah keluarga yang harmonis, dan bersahaja.  Tidak ada tanda tanda kesan atau muatan radikalisme sama sekali. Setidaknya itu dalam pengamatan saya terhadap akun Facebook Puji Kuswati

Sedih Sekaligus Prihatin : Anak Anak Dikorbankan

Tribunnews menyebutlkan bahwa pelaku utama Bom Bunuh Diri Dita Oeprianto baru pulang Suriah yang nota benenya adalah berafiliasi atau menjadi salah satu jalan menuju kelompok ISIS. 

Jangan tanya dari mana Dita Oeprianto bisa membawa Bom berdaya ledak tinggi.  Apakah Dita meracik, membuat dan merangkai Bom itu sendiri karena kepandaian dan kemampuannya sendiri? 

Atau kah ada pihak tertentu yang "memodali" atau "membekali" Dita dan anggota keluarganya berupa bom bom mematikan yang siap diledakkan.    Ini hanya dugaan saya saja.  Kita tunggu saja hasil penyelidikan menyeluruh aparat kepolisian yang tengah mengusut tuntas kasus terorisme ini.

Saya merasa sangat berduka. Perasaan sedih bercampur marah. 
Sedih Sekaligus Prihatin : Anak Anak Dikorbankan.   Saya tidak dapat membayangkan bagaimana seorang kepala keluarga seperti Dita Oeprianto ini mampu meyakinkan dan menjelaskan maksud dan tujuannya kepada Puji Kuswati dan ke empat anak anaknya untuk menjadi pelaku bom bunuh diri

Mungkin Dita Oeprianto memberi doktrin "JIHAD" kepada istri dan anak anaknya sesuai dengan pemahaman Dita, dan diamini dan dipatuhi oleh anak anak dan istrinya.   Dalam ISLAM memang ada penekanan bahwa sang ISTRI harus patuh dan menurut kepada suaminya. Namun patuh dan menurut yang bagaimana dahulu, dan itu menjadi pertanyaan.

Kesetiaan dan kepatuhan sang Istri dan juga anak anaknya dimanfaatkan dengan baik oleh Dita Oeprianto ini.   Saya tidak dapat menyembunyikan perasan sedih, haru, sekaligus bercampur marah karenanya. 

Anak anak yang seharusnya bersekolah, ceria bermain bersama anak anak lainnya, apalagi malam ini adalah hari perdana Tarawih di bulan Suci Ramadhan 1439 Hjiriah, mereka di "korban"kan Dita Oeprianto untuk sama sama menjadi pelaku bom Bunuh Diri.  Dita Oeprianto, Puji Kuswati dan keempat anak anaknya sudah tewas kaena meledakkan diri menyerang tiga Gereja di Kota Surabaya hari Senin (14/1) lalu.

Saya sedih karena saya juga memiliki anak anak, Salah satu korban Bom bunuh diri itu anak perempuan berusia 9 tahun yang seusia dengan anak perempuan saya.  Saya merasa sangat sedih dan berduka ada 4 anak yang sedang lucu lucunya itu harus ikut tewas karena diajak bunuh diri oleh orang tuanya.

Serangan teroris ini tidak ada kaitannya dengan agama. Tidak ada agama di dunia ini yang mentolerir tindakan biadab seperti ini.   Semua agama menyebarkan kedamaian dan cinta persahabatan.  Menjadi pembom bunuh diri adalah tindakan terorisme yang merupakan musuh kemanusiaan, musuh kita semuanya.

Bangsa Indonesia harus bersatu bersama sama menumpas teroris pengecut seperti ini sampai ke akar akarnya,. Sebagaimana pesan Presiden Republik Indonesia, Jowo Widodo, kepada Kapolri agar menindak dengan tegas setiap pelaku teroris yang nyata nyata menganggu keamanan dan persatuan NKRI hingga ke akar akarnya.  Kita jangan takut. Mari kita sama sama melawan Terorisme.
.(Asep Haryono)
Bandara Supadio Pontianak From Bali With Love Selfie Dengan Selebritis
| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog